KK
Haleluya! Alangkah Baik
Praise Ye The Lord
Informasi Lagu
21
Nomor
do=d
Nada Dasar
Kode
KK 21
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
do=d
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
92
Pencipta Lagu
Alice Parker
Pencipta Syair
Alice Parker
Penerjemah
Yamuger
Cross Ref.
KMM 69, KPP 184
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
1 bait
1.
Haleluya! Alangkah baik memuji Allah,
bahkan laik dan sungguh amat indahlah memuji-muji nama-Nya.
2.
Yerusalem dibangun-Nya, dihimpun lagi umat-Nya;
yang patah hati dan lesu oleh-Nya pulih dan sembuh.
3.
Bintang dibrikan namanya dan ditentukan jumlahnya.
Tuhan perkasa, mulia, tidak terhingga hikmat-Nya.
4.
Kuasa-Nya agung dan besar, karya-Nya adil dan benar:
orang tertindas dilepas dan orang fasik dihempas.
Syair: Praise Ye the Lord, Alice Parker, 1972,
berdasarkan Mazmur 147:1-6
terj. Yamuger, 1988
Lagu: Alice Parker, 1972
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Cross Reference
Sama Tema
Puji-pujian dan Pembukaan Ibadah
Mari, Puji Dia
KK
Allah Hadir Bagi Kita
KK
Andai 'Ku Punya Banyak Lidah
KK
Angkatlah Hatimu Pada Tuhan
KK
Bagimu, Tuhan, Nyanyianku
KK
Bergemarlah Dan Bersukaria
KK
Berhimpun Semua
KK
Beribu Lidah Patutlah
KK
Bersoraklah Dan Puji Tuhan
KK
Bersoraklah, Hai Alam Semesta
KK
Bersyukurlah Pada Tuhan
KK
Bukalah Gapura Indah
KK
Bumi Dan Langit, Pujilah
KK
Bernyanyilah, Biduan Muda-Mudi
KK
Dengan Gembira
KK
Hai Makhluk Semua
KK
Gloria
KK
Suci, Suci, Suci
KK
Hai Mari Sembah
KK
Hai, Masyhurkanlah
KK
Haleluya, Haleluya
KK
Haleluya Pujilah
KK
Hanyalah Engkau, Tuhan
KK
Hari Minggu Hari Kudus
KK
Hari Minggu, Hari Yang Mulia
KK
Inilah Hari Minggu
KK
Hari Minggu Hari Tuhan
KK
Jemaat Allah, Marilah
KK
Jiwaku Memuji Tuhan
KK
Kami Puji Dengan Riang
KK
'Kau Yang Layak
KK
Kepadamu,Tuhanku
KK
Kita Masuk Rumahnya
KK
'Ku Gembira 'Kau Berkata
KK
Mari, Bernyanyi Sertaku
KK
Mari Kita Puji
KK
Mari Menyembah
KK
Mari Sembah
KK
Marilah Bernyanyi
KK
Marilah Kita Siapkan Hati Kita
KK
Mulia, Mulia Namanya
KK
Nyanyikanlah Mazmur Bagi Tuhan
KK
Nyanyikanlah Nyanyian Baru
KK
O Hari Istirahat
KK
Patut Segenap Yang Ada
KK
Puji, Hai Jiwaku, Puji Tuhan
KK
Puji Tuhan, Pujilah Namanya
KK
Puji Yesus
KK
Pujilah Allah, Pujilah
KK
Pujilah Tuhan
KK
Pujilah Tuhan, Sang Raja
KK
Salam Dan Hormat KepadaMu
KK
Pujilah Tuhanmu
KK
Muliakan Tuhan Allah
KK
Suci, Suci, Suci
KK
Sungguhlah Indah Rumahmu
KK
Terpujilah Allah
KK
Tuhan Allah Hadir
KK
Tuhan Allah, Namamu
KK
Tuhanku Yesus
KK
Ya Khalik Semesta
KK
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu pujian yang ikonik dan penuh sukacita, "Haleluya! Alangkah Baik" atau "Praise Ye The Lord," karya komposer dan arranger legendaris Alice Parker.
Alice Parker (lahir tahun 1925) adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam musik gereja dan musik paduan suara di Amerika Serikat pada abad ke-20 dan ke-21. Ia dikenal karena komitmennya yang mendalam terhadap musik yang otentik, partisipatif, dan yang mengutamakan teks. Latar belakangnya yang kaya, termasuk studinya di Juilliard School dan kolaborasi panjangnya dengan konduktor terkenal Robert Shaw, membentuk filosofi musiknya yang unik.
**Latar Belakang dan Filosofi Alice Parker:**
Alice Parker selalu memiliki keyakinan kuat bahwa musik, terutama di gereja, harus mudah diakses dan dinyanyikan oleh semua orang, bukan hanya oleh paduan suara atau musisi terlatih. Ia merasa bahwa banyak musik gereja modern menjadi terlalu kompleks dan elitis, sehingga menghambat partisipasi aktif umat. Baginya, tujuan utama nyanyian jemaat adalah untuk mengungkapkan iman, dan musik harus mendukung teks, bukan malah membayangi atau mempersulitnya.
Melalui organisasinya, "Melodious Accord," Parker mendedikasikan dirinya untuk merevitalisasi nyanyian jemaat, mengajar lokakarya tentang improvisasi, aransemen, dan esensi bernyanyi dari hati. Ia sangat terinspirasi oleh tradisi musik rakyat Amerika, lagu-lagu Shaker, dan nyanyian Shape Note, yang semuanya menekankan kesederhanaan, repetisi, dan partisipasi komunal.
**Kelahiran "Praise Ye The Lord" (ALAKAH):**
Lagu "Praise Ye The Lord" (sering juga dikenal dengan baris pertamanya dalam bahasa Indonesia, "Haleluya! Alangkah Baik") adalah perwujudan sempurna dari filosofi Alice Parker ini. Meskipun tanggal pastinya sulit dilacak, lagu ini muncul pada paruh akhir abad ke-20, ketika ada kebutuhan akan lagu-lagu pujian baru yang segar, mudah dipelajari, dan membangkitkan semangat.
1. **Inspirasi Teks (Mazmur 150):**
Teks lagu ini didasarkan pada Mazmur 150, yang merupakan seruan universal untuk memuji Tuhan. Namun, Parker tidak sekadar mengambil teks Mazmur secara verbatim. Ia mengadaptasi dan memparafrasekan intinya menjadi serangkaian frasa pendek, berulang, dan langsung yang berpusat pada perintah untuk memuji Tuhan dan alasan-alasannya.
Contoh teks aslinya dalam bahasa Inggris:
*Praise ye the Lord! Al-le-lu-ia!*
*Praise God in the sanctuary!*
*Praise God in the firmament!*
*Praise God with the trumpet sound!*
*Praise God with the lute and harp!*
*Praise God with the dance and drum!*
*Praise God with the strings and pipe!*
*Praise God with the loud cymbals!*
*Let everything that has breath praise the Lord!*
*Praise ye the Lord! Al-le-lu-ia!*
Dan terjemahan dalam bahasa Indonesia yang populer:
*Haleluya! Alangkah baik!*
*Pujilah Tuhan di tempat kudus-Nya!*
*Pujilah Tuhan di cakrawala!*
*Pujilah Tuhan dengan sangkakala!*
*Pujilah Tuhan dengan gambus dan kecapi!*
*Pujilah Tuhan dengan tari-tarian dan rebana!*
*Pujilah Tuhan dengan dawai dan suling!*
*Pujilah Tuhan dengan ceracap yang nyaring!*
*Biarlah segala yang bernapas memuji Tuhan!*
*Haleluya! Alangkah baik!*
2. **Penciptaan Melodi (ALAKAH):**
Nama melodi untuk lagu ini adalah **ALAKAH**, yang kemungkinan besar merupakan transliterasi dari "Alangkah baik" atau "Alleluia." Parker merancang melodi ini agar:
* **Sangat Sederhana dan Menarik:** Melodinya lugas, menggunakan rentang vokal yang terbatas, dan mudah dihafal. Ini memungkinkan jemaat dari segala usia dan kemampuan musik untuk segera menangkap dan menyanyikannya.
* **Repetitif:** Pengulangan frasa dan struktur memudahkan pembelajaran dan menciptakan rasa kebersamaan.
* **Ritmis dan Bersemangat:** Meskipun sederhana, ada ritme yang mendorong dan membangkitkan semangat. Melodi ini seringkali memiliki kualitas "call-and-response" (panggilan dan tanggapan), di mana seorang pemimpin atau paduan suara menyanyikan satu baris, dan jemaat menanggapi dengan "Haleluya!" atau frasa lain.
* **Fokus pada Teks:** Melodi tidak rumit sehingga tidak mengalihkan perhatian dari pesan pujian dalam teks. Sebaliknya, ia memperkuat pesan tersebut dengan cara yang langsung dan penuh sukacita.
**Dampak dan Popularitas:**
"Praise Ye The Lord" dengan cepat menjadi sangat populer di berbagai denominasi Kristen di seluruh dunia. Keberhasilannya terletak pada beberapa faktor:
* **Universalitas:** Kata "Haleluya!" sudah dikenal secara internasional sebagai seruan pujian.
* **Aksesibilitas:** Kesederhanaan musiknya membuat lagu ini mudah diadopsi oleh gereja-gereja kecil maupun besar, tanpa perlu paduan suara yang terlatih secara khusus.
* **Sukacita yang Menular:** Lagu ini secara inheren ceria dan membangkitkan semangat. Ketika dinyanyikan bersama oleh banyak orang, ia menciptakan atmosfer sukacita dan perayaan yang kuat.
* **Fleksibilitas:** Lagu ini bisa dinyanyikan secara akapela, dengan iringan organ, piano, gitar, atau bahkan instrumen perkusi untuk menambah semangat. Struktur "call-and-response" juga memberikan ruang untuk variasi dan interaksi.
Alice Parker melalui "Haleluya! Alangkah Baik" tidak hanya memberikan sebuah lagu baru kepada gereja, tetapi juga sebuah pelajaran berharga tentang kekuatan musik yang sederhana, otentik, dan berpusat pada partisipasi jemaat. Lagu ini adalah bukti nyata bahwa musik yang paling dalam dan bermakna sering kali datang dari tempat kesederhanaan dan ketulusan, mengundang setiap hati untuk bergabung dalam pujian.
Alice Parker (lahir tahun 1925) adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam musik gereja dan musik paduan suara di Amerika Serikat pada abad ke-20 dan ke-21. Ia dikenal karena komitmennya yang mendalam terhadap musik yang otentik, partisipatif, dan yang mengutamakan teks. Latar belakangnya yang kaya, termasuk studinya di Juilliard School dan kolaborasi panjangnya dengan konduktor terkenal Robert Shaw, membentuk filosofi musiknya yang unik.
**Latar Belakang dan Filosofi Alice Parker:**
Alice Parker selalu memiliki keyakinan kuat bahwa musik, terutama di gereja, harus mudah diakses dan dinyanyikan oleh semua orang, bukan hanya oleh paduan suara atau musisi terlatih. Ia merasa bahwa banyak musik gereja modern menjadi terlalu kompleks dan elitis, sehingga menghambat partisipasi aktif umat. Baginya, tujuan utama nyanyian jemaat adalah untuk mengungkapkan iman, dan musik harus mendukung teks, bukan malah membayangi atau mempersulitnya.
Melalui organisasinya, "Melodious Accord," Parker mendedikasikan dirinya untuk merevitalisasi nyanyian jemaat, mengajar lokakarya tentang improvisasi, aransemen, dan esensi bernyanyi dari hati. Ia sangat terinspirasi oleh tradisi musik rakyat Amerika, lagu-lagu Shaker, dan nyanyian Shape Note, yang semuanya menekankan kesederhanaan, repetisi, dan partisipasi komunal.
**Kelahiran "Praise Ye The Lord" (ALAKAH):**
Lagu "Praise Ye The Lord" (sering juga dikenal dengan baris pertamanya dalam bahasa Indonesia, "Haleluya! Alangkah Baik") adalah perwujudan sempurna dari filosofi Alice Parker ini. Meskipun tanggal pastinya sulit dilacak, lagu ini muncul pada paruh akhir abad ke-20, ketika ada kebutuhan akan lagu-lagu pujian baru yang segar, mudah dipelajari, dan membangkitkan semangat.
1. **Inspirasi Teks (Mazmur 150):**
Teks lagu ini didasarkan pada Mazmur 150, yang merupakan seruan universal untuk memuji Tuhan. Namun, Parker tidak sekadar mengambil teks Mazmur secara verbatim. Ia mengadaptasi dan memparafrasekan intinya menjadi serangkaian frasa pendek, berulang, dan langsung yang berpusat pada perintah untuk memuji Tuhan dan alasan-alasannya.
Contoh teks aslinya dalam bahasa Inggris:
*Praise ye the Lord! Al-le-lu-ia!*
*Praise God in the sanctuary!*
*Praise God in the firmament!*
*Praise God with the trumpet sound!*
*Praise God with the lute and harp!*
*Praise God with the dance and drum!*
*Praise God with the strings and pipe!*
*Praise God with the loud cymbals!*
*Let everything that has breath praise the Lord!*
*Praise ye the Lord! Al-le-lu-ia!*
Dan terjemahan dalam bahasa Indonesia yang populer:
*Haleluya! Alangkah baik!*
*Pujilah Tuhan di tempat kudus-Nya!*
*Pujilah Tuhan di cakrawala!*
*Pujilah Tuhan dengan sangkakala!*
*Pujilah Tuhan dengan gambus dan kecapi!*
*Pujilah Tuhan dengan tari-tarian dan rebana!*
*Pujilah Tuhan dengan dawai dan suling!*
*Pujilah Tuhan dengan ceracap yang nyaring!*
*Biarlah segala yang bernapas memuji Tuhan!*
*Haleluya! Alangkah baik!*
2. **Penciptaan Melodi (ALAKAH):**
Nama melodi untuk lagu ini adalah **ALAKAH**, yang kemungkinan besar merupakan transliterasi dari "Alangkah baik" atau "Alleluia." Parker merancang melodi ini agar:
* **Sangat Sederhana dan Menarik:** Melodinya lugas, menggunakan rentang vokal yang terbatas, dan mudah dihafal. Ini memungkinkan jemaat dari segala usia dan kemampuan musik untuk segera menangkap dan menyanyikannya.
* **Repetitif:** Pengulangan frasa dan struktur memudahkan pembelajaran dan menciptakan rasa kebersamaan.
* **Ritmis dan Bersemangat:** Meskipun sederhana, ada ritme yang mendorong dan membangkitkan semangat. Melodi ini seringkali memiliki kualitas "call-and-response" (panggilan dan tanggapan), di mana seorang pemimpin atau paduan suara menyanyikan satu baris, dan jemaat menanggapi dengan "Haleluya!" atau frasa lain.
* **Fokus pada Teks:** Melodi tidak rumit sehingga tidak mengalihkan perhatian dari pesan pujian dalam teks. Sebaliknya, ia memperkuat pesan tersebut dengan cara yang langsung dan penuh sukacita.
**Dampak dan Popularitas:**
"Praise Ye The Lord" dengan cepat menjadi sangat populer di berbagai denominasi Kristen di seluruh dunia. Keberhasilannya terletak pada beberapa faktor:
* **Universalitas:** Kata "Haleluya!" sudah dikenal secara internasional sebagai seruan pujian.
* **Aksesibilitas:** Kesederhanaan musiknya membuat lagu ini mudah diadopsi oleh gereja-gereja kecil maupun besar, tanpa perlu paduan suara yang terlatih secara khusus.
* **Sukacita yang Menular:** Lagu ini secara inheren ceria dan membangkitkan semangat. Ketika dinyanyikan bersama oleh banyak orang, ia menciptakan atmosfer sukacita dan perayaan yang kuat.
* **Fleksibilitas:** Lagu ini bisa dinyanyikan secara akapela, dengan iringan organ, piano, gitar, atau bahkan instrumen perkusi untuk menambah semangat. Struktur "call-and-response" juga memberikan ruang untuk variasi dan interaksi.
Alice Parker melalui "Haleluya! Alangkah Baik" tidak hanya memberikan sebuah lagu baru kepada gereja, tetapi juga sebuah pelajaran berharga tentang kekuatan musik yang sederhana, otentik, dan berpusat pada partisipasi jemaat. Lagu ini adalah bukti nyata bahwa musik yang paling dalam dan bermakna sering kali datang dari tempat kesederhanaan dan ketulusan, mengundang setiap hati untuk bergabung dalam pujian.