KPPK
Hai, Malaikat dari Sorga
Angels from the Realms of Glory
Informasi Lagu
92
Nomor
Kode
KPPK 92
Buku
Kidung Puji-Pujian Kristen
Metronom
0
Cross Ref.
MK 32, KJ 97, NKI 39, NP 46
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Hai, malaikat dari sorga, mengunjungi dunia,
bawa kabar penuh suka. Juruslamat lahirlah.
Mari datang, dan menyembah
Yesus Kristus Sang Raja.
Hai, gembala yang menjaga, dombamu di Efrata,
Allah beserta manusia, mari menyaksikannya.
Hai, majus dari timur, negrimu tingggalkanlah,
cari dan sembah Sang Raja, ikut sinar bintang-Nya.
Hai, kaum saleh yang menunggu, dengan hati sepenuh,
tiba tilikan Allahmu, dalam Putra-Nya kudus.
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Cross Reference
MK 32, KJ 97, NKI 39, NP 46
Hai Malaikat Dari Sorga
KJ
Hai malaikat dari sorga
MK
Hai Malaikat Dari Surga
NKI
Hai Malaikat dari Surga
NP
Sama Tema
Yesus Kristus - Kelahiran Yesus
O, Datang Imanuel
KPPK
Betapa Besar Girangnya
KPPK
Dunia Gemar dan Soraklah
KPPK
Kau Telah Tinggalkan Sorga Mulia
KPPK
Dengar Malaikat Nyanyi
KPPK
Dengar Malak Memuji
KPPK
Hai Bangkitlah! Sambut Hari Mulia
KPPK
Di Dalam Palungan - I
KPPK
Di Dalam Palungan - II
KPPK
Tuhanku di Palungan
KPPK
Siapa yang di Palungan
KPPK
Siapakah Bayi yang Tertidur
KPPK
Bayi Kudus, Bayi Lembut
KPPK
Kota Kecil Betlehem
KPPK
Dahulu di Kota Daud
KPPK
Tidur Lelap Bethlehem
KPPK
Kami Majus dari Timur
KPPK
Lahirnya Seorang Raja
KPPK
Di Malam Sunyi Nan Cerah
KPPK
Beritakanlah Di Gunung
KPPK
Berita Natal Yang Pertama
KPPK
Hai, Mari Berhimpun
KPPK
Mari Tuturkan Kisah Yesus
KPPK
Aku Tak Tahu
KPPK
Bunyi Bel
KPPK
O Malam Kudus
KPPK
Malam Kudus
KPPK
Imanuel
KPPK
Gembala Menjaga Dombanya
KPPK
Kasih Penebusan
KPPK
Nama Yang Terindah
KPPK
Yesus Mencariku
KPPK
Sejarah Lagu
Lagu **"Angels, from the Realms of Glory"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan menjadi **"Hai Malaikat dari Surga"**) adalah salah satu kidung Natal yang paling megah dan penuh sukacita. Kisah di balik lagu ini melibatkan dua tokoh penting dari abad ke-19: seorang penyair yang berdedikasi dan seorang komponis yang ahli.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Sang Penulis Lirik: James Montgomery (1816)
Lirik lagu ini ditulis oleh **James Montgomery** (1771–1854), seorang penyair asal Inggris. Kisah hidupnya cukup dramatis: ia lahir dari orang tua misionaris Moravia yang meninggal di Hindia Barat (Karibia) saat ia masih kecil. Montgomery tumbuh besar di sekolah asrama dan sempat mengalami masa-masa sulit, bahkan pernah dipenjara dua kali karena tulisannya yang dianggap kritis terhadap pemerintah saat itu.
Namun, ia kemudian menemukan kedamaian dalam iman Kristen dan menjadi seorang editor surat kabar serta penulis lagu rohani yang sangat produktif.
Pada **24 Desember 1816**, Montgomery menerbitkan sebuah puisi di surat kabarnya, *The Sheffield Iris*. Puisi tersebut ia beri judul *"Nativity"* (Kelahiran). Ia ingin menciptakan sebuah lagu yang merangkum seluruh kisah Natal—mulai dari para malaikat, para gembala, orang Majus, hingga seluruh ciptaan—dan mengundang mereka semua untuk memuliakan Yesus.
Liriknya dirancang untuk menjadi sebuah undangan universal:
* Malaikat diundang memuji.
* Gembala diundang meninggalkan kawanan domba untuk melihat Sang Bayi.
* Orang Majus diundang membawa persembahan.
* Orang berdosa dan orang percaya diundang untuk sujud menyembah.
### 2. Sang Komponis: Henry Thomas Smart (1867)
Selama beberapa dekade, lirik karya Montgomery dinyanyikan dengan berbagai irama yang berbeda. Namun, melodi yang kita kenal sekarang—yang dikenal dengan nama nada **"Regent Square"**—ditulis oleh **Henry Thomas Smart** pada tahun 1867.
Henry Thomas Smart adalah seorang organis dan komponis berbakat asal London. Ironisnya, Smart adalah seorang tunanetra (buta) pada masa akhir hidupnya, namun hal itu tidak menghalangi kreativitasnya. Ia diminta untuk menulis nada baru untuk lirik Montgomery guna diterbitkan dalam kumpulan nyanyian gereja *Psalms and Hymns for Divine Worship*.
Nama "Regent Square" sendiri diambil dari nama gereja tempat Smart melayani sebagai organis, yaitu *Regent Square Presbyterian Church* di London. Melodi yang diciptakan Smart sangat megah, bersemangat, dan memiliki ritme yang sangat cocok dengan tema pujian surgawi yang tertulis dalam lirik Montgomery.
### 3. Makna di Balik Lagu
"Angels, from the Realms of Glory" dianggap sebagai lagu "undangan" Natal. Jika lagu Natal lain seperti *Silent Night* bersifat kontemplatif dan tenang, lagu ini justru bersifat **proklamasi atau deklarasi**.
Poin-poin penting dalam liriknya:
* **Hierarki Surgawi:** Lagu ini memulai dengan pemandangan surgawi (malaikat), lalu turun ke bumi (gembala dan Majus).
* **Inkarnasi:** Liriknya menekankan bahwa Allah yang tak terbatas telah datang ke dalam keterbatasan manusia.
* **Respons Umat:** Bagian refrain (yang ditambahkan kemudian oleh penyusun buku nyanyian gereja) merupakan inti dari seluruh lagu: *"Sembah sujudlah, sembah sujudlah, sujudlah pada Kristus, Raja yang mulia!"*
### Warisan
Kombinasi antara lirik James Montgomery yang puitis dan teologis dengan melodi "Regent Square" karya Henry Smart telah menjadikan lagu ini salah satu kidung Natal paling ikonik di dunia. Sejak pertama kali dipadukan pada tahun 1867, lagu ini hampir tidak pernah absen dalam perayaan Natal di seluruh dunia, dinyanyikan dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia, sebagai seruan untuk merayakan kedatangan Sang Mesias.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Sang Penulis Lirik: James Montgomery (1816)
Lirik lagu ini ditulis oleh **James Montgomery** (1771–1854), seorang penyair asal Inggris. Kisah hidupnya cukup dramatis: ia lahir dari orang tua misionaris Moravia yang meninggal di Hindia Barat (Karibia) saat ia masih kecil. Montgomery tumbuh besar di sekolah asrama dan sempat mengalami masa-masa sulit, bahkan pernah dipenjara dua kali karena tulisannya yang dianggap kritis terhadap pemerintah saat itu.
Namun, ia kemudian menemukan kedamaian dalam iman Kristen dan menjadi seorang editor surat kabar serta penulis lagu rohani yang sangat produktif.
Pada **24 Desember 1816**, Montgomery menerbitkan sebuah puisi di surat kabarnya, *The Sheffield Iris*. Puisi tersebut ia beri judul *"Nativity"* (Kelahiran). Ia ingin menciptakan sebuah lagu yang merangkum seluruh kisah Natal—mulai dari para malaikat, para gembala, orang Majus, hingga seluruh ciptaan—dan mengundang mereka semua untuk memuliakan Yesus.
Liriknya dirancang untuk menjadi sebuah undangan universal:
* Malaikat diundang memuji.
* Gembala diundang meninggalkan kawanan domba untuk melihat Sang Bayi.
* Orang Majus diundang membawa persembahan.
* Orang berdosa dan orang percaya diundang untuk sujud menyembah.
### 2. Sang Komponis: Henry Thomas Smart (1867)
Selama beberapa dekade, lirik karya Montgomery dinyanyikan dengan berbagai irama yang berbeda. Namun, melodi yang kita kenal sekarang—yang dikenal dengan nama nada **"Regent Square"**—ditulis oleh **Henry Thomas Smart** pada tahun 1867.
Henry Thomas Smart adalah seorang organis dan komponis berbakat asal London. Ironisnya, Smart adalah seorang tunanetra (buta) pada masa akhir hidupnya, namun hal itu tidak menghalangi kreativitasnya. Ia diminta untuk menulis nada baru untuk lirik Montgomery guna diterbitkan dalam kumpulan nyanyian gereja *Psalms and Hymns for Divine Worship*.
Nama "Regent Square" sendiri diambil dari nama gereja tempat Smart melayani sebagai organis, yaitu *Regent Square Presbyterian Church* di London. Melodi yang diciptakan Smart sangat megah, bersemangat, dan memiliki ritme yang sangat cocok dengan tema pujian surgawi yang tertulis dalam lirik Montgomery.
### 3. Makna di Balik Lagu
"Angels, from the Realms of Glory" dianggap sebagai lagu "undangan" Natal. Jika lagu Natal lain seperti *Silent Night* bersifat kontemplatif dan tenang, lagu ini justru bersifat **proklamasi atau deklarasi**.
Poin-poin penting dalam liriknya:
* **Hierarki Surgawi:** Lagu ini memulai dengan pemandangan surgawi (malaikat), lalu turun ke bumi (gembala dan Majus).
* **Inkarnasi:** Liriknya menekankan bahwa Allah yang tak terbatas telah datang ke dalam keterbatasan manusia.
* **Respons Umat:** Bagian refrain (yang ditambahkan kemudian oleh penyusun buku nyanyian gereja) merupakan inti dari seluruh lagu: *"Sembah sujudlah, sembah sujudlah, sujudlah pada Kristus, Raja yang mulia!"*
### Warisan
Kombinasi antara lirik James Montgomery yang puitis dan teologis dengan melodi "Regent Square" karya Henry Smart telah menjadikan lagu ini salah satu kidung Natal paling ikonik di dunia. Sejak pertama kali dipadukan pada tahun 1867, lagu ini hampir tidak pernah absen dalam perayaan Natal di seluruh dunia, dinyanyikan dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia, sebagai seruan untuk merayakan kedatangan Sang Mesias.