Informasi Lagu
136
Nomor
la=d
Nada Dasar
Kode
KK 136
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
la=d
Ketukan
2/4 ketuk
Metronom
80
Pencipta Lagu
Indian Dakota
Pencipta Syair
Philip Frazier
Penerjemah
Fred Simanjuntak
Cross Ref.
KJ 63
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 1 bait
1. Tuhan, karya-Mu sungguh besar ya Khalik semesta: bintang dan bulan, surya terang, gunung, lembah yang tinggi-rendah, laut yang dalam, sungai kecil ciptaan firman-Mu. 2. Tuhan, curahkanlah kasih-Mu, lindungi umat-Mu. Biarlah Roh-Mu tinggal serta dan membri kami hidup kekal. Tuhan, dengarlah doa syukur, pujian pada-Mu. Syair: Many and Great, O God, Philip Frazier (1892-1964), berdasarkan syair dalam bahasa Dakota gubahan Joseph Renville, 1840 (Lac Qui Parle) terj. Alfred Simanjuntak, 1980 Lagu: Lagu rakyat Indian Dakota, Amerika Serikat
Slide Lirik 2 slide
Slide 1 — KK 136 1
Slide 2 — KK 136 2
Partitur / Not
Partitur Chord KK 136
Sejarah Lagu
Lagu "Many And Great, O God" atau yang di Indonesia dikenal dengan "Tuhan Karyamu Sungguh Besar" adalah sebuah permata dalam himnologi Kristen yang memiliki kisah asal-usul yang sangat kaya dan menyentuh, menjembatani budaya pribumi Amerika dengan tradisi Kristen. Lagu ini adalah buah karya dan adaptasi dari Pendeta Philip Frazier, seorang anggota suku Dakota (sebuah cabang dari bangsa Sioux), pada awal abad ke-20.

Mari kita selami kisahnya dengan detail:

**1. Latar Belakang Budaya: Bangsa Dakota dan Spiritualitas Mereka**

Sebelum kedatangan bangsa Eropa, bangsa Dakota, seperti banyak suku asli Amerika lainnya, memiliki sistem kepercayaan spiritual yang mendalam. Mereka memandang alam semesta sebagai sebuah entitas yang hidup dan penuh makna, dijiwai oleh kekuatan agung yang mereka sebut **Wakan Tanka** (Roh Agung atau Misteri Agung). Wakan Tanka tidak dipahami sebagai Tuhan personal dalam pengertian Kristen, melainkan sebagai sumber dari segala sesuatu, kekuatan yang meresapi seluruh ciptaan—langit, bumi, binatang, tumbuhan, dan manusia.

Kehidupan spiritual mereka sangat terhubung dengan alam. Gunung, sungai, pohon, dan hewan sering kali dianggap sakral dan merupakan manifestasi dari Wakan Tanka. Doa dan lagu sering kali merupakan ungkapan rasa syukur dan penghormatan terhadap alam serta penciptanya.

**2. Kedatangan Misionaris dan Tantangan Komunikasi Injil**

Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, misionaris Kristen tiba di wilayah Dakota dengan tujuan menyebarkan Injil. Salah satu tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah bagaimana menyampaikan konsep-konsep Kristen—terutama tentang Tuhan Yang Maha Esa dan Pencipta—dengan cara yang bisa dipahami dan diterima oleh orang-orang Dakota tanpa menghilangkan esensi ajaran Kristen atau merendahkan kepercayaan tradisional mereka.

Banyak himne Kristen pada masa itu ditulis dalam bahasa Inggris dengan melodi dan lirik yang mungkin asing bagi telinga dan hati orang Dakota. Ada kebutuhan besar akan materi spiritual yang dapat menjembatani dua dunia ini.

**3. Sosok Philip Frazier: Jembatan Dua Dunia**

Di sinilah peran **Philip Frazier (1891-1964)** menjadi krusial. Philip Frazier adalah seorang Pendeta Presbiterian Dakota. Ayahnya, Pendeta Alfred Frazier, juga seorang pendeta Dakota. Philip dibesarkan di tengah dua budaya: tradisi leluhurnya sebagai orang Dakota dan iman Kristen yang dibawa oleh para misionaris. Karena latar belakang ini, ia memiliki pemahaman yang mendalam tentang kedua dunia tersebut—bahasa, budaya, nilai-nilai, dan spiritualitas Dakota, serta teologi Kristen.

Frazier adalah seorang penerjemah yang ulung, bukan hanya secara harfiah, tetapi juga secara budaya. Ia menyadari bahwa agar Injil dapat benar-benar meresap ke dalam hati bangsanya, itu harus "berbicara" dalam bahasa dan konteks yang mereka kenal dan hargai.

**4. Proses Penciptaan "Many And Great, O God"**

Kisah yang paling umum terkait dengan lagu ini adalah adaptasi yang dilakukan Frazier untuk sebuah acara di Santee Normal Training School, sebuah sekolah misionaris di Santee, Nebraska, tempat banyak orang Dakota belajar.

* **Melodi Asli:** Melodi lagu ini sering dikaitkan dengan **Miss Mary P. Lord**, seorang guru misionaris di sekolah tersebut, atau kadang-kadang dengan **Mrs. J.P. Williamson**. Melodi ini sederhana, mudah diingat, dan cocok untuk dinyanyikan oleh anak-anak. Melodi tersebut mungkin sudah digunakan untuk himne-himne pendek berbahasa Dakota.

* **Terjemahan dan Adaptasi Frazier:** Philip Frazier mengambil melodi yang sudah ada ini dan menuliskan lirik dalam bahasa Dakota. Ia bukan sekadar menerjemahkan himne Kristen berbahasa Inggris secara harfiah. Sebaliknya, ia menciptakan sebuah lirik yang secara brilian menjembatani konsep Kristen tentang Allah sebagai Pencipta dengan pemahaman Dakota tentang Wakan Tanka dan penghormatan terhadap alam semesta.

Kata-kata pembuka dalam bahasa Dakota yang ia gunakan adalah:
**"Wakantanka, taku nitawa kin he ota na hena sica"**
Secara harfiah berarti: "Roh Agung (Tuhan), banyak dan besar adalah karya-karya-Mu."

Genius Frazier terletak pada beberapa hal:
* **Penggunaan "Wakantanka":** Ia tidak menciptakan kata baru untuk "Tuhan" tetapi mengadopsi dan memberi makna baru pada "Wakan Tanka" yang sudah ada dalam kepercayaan bangsanya. Ini memberi rasa akrab dan legitimasi pada konsep Kristen tentang Tuhan.
* **Penekanan pada Ciptaan:** Liriknya dengan indah menggambarkan manifestasi kebesaran Tuhan melalui ciptaan—langit, bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, sungai, dan segala isinya. Ini sangat selaras dengan spiritualitas Dakota yang melihat Tuhan dalam setiap aspek alam.
* **Kesederhanaan dan Keindahan Puitis:** Liriknya sederhana namun penuh kekuatan puitis, mudah dinyanyikan dan dihayati oleh semua orang, dari anak-anak hingga orang dewasa.

**5. Dampak dan Warisan**

* **Penerimaan di Kalangan Dakota:** Himne ini dengan cepat menjadi sangat populer di kalangan orang Kristen Dakota. Itu memberi mereka cara untuk mengungkapkan iman baru mereka dengan suara yang akrab dan bermakna. Mereka dapat menyanyikan tentang Tuhan yang Mahabesar tanpa merasa terasing dari warisan budaya mereka. Sebaliknya, himne ini menegaskan bahwa kebesaran Tuhan bisa dilihat dalam alam yang selalu mereka hormati.

* **Menyebar ke Seluruh Dunia:** Popularitas lagu ini tidak terbatas pada komunitas Dakota. Misionaris dan pengunjung yang mendengarnya merasa tergerak oleh keindahan dan kedalamannya. Liriknya kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris (seringkali dengan sedikit variasi, tetapi mempertahankan inti pesannya) dan mulai muncul dalam buku-buku himne di seluruh Amerika Serikat dan kemudian di seluruh dunia. Salah satu terjemahan bahasa Inggris yang paling umum adalah oleh **J.P. Williamson** pada tahun 1929.

* **Sebuah Simbol Kontekstualisasi:** "Many And Great, O God" menjadi contoh klasik bagaimana iman dapat dikontekstualisasikan—disesuaikan dengan budaya lokal—tanpa kehilangan kebenaran intinya. Ini menunjukkan bahwa Tuhan dapat dikenal dan disembah melalui lensa budaya yang berbeda, dan bahwa setiap budaya memiliki cara uniknya untuk merayakan kebesaran Pencipta.

* **Pengakuan dan Penghargaan:** Lagu ini adalah salah satu himne yang paling dikenal yang berasal dari tradisi Kristen Pribumi Amerika dan telah menjadi bagian integral dari banyak buku nyanyian gereja dari berbagai denominasi.

**Kesimpulan**

Kisah di balik "Tuhan Karyamu Sungguh Besar" adalah kisah tentang seorang pria, Philip Frazier, yang dengan bijaksana menjembatani jurang budaya dan spiritual. Ia menggunakan pemahaman mendalamnya tentang bangsanya untuk menghadirkan pesan Injil tentang Tuhan yang Mahabesar sebagai Pencipta dengan cara yang otentik dan menyentuh. Lagu ini bukan hanya sebuah himne; ini adalah sebuah jembatan spiritual, sebuah deklarasi bahwa kebesaran Tuhan dapat dilihat dan dirayakan dalam setiap sudut ciptaan, sebagaimana telah diyakini oleh bangsa Dakota selama ribuan tahun, dan kini dipertemukan dengan iman Kristen. Ini adalah warisan abadi yang terus menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia untuk merenungkan keagungan Tuhan melalui karya-karya-Nya yang menakjubkan.
Kembali ke KK