Informasi Lagu
129
Nomor
Do=C
Nada Dasar
Kode
KK 129
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
Do=C
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
72
Jumlah Bait
3 bait
Style
LoveSong
Pencipta Lagu
Tradisional Swedia
Pencipta Syair
Carl Gustaf Boberg (1885)
Penerjemah
Epafroditus Laurentius Pohan Shn (E.L. Pohan) (1968)
Cross Ref.
KJ 64, BE 569, KPJ 71
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Bila kulihat bintang gemerlapan dan bunyi guruh riuh kudengar, ya Tuhanku, tak putus aku heran melihat ciptaan-Mu yang besar. Reff Maka jiwaku pun memuji-Mu: “Sungguh besar Kau, Allahku!” Maka jiwaku pun memuji-Mu: “Sungguh besar Kau, Allahku!”
Ya Tuhanku, pabila kurenungkan pemberian-Mu dalam Penebus, ku tertegun: bagiku dicurahkan oleh Putra-Mu darah-Nya kudus. Reff
Pabila nanti Kristus memanggilku, sukacitaku amatlah besar, karna terkabullah yang kurindukan: melihat Dikau, Tuhanku akbar. Reff
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — KK 129 1
Slide 2 — KK 129 2
Slide 3 — KK 129 3
Slide 4 — KK 129 4
Partitur / Not
Partitur Chord KK 129
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu "Bila Kulihat Bintang Gemerlapan" atau yang lebih dikenal dengan judul aslinya "O Store Gud" (Swedia) dan versi Inggrisnya "How Great Thou Art," adalah salah satu cerita paling mengharukan dan menakjubkan dalam sejarah musik rohani. Ini adalah perjalanan panjang dari sebuah pengalaman pribadi di Swedia hingga menjadi salah satu himne paling dicintai di seluruh dunia.

Mari kita selami kisah detailnya:

---

### **1. Asal Mula Puisi: Carl Gustaf Boberg dan Badai yang Menginspirasi (Swedia, 1885)**

Kisah dimulai pada musim panas tahun 1885 di daerah Mönsterås, Småland, Swedia. Carl Gustaf Boberg, seorang pendeta, editor surat kabar, dan anggota parlemen Swedia, saat itu berusia 26 tahun. Ia dikenal sebagai pribadi yang sangat spiritual, dengan bakat menulis puisi.

Pada suatu sore, Boberg sedang berjalan kaki dari gereja ke rumah keluarganya di Kronobäck. Tiba-tiba, langit berubah gelap dengan cepat. Sebuah badai petir musim panas yang hebat dan dahsyat menyerang. Kilat menyambar, guntur menggelegar dengan keras, dan angin bertiup kencang. Ia menyaksikan sendiri kekuatan alam yang luar biasa dan menakutkan.

Setelah badai berlalu secepat ia datang, langit menjadi jernih dan tenang. Pelangi muncul menghiasi cakrawala, dan Boberg bisa mendengar suara lonceng gereja di kejauhan yang mulai berbunyi, serta kicauan burung-burung yang kembali bernyanyi dengan riang. Ia merasakan kedamaian yang mendalam dan kagum akan kebesaran Tuhan yang mampu mengendalikan badai dahsyat dan kemudian menciptakan ketenangan yang indah.

Pengalaman ini begitu menyentuh hati Boberg. Ia merasakan kebesaran, kekuatan, dan keagungan Tuhan meluap-luap di dalam dirinya. Seketika itu juga, ia menulis sebuah puisi dengan sembilan bait yang berjudul **"O Store Gud" (O Great God / Oh Tuhan Yang Maha Besar)**. Puisi ini pertama kali diterbitkan di surat kabar lokal *Mönsterås Tidningen* pada tahun 1886, dan kemudian di majalah *Svenska Posten* yang ia edit.

**Ringkasan Inspirasi Boberg:**
* **Lokasi:** Mönsterås, Swedia.
* **Tahun:** 1885.
* **Peristiwa:** Badai petir musim panas yang dahsyat, diikuti oleh ketenangan, pelangi, suara lonceng gereja, dan kicauan burung.
* **Perasaan:** Kekaguman mendalam atas kebesaran dan kuasa Tuhan.
* **Hasil:** Puisi 9 bait berjudul "O Store Gud."

---

### **2. Bertemu Melodi: Sebuah Lagu Rakyat Swedia (Awal Abad ke-20)**

Pada awalnya, puisi Boberg tidak ditulis dengan melodi tertentu. Namun, pada tahun 1891, seorang guru Swedia bernama E. E. Ekberg menemukan puisi tersebut dan mulai menyanyikannya dengan sebuah lagu rakyat tradisional Swedia yang ia kenal. Melodi ini kemudian dikenal sebagai "melodi lagu rakyat Swedia" dan sangat cocok dengan lirik Boberg.

Kombinasi puisi Boberg dan melodi rakyat ini mulai populer di Swedia dan diterbitkan dalam berbagai buku lagu rohani, termasuk *Sions Harpa* (1907) dan *Psalm och Sånger* (1909).

---

### **3. Perjalanan Lintas Bahasa dan Benua: Dari Swedia ke Rusia (Awal Abad ke-20)**

Popularitas "O Store Gud" tidak terbatas di Swedia saja.

* **Jerman:** Sekitar tahun 1907, seorang bangsawan Jerman bernama Manfred von Glehn mendengar lagu ini saat berlibur di Swedia. Ia sangat terkesan dan menerjemahkannya ke dalam bahasa Jerman dengan judul **"Wie groß bist du"**.
* **Rusia:** Dari terjemahan Jerman ini, seorang misionaris dan pemimpin gereja Protestan Rusia bernama Ivan S. Prokhanov, menerjemahkannya ke dalam bahasa Rusia sekitar tahun 1912 dengan judul **"Velikiy Bog" (Great God)**. Lagu ini menjadi sangat populer di kalangan komunitas Kristen di Rusia dan Ukraina.

---

### **4. Stuart K. Hine: Misionaris dan Penerjemah "How Great Thou Art" (Ukraina dan Inggris, 1920-an hingga 1940-an)**

Ini adalah bagian paling krusial dalam perjalanan lagu ini menuju popularitas global. Seorang misionaris asal Inggris bernama Stuart K. Hine bersama istrinya, Mercy, bekerja di Ukraina dan Polandia pada tahun 1920-an dan 1930-an. Hine sangat fasih berbahasa Rusia dan Ukraina, dan ia sering mendengar jemaat lokal menyanyikan "Velikiy Bog."

Hine mulai menerjemahkan empat bait dari versi Rusia ke dalam bahasa Inggris, sambil menambahkan pengalaman pribadinya yang mendalam dari pelayanannya di Eropa Timur:

* **Bait 1 (Inggris):** Hine sedang dalam misi di daerah pegunungan Carpathian yang menakjubkan. Keindahan alam di sana mengingatkannya pada bait pertama Boberg yang asli. Ia mulai menulis terjemahan: *"O Lord my God, when I in awesome wonder, Consider all the worlds Thy hands have made; I see the stars, I hear the mighty thunder, Thy power throughout the universe displayed."* (Bila kulihat bintang gemerlapan...)
* **Bait 2 (Inggris):** Selama pelayanannya, Hine bertemu dengan seorang wanita tua Rusia yang baru bertobat. Ia bertanya kepada Hine mengapa wanita itu dan suaminya tampak begitu bahagia setelah menerima Kristus, meskipun hidup mereka sulit. Wanita itu menjawab bahwa ia dan suaminya "begitu senang dalam Yesus." Dari kisah ini, Hine menulis bait kedua: *"When through the woods and forest glades I wander And hear the birds sing sweetly in the trees; When I look down from lofty mountain grandeur And hear the brook and feel the gentle breeze."* (Saat kupergi dalam rimba sunyi senyap...)
* **Bait 3 (Inggris):** Ketika perang dunia kedua pecah, Hine dan istrinya harus meninggalkan Ukraina. Mereka berada di sebuah kamp pengungsi Transylvania di Rumania. Di sana, mereka mendengar sekelompok pengungsi gipsi menyanyikan lagu ini dalam bahasa Rumania. Hine sangat tersentuh oleh iman mereka di tengah penderitaan, dan bait ketiga yang berfokus pada pengorbanan Kristus di kayu salib terbentuk: *"And when I think that God, His Son not sparing, Sent Him to die, I scarce can take it in; That on the Cross, my burden gladly bearing, He bled and died to take away my sin."* (Dan betapa agungnya, saat ku kenang...)
* **Bait 4 (Inggris):** Bait terakhir, yang berfokus pada kedatangan Kristus yang kedua dan sukacita kekal di surga, ditulis oleh Hine sebagai penutup yang penuh harapan: *"When Christ shall come, with shout of acclamation, And take me home, what joy shall fill my heart! Then I shall bow in humble adoration, And then proclaim, my God, how great Thou art!"* (Bila Kristus nanti datang kembali...)

Stuart K. Hine menyelesaikan dan menerbitkan versi bahasa Inggrisnya, **"How Great Thou Art,"** dalam majalah Kristennya *Grace and Peace* pada tahun 1949. Ia menyebarkan lagu ini melalui buklet-buklet himne kecil ke berbagai misi dan gereja di seluruh dunia.

---

### **5. Billy Graham dan George Beverly Shea: Menjadi Fenomena Global (1950-an)**

Titik balik yang benar-benar melambungkan "How Great Thou Art" ke panggung dunia adalah melalui pelayanan Billy Graham.

* **Penemuan George Beverly Shea:** Pada tahun 1954, George Beverly Shea, penyanyi solo legendaris untuk Billy Graham Evangelistic Association, sedang dalam perjalanan misi di India. Di sana, ia menemukan salah satu buklet himne Stuart K. Hine yang berisi "How Great Thou Art." Shea langsung terpikat oleh lagu tersebut.
* **Perkenalan dengan Billy Graham:** Shea memperkenalkan lagu itu kepada Billy Graham, yang juga sangat menyukainya.
* **Populer di KKR:** Sejak pertengahan 1950-an, "How Great Thou Art" menjadi lagu wajib dan signature song dalam setiap KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani) Billy Graham di seluruh dunia. Suara bariton yang dalam dari George Beverly Shea menyanyikan lagu ini dengan penuh kekuatan, menggerakkan jutaan hati.

Melalui KKR Billy Graham, lagu ini menjangkau khalayak yang sangat luas, dari Amerika Utara, Eropa, Asia, hingga Afrika, dan segera diterjemahkan ke dalam ratusan bahasa lainnya.

---

### **6. Warisan dan Dampak Abadi**

Dari pengalaman pribadi Carl Gustaf Boberg akan badai dan ketenangan di Swedia, melalui terjemahan berantai di Jerman dan Rusia, hingga adaptasi pribadi Stuart K. Hine yang penuh makna, dan akhirnya diangkat ke panggung global oleh Billy Graham, "Bila Kulihat Bintang Gemerlapan" telah menjadi salah satu himne paling agung dan abadi.

Lagu ini terus menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia untuk merenungkan kebesaran Tuhan yang tak terbatas, baik melalui keindahan alam semesta, kasih pengorbanan Kristus, maupun pengharapan akan kedatangan-Nya yang kedua. Ini adalah bukti kekuatan sebuah lagu yang lahir dari hati yang tulus, melintasi batas-batas geografis, bahasa, dan budaya, untuk menyentuh jiwa manusia di mana pun berada.
Kembali ke KK