Informasi Lagu
45
Nomor
Kode
NP 45
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Richard S. Willis
Pencipta Syair
Edmund H. Sears
Cross Ref.
PPK 53, KPPK 105, MK 40, KJ 96, KK 168
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Di waktu malam yang cerah Mengalun nyanyian, Suara malak yang merdu Menaikkan pujian: "Sejahtra, damai, dan terang Di atas dunia!" Dengarlah hai manusia: Lagunya menggema.
Hai kamu skalian yang lelah Dan yang menanggung brat, Dengar Kabar Kesukaan Bagimu yang penat; Camkanlah suara malaikat, Hai hati yang rawan; Lahirlah sudah Almasih, Pembri pengharapan.
Almasih pasti jayalah Di masa yang depan, Dan damai oleh nabi pun Telah diramalkan; Ketika Kristus klak datang Dengan kemuliaan, Seluruh dunia sujud, Menaikkan pujian.
Slide Lirik 3 slide
Slide 1 — NP 45 1
Slide 2 — NP 45 2
Slide 3 — NP 45 3
Partitur / Not
Partitur Chord NP 45
Sejarah Lagu
Lagu **"It Came upon the Midnight Clear"** (dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai **"Di Waktu Malam yang Cerah"**) adalah salah satu lagu Natal klasik yang memiliki kedalaman makna filosofis yang unik. Berbeda dengan banyak lagu Natal yang fokus pada sukacita bayi Yesus di palungan, lagu ini ditulis sebagai respons terhadap kondisi dunia yang penuh konflik.

Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu tersebut:

### 1. Penulis Lirik: Edmund Hamilton Sears (1849)
Edmund Sears adalah seorang pendeta Unitarian di Wayland, Massachusetts, Amerika Serikat. Ia menulis puisi ini pada tahun 1849. Latar belakang penulisan lagu ini sangat dipengaruhi oleh dua hal besar:

* **Kondisi Zaman:** Saat itu, Amerika sedang berada dalam ketegangan besar sebelum Perang Saudara. Selain itu, revolusi politik sedang terjadi di Eropa. Sears merasa dunia sedang diliputi oleh kebencian, peperangan, dan ketidakadilan.
* **Pesan Kedamaian:** Sears menulis puisi ini bukan untuk merayakan aspek komersial Natal, melainkan sebagai sebuah doa agar pesan malaikat—*"Damai di bumi, niat baik di antara manusia"*—benar-benar menjadi kenyataan di tengah dunia yang sedang "berdarah".

Dalam bait-baitnya, Sears secara tajam mengkritik umat manusia: *"Dunia yang penuh dosa dan lelah, mendengarkan nyanyian para malaikat."* Ia menggambarkan bahwa meskipun malaikat telah membawa kabar damai selama berabad-abad, manusia justru terus terjebak dalam peperangan dan keserakahan.

### 2. Komposer: Richard Storrs Willis (1850)
Satu tahun setelah puisi Sears diterbitkan, **Richard Storrs Willis**, seorang jurnalis musik dan komposer, menciptakan melodi yang kita kenal sekarang. Melodi ini diberi nama **"Carol"**.

Ada perbedaan tradisi dalam musik lagu ini:
* **Versi Amerika (Willis):** Melodi ciptaan Willis yang lembut, liris, dan agak melankolis menjadi versi standar di Amerika Serikat.
* **Versi Inggris:** Di Inggris, lagu ini sering dinyanyikan dengan melodi bernama **"Noel"** yang diambil dari koleksi Arthur Sullivan (komposer yang juga menulis "Onward, Christian Soldiers").

### 3. Makna yang Lebih Dalam
Keistimewaan dari "It Came upon the Midnight Clear" terletak pada pesan profetiknya:

* **Bukan sekadar nostalgia:** Lagu ini mengakui bahwa dunia ini "lelah" (*weary*). Sears ingin mengingatkan pendengarnya bahwa Natal bukan hanya tentang bayi di palungan, tetapi tentang **keadilan sosial dan perdamaian di bumi.**
* **Harapan di tengah kegelapan:** Bait terakhir lagu ini menawarkan harapan. Meskipun manusia terus mengacaukan dunia, lagu ini diakhiri dengan janji bahwa suatu hari nanti, kebenaran dan kedamaian akan menang, dan seluruh dunia akan menjawab nyanyian para malaikat tersebut.

### 4. Relevansi Sepanjang Masa
Lagu ini menjadi sangat ikonik karena pesannya yang tidak lekang oleh waktu. Ia pernah menjadi simbol harapan dalam masa-masa sulit, termasuk saat Perang Saudara Amerika dan perang-perang besar lainnya di abad ke-20.

Bagi banyak orang, "Di Waktu Malam yang Cerah" adalah pengingat bahwa saat kita merayakan Natal, kita juga dipanggil untuk menjadi pembawa damai di tengah dunia yang masih sering diwarnai oleh "suara-suara bising" peperangan dan kebencian.

**Ringkasnya:**
Lagu ini lahir dari keprihatinan seorang pendeta terhadap dunia yang kehilangan kedamaian, dan melalui melodi Richard Willis, ia diubah menjadi himne yang lembut namun tegas, yang mengajak kita untuk berhenti sejenak dari kesibukan dunia dan mendengarkan kembali "kabar damai" yang sudah dikumandangkan malaikat ribuan tahun lalu.