Informasi Lagu
281
Nomor
Kode
PKJ 281
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Metronom
0
Jumlah Bait
3 bait
Style
ScandShuffle
Pencipta Lagu
Anonim
Pencipta Syair
Anonim
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Reff Dia bagai Bunga Bakung, Bintang Fajar cemerlang, yang terindah tak bertara; tiap orang harus tahu!
Reff Dia Penyembuh ragaku, Jurus’lamat jiwaku; Dia membaptiskan aku dengan api Roh Kudus! Reff
Reff Dia Putra yang terkasih, Anak domba yang kudus; Dia Mempelai sorgawi; tiap orang harus tahu! Reff
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — PKJ 281 1
Slide 2 — PKJ 281 2
Slide 3 — PKJ 281 3
Slide 4 — PKJ 281 4
Partitur / Not
Partitur Chord PKJ 281
Sejarah Lagu
Lagu **"Everybody Ought to Know"** (sering diterjemahkan menjadi "Tiap Orang Harus Tahu") adalah salah satu lagu rohani Kristen yang paling ikonik dan bertahan lama. Namun, karena sifatnya yang merupakan lagu rakyat (*folk hymn*) atau lagu yang berkembang dari tradisi lisan, asal-usul pastinya memang sering diselimuti misteri.

Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:

### 1. Akar Tradisi "Folk Hymn"
Tidak ada satu komposer tunggal yang secara resmi mengklaim lagu ini. Dalam tradisi musik gereja Amerika Serikat, lagu ini dikategorikan sebagai **"camp-meeting song"** (lagu pertemuan perkemahan) yang populer di abad ke-19.

Pada masa itu, di daerah-daerah perbatasan Amerika (frontier), sering diadakan kebaktian besar di lapangan terbuka. Lagu-lagu yang dinyanyikan biasanya memiliki struktur sederhana: **panggilan dan respons** (*call and response*), melodi yang repetitif agar mudah diingat tanpa buku nyanyian, dan lirik yang menegaskan inti iman kristiani.

### 2. Makna Lirik yang Mendalam
Lirik lagu ini berbunyi:
> *"Everybody ought to know, everybody ought to know,*
> *Everybody ought to know, who Jesus is."*

Secara historis, lagu ini berfungsi sebagai pengakuan iman yang sederhana namun kuat. Di masa di mana literasi (kemampuan membaca) mungkin terbatas, lagu ini menjadi sarana bagi jemaat untuk saling mengingatkan tentang pesan utama Injil.

Ada beberapa elemen kunci yang membuat lagu ini terus hidup:
* **Inklusivitas:** Kata "Everybody" (Tiap orang) menunjukkan bahwa pesan keselamatan tidak terbatas untuk golongan tertentu, melainkan untuk siapa saja.
* **Repetisi:** Pengulangan kata-kata tersebut menciptakan efek meditatif dan emosional, yang seringkali memuncak pada bagian akhir lagu.

### 3. Evolusi dan Penyebaran (Abad ke-20)
Meskipun akarnya dari abad ke-19, lagu ini meledak popularitasnya di luar lingkungan gereja tradisional pada pertengahan abad ke-20 melalui gerakan-gerakan kebangunan rohani:

* **Gerakan Kampus:** Pada era 1960-an dan 1970-an (di tengah gerakan *Jesus People Movement*), lagu-lagu sederhana dan bersifat "akustik" seperti ini menjadi sangat populer. Lagu ini sering dimainkan dengan gitar, menjadikannya lagu yang sangat mudah diakses oleh anak muda.
* **Gereja Pantekosta dan Injili:** Lagu ini diadopsi secara luas di gereja-gereja Pantekosta karena sifatnya yang dinamis. Biasanya, lagu ini akan dinyanyikan dengan tempo yang semakin lama semakin cepat, diiringi tepuk tangan, sehingga menciptakan suasana sukacita (*joyful worship*).

### 4. Mengapa "Anonim"?
Dalam musik rohani, banyak lagu yang lahir dari "komunitas" bukan "individu". Seseorang mungkin menciptakan melodi sederhana di sebuah pertemuan gereja, lalu orang lain menambahkan baris lirik tambahan. Karena lagu ini tumbuh secara organik dari mulut ke mulut selama puluhan tahun sebelum akhirnya dicetak dalam buku nyanyian, nama penciptanya pun hilang ditelan sejarah.

### 5. Adaptasi di Indonesia
Di Indonesia, lagu ini menjadi sangat populer di lingkungan sekolah minggu, persekutuan doa remaja, dan gereja-gereja Kristen. Terjemahannya, **"Tiap Orang Harus Tahu"**, menjaga kesederhanaan asli lagu tersebut sehingga tetap menjadi lagu "wajib" yang dinyanyikan saat ice-breaking atau saat ibadah yang penuh semangat.

### Kesimpulan
Kisah di balik *Everybody Ought to Know* bukanlah kisah tentang seorang penulis lagu yang duduk di ruang kerja, melainkan kisah tentang **kebutuhan komunitas** untuk mengekspresikan keyakinan mereka melalui musik yang jujur dan sederhana. Lagu ini membuktikan bahwa pesan yang paling sederhana—siapa Yesus bagi diri kita—seringkali adalah pesan yang paling kuat dan mampu bertahan melintasi generasi.