PKJ
Rasul Pergi Beribadah
Silver and Gold Have I None
Informasi Lagu
276
Nomor
Kode
PKJ 276
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Metronom
0
Pencipta Lagu
Anonim
Pencipta Syair
Anonim
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
2 bait
Rasul pergi beribadah, bertemu yang lumpuh di gerbang,
Mengemis meminta sedekah. Dan Pet’rus memb’ri jawabnya:
Mas, perak tiada padaku: hanya ini yang dapat kb’ri.
Dalam nama Yesus Kristus: Hai bangkit dan berjalanlah!
Maka ia melonjak, berdiri,
berjalan, bersorak,
“Haleluya!”
Dalam nama Yesus Kristus:
Hai bangkit dan berjalanlah!
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu yang Anda maksud, **"Silver and Gold Have I None"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan atau diadaptasi menjadi **"Emas dan Perak Tiada Padaku"** atau **"Rasul Pergi Beribadah"**), bukanlah lagu yang diciptakan oleh seorang komposer tunggal dengan kisah dramatis di balik penulisan notasinya.
Lagu ini adalah sebuah **lagu rohani berbasis ayat Alkitab** (Scripture song) yang liriknya diambil langsung dari kisah di dalam **Kisah Para Rasul 3:6**.
Berikut adalah detail kisah di balik latar belakang lirik dan pesan lagu tersebut:
### 1. Sumber Alkitab: Kisah Para Rasul 3:1-10
Lirik lagu ini berasal dari perkataan Rasul Petrus kepada seorang pengemis lumpuh yang duduk di Gerbang Indah Bait Allah. Kisahnya adalah sebagai berikut:
> *"Tetapi Petrus berkata: 'Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!'"* (Kisah Para Rasul 3:6).
Dalam konteks tersebut, Petrus dan Yohanes sedang dalam perjalanan menuju Bait Allah untuk berdoa. Mereka bertemu dengan seorang pria yang lumpuh sejak lahir yang mengharapkan sedekah (uang). Petrus kemudian memberikan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada uang, yaitu **kesembuhan melalui kuasa nama Yesus.**
### 2. Makna di Balik Lagu
Lagu ini sangat populer di kalangan komunitas gereja karena beberapa alasan filosofis dan teologis:
* **Prioritas Rohani vs. Materi:** Lagu ini menekankan bahwa sebagai pelayan Tuhan atau umat beriman, kekayaan duniawi (emas dan perak) bukanlah instrumen utama untuk menolong sesama. Kuasa Tuhan dan iman jauh lebih bernilai.
* **Identitas Pelayan Tuhan:** Lirik ini menjadi pengingat bagi banyak orang percaya bahwa identitas mereka bukan ditentukan oleh seberapa banyak harta yang mereka miliki, melainkan oleh "apa yang mereka miliki" di dalam Tuhan (yaitu kuasa doa dan iman).
* **Kekuatan Nama Yesus:** Lagu ini memfokuskan pendengarnya bahwa segala mukjizat dan perubahan hidup terjadi bukan karena kekuatan manusia, melainkan karena otoritas nama Yesus.
### 3. Asal-usul Melodi
Lagu ini dikategorikan sebagai **"Anonim"** karena melodi yang digunakan dalam nyanyian jemaat di berbagai gereja (khususnya di Indonesia) telah mengalami evolusi secara turun-temurun melalui tradisi lisan di sekolah Minggu dan persekutuan doa.
* **Tradisi Musik Gereja:** Karena liriknya diambil langsung dari ayat Alkitab, banyak musisi gereja dari berbagai generasi membuat komposisi musik sendiri untuk ayat ini. Oleh karena itu, Anda mungkin menemukan beberapa versi melodi yang berbeda namun dengan lirik yang sama.
* **Penyebaran:** Lagu ini menjadi sangat populer di seluruh dunia pada era 1970-an hingga 1980-an, di mana gerakan "Scripture Songs" (lagu yang liriknya persis ayat Alkitab) sedang berkembang pesat sebagai metode praktis bagi jemaat untuk menghafal ayat Alkitab.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Menyentuh?
Kisah di balik lagu ini tetap relevan hingga hari ini karena menggambarkan sebuah **kontras**:
* Dunia sering kali mengukur keberhasilan seseorang dari apa yang mereka **miliki** (kekayaan).
* Petrus mengajarkan bahwa keberhasilan rohani diukur dari apa yang bisa kita **bagikan** kepada orang lain (kasih dan kuasa Tuhan).
**Kesimpulan:**
Jika Anda mencari "pencipta" lagu ini, kemungkinan besar Anda tidak akan menemukannya karena lagu ini lahir dari **gerakan penginjilan akar rumput** di mana ayat Alkitab diubah menjadi nyanyian agar mudah diingat oleh umat. Kisah sejatinya bukanlah tentang sang penulis lagu, melainkan tentang **tindakan iman Petrus** yang lebih memilih memberikan harapan hidup (kesembuhan) daripada sekadar memberi uang kepada orang yang membutuhkan.
Lagu ini adalah sebuah **lagu rohani berbasis ayat Alkitab** (Scripture song) yang liriknya diambil langsung dari kisah di dalam **Kisah Para Rasul 3:6**.
Berikut adalah detail kisah di balik latar belakang lirik dan pesan lagu tersebut:
### 1. Sumber Alkitab: Kisah Para Rasul 3:1-10
Lirik lagu ini berasal dari perkataan Rasul Petrus kepada seorang pengemis lumpuh yang duduk di Gerbang Indah Bait Allah. Kisahnya adalah sebagai berikut:
> *"Tetapi Petrus berkata: 'Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!'"* (Kisah Para Rasul 3:6).
Dalam konteks tersebut, Petrus dan Yohanes sedang dalam perjalanan menuju Bait Allah untuk berdoa. Mereka bertemu dengan seorang pria yang lumpuh sejak lahir yang mengharapkan sedekah (uang). Petrus kemudian memberikan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada uang, yaitu **kesembuhan melalui kuasa nama Yesus.**
### 2. Makna di Balik Lagu
Lagu ini sangat populer di kalangan komunitas gereja karena beberapa alasan filosofis dan teologis:
* **Prioritas Rohani vs. Materi:** Lagu ini menekankan bahwa sebagai pelayan Tuhan atau umat beriman, kekayaan duniawi (emas dan perak) bukanlah instrumen utama untuk menolong sesama. Kuasa Tuhan dan iman jauh lebih bernilai.
* **Identitas Pelayan Tuhan:** Lirik ini menjadi pengingat bagi banyak orang percaya bahwa identitas mereka bukan ditentukan oleh seberapa banyak harta yang mereka miliki, melainkan oleh "apa yang mereka miliki" di dalam Tuhan (yaitu kuasa doa dan iman).
* **Kekuatan Nama Yesus:** Lagu ini memfokuskan pendengarnya bahwa segala mukjizat dan perubahan hidup terjadi bukan karena kekuatan manusia, melainkan karena otoritas nama Yesus.
### 3. Asal-usul Melodi
Lagu ini dikategorikan sebagai **"Anonim"** karena melodi yang digunakan dalam nyanyian jemaat di berbagai gereja (khususnya di Indonesia) telah mengalami evolusi secara turun-temurun melalui tradisi lisan di sekolah Minggu dan persekutuan doa.
* **Tradisi Musik Gereja:** Karena liriknya diambil langsung dari ayat Alkitab, banyak musisi gereja dari berbagai generasi membuat komposisi musik sendiri untuk ayat ini. Oleh karena itu, Anda mungkin menemukan beberapa versi melodi yang berbeda namun dengan lirik yang sama.
* **Penyebaran:** Lagu ini menjadi sangat populer di seluruh dunia pada era 1970-an hingga 1980-an, di mana gerakan "Scripture Songs" (lagu yang liriknya persis ayat Alkitab) sedang berkembang pesat sebagai metode praktis bagi jemaat untuk menghafal ayat Alkitab.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Menyentuh?
Kisah di balik lagu ini tetap relevan hingga hari ini karena menggambarkan sebuah **kontras**:
* Dunia sering kali mengukur keberhasilan seseorang dari apa yang mereka **miliki** (kekayaan).
* Petrus mengajarkan bahwa keberhasilan rohani diukur dari apa yang bisa kita **bagikan** kepada orang lain (kasih dan kuasa Tuhan).
**Kesimpulan:**
Jika Anda mencari "pencipta" lagu ini, kemungkinan besar Anda tidak akan menemukannya karena lagu ini lahir dari **gerakan penginjilan akar rumput** di mana ayat Alkitab diubah menjadi nyanyian agar mudah diingat oleh umat. Kisah sejatinya bukanlah tentang sang penulis lagu, melainkan tentang **tindakan iman Petrus** yang lebih memilih memberikan harapan hidup (kesembuhan) daripada sekadar memberi uang kepada orang yang membutuhkan.
Sama Tema
Tanggung Jawab Pengikut Kristus
Apalah Arti Ibadahmu
PKJ
Bukan Kar'na Upahmu
PKJ
Dalam Nama Yesus Tuhanku
PKJ
Damai di Dunia
PKJ
Hai Dengarlah Anakku
PKJ
Hai Bangun, yang Tidur
PKJ
Isilah Mataku dengan Citra SalibMu
PKJ
Janganlah Kumpulkan Harta
PKJ
Kamu adalah Garam Dunia
PKJ
Ladang Menguning
PKJ
Pakailah Waktu Anug'rah Tuhanmu
PKJ
Perintah Baru
PKJ
Sekalipun Diriku Dapat Berkata-kata
PKJ
Semua Manusia yang Diciptakan
PKJ
Semua Orang Inginkan Kebenaran
PKJ
Takut Akan Tuhan
PKJ
Tiap Orang Harus Tahu
PKJ
Tuhan, Tolonglah, Bangunkan Iman
PKJ
Wahai Anakku, Janganlah Kaulupakan
PKJ