Informasi Lagu
270
Nomor
Kode
PKJ 270
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Metronom
0
Pencipta Lagu
Ken Chant
Pencipta Syair
Ken Chant
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 1 bait
Isilah mataku dengan citra salibMu; dengan kasih-Mu penuhi hatiku. Isilah mulutku dengan syukur padaMu: hidupku seluruhnya milikMu.
Slide Lirik 1 slide
Slide 1 — PKJ 270 1
Partitur / Not
Partitur Chord PKJ 270
Sejarah Lagu
Lagu **"Isilah Mataku dengan Citra Salib-Mu"** (*Fill My Eyes, Oh My God*) adalah sebuah lagu pujian kontemporer yang sangat mendalam, yang ditulis oleh **Ken Chant**. Untuk memahami kisah di balik lagu ini, kita perlu melihat latar belakang penulisnya dan pesan teologis yang ingin ia sampaikan.

### 1. Sosok Penulis: Ken Chant
Ken Chant adalah seorang teolog, pengajar, dan penulis asal Australia yang sangat dihormati di kalangan gereja karismatik dan evangelikal. Ia mendirikan *Vision International College* dan telah menghabiskan puluhan tahun melayani melalui tulisan dan pengajaran.

Ken Chant dikenal sebagai pribadi yang sangat mementingkan **"pandangan dunia Kristen" (Christian Worldview)**. Ia percaya bahwa masalah terbesar manusia adalah fokus penglihatan mereka—apa yang kita lihat, itulah yang akan membentuk hidup kita.

### 2. Latar Belakang Penulisan
Lagu ini tidak lahir dari sebuah peristiwa tragis yang spesifik, melainkan dari sebuah **kerinduan rohani yang mendalam akan fokus.**

Pada saat menulis lagu ini, Ken Chant merefleksikan sebuah konsep yang disebut sebagai "pemurnian pandangan". Ia menyadari bahwa di dunia yang penuh dengan gangguan, godaan, dan kekacauan, mata manusia cenderung mudah teralihkan pada hal-hal yang sia-sia, ketakutan, atau ego diri sendiri.

Ia ingin menciptakan sebuah doa dalam bentuk lagu yang menyatakan bahwa satu-satunya cara untuk hidup benar adalah dengan "membiarkan pandangan kita dipenuhi oleh citra salib Kristus." Baginya, salib bukan hanya simbol sejarah, melainkan **lensa** melalui mana seorang Kristen harus melihat dunia.

### 3. Makna Mendalam dalam Liriknya
Lirik lagu ini mencerminkan transisi dari "penglihatan duniawi" menuju "penglihatan surgawi":

* **"Isilah mataku dengan citra salib-Mu":** Ini adalah permohonan agar Kristus mengambil alih fokus pandangan kita. Jika mata kita terfokus pada salib, maka semua yang kita lihat akan dipandang dengan kasih, pengampunan, dan pengorbanan—persis seperti cara Yesus memandang dunia saat Ia di kayu salib.
* **"Hapuslah dunia dari ingatanku":** Ini bukan berarti kita harus mengabaikan realitas dunia, melainkan kita harus membuang sampah-sampah mental, kekhawatiran yang tidak perlu, dan dosa yang seringkali menutupi pandangan kita akan keagungan Tuhan.
* **Tema Utama:** Lagu ini adalah doa penyerahan diri. Ken Chant ingin menyampaikan bahwa jika kita benar-benar melihat "Salib", maka hati kita akan berubah. Kita tidak lagi melihat orang lain sebagai musuh, tetapi sebagai jiwa yang berharga; kita tidak lagi melihat penderitaan sebagai kesialan, tetapi sebagai bagian dari rencana penebusan.

### 4. Relevansi Lagu Ini
Lagu ini menjadi populer karena kesederhanaannya yang sangat kuat. Banyak gereja di berbagai belahan dunia menggunakan lagu ini sebagai momen untuk **"koreksi diri" (self-reflection)** sebelum masuk ke dalam ibadah atau perjamuan kudus.

Dalam banyak sesi pengajarannya, Ken Chant sering menekankan bahwa banyak orang Kristen merasa letih dan gagal karena mereka mencoba memandang dunia dengan kekuatan mata mereka sendiri. Lagu ini adalah undangan untuk berhenti melihat dengan "kacamata manusia" dan mulai melihat dengan "kacamata salib".

### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **fokus**. Ken Chant menulis lagu ini sebagai pengingat bahwa hidup Kristen yang menang bukanlah hidup yang tanpa masalah, melainkan hidup yang pandangannya tertuju sepenuhnya kepada apa yang telah Yesus lakukan di salib.

Dengan menyanyikan lagu ini, kita sedang berkata kepada Tuhan: *"Tuhan, jangan biarkan aku melihat hidup ini berdasarkan apa yang kupikirkan atau apa yang dunia katakan. Biarkan setiap pemandanganku disaring oleh kasih dan pengorbanan-Mu di kayu salib."*