KPPK
O Malam Kudus
O Holy Night
Informasi Lagu
112
Nomor
Kode
KPPK 112
Buku
Kidung Puji-Pujian Kristen
Ketukan
KPJ 217, B ketuk
Metronom
0
Jumlah Bait
3 bait
Cross Ref.
PPK 52, MK 52
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Malam kudus, bintang terang merata, inilah hari lahir Sang Kristus.
Bumi merana dan penuh durhaka, datang Tuhan limpahkan kasih-Nya,
Bayi Yesus berbaring di palungan, datanglah kalam jadi manusia.
Hai, bertelut, dengar malaikat sorga,
malam kudus, malam Kristus lahir,
malam kudus, malam Kristus lahir.
Orang majus, dipimpin oleh bintang, menyambut bayi di malaf tidur.
Bintang terang yang menunjukkan jalan, mengantar dari benua timur,
Raja di raja lahir dalam dunia, Ia lahir untuk slamatkan kita.
Amat senang, hari cerah nan mulia, Ia kan datang dan bertakhta pula.
Umat semua bersama memuji Dia, memasyhurkan Raja Mahamulia,
terbit fajar timbullah pengharapan, seluruh alam jadi cemerlang.
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Cross Reference
Sama Tema
Yesus Kristus - Kelahiran Yesus
O, Datang Imanuel
KPPK
Betapa Besar Girangnya
KPPK
Dunia Gemar dan Soraklah
KPPK
Kau Telah Tinggalkan Sorga Mulia
KPPK
Dengar Malaikat Nyanyi
KPPK
Dengar Malak Memuji
KPPK
Hai, Malaikat dari Sorga
KPPK
Hai Bangkitlah! Sambut Hari Mulia
KPPK
Di Dalam Palungan - I
KPPK
Di Dalam Palungan - II
KPPK
Tuhanku di Palungan
KPPK
Siapa yang di Palungan
KPPK
Siapakah Bayi yang Tertidur
KPPK
Bayi Kudus, Bayi Lembut
KPPK
Kota Kecil Betlehem
KPPK
Dahulu di Kota Daud
KPPK
Tidur Lelap Bethlehem
KPPK
Kami Majus dari Timur
KPPK
Lahirnya Seorang Raja
KPPK
Di Malam Sunyi Nan Cerah
KPPK
Beritakanlah Di Gunung
KPPK
Berita Natal Yang Pertama
KPPK
Hai, Mari Berhimpun
KPPK
Mari Tuturkan Kisah Yesus
KPPK
Aku Tak Tahu
KPPK
Bunyi Bel
KPPK
Malam Kudus
KPPK
Imanuel
KPPK
Gembala Menjaga Dombanya
KPPK
Kasih Penebusan
KPPK
Nama Yang Terindah
KPPK
Yesus Mencariku
KPPK
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu Natal klasik **"O Holy Night"** (yang dalam bahasa Prancis berjudul *"Cantique de Noël"* dan sering dikenal sebagai "Dalu Santi" dalam beberapa adaptasi lokal) adalah kisah yang sangat kontras. Lagu ini lahir dari kolaborasi dua orang yang tidak memiliki latar belakang religius yang kuat, namun berhasil menciptakan salah satu lagu Natal paling spiritual sepanjang masa.
Berikut adalah detail kisah di baliknya:
### 1. Penulis Lirik: Placide Cappeau (1847)
Pada tahun 1847, Placide Cappeau adalah seorang pedagang anggur dari kota Roquemaure, Prancis. Ia adalah seorang pria yang dikenal tidak terlalu religius. Suatu hari, saat ia sedang dalam perjalanan dengan kereta kuda menuju Paris, ia diminta oleh seorang pendeta setempat untuk menulis sebuah puisi untuk merayakan renovasi gereja di desanya.
Di tengah perjalanan itulah, Cappeau merenungkan kisah kelahiran Yesus dalam Injil Lukas. Ia membayangkan suasana malam kelahiran tersebut dan menulis lirik yang sangat emosional berjudul *"Minuit, chrétiens"* (Tengah Malam, Umat Kristiani). Lirik ini menekankan kerendahan hati kelahiran Yesus dan pesan persaudaraan universal.
### 2. Komposisi Musik: Adolphe Adam
Setelah menulis liriknya, Cappeau menyadari bahwa kata-kata tersebut membutuhkan musik yang megah. Ia kemudian meminta bantuan temannya, **Adolphe Adam**, seorang komposer musik klasik ternama di Paris yang juga merupakan seorang Yahudi (yang membuatnya tidak memiliki ikatan doktrin dengan perayaan Natal Kristen).
Meskipun berbeda latar belakang keyakinan, Adam terpesona dengan lirik Cappeau. Ia menulis musiknya dengan gaya opera yang dramatis dan megah, sesuai dengan permintaan Cappeau untuk menciptakan lagu yang bisa membangkitkan kekaguman pendengar. Lagu ini pun selesai pada tahun 1847.
### 3. Kontroversi dan Larangan
Lagu ini pertama kali dinyanyikan di Roquemaure pada Natal tahun 1847 oleh seorang penyanyi opera wanita. Namun, perjalanan lagu ini tidak mulus:
* **Penolakan Gereja:** Tak lama setelah lagu ini populer di Prancis, para pemimpin Gereja Katolik di Prancis memutuskan untuk melarang lagu ini. Alasannya bukan karena melodi atau liriknya, melainkan karena dua faktor:
1. **Latar belakang Cappeau:** Cappeau dikenal sebagai seseorang yang anti-klerikal (menentang kekuasaan gereja) dan memiliki pandangan politik kiri.
2. **Latar belakang Adolphe Adam:** Fakta bahwa lagu ini digubah oleh seorang Yahudi dianggap tidak pantas oleh otoritas gereja saat itu.
* Gereja menyatakan lagu ini "kurang memiliki rasa religius" dan dianggap tidak pantas untuk dinyanyikan di gereja.
### 4. Kebangkitan Lagu (John Sullivan Dwight)
Meskipun dilarang oleh gereja, rakyat Prancis tetap menyanyikan lagu ini di rumah dan di perayaan komunitas karena keindahannya yang luar biasa.
Lagu ini kemudian menyeberang ke Amerika Serikat melalui **John Sullivan Dwight**, seorang kritikus musik dan abolisionis (pendukung penghapusan perbudakan). Pada tahun 1855, Dwight menerjemahkan liriknya ke dalam bahasa Inggris.
Ada satu bagian lirik yang paling ikonik: *"Truly He taught us to love one another; His law is love and His gospel is peace."* (Sungguh Dia mengajar kita untuk saling mengasihi; hukum-Nya adalah kasih dan Injil-Nya adalah damai).
Dwight, yang merupakan pendukung kuat penghapusan perbudakan, sangat menyukai bagian ini karena pesan persaudaraan dan kebebasannya sangat relevan dengan ketegangan Perang Saudara Amerika yang akan segera terjadi. Versi Dwight inilah yang membuat lagu ini menjadi lagu Natal yang dicintai di dunia berbahasa Inggris.
### 5. Momen Bersejarah: "O Holy Night" di Radio
Lagu ini mencatat sejarah sebagai **salah satu lagu pertama yang disiarkan melalui radio**. Pada Malam Natal tahun 1906, Reginald Fessenden, seorang penemu asal Kanada, menyiarkan suara biolanya memainkan lagu "O Holy Night" di radio. Ini adalah siaran musik pertama di dunia yang dikirimkan melalui gelombang radio, menggantikan komunikasi kode Morse yang biasa digunakan saat itu.
### Mengapa lagu ini begitu abadi?
"O Holy Night" bertahan hingga sekarang bukan hanya karena melodi operanya yang megah, tetapi karena **pesan kemanusiaannya**. Terlepas dari kontroversi masa lalunya, lagu ini berhasil menyentuh sisi kemanusiaan yang paling dalam—tentang harapan, kasih, dan kesetaraan manusia di hadapan Tuhan, yang digubah oleh seorang penyair sekuler dan seorang komposer Yahudi.
Berikut adalah detail kisah di baliknya:
### 1. Penulis Lirik: Placide Cappeau (1847)
Pada tahun 1847, Placide Cappeau adalah seorang pedagang anggur dari kota Roquemaure, Prancis. Ia adalah seorang pria yang dikenal tidak terlalu religius. Suatu hari, saat ia sedang dalam perjalanan dengan kereta kuda menuju Paris, ia diminta oleh seorang pendeta setempat untuk menulis sebuah puisi untuk merayakan renovasi gereja di desanya.
Di tengah perjalanan itulah, Cappeau merenungkan kisah kelahiran Yesus dalam Injil Lukas. Ia membayangkan suasana malam kelahiran tersebut dan menulis lirik yang sangat emosional berjudul *"Minuit, chrétiens"* (Tengah Malam, Umat Kristiani). Lirik ini menekankan kerendahan hati kelahiran Yesus dan pesan persaudaraan universal.
### 2. Komposisi Musik: Adolphe Adam
Setelah menulis liriknya, Cappeau menyadari bahwa kata-kata tersebut membutuhkan musik yang megah. Ia kemudian meminta bantuan temannya, **Adolphe Adam**, seorang komposer musik klasik ternama di Paris yang juga merupakan seorang Yahudi (yang membuatnya tidak memiliki ikatan doktrin dengan perayaan Natal Kristen).
Meskipun berbeda latar belakang keyakinan, Adam terpesona dengan lirik Cappeau. Ia menulis musiknya dengan gaya opera yang dramatis dan megah, sesuai dengan permintaan Cappeau untuk menciptakan lagu yang bisa membangkitkan kekaguman pendengar. Lagu ini pun selesai pada tahun 1847.
### 3. Kontroversi dan Larangan
Lagu ini pertama kali dinyanyikan di Roquemaure pada Natal tahun 1847 oleh seorang penyanyi opera wanita. Namun, perjalanan lagu ini tidak mulus:
* **Penolakan Gereja:** Tak lama setelah lagu ini populer di Prancis, para pemimpin Gereja Katolik di Prancis memutuskan untuk melarang lagu ini. Alasannya bukan karena melodi atau liriknya, melainkan karena dua faktor:
1. **Latar belakang Cappeau:** Cappeau dikenal sebagai seseorang yang anti-klerikal (menentang kekuasaan gereja) dan memiliki pandangan politik kiri.
2. **Latar belakang Adolphe Adam:** Fakta bahwa lagu ini digubah oleh seorang Yahudi dianggap tidak pantas oleh otoritas gereja saat itu.
* Gereja menyatakan lagu ini "kurang memiliki rasa religius" dan dianggap tidak pantas untuk dinyanyikan di gereja.
### 4. Kebangkitan Lagu (John Sullivan Dwight)
Meskipun dilarang oleh gereja, rakyat Prancis tetap menyanyikan lagu ini di rumah dan di perayaan komunitas karena keindahannya yang luar biasa.
Lagu ini kemudian menyeberang ke Amerika Serikat melalui **John Sullivan Dwight**, seorang kritikus musik dan abolisionis (pendukung penghapusan perbudakan). Pada tahun 1855, Dwight menerjemahkan liriknya ke dalam bahasa Inggris.
Ada satu bagian lirik yang paling ikonik: *"Truly He taught us to love one another; His law is love and His gospel is peace."* (Sungguh Dia mengajar kita untuk saling mengasihi; hukum-Nya adalah kasih dan Injil-Nya adalah damai).
Dwight, yang merupakan pendukung kuat penghapusan perbudakan, sangat menyukai bagian ini karena pesan persaudaraan dan kebebasannya sangat relevan dengan ketegangan Perang Saudara Amerika yang akan segera terjadi. Versi Dwight inilah yang membuat lagu ini menjadi lagu Natal yang dicintai di dunia berbahasa Inggris.
### 5. Momen Bersejarah: "O Holy Night" di Radio
Lagu ini mencatat sejarah sebagai **salah satu lagu pertama yang disiarkan melalui radio**. Pada Malam Natal tahun 1906, Reginald Fessenden, seorang penemu asal Kanada, menyiarkan suara biolanya memainkan lagu "O Holy Night" di radio. Ini adalah siaran musik pertama di dunia yang dikirimkan melalui gelombang radio, menggantikan komunikasi kode Morse yang biasa digunakan saat itu.
### Mengapa lagu ini begitu abadi?
"O Holy Night" bertahan hingga sekarang bukan hanya karena melodi operanya yang megah, tetapi karena **pesan kemanusiaannya**. Terlepas dari kontroversi masa lalunya, lagu ini berhasil menyentuh sisi kemanusiaan yang paling dalam—tentang harapan, kasih, dan kesetaraan manusia di hadapan Tuhan, yang digubah oleh seorang penyair sekuler dan seorang komposer Yahudi.