KK
Seperti Wanita Di Pinggir Sumur
Fill My Cup, Lord
Informasi Lagu
529
Nomor
Kode
KK 529
Buku
Kidung Keesaan
Metronom
0
Pencipta Lagu
Richard Eugene Blanch Ard Sr
Pencipta Syair
Richard Eugene Blanchard Sr.
Cross Ref.
PKJ 245, KPJ 193, KPPK 272
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Seperti wanita di pinggir sumur,
betapa haus jiwaku.
ëKu mendengar Yesus berkata,
Minumlah air hidup yang kekal.
Ya Tuhanku, bíri aku minum
dan puaskan haus jiwaku;
bíriku makan, hingga jiwaku kenyang.
Ya Tuhan, baharui diriku.
Tak terbilang orang yang merindukan
nikmatnya dunia yang fana;
tetapi tiada harta indah
setara Yesus Kristus, Tuhanku.
Hai saudara, bila jiwamu haus,
yang fana jangan kau kejar.
Kau pasti disílamatkan Tuhan
bila engkau berdoa padaNya.
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Cross Reference
PKJ 245, KPJ 193, KPPK 272
Kadi Wanita Aneng Pinggir Sumur
KPJ
Penuhilah Pialaku
KPPK
Seperti Wanita di Pinggir Sumur
PKJ
Sama Tema
Hidup Dalam Tuntunan Tuhan
Bersama Yesus 'Ku Tetap Teguh
KK
Adalah Seorang Menaburkan Benih
KK
Bagai Kapal Yang Berlayar
KK
Baht'ra Yang Dipandu Yesus
KK
Berkilat Halilintar
KK
Bintang Pandanganku
KK
Di Dalam Suka
KK
Di Jalanku Diiringi
KK
Gembala Baik Bersuling Nan Merdu
KK
Gembalaku Allah
KK
Gembalaku Tuhan!
KK
Andaikan Kasihmu Tidak Merangkulku
KK
Hai, Jangan Sendirian
KK
Hanya Tuhan Sumber Hikmat
KK
Hujan Berkat 'Kan Tercurah
KK
Janganlah Takut
KK
Kasih Tuhanku
KK
'Kau Perkasa, 'Ku Lemah
KK
Kaulah, Ya Tuhan, Surya Hidupku
KK
Kidung Yang Merdu Di Hatiku
KK
'Ku Ingin Selalu Dekat Padamu
KK
Kudaki Jalan Mulia
KK
Kuperlukan Jurus'lamat
KK
Makin Dekat, Tuhan
KK
Seindah Siang Disinari Terang
KK
Sejahtera Tuhan
KK
Serahkan Pada Tuhan
KK
Serahkanlah Segala Kuatirmu
KK
Tak 'Ku Tahu 'Kan Hari Esok
KK
Tenanglah Kini Hatiku
KK
Tersembunyi Ujung Jalan
KK
Tiap Langkahku
KK
Tolong Aku, Tuhan
KK
Tenteramlah, Hai Jiwaku
KK
Tuhan, 'Kau Gembala Kami
KK
Tuhan, Pimpin Anakmu
KK
Tuhan Sambut Jiwaku
KK
Tuhan Yesus Sahabatku
KK
Tuntun Aku, Tuhan Allah
KK
Ya Cah'ya Kasih, Jalanku Kelam
KK
Ya Tuhan, Bimbing Aku
KK
Yesus Kristus Kehidupan Dunia
KK
Yesus Sayang Padaku
KK
Sejarah Lagu
Lagu **"Fill My Cup, Lord"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan menjadi "Isi Pialaku, Tuhan" atau dalam beberapa versi yang merujuk pada kisah wanita Samaria sebagai "Seperti Wanita di Pinggir Sumur") adalah salah satu lagu rohani klasik yang paling dicintai di dunia.
Kisah di balik lagu ini sangat menyentuh karena berkaitan dengan keputusasaan manusia yang kemudian menemukan jawaban dalam janji Tuhan. Berikut adalah detail kisah dan latar belakangnya:
### 1. Penulis: Richard Blanchard
Lagu ini ditulis oleh **Richard Eugene Blanchard Sr.** (1925–2004), seorang pendeta Metodis asal Amerika Serikat. Blanchard bukanlah seorang penulis lagu profesional, melainkan seorang hamba Tuhan yang melayani dengan tulus.
### 2. Latar Belakang Penulisan (1959)
Peristiwa penulisan lagu ini terjadi pada tahun 1959. Saat itu, Blanchard sedang melayani di sebuah gereja di Florida. Kisah ini berawal dari sebuah situasi di mana ia merasa lelah secara emosional dan spiritual.
Menurut penuturan keluarganya, Blanchard sedang duduk di beranda rumahnya setelah melakukan kunjungan pastoral yang berat. Ia merasa "kosong" dan tidak berdaya untuk menghadapi berbagai masalah jemaat yang ia tanggung. Dalam kondisi yang sangat rentan tersebut, ia merenungkan kisah **pertemuan Yesus dengan wanita Samaria di sumur Yakub** (Yohanes 4).
### 3. Koneksi dengan Kisah Alkitab (Yohanes 4)
Alasan lagu ini sering disebut dengan judul "Seperti Wanita di Pinggir Sumur" adalah karena bait pertamanya terinspirasi langsung dari perikop tersebut:
* **Wanita Samaria:** Dalam Alkitab, wanita ini digambarkan sebagai seseorang yang haus akan kasih sayang, memiliki masa lalu yang kelam, dan mencari kepuasan hidup di tempat yang salah (lewat hubungan dengan banyak pria). Namun, ketika ia bertemu Yesus, ia menemukan "Air Hidup" yang membuat jiwanya tidak haus lagi.
* **Refleksi Blanchard:** Blanchard merasa dirinya serupa dengan wanita tersebut. Ia menyadari bahwa ia telah mencoba mengandalkan kekuatannya sendiri dalam melayani, namun ia gagal. Ia menyadari bahwa satu-satunya cara untuk melayani dengan benar adalah dengan membiarkan Tuhan "mengisi piala/hidupnya" terlebih dahulu.
### 4. Makna Liriknya
Lirik lagu ini mencerminkan transisi dari keputusasaan menuju penyerahan diri:
* **Bait pertama:** Mengakui bahwa semua pencarian duniawi (seperti yang dilakukan wanita Samaria) tidak akan pernah memuaskan jiwa.
* **Refrain (Chorus):** *"Fill my cup, Lord, I lift it up, Lord..."* (Isi pialaku, Tuhan, kuangkat bagi-Mu). Ini adalah doa penyerahan total. Blanchard mengakui bahwa dia tidak punya apa-apa untuk diberikan, dan ia meminta Tuhan untuk memberikan kuasa-Nya (Air Hidup) agar hidupnya kembali penuh.
### 5. Dampak Lagu Ini
Setelah menulis lagu tersebut, Blanchard awalnya hanya menyanyikannya sendiri atau di lingkungan gerejanya yang kecil. Namun, lagu ini dengan cepat menyebar karena kesederhanaan dan kedalaman teologinya. Lagu ini menjadi lagu wajib di banyak kebaktian, terutama saat momen perjamuan kudus atau saat pelayanan altar (altar call), di mana orang-orang datang untuk menyerahkan hidup mereka kembali kepada Tuhan.
### Kesimpulan
Lagu "Fill My Cup, Lord" lahir bukan dari kemegahan, melainkan dari **"kekosongan spiritual"**. Richard Blanchard menunjukkan bahwa setiap orang—bahkan seorang pendeta sekalipun—bisa mencapai titik di mana mereka merasa kering dan lelah. Namun, pesan utamanya adalah harapan: bahwa sesibuk apa pun atau seberat apa pun beban hidup, jika kita datang kepada Yesus dan "mengangkat piala kita," Ia berjanji akan mengisinya dengan damai sejahtera dan kekuatan yang tidak akan pernah habis.
Itulah sebabnya lagu ini tetap relevan hingga hari ini, karena setiap orang Kristen, pada suatu titik dalam hidupnya, pasti merasa perlu untuk berkata, *"Isi pialaku, Tuhan."*
Kisah di balik lagu ini sangat menyentuh karena berkaitan dengan keputusasaan manusia yang kemudian menemukan jawaban dalam janji Tuhan. Berikut adalah detail kisah dan latar belakangnya:
### 1. Penulis: Richard Blanchard
Lagu ini ditulis oleh **Richard Eugene Blanchard Sr.** (1925–2004), seorang pendeta Metodis asal Amerika Serikat. Blanchard bukanlah seorang penulis lagu profesional, melainkan seorang hamba Tuhan yang melayani dengan tulus.
### 2. Latar Belakang Penulisan (1959)
Peristiwa penulisan lagu ini terjadi pada tahun 1959. Saat itu, Blanchard sedang melayani di sebuah gereja di Florida. Kisah ini berawal dari sebuah situasi di mana ia merasa lelah secara emosional dan spiritual.
Menurut penuturan keluarganya, Blanchard sedang duduk di beranda rumahnya setelah melakukan kunjungan pastoral yang berat. Ia merasa "kosong" dan tidak berdaya untuk menghadapi berbagai masalah jemaat yang ia tanggung. Dalam kondisi yang sangat rentan tersebut, ia merenungkan kisah **pertemuan Yesus dengan wanita Samaria di sumur Yakub** (Yohanes 4).
### 3. Koneksi dengan Kisah Alkitab (Yohanes 4)
Alasan lagu ini sering disebut dengan judul "Seperti Wanita di Pinggir Sumur" adalah karena bait pertamanya terinspirasi langsung dari perikop tersebut:
* **Wanita Samaria:** Dalam Alkitab, wanita ini digambarkan sebagai seseorang yang haus akan kasih sayang, memiliki masa lalu yang kelam, dan mencari kepuasan hidup di tempat yang salah (lewat hubungan dengan banyak pria). Namun, ketika ia bertemu Yesus, ia menemukan "Air Hidup" yang membuat jiwanya tidak haus lagi.
* **Refleksi Blanchard:** Blanchard merasa dirinya serupa dengan wanita tersebut. Ia menyadari bahwa ia telah mencoba mengandalkan kekuatannya sendiri dalam melayani, namun ia gagal. Ia menyadari bahwa satu-satunya cara untuk melayani dengan benar adalah dengan membiarkan Tuhan "mengisi piala/hidupnya" terlebih dahulu.
### 4. Makna Liriknya
Lirik lagu ini mencerminkan transisi dari keputusasaan menuju penyerahan diri:
* **Bait pertama:** Mengakui bahwa semua pencarian duniawi (seperti yang dilakukan wanita Samaria) tidak akan pernah memuaskan jiwa.
* **Refrain (Chorus):** *"Fill my cup, Lord, I lift it up, Lord..."* (Isi pialaku, Tuhan, kuangkat bagi-Mu). Ini adalah doa penyerahan total. Blanchard mengakui bahwa dia tidak punya apa-apa untuk diberikan, dan ia meminta Tuhan untuk memberikan kuasa-Nya (Air Hidup) agar hidupnya kembali penuh.
### 5. Dampak Lagu Ini
Setelah menulis lagu tersebut, Blanchard awalnya hanya menyanyikannya sendiri atau di lingkungan gerejanya yang kecil. Namun, lagu ini dengan cepat menyebar karena kesederhanaan dan kedalaman teologinya. Lagu ini menjadi lagu wajib di banyak kebaktian, terutama saat momen perjamuan kudus atau saat pelayanan altar (altar call), di mana orang-orang datang untuk menyerahkan hidup mereka kembali kepada Tuhan.
### Kesimpulan
Lagu "Fill My Cup, Lord" lahir bukan dari kemegahan, melainkan dari **"kekosongan spiritual"**. Richard Blanchard menunjukkan bahwa setiap orang—bahkan seorang pendeta sekalipun—bisa mencapai titik di mana mereka merasa kering dan lelah. Namun, pesan utamanya adalah harapan: bahwa sesibuk apa pun atau seberat apa pun beban hidup, jika kita datang kepada Yesus dan "mengangkat piala kita," Ia berjanji akan mengisinya dengan damai sejahtera dan kekuatan yang tidak akan pernah habis.
Itulah sebabnya lagu ini tetap relevan hingga hari ini, karena setiap orang Kristen, pada suatu titik dalam hidupnya, pasti merasa perlu untuk berkata, *"Isi pialaku, Tuhan."*