NP
Kasihku T'rimalah, Tuhan
I Love Thee
Informasi Lagu
39
Nomor
Kode
NP 39
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
lagu rakyat Amerika
Pencipta Syair
tak dikenal
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Kasihku, kasihku trimalah Tuhan!
O Juru Slamatku, junjungan insan!
Kasihku tentu diketahui Tuhan,
Tapi harus nyata dengan perbuatan.
SertaMu, ya Yesus, hidupku senang;
DalamMu jiwaku girang dan tenang.
Laguku bersumber pada kasihMu,
RahmatMu mengilhamkan nyanyianku.
Tak ada bandingnya Juru Slamatku!
KasihNya mendorong aku selalu.
Menyanyi, memuji Sang Raja mulia;
Hidupku penuhlah dengan berkatNya.
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"I Love Thee"** (atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan judul **"Kasihku, T’rimalah Tuhan"**) adalah salah satu himne yang paling dicintai di dunia Kristen. Berbeda dengan banyak lagu gereja yang memiliki catatan sejarah yang jelas mengenai penciptanya, lagu ini memiliki asal-usul yang cukup misterius dan menarik.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Asal-Usul yang "Tidak Dikenal" (Anonim)
Lagu ini pertama kali muncul dalam sebuah buku himne berjudul *The Praise Hymnary* yang diterbitkan pada tahun **1858**. Dalam edisi tersebut, penulis liriknya tidak disebutkan namanya, melainkan hanya tertulis sebagai "Anonim".
Selama puluhan tahun, banyak orang mencoba melacak siapa penulis lirik yang begitu menyentuh ini. Akhirnya, penelitian sejarah musik menemukan bahwa penulisnya adalah **William Ralph Featherston** (1846–1873).
### 2. Sosok William Ralph Featherston
William Ralph Featherston adalah seorang pemuda yang berasal dari Montreal, Kanada. Kisah hidupnya sangat singkat namun sangat inspiratif:
* **Ditulis di Usia Remaja:** Featherston menulis puisi ini pada tahun **1864**, saat ia baru berusia **16 tahun**. Bayangkan seorang remaja yang mampu merangkai kata-kata sedalam itu tentang dedikasi kepada Tuhan.
* **Karya yang "Tersimpan":** Setelah menulisnya, Featherston mengirimkan puisi tersebut kepada bibinya yang tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat. Ia tidak pernah bermaksud untuk mempublikasikannya secara luas atau menjadikannya sebuah himne yang terkenal di seluruh dunia. Bagi Featherston, itu hanyalah ungkapan kasih pribadinya kepada Tuhan.
* **Kehidupan yang Singkat:** Featherston meninggal dunia pada usia yang sangat muda, yakni **27 tahun**. Ia tidak pernah tahu bahwa puisi yang ia tulis untuk bibinya di masa remaja akan menjadi salah satu lagu pemujaan paling populer di dunia.
### 3. Musik yang Menemukan Liriknya
Setelah puisi tersebut ditemukan di antara barang-barang milik bibinya, puisi itu akhirnya dipublikasikan. Namun, melodi yang kita kenal sekarang baru muncul belakangan.
Musik atau melodi yang sekarang digunakan untuk lagu "I Love Thee" disusun oleh **Adoniram Judson Gordon** pada tahun **1876**. Gordon adalah seorang pendeta, komposer, dan tokoh pendidikan asal Amerika Serikat. Ia merasa lirik Featherston sangat indah dan membutuhkan melodi yang pantas, sehingga ia menggubah irama yang tenang, kontemplatif, dan penuh penghayatan untuk melengkapi kata-kata tersebut.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Menyentuh?
Lirik lagu ini dianggap sebagai "pernyataan cinta" yang murni dari manusia kepada Sang Pencipta. Berikut adalah inti pesan dari liriknya:
* **Penerimaan:** Liriknya dimulai dengan pengakuan sederhana: *"I love Thee, I love Thee, I love Thee, my Lord..."* (Aku mengasihi-Mu, ya Tuhanku).
* **Pengakuan akan Penebusan:** Bait-bait selanjutnya menceritakan bahwa kasih ini muncul karena Tuhan telah terlebih dahulu mengasihi dan menebus manusia melalui pengorbanan di kayu salib.
* **Ketulusan:** Lagu ini tidak berfokus pada permintaan (doa minta berkat), melainkan murni tentang **hubungan relasi** dan **pengabdian**. Inilah yang membuatnya tetap relevan dan sering dinyanyikan dalam ibadah hingga hari ini.
### Kesimpulan
Kisah lagu "Kasihku, T’rimalah Tuhan" adalah pengingat bahwa karya besar tidak selalu lahir dari penulis profesional atau komposer ternama. Terkadang, karya yang paling menyentuh justru lahir dari hati seorang remaja berusia 16 tahun yang hanya ingin mencurahkan kasihnya kepada Tuhan, tanpa mengetahui bahwa kata-katanya akan menjadi berkat bagi jutaan orang di seluruh dunia, lintas generasi, hingga ratusan tahun kemudian.
Saat ini, lagu ini tercatat dalam berbagai buku himne gerejawi di seluruh dunia, termasuk dalam buku nyanyian gereja di Indonesia, sebagai kesaksian iman yang abadi.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Asal-Usul yang "Tidak Dikenal" (Anonim)
Lagu ini pertama kali muncul dalam sebuah buku himne berjudul *The Praise Hymnary* yang diterbitkan pada tahun **1858**. Dalam edisi tersebut, penulis liriknya tidak disebutkan namanya, melainkan hanya tertulis sebagai "Anonim".
Selama puluhan tahun, banyak orang mencoba melacak siapa penulis lirik yang begitu menyentuh ini. Akhirnya, penelitian sejarah musik menemukan bahwa penulisnya adalah **William Ralph Featherston** (1846–1873).
### 2. Sosok William Ralph Featherston
William Ralph Featherston adalah seorang pemuda yang berasal dari Montreal, Kanada. Kisah hidupnya sangat singkat namun sangat inspiratif:
* **Ditulis di Usia Remaja:** Featherston menulis puisi ini pada tahun **1864**, saat ia baru berusia **16 tahun**. Bayangkan seorang remaja yang mampu merangkai kata-kata sedalam itu tentang dedikasi kepada Tuhan.
* **Karya yang "Tersimpan":** Setelah menulisnya, Featherston mengirimkan puisi tersebut kepada bibinya yang tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat. Ia tidak pernah bermaksud untuk mempublikasikannya secara luas atau menjadikannya sebuah himne yang terkenal di seluruh dunia. Bagi Featherston, itu hanyalah ungkapan kasih pribadinya kepada Tuhan.
* **Kehidupan yang Singkat:** Featherston meninggal dunia pada usia yang sangat muda, yakni **27 tahun**. Ia tidak pernah tahu bahwa puisi yang ia tulis untuk bibinya di masa remaja akan menjadi salah satu lagu pemujaan paling populer di dunia.
### 3. Musik yang Menemukan Liriknya
Setelah puisi tersebut ditemukan di antara barang-barang milik bibinya, puisi itu akhirnya dipublikasikan. Namun, melodi yang kita kenal sekarang baru muncul belakangan.
Musik atau melodi yang sekarang digunakan untuk lagu "I Love Thee" disusun oleh **Adoniram Judson Gordon** pada tahun **1876**. Gordon adalah seorang pendeta, komposer, dan tokoh pendidikan asal Amerika Serikat. Ia merasa lirik Featherston sangat indah dan membutuhkan melodi yang pantas, sehingga ia menggubah irama yang tenang, kontemplatif, dan penuh penghayatan untuk melengkapi kata-kata tersebut.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Menyentuh?
Lirik lagu ini dianggap sebagai "pernyataan cinta" yang murni dari manusia kepada Sang Pencipta. Berikut adalah inti pesan dari liriknya:
* **Penerimaan:** Liriknya dimulai dengan pengakuan sederhana: *"I love Thee, I love Thee, I love Thee, my Lord..."* (Aku mengasihi-Mu, ya Tuhanku).
* **Pengakuan akan Penebusan:** Bait-bait selanjutnya menceritakan bahwa kasih ini muncul karena Tuhan telah terlebih dahulu mengasihi dan menebus manusia melalui pengorbanan di kayu salib.
* **Ketulusan:** Lagu ini tidak berfokus pada permintaan (doa minta berkat), melainkan murni tentang **hubungan relasi** dan **pengabdian**. Inilah yang membuatnya tetap relevan dan sering dinyanyikan dalam ibadah hingga hari ini.
### Kesimpulan
Kisah lagu "Kasihku, T’rimalah Tuhan" adalah pengingat bahwa karya besar tidak selalu lahir dari penulis profesional atau komposer ternama. Terkadang, karya yang paling menyentuh justru lahir dari hati seorang remaja berusia 16 tahun yang hanya ingin mencurahkan kasihnya kepada Tuhan, tanpa mengetahui bahwa kata-katanya akan menjadi berkat bagi jutaan orang di seluruh dunia, lintas generasi, hingga ratusan tahun kemudian.
Saat ini, lagu ini tercatat dalam berbagai buku himne gerejawi di seluruh dunia, termasuk dalam buku nyanyian gereja di Indonesia, sebagai kesaksian iman yang abadi.
Kemuliaan dan Hormat
NP
Pujilah Yesus yang Mulia
NP
Pujilah Yesus yang Mulia
NP
Pujilah Yesus yang Mulia
NP
Puji Yesus
NP
Ya Yesus, Bila Kukenang
NP
Sumber Hidupku, Ya Yesus
NP
Tuhanku Yesus
NP
Turunlah, Kasih Ilahi
NP
Tuhan Penebus Kupuja
NP
Dengarkan Nama Kucinta
NP
Puji NamaNya
NP
Mulia NamaMu, Tuhan!
NP
Puji Yesus Kristus
NP
Aku Ingin Menyanyikan
NP
Seribu Lidah Berpadu
NP
Hai Kristen, Pujilah
NP
Kasih Juru S'lamatku
NP
Ku Cinta PadaMu
NP
Ku Memuji Penebusku
NP