Informasi Lagu
539
Nomor
Do = C
Nada Dasar
Kode
KK 539
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
Do = C
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
88
Jumlah Bait
3 bait
Style
Live8Beat
Pencipta Lagu
Frank Marion Davis (1880)
Pencipta Syair
Frank Marion Davis (1880)
Penerjemah
Epafroditus Laurentius Pohan Shn (E.L. Pohan) (1917)
Cross Ref.
KJ 413
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Tuhan, pimpin anakMu, agar tidak tersesat. Akan jauhlah seteru, bila Kau tetap dekat Reff Tuhan pimpin! Arus hidup menderas; Agar jangan ku sesat, pegang tanganku erat.
Hanya Dikau sajalah Perlindungan yang teguh. Bila hidup menekan, Kau harapanku penuh. Reff
Sampai akhir hidupku, Tuhan, pimpin ku terus. Klak kupuji, kusembah Kau Tuhanku Penebus. Reff
Slide Lirik 3 slide
Slide 1 — KK 539 1
Slide 2 — KK 539 2
Slide 3 — KK 539 3
Partitur / Not
Partitur Chord KK 539
Cross Reference
Sejarah Lagu
Kisah mendalam di balik lagu rohani yang sangat dicintai, "Tuhan, Pimpin Anakmu" atau yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai "Lead Me, Saviour."

**Koreksi Awal Penting:**
Pertama-tama, perlu diklarifikasi bahwa lagu ini ditulis oleh **Frank M. Davis** (lirik) dan musiknya digubah oleh **L. J. Jordan**. Nama "Lesti Stray" sepertinya adalah kesalahpahaman atau kekeliruan. Mungkin Anda merujuk pada penyanyi populer di Indonesia, Lesti Kejora, yang kerap membawakan lagu-lagu religi, tetapi dia bukan penulis atau pencipta lagu ini.

Sekarang, mari kita telusuri kisah sebenarnya di balik lagu yang menyentuh hati ini.

---

### Kisah di Balik "Lead Me, Saviour" (Tuhan, Pimpin Anakmu)

"Lead Me, Saviour" adalah salah satu lagu rohani yang paling tulus dan abadi, menggambarkan kerinduan manusia akan tuntunan ilahi di setiap langkah kehidupan. Lagu ini lahir dari pena seorang penulis lirik yang produktif dan gubahan seorang komposer yang mumpuni pada akhir abad ke-19.

**1. Sang Penulis Lirik: Frank M. Davis (Frank Marion Davis, 1868-1947)**

Frank M. Davis adalah seorang penulis hymne dan penyair Amerika yang sangat aktif dalam gerakan kekudusan (Holiness Movement) pada zamannya, yang kemudian menjadi Gereja Nazarene. Ia lahir pada tahun 1868 dan sepanjang hidupnya, ia menulis banyak lirik lagu rohani yang dicirikan oleh kesederhanaan, ketulusan, dan fokus pada pengalaman iman pribadi.

Kisah di balik lirik "Lead Me, Saviour" tidak terkait dengan peristiwa dramatis tunggal seperti kecelakaan atau tragedi besar. Sebaliknya, inspirasinya berasal dari pengalaman hidup sehari-hari yang universal: **kebutuhan manusia akan bimbingan dan dukungan Tuhan dalam menghadapi tantangan, godaan, kesedihan, dan ketidakpastian hidup.**

Davis, sebagai seorang yang beriman dan mungkin juga seorang pengkhotbah atau pemimpin rohani, pasti menyaksikan dan merasakan sendiri pergumulan iman baik pada dirinya maupun pada jemaatnya. Ia memahami bahwa hidup ini penuh dengan jebakan, kesesatan, dan momen-momen yang membuat kita merasa lemah dan sendirian. Dari pemahaman inilah, lahirlah sebuah ratapan yang tulus dan permohonan yang mendalam kepada Yesus Kristus untuk menjadi pemandu setia.

Setiap bait liriknya mencerminkan aspek-aspek kehidupan yang berbeda:

* **Bait 1 ("Lead me, Saviour, day by day, guide my footsteps on the way...")**: Kerinduan akan tuntunan harian, pengakuan bahwa kita membutuhkan arah dalam setiap langkah.
* **Bait 2 ("Lead me, Saviour, when I stray, keep me ever in Thy way...")**: Permohonan untuk dijauhkan dari dosa dan godaan, serta keinginan untuk tetap berada di jalan kebenaran.
* **Bait 3 ("Lead me, Saviour, when I'm sad, make my burdened spirit glad...")**: Mencari penghiburan di tengah kesedihan dan beban hidup, serta kekuatan saat merasa lemah.
* **Bait 4 ("Lead me, Saviour, to the end, then in heaven be my Friend...")**: Harapan akan akhir perjalanan hidup yang aman dalam iman, dan janji keabadian bersama Kristus di surga.

Liriknya sederhana namun sangat kuat, langsung menyentuh hati. Ini adalah doa yang bisa diucapkan oleh siapa saja, kapan saja, yang merasakan keterbatasan diri dan kebergantungan penuh pada kuasa ilahi.

**2. Sang Penggubah Musik: L. J. Jordan (Lewis Jeremiah Jordan, 1861-1951)**

Musik untuk "Lead Me, Saviour" digubah oleh L. J. Jordan, seorang komposer, editor musik, dan guru yang juga sangat berpengaruh dalam gerakan kekudusan. Ia lahir pada tahun 1861 dan terkenal karena menciptakan melodi-melodi yang indah dan mudah dinyanyikan, yang sangat cocok dengan lirik-lirik rohani pada masanya.

Kolaborasi antara Davis dan Jordan adalah contoh sempurna bagaimana lirik yang bermakna dapat ditingkatkan oleh melodi yang sesuai. Jordan menggubah melodi yang mengalir lembut namun memiliki kekuatan emosional. Melodinya mudah diingat, sehingga lagu ini cepat populer dan mudah diresapi oleh jemaat. Nada-nada yang diulang dalam refrain memberikan penekanan pada inti permohonan: "Lead me, Saviour, lead me, lead me, Saviour, lead me."

**3. Publikasi dan Penyebaran**

Lagu ini pertama kali diterbitkan pada akhir abad ke-19, seringkali disebut tahun **1896**, dalam berbagai buku hymne yang digunakan oleh gereja-gereja Protestan, khususnya dalam lingkaran Gerakan Kekudusan dan Gereja Nazarene. Popularitasnya dengan cepat menyebar karena pesannya yang universal dan melodinya yang menarik.

**Pesan dan Warisan Lagu:**

"Tuhan, Pimpin Anakmu" melampaui waktu dan budaya karena mengungkapkan kebutuhan dasar setiap jiwa manusia: keinginan untuk merasa aman, dipandu, dan dicintai oleh kekuatan yang lebih besar dari diri kita sendiri. Ini adalah lagu yang sering dinyanyikan dalam berbagai kesempatan, mulai dari ibadah mingguan, upacara pemakaman, hingga momen-momen pribadi saat seseorang mencari kedamaian dan arah.

Lagu ini menjadi pengingat yang kuat bahwa kita tidak perlu menghadapi hidup sendirian. Ada Penuntun setia yang siap memimpin kita setiap hari, melalui suka dan duka, hingga pada akhirnya kita tiba di tujuan kekal.

Jadi, meskipun mungkin ada kekeliruan nama dalam pertanyaan Anda, inti dari lagu ini tetaplah sebuah warisan iman yang tak lekang oleh waktu, berkat hati yang tulus dari Frank M. Davis dan melodi indah dari L. J. Jordan.
Kembali ke KK