Informasi Lagu
14
Nomor
Kode
PKJ 14
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Metronom
0
Pencipta Lagu
James H. Filmore
Pencipta Syair
James H. Filmore
Cross Ref.
KPPK 62, KK 425
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 1 bait
Kunyanyikan kasih setia Tuhan selamanya, selamanya. Kunyanyikan kasih setia Tuhan selamanya, kunyanyikan s’lamanya. Kututurkan tak jemu kasih setiaMu, Tuhan; kututurkan tak jemu kasih setiaMu turun temurun. Kunyanyikan kasih setia Tuhan selamanya, selamanya. Kunyanyikan kasih setia Tuhan selamanya, kunyanyikan s’lamanya.
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — PKJ 14 1
Slide 2 — PKJ 14 2
Slide 3 — PKJ 14 3
Slide 4 — PKJ 14 4
Partitur / Not
Partitur Chord PKJ 14
Sejarah Lagu
Lagu **"I Will Sing of the Mercies of the Lord"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan menjadi **"Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan"**) adalah salah satu lagu pujian yang paling dikenal di kalangan umat Kristen di seluruh dunia.

Meskipun lagu ini terdengar sederhana dan bernada gembira, ada konteks teologis dan sejarah yang mendalam di baliknya. Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu ini:

### 1. Sumber Alkitabiah (Inspirasi Utama)
Kunci utama untuk memahami lagu ini terletak pada sumber kutipan ayatnya. Lagu ini didasarkan sepenuhnya pada **Mazmur 89:1**.

> *"Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memasyhurkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun."* (TB-LAI)

James H. Fillmore mengambil esensi dari Mazmur ini, di mana Raja Daud (atau penulis Mazmur tersebut) mengungkapkan komitmen untuk terus memuji Tuhan, tidak hanya saat keadaan baik, tetapi sebagai deklarasi iman yang kekal.

### 2. Sosok James H. Fillmore
James H. Fillmore (1849–1936) adalah seorang komposer, penerbit musik, dan pemimpin nyanyian gerejawi yang sangat berpengaruh dari Amerika Serikat. Ia berasal dari keluarga **Fillmore Brothers**, sebuah keluarga yang mendedikasikan hidup mereka dalam industri penerbitan musik gereja (Fillmore Music House).

Pada era tersebut (akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20), tradisi musik gereja di Amerika sangat dipengaruhi oleh gerakan *Sunday School* dan *Gospel Music*. Lagu-lagu yang diciptakan pada masa itu bertujuan agar mudah diingat, dinyanyikan secara bersama-sama, dan memberikan pengajaran Alkitab secara langsung melalui lirik yang repetitif.

### 3. Mengapa Lagu Ini Begitu Populer?
Kesuksesan lagu ini tidak lepas dari struktur komposisinya:

* **Sifat Repetitif:** Lagu ini dirancang sebagai *canon* atau lagu yang diulang-ulang. Pengulangan lirik "I will sing of the mercies of the Lord forever" (Kunyanyikan kasih setia Tuhan selamanya) memberikan efek peneguhan iman. Semakin sering seseorang menyanyikannya, semakin pesan tersebut tertanam di hati.
* **Nada yang Ceria:** Berbeda dengan banyak lagu rohani era Victoria yang cenderung mendayu-dayu atau melankolis, lagu Fillmore ini memiliki tempo yang cepat dan nada yang ceria (mayor). Ini menggambarkan sukacita orang percaya saat merenungkan kasih setia Tuhan.
* **Fungsi Ibadah:** Lagu ini sering digunakan sebagai lagu pembuka (*opening hymn*) atau lagu anak-anak di sekolah minggu karena liriknya yang singkat, padat, dan sangat alkitabiah.

### 4. Makna di Balik "Kasih Setia" (Hesed)
Dalam teologi Kristen, kata "Kasih Setia" dalam Mazmur 89 merujuk pada kata Ibrani **"Hesed"**. *Hesed* bukan sekadar perasaan kasih, melainkan sebuah **komitmen perjanjian** yang tak terpatahkan dari Tuhan kepada umat-Nya.

Ketika James H. Fillmore memilih untuk menggubah mazmur ini menjadi lagu, ia ingin menekankan bahwa kasih Tuhan bukanlah sesuatu yang berubah-ubah. Meskipun dunia berubah, "kasih setia Tuhan" tetap ada "selamanya" (*forever*).

### Kesimpulan
Meskipun tidak ada catatan dramatis tentang tragedi atau peristiwa spesifik (seperti musibah pribadi) yang memicu terciptanya lagu ini, karya James H. Fillmore ini lahir dari tradisi musik gereja yang sangat menghargai pengajaran firman Tuhan melalui nyanyian.

Lagu ini tetap abadi karena fungsinya sebagai **pengingat**: di tengah ketidakpastian hidup, seseorang tetap memiliki alasan untuk bersyukur karena kasih setia Tuhan adalah satu-satunya hal yang konstan dan akan terus dinyanyikan "turun-temurun".

Saat ini, lagu ini menjadi salah satu "lagu wajib" yang sering dinyanyikan dalam berbagai bahasa di seluruh dunia, membuktikan bahwa pesan sederhana dari Mazmur 89:1 yang digubah oleh Fillmore berhasil menembus batas generasi dan budaya.
Kembali ke PKJ