Informasi Lagu
29
Nomor
Kode
NP 29
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
John Zundel
Pencipta Syair
Charles Wesley
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Turunlah Kasih ilahi, dari surga yang baka; Tinggallah di hati kami untuk slama-lamanya. Yesus rahmatMu melimpah; Mulia kasih sayangMu. Brilah berkat dan anugrah dalam hati yang rindu.
O curahkan Roh kasihMu dalam hati yang duka; Brilah damai dalam kalbu bagai harta pusaka. Hapuskanlah nafsu dunia dan segala yang bebal; Iman kami kuatkanlah, Tuhan Yang Mahakekal.
Datanglah Yang Mahakuasa; Brikanlah anugrahMu. Sucikanlah jiwa raga; Wujudkanlah karyaMu, Hingga skalian hati kami, Sungguh kan disucikan, Sampai dalam surga nanti kami menyembah Tuhan. Amin.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 29
Sejarah Lagu
Lagu **"Love Divine, All Loves Excelling"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai **"Turunlah, Kasih Ilahi"**) adalah salah satu himne (lagu pujian) Kristen yang paling dicintai di dunia. Kisah di baliknya melibatkan dua tokoh besar: penulis liriknya, **Charles Wesley**, dan penata musiknya yang paling populer, **John Zundel**.

Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan dan penyebaran lagu ini:

### 1. Penulis Lirik: Charles Wesley (1747)
Charles Wesley, adik dari pendiri Metodisme, John Wesley, dikenal sebagai "penulis lagu pujian yang paling produktif dalam sejarah gereja." Ia menulis lirik lagu ini pada tahun **1747**.

* **Inspirasi:** Lirik ini terinspirasi dari keyakinan teologis Wesley tentang "Kesempurnaan Kristen" (*Christian Perfection*). Wesley percaya bahwa kasih Allah bukan sekadar emosi, melainkan kekuatan transformatif yang mampu mengubah natur manusia dari berdosa menjadi serupa dengan Kristus.
* **Konteks Zaman:** Saat itu, gerakan Metodisme sedang berkembang pesat di Inggris. Lagu ini ditulis untuk menyemangati jemaat agar mereka tidak hanya "mencari pengampunan," tetapi juga mengizinkan kasih Allah untuk tinggal dan memerintah sepenuhnya di dalam hati mereka.
* **Makna Lirik:** Bait pertama dimulai dengan kalimat yang sangat puitis, *"Love divine, all loves excelling, Joy of heaven, to earth come down"* (Kasih Ilahi, melebihi semua kasih, sukacita surga yang turun ke bumi). Wesley ingin menekankan bahwa kasih Allah adalah kasih yang paling tinggi, yang turun mencari manusia yang rusak.

### 2. Penata Musik: John Zundel (1870)
Meskipun liriknya ditulis pada abad ke-18, melodi yang paling terkenal yang kita nyanyikan saat ini (yang dikenal dengan nama nada **"Hyfrydol"** atau **"Beecher"**) datang jauh di kemudian hari.

* **Siapa John Zundel?** Ia adalah seorang imigran Jerman ke Amerika Serikat yang menjadi organis di gereja terkenal Plymouth Church di Brooklyn, New York. Ia adalah organis untuk pendeta ternama, Henry Ward Beecher.
* **Kisah "Beecher":** Zundel menulis melodi yang diberi nama "Beecher" khusus untuk lirik Charles Wesley ini pada tahun **1870**. Ia menciptakan melodi ini agar jemaat di Amerika lebih mudah menyanyikan lirik yang mendalam dari Wesley tersebut. Melodi ini sangat populer di Amerika pada masanya.
* **Popularitas Global (Hyfrydol):** Namun, di Inggris dan di banyak gereja di seluruh dunia, lagu ini justru lebih sering dinyanyikan dengan melodi bernama **"Hyfrydol"** yang diciptakan oleh komposer Welsh bernama **Rowland Prichard** (1830). Baik melodi Zundel maupun Prichard sama-sama agung, namun "Hyfrydol" menjadi standar global yang paling umum digunakan saat ini.

### 3. Mengapa Lagu Ini Begitu Penting?
Lagu ini bertahan melampaui zaman karena beberapa alasan:

* **Pernyataan Doa:** Lagu ini bukanlah sekadar pujian, melainkan sebuah doa permohonan. Bait terakhir lagu ini, *"Finish then Thy new creation, Pure and spotless let us be,"* adalah permohonan agar Allah menyelesaikan pekerjaan-Nya dalam diri manusia sampai mereka menjadi sempurna di hadapan Tuhan.
* **Teologi yang Mendalam:** Lagu ini merangkum perjalanan iman Kristen: dari menerima kasih Allah, mengalami transformasi batin, hingga harapan akan kemuliaan di akhir zaman.
* **Penggunaan Populer:** Lagu ini telah dinyanyikan dalam berbagai peristiwa besar, mulai dari pernikahan kerajaan (seperti pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton) hingga ibadah gereja rutin di seluruh dunia.

### Ringkasan
Secara singkat, **"Turunlah, Kasih Ilahi"** adalah hasil kolaborasi lintas zaman:
1. **Charles Wesley (1747):** Memberikan jiwa dan teologi melalui liriknya yang puitis dan mendalam.
2. **Rowland Prichard & John Zundel:** Memberikan "kendaraan" musik yang megah sehingga pesan tersebut bisa dinyanyikan oleh jemaat dari berbagai generasi hingga hari ini.

Lagu ini tetap menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa kasih Allah adalah "kasih yang melebihi segala kasih" yang sanggup masuk ke dalam setiap lubuk hati yang paling gelap sekalipun.