KPPK
Di Malam Sunyi Nan Cerah
It Came Upon The Midnight Clear
Informasi Lagu
105
Nomor
Kode
KPPK 105
Buku
Kidung Puji-Pujian Kristen
Metronom
0
Cross Ref.
PPK 53, NP 45, MK 40, KJ 96, KK 168
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Di malam sunyi nan cerah, pujian menggema,
malaikat turun mendekat, petik kecapi mas.
"Damai untuk manusia, dan berkat-nya dibri"
sluruh dunia tidur lelap, dengar malak puji.
Hai, engkau yang letih lesu, yang tanggung beban brat,
mendaki sudah jalanmu, langkahmu pun penat.
Lihatlah hari jadi trang bebanmu ringanlah.
Berhentilah ku sejenak, dengar brita suka.
Dunia kan slalu berubah, membuatku gundah,
namun hari yang mulia, pasti akan tiba.
Raja damai kan datanglah, menyambut umat-Nya.
Sluruh dunia akan penuh sejahtra penebus.
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"It Came upon the Midnight Clear"** (dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai **"Di Waktu Malam yang Cerah"**) adalah salah satu lagu Natal klasik yang memiliki kedalaman makna filosofis yang unik. Berbeda dengan banyak lagu Natal yang fokus pada sukacita bayi Yesus di palungan, lagu ini ditulis sebagai respons terhadap kondisi dunia yang penuh konflik.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu tersebut:
### 1. Penulis Lirik: Edmund Hamilton Sears (1849)
Edmund Sears adalah seorang pendeta Unitarian di Wayland, Massachusetts, Amerika Serikat. Ia menulis puisi ini pada tahun 1849. Latar belakang penulisan lagu ini sangat dipengaruhi oleh dua hal besar:
* **Kondisi Zaman:** Saat itu, Amerika sedang berada dalam ketegangan besar sebelum Perang Saudara. Selain itu, revolusi politik sedang terjadi di Eropa. Sears merasa dunia sedang diliputi oleh kebencian, peperangan, dan ketidakadilan.
* **Pesan Kedamaian:** Sears menulis puisi ini bukan untuk merayakan aspek komersial Natal, melainkan sebagai sebuah doa agar pesan malaikat—*"Damai di bumi, niat baik di antara manusia"*—benar-benar menjadi kenyataan di tengah dunia yang sedang "berdarah".
Dalam bait-baitnya, Sears secara tajam mengkritik umat manusia: *"Dunia yang penuh dosa dan lelah, mendengarkan nyanyian para malaikat."* Ia menggambarkan bahwa meskipun malaikat telah membawa kabar damai selama berabad-abad, manusia justru terus terjebak dalam peperangan dan keserakahan.
### 2. Komposer: Richard Storrs Willis (1850)
Satu tahun setelah puisi Sears diterbitkan, **Richard Storrs Willis**, seorang jurnalis musik dan komposer, menciptakan melodi yang kita kenal sekarang. Melodi ini diberi nama **"Carol"**.
Ada perbedaan tradisi dalam musik lagu ini:
* **Versi Amerika (Willis):** Melodi ciptaan Willis yang lembut, liris, dan agak melankolis menjadi versi standar di Amerika Serikat.
* **Versi Inggris:** Di Inggris, lagu ini sering dinyanyikan dengan melodi bernama **"Noel"** yang diambil dari koleksi Arthur Sullivan (komposer yang juga menulis "Onward, Christian Soldiers").
### 3. Makna yang Lebih Dalam
Keistimewaan dari "It Came upon the Midnight Clear" terletak pada pesan profetiknya:
* **Bukan sekadar nostalgia:** Lagu ini mengakui bahwa dunia ini "lelah" (*weary*). Sears ingin mengingatkan pendengarnya bahwa Natal bukan hanya tentang bayi di palungan, tetapi tentang **keadilan sosial dan perdamaian di bumi.**
* **Harapan di tengah kegelapan:** Bait terakhir lagu ini menawarkan harapan. Meskipun manusia terus mengacaukan dunia, lagu ini diakhiri dengan janji bahwa suatu hari nanti, kebenaran dan kedamaian akan menang, dan seluruh dunia akan menjawab nyanyian para malaikat tersebut.
### 4. Relevansi Sepanjang Masa
Lagu ini menjadi sangat ikonik karena pesannya yang tidak lekang oleh waktu. Ia pernah menjadi simbol harapan dalam masa-masa sulit, termasuk saat Perang Saudara Amerika dan perang-perang besar lainnya di abad ke-20.
Bagi banyak orang, "Di Waktu Malam yang Cerah" adalah pengingat bahwa saat kita merayakan Natal, kita juga dipanggil untuk menjadi pembawa damai di tengah dunia yang masih sering diwarnai oleh "suara-suara bising" peperangan dan kebencian.
**Ringkasnya:**
Lagu ini lahir dari keprihatinan seorang pendeta terhadap dunia yang kehilangan kedamaian, dan melalui melodi Richard Willis, ia diubah menjadi himne yang lembut namun tegas, yang mengajak kita untuk berhenti sejenak dari kesibukan dunia dan mendengarkan kembali "kabar damai" yang sudah dikumandangkan malaikat ribuan tahun lalu.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu tersebut:
### 1. Penulis Lirik: Edmund Hamilton Sears (1849)
Edmund Sears adalah seorang pendeta Unitarian di Wayland, Massachusetts, Amerika Serikat. Ia menulis puisi ini pada tahun 1849. Latar belakang penulisan lagu ini sangat dipengaruhi oleh dua hal besar:
* **Kondisi Zaman:** Saat itu, Amerika sedang berada dalam ketegangan besar sebelum Perang Saudara. Selain itu, revolusi politik sedang terjadi di Eropa. Sears merasa dunia sedang diliputi oleh kebencian, peperangan, dan ketidakadilan.
* **Pesan Kedamaian:** Sears menulis puisi ini bukan untuk merayakan aspek komersial Natal, melainkan sebagai sebuah doa agar pesan malaikat—*"Damai di bumi, niat baik di antara manusia"*—benar-benar menjadi kenyataan di tengah dunia yang sedang "berdarah".
Dalam bait-baitnya, Sears secara tajam mengkritik umat manusia: *"Dunia yang penuh dosa dan lelah, mendengarkan nyanyian para malaikat."* Ia menggambarkan bahwa meskipun malaikat telah membawa kabar damai selama berabad-abad, manusia justru terus terjebak dalam peperangan dan keserakahan.
### 2. Komposer: Richard Storrs Willis (1850)
Satu tahun setelah puisi Sears diterbitkan, **Richard Storrs Willis**, seorang jurnalis musik dan komposer, menciptakan melodi yang kita kenal sekarang. Melodi ini diberi nama **"Carol"**.
Ada perbedaan tradisi dalam musik lagu ini:
* **Versi Amerika (Willis):** Melodi ciptaan Willis yang lembut, liris, dan agak melankolis menjadi versi standar di Amerika Serikat.
* **Versi Inggris:** Di Inggris, lagu ini sering dinyanyikan dengan melodi bernama **"Noel"** yang diambil dari koleksi Arthur Sullivan (komposer yang juga menulis "Onward, Christian Soldiers").
### 3. Makna yang Lebih Dalam
Keistimewaan dari "It Came upon the Midnight Clear" terletak pada pesan profetiknya:
* **Bukan sekadar nostalgia:** Lagu ini mengakui bahwa dunia ini "lelah" (*weary*). Sears ingin mengingatkan pendengarnya bahwa Natal bukan hanya tentang bayi di palungan, tetapi tentang **keadilan sosial dan perdamaian di bumi.**
* **Harapan di tengah kegelapan:** Bait terakhir lagu ini menawarkan harapan. Meskipun manusia terus mengacaukan dunia, lagu ini diakhiri dengan janji bahwa suatu hari nanti, kebenaran dan kedamaian akan menang, dan seluruh dunia akan menjawab nyanyian para malaikat tersebut.
### 4. Relevansi Sepanjang Masa
Lagu ini menjadi sangat ikonik karena pesannya yang tidak lekang oleh waktu. Ia pernah menjadi simbol harapan dalam masa-masa sulit, termasuk saat Perang Saudara Amerika dan perang-perang besar lainnya di abad ke-20.
Bagi banyak orang, "Di Waktu Malam yang Cerah" adalah pengingat bahwa saat kita merayakan Natal, kita juga dipanggil untuk menjadi pembawa damai di tengah dunia yang masih sering diwarnai oleh "suara-suara bising" peperangan dan kebencian.
**Ringkasnya:**
Lagu ini lahir dari keprihatinan seorang pendeta terhadap dunia yang kehilangan kedamaian, dan melalui melodi Richard Willis, ia diubah menjadi himne yang lembut namun tegas, yang mengajak kita untuk berhenti sejenak dari kesibukan dunia dan mendengarkan kembali "kabar damai" yang sudah dikumandangkan malaikat ribuan tahun lalu.
Cross Reference
PPK 53, NP 45, MK 40, KJ 96, KK 168
Di Malam Sunyi Bergema
KJ
Di Malam Sunyi Bergema
KK
Di malam sunyi bergema
MK
Di Waktu Malam yang Cerah
NP
Pada Tengah Malam Terdengar Pujian
PPK
Sama Tema
Yesus Kristus - Kelahiran Yesus
O, Datang Imanuel
KPPK
Betapa Besar Girangnya
KPPK
Dunia Gemar dan Soraklah
KPPK
Kau Telah Tinggalkan Sorga Mulia
KPPK
Dengar Malaikat Nyanyi
KPPK
Dengar Malak Memuji
KPPK
Hai, Malaikat dari Sorga
KPPK
Hai Bangkitlah! Sambut Hari Mulia
KPPK
Di Dalam Palungan - I
KPPK
Di Dalam Palungan - II
KPPK
Tuhanku di Palungan
KPPK
Siapa yang di Palungan
KPPK
Siapakah Bayi yang Tertidur
KPPK
Bayi Kudus, Bayi Lembut
KPPK
Kota Kecil Betlehem
KPPK
Dahulu di Kota Daud
KPPK
Tidur Lelap Bethlehem
KPPK
Kami Majus dari Timur
KPPK
Lahirnya Seorang Raja
KPPK
Beritakanlah Di Gunung
KPPK
Berita Natal Yang Pertama
KPPK
Hai, Mari Berhimpun
KPPK
Mari Tuturkan Kisah Yesus
KPPK
Aku Tak Tahu
KPPK
Bunyi Bel
KPPK
O Malam Kudus
KPPK
Malam Kudus
KPPK
Imanuel
KPPK
Gembala Menjaga Dombanya
KPPK
Kasih Penebusan
KPPK
Nama Yang Terindah
KPPK
Yesus Mencariku
KPPK