NP
Camkan Lagu yang Merdu
Hark! The Herald Angels Sing
Informasi Lagu
49
Nomor
Kode
NP 49
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Felix Mendelssohn
Pencipta Syair
Charles Wesley
Cross Ref.
KJ 99, MK 31 , KK 173, PS 457, KC 54
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Camkan lagu yang merdu, Camkan malak yang bersru:
"Damai bagi manusia, Allah datang di dunia!"
Bangsa skalian marilah, Turut malak bermadah:
"Yesus Anak Alrahim, LahirNya di Betlehem!"
Camkanlah warta surga: "Hormat bagi Sang Raja!"
Kristus junjungan surga, Ia Tuhan slamanya;
Lama Dia dinanti, Kini lahir di bumi.
Yesus Allah dan insan, Layaklah dinobatkan:
Tinggal serta manusia, Imanuel namaNya.
Camkanlah warta surga: "Hormat bagi Sang Raja!"
Raja Salam yang benar, Mahatinggi dan besar,
Sumber hidup dan terang, Tabib agung yang menang,
Yang menghampakan diri, Jadi Hamba ilahi,
Lahir bagi manusia, Dan membri sejahtera.
Camkanlah warta surga: :"Hormat bagi Sang Raja!"
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Hark! The Herald Angels Sing"** (atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai **"Camkan Lagu yang Merdu"**) adalah salah satu lagu Natal paling ikonik di dunia. Namun, menariknya, lagu ini adalah hasil "kolaborasi" lintas abad dari dua orang yang tidak pernah bertemu secara langsung.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: Charles Wesley (1739)
Lirik asli lagu ini ditulis oleh **Charles Wesley**, seorang pengkhotbah dan penulis lagu rohani Inggris yang juga merupakan saudara pendiri Gereja Metodis, John Wesley.
* **Awal Mula:** Charles menulis lirik ini pada tahun 1739, tak lama setelah ia mengalami pengalaman religius yang mendalam. Judul aslinya bukan "Hark! The Herald Angels Sing," melainkan **"Hark! How All the Welkin Rings"** (*Welkin* adalah kata arkais untuk langit atau kubah surga).
* **Keinginan Wesley:** Charles Wesley menginginkan nada lagu yang tenang dan khidmat untuk liriknya. Ia sebenarnya meminta lagu ini dinyanyikan dengan tempo yang lambat dan penuh refleksi, bukan megah dan ceria seperti yang kita kenal sekarang.
* **Perubahan:** Lirik asli Wesley mengalami beberapa kali perubahan oleh rekan-rekannya (terutama George Whitefield yang mengubah baris pertama menjadi "Hark! The Herald Angels Sing") agar terasa lebih pas untuk perayaan Natal.
### 2. Komposer Musik: Felix Mendelssohn (1840)
Musik yang kita nyanyikan saat ini baru tercipta sekitar 100 tahun setelah liriknya ditulis. Musik ini berasal dari karya komposer Jerman, **Felix Mendelssohn**.
* **Tujuan Awal:** Pada tahun 1840, Mendelssohn menulis sebuah kantata berjudul ***Festgesang*** (*Festival Song*) untuk merayakan penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg.
* **Bukan untuk Natal:** Musik yang kini menjadi melodi lagu Natal tersebut sebenarnya dimaksudkan sebagai lagu sekuler untuk merayakan kemajuan teknologi percetakan. Mendelssohn secara tegas menyatakan dalam suratnya bahwa ia merasa melodi itu tidak cocok untuk lagu rohani yang bersifat religius.
### 3. "Pernikahan" yang Tidak Disengaja
Mendelssohn meninggal pada tahun 1847. Beberapa tahun kemudian, seorang musisi Inggris bernama **William H. Cummings** melakukan tugas "menjodohkan" lirik Wesley dengan musik Mendelssohn.
* **Penyatuan:** Pada tahun 1855, Cummings mengambil melodi dari *Festgesang* karya Mendelssohn dan menyesuaikannya dengan lirik "Hark! The Herald Angels Sing" milik Wesley.
* **Ironi:** Jika Mendelssohn masih hidup, ia mungkin akan keberatan dengan penggunaan musiknya untuk lagu ini. Ia pernah menulis, *"Untuk lagu-lagu Natal, saya tidak berpikir musik saya akan cocok. Musik itu harus memiliki karakter yang berbeda."* Namun, terlepas dari keberatan (hipotetis) sang komposer, kombinasi melodi yang megah dengan lirik teologis yang dalam ini justru menjadi mahakarya yang tak lekang oleh waktu.
### Mengapa Lagu Ini Begitu Istimewa?
Secara teologis, lirik karya Charles Wesley dianggap sangat berbobot. Tidak hanya bercerita tentang malaikat yang bernyanyi di padang Efrata, lirik ini menjelaskan esensi teologi Kristen tentang inkarnasi (Allah yang menjadi manusia).
Baris seperti:
> *"Veiled in flesh the Godhead see; hail the incarnate Deity!"*
> (Dalam daging Allah nyata, salam Sang Pencipta manusia!)
...menjadikan lagu ini bukan sekadar lagu Natal yang lucu atau ceria, melainkan sebuah pernyataan iman yang mendalam.
### Kesimpulan
Lagu "Hark! The Herald Angels Sing" adalah bukti indah bagaimana sebuah teks puitis dari abad ke-18 dan sebuah musik perayaan dari abad ke-19 digabungkan oleh tangan sejarah untuk menciptakan salah satu warisan budaya Natal yang paling dicintai di dunia. Kita menyanyikan lagu ini sebagai perpaduan antara **kekuatan lirik Wesley yang puitis** dan **kemegahan melodi Mendelssohn yang abadi.**
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: Charles Wesley (1739)
Lirik asli lagu ini ditulis oleh **Charles Wesley**, seorang pengkhotbah dan penulis lagu rohani Inggris yang juga merupakan saudara pendiri Gereja Metodis, John Wesley.
* **Awal Mula:** Charles menulis lirik ini pada tahun 1739, tak lama setelah ia mengalami pengalaman religius yang mendalam. Judul aslinya bukan "Hark! The Herald Angels Sing," melainkan **"Hark! How All the Welkin Rings"** (*Welkin* adalah kata arkais untuk langit atau kubah surga).
* **Keinginan Wesley:** Charles Wesley menginginkan nada lagu yang tenang dan khidmat untuk liriknya. Ia sebenarnya meminta lagu ini dinyanyikan dengan tempo yang lambat dan penuh refleksi, bukan megah dan ceria seperti yang kita kenal sekarang.
* **Perubahan:** Lirik asli Wesley mengalami beberapa kali perubahan oleh rekan-rekannya (terutama George Whitefield yang mengubah baris pertama menjadi "Hark! The Herald Angels Sing") agar terasa lebih pas untuk perayaan Natal.
### 2. Komposer Musik: Felix Mendelssohn (1840)
Musik yang kita nyanyikan saat ini baru tercipta sekitar 100 tahun setelah liriknya ditulis. Musik ini berasal dari karya komposer Jerman, **Felix Mendelssohn**.
* **Tujuan Awal:** Pada tahun 1840, Mendelssohn menulis sebuah kantata berjudul ***Festgesang*** (*Festival Song*) untuk merayakan penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg.
* **Bukan untuk Natal:** Musik yang kini menjadi melodi lagu Natal tersebut sebenarnya dimaksudkan sebagai lagu sekuler untuk merayakan kemajuan teknologi percetakan. Mendelssohn secara tegas menyatakan dalam suratnya bahwa ia merasa melodi itu tidak cocok untuk lagu rohani yang bersifat religius.
### 3. "Pernikahan" yang Tidak Disengaja
Mendelssohn meninggal pada tahun 1847. Beberapa tahun kemudian, seorang musisi Inggris bernama **William H. Cummings** melakukan tugas "menjodohkan" lirik Wesley dengan musik Mendelssohn.
* **Penyatuan:** Pada tahun 1855, Cummings mengambil melodi dari *Festgesang* karya Mendelssohn dan menyesuaikannya dengan lirik "Hark! The Herald Angels Sing" milik Wesley.
* **Ironi:** Jika Mendelssohn masih hidup, ia mungkin akan keberatan dengan penggunaan musiknya untuk lagu ini. Ia pernah menulis, *"Untuk lagu-lagu Natal, saya tidak berpikir musik saya akan cocok. Musik itu harus memiliki karakter yang berbeda."* Namun, terlepas dari keberatan (hipotetis) sang komposer, kombinasi melodi yang megah dengan lirik teologis yang dalam ini justru menjadi mahakarya yang tak lekang oleh waktu.
### Mengapa Lagu Ini Begitu Istimewa?
Secara teologis, lirik karya Charles Wesley dianggap sangat berbobot. Tidak hanya bercerita tentang malaikat yang bernyanyi di padang Efrata, lirik ini menjelaskan esensi teologi Kristen tentang inkarnasi (Allah yang menjadi manusia).
Baris seperti:
> *"Veiled in flesh the Godhead see; hail the incarnate Deity!"*
> (Dalam daging Allah nyata, salam Sang Pencipta manusia!)
...menjadikan lagu ini bukan sekadar lagu Natal yang lucu atau ceria, melainkan sebuah pernyataan iman yang mendalam.
### Kesimpulan
Lagu "Hark! The Herald Angels Sing" adalah bukti indah bagaimana sebuah teks puitis dari abad ke-18 dan sebuah musik perayaan dari abad ke-19 digabungkan oleh tangan sejarah untuk menciptakan salah satu warisan budaya Natal yang paling dicintai di dunia. Kita menyanyikan lagu ini sebagai perpaduan antara **kekuatan lirik Wesley yang puitis** dan **kemegahan melodi Mendelssohn yang abadi.**
Cross Reference
KJ 99, MK 31 , KK 173, PS 457, KC 54
Gita Sorga Bergema
KC
Gita Sorga Bergema
KJ
Gita Surga Bergema
KK
Gita sorga bergema
MK
Gita surga bergema
PS
Sama Tema
Tritunggal, Yesus Kristus, Kelahiran
Palungan di Kandang
NP
Hai Betlehem Efrata
NP
Malam Kudus
NP
Di Waktu Malam yang Cerah
NP
Hai Malaikat dari Surga
NP
Noel, Noel
NP
Suara Malak nan Merdu
NP
Gembala Menjaga Dombanya
NP
Hari Natal Tuhanku
NP
Dengarkanlah Lonceng Natal
NP
Bintang di Timur
NP
Kami Tiga Orang Majus
NP
Hai Mari Berhimpun
NP
Di Neg'ri Raja Daud
NP
TakhtaMu Kautinggalkan
NP
Ada Lagu Merdu
NP
Hai Dunia, Bersukalah!
NP
Kabarkan dari Gunung
NP
B'rilah Hormat
NP