PKJ
Kami Muliakan NamaMu
We Will Glory
Informasi Lagu
12
Nomor
Kode
PKJ 12
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Metronom
0
Pencipta Lagu
Twila Paris
Pencipta Syair
Twila Paris
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Kami muliakan namaMu, Maha raja semesta.
Anak domba yang tersembelih, Kau yang ada s’lamanya.
Kami sujud di hadapanMu, Kau yang Maha mulia:
Hanya kepadaMu yang Kudus, kami sujud menyembah.
Raja sorga, Raja dunia, bumi, laut dan isinya.
Kaulah Raja alam semesta, Kau yang Maha mulia!
Haleluya bagi namaMu, Maha raja semesta.
Anak domba yang tersembelih, bagiMu Haleluya!
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sama Tema
Puji-pujian dan Pembukaan Ibadah
Abadi Tak Nampak
PKJ
Mulia, Mulia NamaNya
PKJ
Ajaib NamaNya
PKJ
Angkatlah Hatimu Pada Tuhan
PKJ
Bersoraklah dan Puji Tuhan
PKJ
Bersoraklah, Hai Alam Semesta
PKJ
Bersyukurlah Pada Tuhan
PKJ
Bukalah Gapura Indah
PKJ
Dengan Malaikat, Angkatlah
PKJ
Dengan Semarak Majulah
PKJ
Inilah Hari Minggu
PKJ
Kita Masuk RumahNya
PKJ
Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan
PKJ
Kusiapkan Hatiku, Tuhan
PKJ
Mari, Kawan-Kawan, Nyanyi Gembira
PKJ
Mari Kita Puji
PKJ
Mari Masuk ke RumahNya
PKJ
Mari Sembah
PKJ
Mari Semua, Mari Sembah Tuhan
PKJ
Mari Semua, Kini Bernyanyilah
PKJ
Marilah Kita Siapkan Hati Kita
PKJ
Marilah Memuji
PKJ
Marilah, Pujilah Allah
PKJ
Muliakan Nama Tuhan
PKJ
Nyanyikanlah Haleluya
PKJ
Nyanyikanlah Nyanyian Baru
PKJ
Nyanyikan Tuhanmu Haleluya
PKJ
Patut Segenap yang Ada
PKJ
Puji Tuhan Allah
PKJ
Puji Tuhan, Pujilah NamaNya
PKJ
Puji Tuhan, Pujilah NamaNya
PKJ
Pujilah Allah, Pujilah
PKJ
Soraklah, Hai UmatNya
PKJ
Suci, Suci, Suci
PKJ
Yesus, Raja Damai
PKJ
Sejarah Lagu
Lagu **"Kami Muliakan Nama-Mu"** (judul asli: **"We Will Glorify"**) yang dipopulerkan oleh penyanyi musik rohani Kristen asal Amerika, **Twila Paris**, adalah salah satu lagu penyembahan klasik yang sangat mendalam.
Meskipun Twila Paris dikenal sebagai penulis lagu yang sangat produktif, kisah di balik lagu ini berkaitan erat dengan teologi Kristen tentang **kedaulatan Tuhan dan tujuan penciptaan manusia.**
Berikut adalah detail kisah dan makna di balik lagu tersebut:
### 1. Latar Belakang Penulisan (Tahun 1982)
Twila Paris menulis lagu ini pada tahun 1982. Pada saat itu, musik Kristen kontemporer sedang mengalami perkembangan pesat. Twila, yang tumbuh dalam keluarga musisi rohani, memiliki beban untuk menulis lagu yang tidak hanya sekadar "enak didengar", tetapi lagu yang memiliki kedalaman teologis untuk membawa jemaat masuk ke dalam penyembahan yang murni.
Ia menulis lagu ini dengan tujuan untuk memberikan sebuah "nyanyian penyembahan" yang berfokus sepenuhnya pada keagungan Tuhan, bukan pada kebutuhan manusia.
### 2. Inspirasi Teologis: "Tujuan Utama Manusia"
Inspirasi utama lagu ini berasal dari konsep teologis klasik yang dikenal dengan *Westminster Shorter Catechism*, yang menyatakan bahwa: **"Tujuan utama manusia adalah untuk memuliakan Allah dan menikmati Dia selamanya."**
Twila merenungkan bagaimana seorang manusia yang kecil seharusnya merespons kemahakuasaan Tuhan. Liriknya disusun sedemikian rupa untuk mengikuti urutan penyembahan:
* **Bait 1:** Mengakui Tuhan sebagai "Raja segala raja" dan "Tuhan segala tuhan."
* **Bait 2:** Mengakui Tuhan sebagai "Anak Domba" yang disembelih (Yesus Kristus) dan "Raja yang akan datang kembali."
* **Refrain:** Pernyataan komitmen umat untuk memuliakan Nama-Nya dan menyatakan kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa.
### 3. Makna Lirik yang Mendalam
Ada satu baris yang sangat ikonik dalam lagu ini:
*"We will glorify the King of Kings, we will glorify the Lamb."*
Di balik lirik ini, Twila ingin menekankan dua sisi Tuhan:
1. **Sebagai Raja (The King of Kings):** Menunjukkan otoritas, kekuasaan, dan kedaulatan Tuhan atas semesta.
2. **Sebagai Anak Domba (The Lamb):** Menunjukkan kerendahan hati, pengorbanan, dan kasih Tuhan melalui kematian-Nya di kayu salib.
Pesan utamanya adalah bahwa penyembahan yang sejati harus melibatkan pengakuan atas kedua sisi ini: menghormati kuasa-Nya, namun sekaligus mengasihi kerelaan-Nya untuk berkorban bagi manusia.
### 4. Dampak Lagu Ini bagi Dunia
Sejak dirilis, "We Will Glorify" menjadi salah satu lagu wajib di gereja-gereja di seluruh dunia. Lagu ini dianggap sebagai lagu "transisi" yang menjembatani gaya musik gereja tradisional (himne) dengan gaya musik penyembahan kontemporer.
* **Penerjemahan:** Lagu ini diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia ("Kami Muliakan Nama-Mu"), menjadikannya lagu lintas budaya yang menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang.
* **Kekuatan Lirik:** Banyak pendengar merasa bahwa lagu ini membantu mereka untuk "meninggalkan diri sendiri" (ego) dan benar-benar memusatkan perhatian pada pribadi Tuhan.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Kesuksesan lagu ini bukan karena aransemen musiknya yang rumit, melainkan karena **kesederhanaannya**. Twila Paris berhasil menyusun kata-kata yang mudah diingat namun sarat dengan pemujaan yang mendalam. Bagi banyak orang, menyanyikan lagu ini bukan sekadar aktivitas musik, melainkan sebuah pernyataan iman bahwa terlepas dari apa pun yang terjadi dalam hidup mereka, Tuhan tetap layak untuk ditinggikan.
**Kesimpulan:**
Kisah di balik "We Will Glorify" adalah kisah tentang seorang penulis lagu yang ingin menjawab pertanyaan dasar manusia: *"Mengapa kita ada di sini?"* Jawabannya, menurut lagu Twila Paris ini, adalah sederhana namun absolut: **Kita ada di dunia ini untuk memuliakan nama-Nya.**
Meskipun Twila Paris dikenal sebagai penulis lagu yang sangat produktif, kisah di balik lagu ini berkaitan erat dengan teologi Kristen tentang **kedaulatan Tuhan dan tujuan penciptaan manusia.**
Berikut adalah detail kisah dan makna di balik lagu tersebut:
### 1. Latar Belakang Penulisan (Tahun 1982)
Twila Paris menulis lagu ini pada tahun 1982. Pada saat itu, musik Kristen kontemporer sedang mengalami perkembangan pesat. Twila, yang tumbuh dalam keluarga musisi rohani, memiliki beban untuk menulis lagu yang tidak hanya sekadar "enak didengar", tetapi lagu yang memiliki kedalaman teologis untuk membawa jemaat masuk ke dalam penyembahan yang murni.
Ia menulis lagu ini dengan tujuan untuk memberikan sebuah "nyanyian penyembahan" yang berfokus sepenuhnya pada keagungan Tuhan, bukan pada kebutuhan manusia.
### 2. Inspirasi Teologis: "Tujuan Utama Manusia"
Inspirasi utama lagu ini berasal dari konsep teologis klasik yang dikenal dengan *Westminster Shorter Catechism*, yang menyatakan bahwa: **"Tujuan utama manusia adalah untuk memuliakan Allah dan menikmati Dia selamanya."**
Twila merenungkan bagaimana seorang manusia yang kecil seharusnya merespons kemahakuasaan Tuhan. Liriknya disusun sedemikian rupa untuk mengikuti urutan penyembahan:
* **Bait 1:** Mengakui Tuhan sebagai "Raja segala raja" dan "Tuhan segala tuhan."
* **Bait 2:** Mengakui Tuhan sebagai "Anak Domba" yang disembelih (Yesus Kristus) dan "Raja yang akan datang kembali."
* **Refrain:** Pernyataan komitmen umat untuk memuliakan Nama-Nya dan menyatakan kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa.
### 3. Makna Lirik yang Mendalam
Ada satu baris yang sangat ikonik dalam lagu ini:
*"We will glorify the King of Kings, we will glorify the Lamb."*
Di balik lirik ini, Twila ingin menekankan dua sisi Tuhan:
1. **Sebagai Raja (The King of Kings):** Menunjukkan otoritas, kekuasaan, dan kedaulatan Tuhan atas semesta.
2. **Sebagai Anak Domba (The Lamb):** Menunjukkan kerendahan hati, pengorbanan, dan kasih Tuhan melalui kematian-Nya di kayu salib.
Pesan utamanya adalah bahwa penyembahan yang sejati harus melibatkan pengakuan atas kedua sisi ini: menghormati kuasa-Nya, namun sekaligus mengasihi kerelaan-Nya untuk berkorban bagi manusia.
### 4. Dampak Lagu Ini bagi Dunia
Sejak dirilis, "We Will Glorify" menjadi salah satu lagu wajib di gereja-gereja di seluruh dunia. Lagu ini dianggap sebagai lagu "transisi" yang menjembatani gaya musik gereja tradisional (himne) dengan gaya musik penyembahan kontemporer.
* **Penerjemahan:** Lagu ini diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia ("Kami Muliakan Nama-Mu"), menjadikannya lagu lintas budaya yang menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang.
* **Kekuatan Lirik:** Banyak pendengar merasa bahwa lagu ini membantu mereka untuk "meninggalkan diri sendiri" (ego) dan benar-benar memusatkan perhatian pada pribadi Tuhan.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Kesuksesan lagu ini bukan karena aransemen musiknya yang rumit, melainkan karena **kesederhanaannya**. Twila Paris berhasil menyusun kata-kata yang mudah diingat namun sarat dengan pemujaan yang mendalam. Bagi banyak orang, menyanyikan lagu ini bukan sekadar aktivitas musik, melainkan sebuah pernyataan iman bahwa terlepas dari apa pun yang terjadi dalam hidup mereka, Tuhan tetap layak untuk ditinggikan.
**Kesimpulan:**
Kisah di balik "We Will Glorify" adalah kisah tentang seorang penulis lagu yang ingin menjawab pertanyaan dasar manusia: *"Mengapa kita ada di sini?"* Jawabannya, menurut lagu Twila Paris ini, adalah sederhana namun absolut: **Kita ada di dunia ini untuk memuliakan nama-Nya.**