NP
Hai Umat Kristen, B'ritakan
Heralds of Christ
Informasi Lagu
197
Nomor
Kode
NP 197
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
George W. Warren
Pencipta Syair
Laura S. Copenhaver
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Hai umat Kristen, britakan segra
Warta kekal, amanat Sang Raja!
Kumandangkanlah pada tiap insan;
Ratakan jalan, sambutlah Tuhan!
Hutan belukar dan tanah gersang,
Bukit, lembah, dan padang membentang,
Tiap lekuk di sluruh buana
Ratakan bagi jalan Sang Raja!
Ya Allah, brilah iman yang teguh
Untuk menikmati tiap janjiMu:
Sungguh rindu menyambut Kau segra:
Kristus, Pembawa damai, Sang Raja! Amin.
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Hai Umat Kristen, B'ritakan"** (judul asli: *Heralds of Christ*) merupakan perpaduan antara dedikasi seorang penulis lirik yang visioner dan seorang komposer yang melayani dengan penuh rasa syukur.
Berikut adalah detail sejarah di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: Laura Scherer Copenhaver (1868–1940)
Laura S. Copenhaver adalah seorang wanita asal Virginia, Amerika Serikat, yang dikenal sebagai penulis, pendidik, dan tokoh gerejawi yang aktif dalam Gereja Lutheran. Ia adalah sosok yang sangat peduli dengan pendidikan dan misi gereja.
* **Latar Belakang Penulisan:** Lagu ini ditulis pada tahun **1923**. Pada saat itu, Copenhaver terlibat aktif dalam berbagai kegiatan penginjilan di gerejanya. Ia merasa perlu ada sebuah lagu yang mampu membangkitkan semangat jemaat untuk tidak hanya berdiam diri di dalam gereja, tetapi keluar untuk membawa pesan Injil ke seluruh dunia.
* **Tujuan:** Lirik ini diciptakan dengan semangat "pengutusan." Ia ingin menekankan bahwa orang Kristen adalah "pembawa berita" (herold) yang memiliki mandat untuk memberitakan kebenaran Kristus di tengah dunia yang sedang kacau atau membutuhkan pengharapan.
### 2. Komposer: George William Warren (1828–1902)
Meskipun lagu ini lahir pada tahun 1923, musiknya sebenarnya berasal dari melodi yang sudah ada sebelumnya. Melodi ini diciptakan oleh **George W. Warren**, seorang organis dan komposer Amerika yang sangat berbakat.
* **Asal-usul Melodi:** Melodi ini awalnya ditulis Warren untuk lagu pujian lain yang berjudul ***"National Hymn"*** (atau sering disebut *God of Our Fathers*), yang ditulis pada tahun 1892 untuk perayaan seratus tahun Konstitusi Amerika Serikat.
* **Karakter Musik:** Melodi karya Warren ini sangat megah, bersifat *triumphant* (kemenangan), dan memiliki dinamika yang kuat. Penggunaan alat musik tiup logam (seperti terompet) sering ditambahkan dalam aransemennya untuk memperkuat kesan "panggilan" atau "perintah" yang mendesak, sesuai dengan liriknya yang mengajak umat untuk bergerak.
### 3. Mengapa Keduanya Disatukan?
Setelah Laura Copenhaver menulis liriknya pada tahun 1923, gereja-gereja mencari irama yang kuat dan berwibawa untuk membawakan pesan pengutusan tersebut. Melodi *National Hymn* milik George Warren dianggap sangat pas karena memiliki rasa "militeristik yang kudus"—seperti bunyi terompet yang memanggil prajurit untuk maju ke medan laga.
Penggabungan lirik Copenhaver dengan melodi Warren ini kemudian menjadi standar dalam buku-buku nyanyian gereja (terutama di lingkungan Lutheran dan denominasi Protestan lainnya) sebagai lagu **"misi atau pengutusan."**
### 4. Makna Lirik yang Mendalam
Jika kita bedah liriknya, lagu ini bukan sekadar nyanyian pujian biasa, melainkan sebuah **instruksi praktis**:
* **Seruan untuk Bangkit:** Menekankan bahwa gereja bukan tempat persembunyian, melainkan markas pengutusan.
* **Pemberitaan Injil:** Mengajak umat untuk menjadi saksi atas kasih Kristus yang telah mengubah hidup mereka.
* **Kemenangan:** Nada musik yang megah mengingatkan jemaat bahwa meskipun tugas mengabarkan Injil itu berat, mereka melakukannya di bawah panji Kristus yang sudah menang.
### Kesimpulan
Lagu "Hai Umat Kristen, B'ritakan" adalah warisan dari era di mana gereja sangat bersemangat dalam gerakan misi dunia. Laura Copenhaver memberikan "jiwa" melalui lirik yang menggugah, sementara George Warren memberikan "suara" yang megah melalui komposisi musiknya. Hingga hari ini, lagu ini tetap menjadi salah satu himne yang paling kuat dinyanyikan saat kebaktian penutupan atau ibadah yang menekankan pada pelayanan dan penginjilan.
Di Indonesia, lagu ini sangat populer di gereja-gereja yang menggunakan Kidung Jemaat (KJ) dengan nomor **KJ 424**, yang sering dinyanyikan dengan semangat tinggi diiringi dentuman organ atau alat musik tiup.
Berikut adalah detail sejarah di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: Laura Scherer Copenhaver (1868–1940)
Laura S. Copenhaver adalah seorang wanita asal Virginia, Amerika Serikat, yang dikenal sebagai penulis, pendidik, dan tokoh gerejawi yang aktif dalam Gereja Lutheran. Ia adalah sosok yang sangat peduli dengan pendidikan dan misi gereja.
* **Latar Belakang Penulisan:** Lagu ini ditulis pada tahun **1923**. Pada saat itu, Copenhaver terlibat aktif dalam berbagai kegiatan penginjilan di gerejanya. Ia merasa perlu ada sebuah lagu yang mampu membangkitkan semangat jemaat untuk tidak hanya berdiam diri di dalam gereja, tetapi keluar untuk membawa pesan Injil ke seluruh dunia.
* **Tujuan:** Lirik ini diciptakan dengan semangat "pengutusan." Ia ingin menekankan bahwa orang Kristen adalah "pembawa berita" (herold) yang memiliki mandat untuk memberitakan kebenaran Kristus di tengah dunia yang sedang kacau atau membutuhkan pengharapan.
### 2. Komposer: George William Warren (1828–1902)
Meskipun lagu ini lahir pada tahun 1923, musiknya sebenarnya berasal dari melodi yang sudah ada sebelumnya. Melodi ini diciptakan oleh **George W. Warren**, seorang organis dan komposer Amerika yang sangat berbakat.
* **Asal-usul Melodi:** Melodi ini awalnya ditulis Warren untuk lagu pujian lain yang berjudul ***"National Hymn"*** (atau sering disebut *God of Our Fathers*), yang ditulis pada tahun 1892 untuk perayaan seratus tahun Konstitusi Amerika Serikat.
* **Karakter Musik:** Melodi karya Warren ini sangat megah, bersifat *triumphant* (kemenangan), dan memiliki dinamika yang kuat. Penggunaan alat musik tiup logam (seperti terompet) sering ditambahkan dalam aransemennya untuk memperkuat kesan "panggilan" atau "perintah" yang mendesak, sesuai dengan liriknya yang mengajak umat untuk bergerak.
### 3. Mengapa Keduanya Disatukan?
Setelah Laura Copenhaver menulis liriknya pada tahun 1923, gereja-gereja mencari irama yang kuat dan berwibawa untuk membawakan pesan pengutusan tersebut. Melodi *National Hymn* milik George Warren dianggap sangat pas karena memiliki rasa "militeristik yang kudus"—seperti bunyi terompet yang memanggil prajurit untuk maju ke medan laga.
Penggabungan lirik Copenhaver dengan melodi Warren ini kemudian menjadi standar dalam buku-buku nyanyian gereja (terutama di lingkungan Lutheran dan denominasi Protestan lainnya) sebagai lagu **"misi atau pengutusan."**
### 4. Makna Lirik yang Mendalam
Jika kita bedah liriknya, lagu ini bukan sekadar nyanyian pujian biasa, melainkan sebuah **instruksi praktis**:
* **Seruan untuk Bangkit:** Menekankan bahwa gereja bukan tempat persembunyian, melainkan markas pengutusan.
* **Pemberitaan Injil:** Mengajak umat untuk menjadi saksi atas kasih Kristus yang telah mengubah hidup mereka.
* **Kemenangan:** Nada musik yang megah mengingatkan jemaat bahwa meskipun tugas mengabarkan Injil itu berat, mereka melakukannya di bawah panji Kristus yang sudah menang.
### Kesimpulan
Lagu "Hai Umat Kristen, B'ritakan" adalah warisan dari era di mana gereja sangat bersemangat dalam gerakan misi dunia. Laura Copenhaver memberikan "jiwa" melalui lirik yang menggugah, sementara George Warren memberikan "suara" yang megah melalui komposisi musiknya. Hingga hari ini, lagu ini tetap menjadi salah satu himne yang paling kuat dinyanyikan saat kebaktian penutupan atau ibadah yang menekankan pada pelayanan dan penginjilan.
Di Indonesia, lagu ini sangat populer di gereja-gereja yang menggunakan Kidung Jemaat (KJ) dengan nomor **KJ 424**, yang sering dinyanyikan dengan semangat tinggi diiringi dentuman organ atau alat musik tiup.
Sama Tema
Umat Allah, Pengabaran Injil
Sembilanpuluh Sembilan
NP
Tolonglah yang Sesat
NP
Nyalakan Suluh RahmatNya
NP
Jadikan Aku Pancaran Berkat
NP
Yesus Menjadi Sang Raja
NP
Nyatakan Yesus DalamMu
NP
Sion, Cepat
NP
Dari Kutub ke Kutub
NP
Ku Suka Mengabarkan
NP
Dari Tempat Kesibukan
NP
C'ritakan Kisah Lama
NP
Intan dan Permata
NP
Marilah Kabarkan Injil
NP