Informasi Lagu
225
Nomor
Kode
PKJ 225
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Metronom
0
Pencipta Lagu
Kenneth Morris
Pencipta Syair
Kenneth Morris
Cross Ref.
225
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 2 bait
Adalah hal yang tak ‘ku tahu; ada tempat tak kukenal, namun ‘ku tau, yakin benar: Tuhan kekal hadir tetap di hatiku! Nyata tetap di hatiku, hadir tetap dan menyucikan jiwaku; dan kasihNya murni kudus. Tuhan kekal, hadir tetap di hatiku.
Ada yang syak dan mencela, yang mengucilkan diriku; ‘ku tak cemas, ‘ku tak gentar: Tuhan kekal hadir tetap di hatiku!
Slide Lirik 3 slide
Slide 1 — PKJ 225 1
Slide 2 — PKJ 225 2
Slide 3 — PKJ 225 3
Partitur / Not
Partitur Chord PKJ 225
Sejarah Lagu
Lagu **"Adalah Hal yang Tak 'Ku Tahu"** (judul asli: ***"There’s Not a Problem That God Can’t Solve"*** atau yang lebih dikenal dengan judul ***"My God Is Real"***) adalah salah satu mahakarya dalam musik gospel Amerika yang ditulis oleh **Kenneth Morris** pada tahun 1944.

Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu yang sangat mendalam dan penuh pengharapan ini:

### 1. Sosok Kenneth Morris
Kenneth Morris (1917–1988) bukanlah orang sembarangan dalam dunia musik gospel. Ia adalah seorang komposer, pianis, dan penerbit musik yang berpengaruh besar. Ia sering dianggap sebagai sosok yang membawa musik gospel "modern" ke gereja-gereja kulit hitam di Amerika melalui perusahaannya, *Martin and Morris Music Publishing*.

### 2. Latar Belakang Penciptaan (1944)
Kisah di balik lagu ini berakar dari pengalaman pribadi Morris dan konteks zamannya. Pada awal tahun 1940-an, dunia sedang mengalami masa-masa kelam akibat Perang Dunia II. Banyak orang merasa putus asa, kehilangan keluarga, dan menghadapi masa depan yang tidak pasti.

Morris sendiri sering bergumul dengan pertanyaan-pertanyaan eksistensial tentang kehidupan. Suatu hari, di tengah kegelisahan pribadinya, ia merenungkan keterbatasan manusia. Ia menyadari bahwa manusia sering kali terjebak dalam keraguan, ketakutan, dan masalah yang seolah tak berujung.

### 3. Makna Lirik yang Mendalam
Judul aslinya, *"My God Is Real"*, mencerminkan sebuah pernyataan iman yang kuat. Liriknya berangkat dari pengakuan jujur: **"Ada hal yang tak 'ku tahu, ada tempat yang tak 'ku tahu..."** (*There are some things I may not know, there are some places I can't go*).

* **Pengakuan Ketidaktahuan:** Morris tidak mencoba menjadi manusia yang maha tahu. Ia mengakui bahwa ada rahasia Tuhan dan rahasia kehidupan yang tidak bisa dipahami oleh logika manusia.
* **Pernyataan Keyakinan:** Meskipun ada banyak hal yang tidak ia mengerti, ia menarik garis tegas pada satu hal: **"Tetapi aku tahu siapa yang memegang masa depanku, dan aku tahu siapa yang memegang tanganku."** (*But I know who holds tomorrow, and I know who holds my hand*).

Pesan utamanya adalah bahwa kita tidak perlu memahami segala hal yang terjadi di dunia untuk bisa tetap percaya. Keyakinan bahwa "Tuhan itu nyata" (*My God is real*) menjadi jangkar di tengah ketidakpastian hidup.

### 4. Dampak Lagu Tersebut
Lagu ini meledak di kalangan penyanyi gospel. Salah satu yang paling terkenal membawakannya adalah **Mahalia Jackson**, "Ratu Musik Gospel". Suara Mahalia yang penuh kuasa memberikan ruh pada lirik Morris, membuat lagu ini menjadi semacam "lagu kebangsaan" bagi banyak orang yang sedang mengalami masa-masa sulit (seperti penyakit, kemiskinan, atau kehilangan).

### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Menyentuh?
Kekuatan lagu ini terletak pada **kontrasnya**:
1. Ia mengakui realitas kehidupan yang membingungkan (*I may not know...*).
2. Ia menawarkan solusi rohani yang sederhana namun kokoh (*My God is real in my soul*).

Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan menjadi lagu rohani yang sangat populer di gereja-gereja. Bait-baitnya dianggap sangat menenangkan karena mengingatkan jemaat bahwa meskipun mereka tidak memiliki jawaban atas semua masalah hidup mereka, mereka memiliki Tuhan yang mengendalikan masa depan.

### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini bukanlah tentang peristiwa mukjizat spektakuler atau visi supranatural, melainkan tentang **ketenangan batin seorang pria di tengah dunia yang kacau**. Kenneth Morris menulis lagu ini sebagai pengingat bagi dirinya sendiri—dan kemudian bagi dunia—bahwa di atas segala ketidaktahuan kita, ada realitas Tuhan yang jauh lebih nyata daripada masalah apa pun yang sedang kita hadapi.