KPP
Haleluya! Alangkah Baik
Praise ye the Lord
Informasi Lagu
184
Nomor
Kode
KPP 184
Buku
Kidung Pujian dan Penyembahan
Metronom
0
Cross Ref.
KMM 69, KK 21
Dengarkan di YouTube
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Cross Reference
Sama Tema
Firman Allah - Ayat-ayat Mazmur
Firman-Mu Pelita Bagi Kakiku
KPP
Ajarlah Kami
KPP
Adalah Baik
KPP
Aku Hendak Mengagungkan Engkau
KPP
Aku Melayangkan Mataku
KPP
Alangkah Baik dan Indahnya
KPP
Allah Bangkit
KPP
Bagai Rusa Haus dan Lesu
KPP
Bagai Tanah yang Kering
KPP
Bahagialah
KPP
Hai Pintu Gerbang
KPP
Bangun, Bangunlah Hai Jiwaku
KPP
Berbahagialah
KPP
Bersyukurlah pada Allah
KPP
Bersyukurlah pada Tuhan
KPP
Dengarlah Doaku, Ya Tuhan
KPP
Berbahagialah Orang yang Hidup
KPP
Dialah Tuhan
KPP
Bersorak-sorai, Wahai Seluruh Bumi
KPP
Besarlah Tuhan
KPP
Bukanlah kepada Kami
KPP
Dengarkanlah, Ya Tuhanku
KPP
Diberkatilah
KPP
Firman-Mu, Tuhan
KPP
Hai Anak-Anak
KPP
Hai Jiwaku, Puji Tuhan
KPP
Hanya Dekat Allah
KPP
Hanya Dekat Allah Saja
KPP
Hanya Dekat kepada Allah
KPP
Hati yang Lekat kepada Allah
KPP
Haleluya! Nyanyi dengan Kecapi
KPP
Inilah Diriku
KPP
Hatiku Riang
KPP
Jagalah Aku, Ya Allahku
KPP
Kasihanilah Aku, Ya Allah
KPP
Jangan Kau Marah
KPP
Tuhan Allah Bagi Manusia
KPP
Ke Dalam Tangan-Mu
KPP
Kiranya Allah Mengasihani Kita
KPP
Kiranya Allah Mengasihi Kita
KPP
Pujilah Tuhan
KPP
Ku Bersyukur pada Tuhan
KPP
Ku Mencari Wajah-Mu
KPP
Mari Kita Bersorak bagi Tuhan
KPP
Mari Bersyukur
KPP
Orang yang Percaya
KPP
Mari Semua Bersorak Gembira
KPP
Nyanyikan Lagu Baru
KPP
Marilah Datang
KPP
Pada-Mu, Tuhan, 'Ku Berdoa
KPP
Orang yang Tak Berjalan
KPP
Puji Tuhan
KPP
Puji Tuhan, Hai Segala Bangsa
KPP
Pujilah Tuhan di Tempat kudusNya
KPP
Aku Mengasihi Engkau
KPP
Redam Amarahmu
KPP
Sejauh Timur dari Barat
KPP
Sampai Memutih Rambutku
KPP
Pujilah Tuhan, Hai Segala Bangsa
KPP
Sekalipun Bumi Berubah
KPP
Selama Aku Hidup
KPP
Siapa yang Boleh Naik
KPP
Ratapanku Telah Kau Ubah
KPP
Singa-singa Muda
KPP
Sukacita Hatiku
KPP
Sungguh Alangkah Indahnya
KPP
Sungguh, Tuhan Itu Baik
KPP
Tangan-Mu, Ya Tuhanku
KPP
This is the day
KPP
Terpujilah Tuhan
KPP
Tuhanlah Gembalaku
KPP
Tiada yang Sehat Dagingku
KPP
Tuhan, Aku Tidak Tinggi Hati
KPP
Tuhan Adalah Gembalaku
KPP
Tuhan, Engkau Pengasih
KPP
Tuhan, Hanyalah Pada-Mu
KPP
Tuhan Terangku
KPP
Tuhan, Hatiku Sangat Menanti-Mu
KPP
Ya Allah, Jadikanlah
KPP
Tuhanlah Rajaku
KPP
Tuhanlah Terangku
KPP
Ya Allah Bapa
KPP
Yang Menabur dalam Tangisan
KPP
Pujilah Tuhan dan Ucap Syukur
KPP
Ya, Jaga Aku, Tuhan
KPP
Pujilah Tuhanmu
KPP
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu pujian yang ikonik dan penuh sukacita, "Haleluya! Alangkah Baik" atau "Praise Ye The Lord," karya komposer dan arranger legendaris Alice Parker.
Alice Parker (lahir tahun 1925) adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam musik gereja dan musik paduan suara di Amerika Serikat pada abad ke-20 dan ke-21. Ia dikenal karena komitmennya yang mendalam terhadap musik yang otentik, partisipatif, dan yang mengutamakan teks. Latar belakangnya yang kaya, termasuk studinya di Juilliard School dan kolaborasi panjangnya dengan konduktor terkenal Robert Shaw, membentuk filosofi musiknya yang unik.
**Latar Belakang dan Filosofi Alice Parker:**
Alice Parker selalu memiliki keyakinan kuat bahwa musik, terutama di gereja, harus mudah diakses dan dinyanyikan oleh semua orang, bukan hanya oleh paduan suara atau musisi terlatih. Ia merasa bahwa banyak musik gereja modern menjadi terlalu kompleks dan elitis, sehingga menghambat partisipasi aktif umat. Baginya, tujuan utama nyanyian jemaat adalah untuk mengungkapkan iman, dan musik harus mendukung teks, bukan malah membayangi atau mempersulitnya.
Melalui organisasinya, "Melodious Accord," Parker mendedikasikan dirinya untuk merevitalisasi nyanyian jemaat, mengajar lokakarya tentang improvisasi, aransemen, dan esensi bernyanyi dari hati. Ia sangat terinspirasi oleh tradisi musik rakyat Amerika, lagu-lagu Shaker, dan nyanyian Shape Note, yang semuanya menekankan kesederhanaan, repetisi, dan partisipasi komunal.
**Kelahiran "Praise Ye The Lord" (ALAKAH):**
Lagu "Praise Ye The Lord" (sering juga dikenal dengan baris pertamanya dalam bahasa Indonesia, "Haleluya! Alangkah Baik") adalah perwujudan sempurna dari filosofi Alice Parker ini. Meskipun tanggal pastinya sulit dilacak, lagu ini muncul pada paruh akhir abad ke-20, ketika ada kebutuhan akan lagu-lagu pujian baru yang segar, mudah dipelajari, dan membangkitkan semangat.
1. **Inspirasi Teks (Mazmur 150):**
Teks lagu ini didasarkan pada Mazmur 150, yang merupakan seruan universal untuk memuji Tuhan. Namun, Parker tidak sekadar mengambil teks Mazmur secara verbatim. Ia mengadaptasi dan memparafrasekan intinya menjadi serangkaian frasa pendek, berulang, dan langsung yang berpusat pada perintah untuk memuji Tuhan dan alasan-alasannya.
Contoh teks aslinya dalam bahasa Inggris:
*Praise ye the Lord! Al-le-lu-ia!*
*Praise God in the sanctuary!*
*Praise God in the firmament!*
*Praise God with the trumpet sound!*
*Praise God with the lute and harp!*
*Praise God with the dance and drum!*
*Praise God with the strings and pipe!*
*Praise God with the loud cymbals!*
*Let everything that has breath praise the Lord!*
*Praise ye the Lord! Al-le-lu-ia!*
Dan terjemahan dalam bahasa Indonesia yang populer:
*Haleluya! Alangkah baik!*
*Pujilah Tuhan di tempat kudus-Nya!*
*Pujilah Tuhan di cakrawala!*
*Pujilah Tuhan dengan sangkakala!*
*Pujilah Tuhan dengan gambus dan kecapi!*
*Pujilah Tuhan dengan tari-tarian dan rebana!*
*Pujilah Tuhan dengan dawai dan suling!*
*Pujilah Tuhan dengan ceracap yang nyaring!*
*Biarlah segala yang bernapas memuji Tuhan!*
*Haleluya! Alangkah baik!*
2. **Penciptaan Melodi (ALAKAH):**
Nama melodi untuk lagu ini adalah **ALAKAH**, yang kemungkinan besar merupakan transliterasi dari "Alangkah baik" atau "Alleluia." Parker merancang melodi ini agar:
* **Sangat Sederhana dan Menarik:** Melodinya lugas, menggunakan rentang vokal yang terbatas, dan mudah dihafal. Ini memungkinkan jemaat dari segala usia dan kemampuan musik untuk segera menangkap dan menyanyikannya.
* **Repetitif:** Pengulangan frasa dan struktur memudahkan pembelajaran dan menciptakan rasa kebersamaan.
* **Ritmis dan Bersemangat:** Meskipun sederhana, ada ritme yang mendorong dan membangkitkan semangat. Melodi ini seringkali memiliki kualitas "call-and-response" (panggilan dan tanggapan), di mana seorang pemimpin atau paduan suara menyanyikan satu baris, dan jemaat menanggapi dengan "Haleluya!" atau frasa lain.
* **Fokus pada Teks:** Melodi tidak rumit sehingga tidak mengalihkan perhatian dari pesan pujian dalam teks. Sebaliknya, ia memperkuat pesan tersebut dengan cara yang langsung dan penuh sukacita.
**Dampak dan Popularitas:**
"Praise Ye The Lord" dengan cepat menjadi sangat populer di berbagai denominasi Kristen di seluruh dunia. Keberhasilannya terletak pada beberapa faktor:
* **Universalitas:** Kata "Haleluya!" sudah dikenal secara internasional sebagai seruan pujian.
* **Aksesibilitas:** Kesederhanaan musiknya membuat lagu ini mudah diadopsi oleh gereja-gereja kecil maupun besar, tanpa perlu paduan suara yang terlatih secara khusus.
* **Sukacita yang Menular:** Lagu ini secara inheren ceria dan membangkitkan semangat. Ketika dinyanyikan bersama oleh banyak orang, ia menciptakan atmosfer sukacita dan perayaan yang kuat.
* **Fleksibilitas:** Lagu ini bisa dinyanyikan secara akapela, dengan iringan organ, piano, gitar, atau bahkan instrumen perkusi untuk menambah semangat. Struktur "call-and-response" juga memberikan ruang untuk variasi dan interaksi.
Alice Parker melalui "Haleluya! Alangkah Baik" tidak hanya memberikan sebuah lagu baru kepada gereja, tetapi juga sebuah pelajaran berharga tentang kekuatan musik yang sederhana, otentik, dan berpusat pada partisipasi jemaat. Lagu ini adalah bukti nyata bahwa musik yang paling dalam dan bermakna sering kali datang dari tempat kesederhanaan dan ketulusan, mengundang setiap hati untuk bergabung dalam pujian.
Alice Parker (lahir tahun 1925) adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam musik gereja dan musik paduan suara di Amerika Serikat pada abad ke-20 dan ke-21. Ia dikenal karena komitmennya yang mendalam terhadap musik yang otentik, partisipatif, dan yang mengutamakan teks. Latar belakangnya yang kaya, termasuk studinya di Juilliard School dan kolaborasi panjangnya dengan konduktor terkenal Robert Shaw, membentuk filosofi musiknya yang unik.
**Latar Belakang dan Filosofi Alice Parker:**
Alice Parker selalu memiliki keyakinan kuat bahwa musik, terutama di gereja, harus mudah diakses dan dinyanyikan oleh semua orang, bukan hanya oleh paduan suara atau musisi terlatih. Ia merasa bahwa banyak musik gereja modern menjadi terlalu kompleks dan elitis, sehingga menghambat partisipasi aktif umat. Baginya, tujuan utama nyanyian jemaat adalah untuk mengungkapkan iman, dan musik harus mendukung teks, bukan malah membayangi atau mempersulitnya.
Melalui organisasinya, "Melodious Accord," Parker mendedikasikan dirinya untuk merevitalisasi nyanyian jemaat, mengajar lokakarya tentang improvisasi, aransemen, dan esensi bernyanyi dari hati. Ia sangat terinspirasi oleh tradisi musik rakyat Amerika, lagu-lagu Shaker, dan nyanyian Shape Note, yang semuanya menekankan kesederhanaan, repetisi, dan partisipasi komunal.
**Kelahiran "Praise Ye The Lord" (ALAKAH):**
Lagu "Praise Ye The Lord" (sering juga dikenal dengan baris pertamanya dalam bahasa Indonesia, "Haleluya! Alangkah Baik") adalah perwujudan sempurna dari filosofi Alice Parker ini. Meskipun tanggal pastinya sulit dilacak, lagu ini muncul pada paruh akhir abad ke-20, ketika ada kebutuhan akan lagu-lagu pujian baru yang segar, mudah dipelajari, dan membangkitkan semangat.
1. **Inspirasi Teks (Mazmur 150):**
Teks lagu ini didasarkan pada Mazmur 150, yang merupakan seruan universal untuk memuji Tuhan. Namun, Parker tidak sekadar mengambil teks Mazmur secara verbatim. Ia mengadaptasi dan memparafrasekan intinya menjadi serangkaian frasa pendek, berulang, dan langsung yang berpusat pada perintah untuk memuji Tuhan dan alasan-alasannya.
Contoh teks aslinya dalam bahasa Inggris:
*Praise ye the Lord! Al-le-lu-ia!*
*Praise God in the sanctuary!*
*Praise God in the firmament!*
*Praise God with the trumpet sound!*
*Praise God with the lute and harp!*
*Praise God with the dance and drum!*
*Praise God with the strings and pipe!*
*Praise God with the loud cymbals!*
*Let everything that has breath praise the Lord!*
*Praise ye the Lord! Al-le-lu-ia!*
Dan terjemahan dalam bahasa Indonesia yang populer:
*Haleluya! Alangkah baik!*
*Pujilah Tuhan di tempat kudus-Nya!*
*Pujilah Tuhan di cakrawala!*
*Pujilah Tuhan dengan sangkakala!*
*Pujilah Tuhan dengan gambus dan kecapi!*
*Pujilah Tuhan dengan tari-tarian dan rebana!*
*Pujilah Tuhan dengan dawai dan suling!*
*Pujilah Tuhan dengan ceracap yang nyaring!*
*Biarlah segala yang bernapas memuji Tuhan!*
*Haleluya! Alangkah baik!*
2. **Penciptaan Melodi (ALAKAH):**
Nama melodi untuk lagu ini adalah **ALAKAH**, yang kemungkinan besar merupakan transliterasi dari "Alangkah baik" atau "Alleluia." Parker merancang melodi ini agar:
* **Sangat Sederhana dan Menarik:** Melodinya lugas, menggunakan rentang vokal yang terbatas, dan mudah dihafal. Ini memungkinkan jemaat dari segala usia dan kemampuan musik untuk segera menangkap dan menyanyikannya.
* **Repetitif:** Pengulangan frasa dan struktur memudahkan pembelajaran dan menciptakan rasa kebersamaan.
* **Ritmis dan Bersemangat:** Meskipun sederhana, ada ritme yang mendorong dan membangkitkan semangat. Melodi ini seringkali memiliki kualitas "call-and-response" (panggilan dan tanggapan), di mana seorang pemimpin atau paduan suara menyanyikan satu baris, dan jemaat menanggapi dengan "Haleluya!" atau frasa lain.
* **Fokus pada Teks:** Melodi tidak rumit sehingga tidak mengalihkan perhatian dari pesan pujian dalam teks. Sebaliknya, ia memperkuat pesan tersebut dengan cara yang langsung dan penuh sukacita.
**Dampak dan Popularitas:**
"Praise Ye The Lord" dengan cepat menjadi sangat populer di berbagai denominasi Kristen di seluruh dunia. Keberhasilannya terletak pada beberapa faktor:
* **Universalitas:** Kata "Haleluya!" sudah dikenal secara internasional sebagai seruan pujian.
* **Aksesibilitas:** Kesederhanaan musiknya membuat lagu ini mudah diadopsi oleh gereja-gereja kecil maupun besar, tanpa perlu paduan suara yang terlatih secara khusus.
* **Sukacita yang Menular:** Lagu ini secara inheren ceria dan membangkitkan semangat. Ketika dinyanyikan bersama oleh banyak orang, ia menciptakan atmosfer sukacita dan perayaan yang kuat.
* **Fleksibilitas:** Lagu ini bisa dinyanyikan secara akapela, dengan iringan organ, piano, gitar, atau bahkan instrumen perkusi untuk menambah semangat. Struktur "call-and-response" juga memberikan ruang untuk variasi dan interaksi.
Alice Parker melalui "Haleluya! Alangkah Baik" tidak hanya memberikan sebuah lagu baru kepada gereja, tetapi juga sebuah pelajaran berharga tentang kekuatan musik yang sederhana, otentik, dan berpusat pada partisipasi jemaat. Lagu ini adalah bukti nyata bahwa musik yang paling dalam dan bermakna sering kali datang dari tempat kesederhanaan dan ketulusan, mengundang setiap hati untuk bergabung dalam pujian.