Informasi Lagu
191
Nomor
Kode
NP 191
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
William H. Doane
Pencipta Syair
Fanny J. Crosby
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Tolonglah yang sesat, Yang kan binasa; Bimbing mereka melawan dosa; Angkatlah yang rebah, Yang putus asa; O britakan Juru Slamat kita Tolonglah yang sesat, Yang kan binasa; Yesus penuh rahmat dan sentosa.
Yesus menantikan yang mau bertobat Dan meninggalkan kejahatannya; O kabarkanlah trus undangan slamat: Tuhan mengampuni yang percaya.
Budi yang tlah hancur karna godaan Dapat dibangkitkan oleh kasih; Tunjukkan kasihmu dan kebajikan, Agar budinya tergugah lagi.
Tolonglah yang sesat, itu tugasmu; Kau dikuatkan, dibri kuasa; Britakanlah segra kabar yang indah: Juru Slamat mati bagi dunia.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 191
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Tolonglah yang Sesat"** (judul asli: *Rescue the Perishing*) adalah salah satu cerita yang paling menyentuh dalam sejarah musik rohani Kristen. Lagu ini lahir dari perpaduan empati yang mendalam dan visi yang tajam dari dua tokoh besar: **Fanny J. Crosby** (penulis lirik) dan **William H. Doane** (komposer musik).

Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu tersebut:

### 1. Latar Belakang: Misi di Daerah Kumuh
Pada tahun 1869, Fanny J. Crosby, yang meskipun buta sejak masa bayi, sangat aktif melakukan pelayanan di daerah-daerah kumuh di New York City. Ia sering mengunjungi tempat-tempat di mana orang-orang yang terpinggirkan, pecandu alkohol, dan mereka yang hidup dalam kemiskinan berkumpul.

Suatu hari, setelah berbicara di sebuah misi di lingkungan yang sangat keras, Fanny merasa tergerak oleh sebuah kejadian spesifik. Setelah ia selesai menyampaikan pesan, seorang pemuda berusia sekitar 18 tahun mendekatinya. Wajah pemuda itu menunjukkan keputusasaan yang mendalam. Ia berkata kepada Fanny bahwa ia tidak memiliki harapan lagi dalam hidupnya dan merasa sudah terlambat baginya untuk diselamatkan.

### 2. Inspirasi yang Spontan
Mendengar keputusasaan pemuda itu, Fanny merasa Tuhan memberikan beban untuk menjangkaunya. Ia memberikan kata-kata penghiburan dan nasihat rohani kepada pemuda tersebut.

Malam itu, setelah pulang ke rumah, Fanny masih terus memikirkan pemuda tersebut dan banyak jiwa lain yang hidup dalam kondisi yang serupa. Ia merasakan dorongan emosional yang kuat untuk menulis sesuatu yang bisa menjadi "seruan" bagi orang-orang Kristen untuk tidak tinggal diam melihat mereka yang "binasa" (tersesat).

Fanny kemudian menulis lirik lagu tersebut dengan sangat cepat. Ia menulisnya seolah-olah ia sedang memanggil orang-orang percaya untuk keluar dan menjangkau mereka yang tersesat, lemah, dan putus asa.

### 3. Kolaborasi dengan William H. Doane
Keesokan harinya, Fanny bertemu dengan **William H. Doane**, seorang komposer musik gereja yang sering bekerja sama dengannya. Fanny menyerahkan lirik tersebut kepada Doane.

Dikisahkan bahwa ketika Doane membaca kata-kata yang ditulis Fanny, ia langsung merasakan kekuatan dan urgensi dari pesan tersebut. Doane kemudian duduk di depan organnya dan dalam waktu singkat, ia menciptakan melodi yang kita kenal sekarang—sebuah melodi yang terdengar seperti panggilan yang mendesak namun penuh belas kasihan.

### 4. Makna Lagu
Lirik lagu ini mencerminkan teologi praktis Fanny Crosby:
* **"Tolonglah yang sesat, angkatlah yang jatuh"**: Mengajak orang Kristen untuk aktif, bukan pasif.
* **"Kasihanilah yang berdosa"**: Mengajak untuk tidak menghakimi, melainkan mengasihi.
* **"Tuhan akan memberi kekuatan"**: Menekankan bahwa pelayanan penyelamatan bukanlah kekuatan manusia, melainkan kekuatan Tuhan.

### 5. Dampak yang Luar Biasa
Lagu ini menjadi salah satu "himne misi" paling populer di seluruh dunia. Selama bertahun-tahun, lagu ini dinyanyikan di banyak kebaktian kebangunan rohani.

Salah satu kisah paling terkenal tentang dampak lagu ini terjadi di sebuah pertemuan besar yang dipimpin oleh penginjil terkenal, **Dwight L. Moody**. Ketika lagu ini dinyanyikan, ribuan orang tergerak hatinya untuk melayani masyarakat miskin. Lagu ini bahkan dikatakan menjadi lagu yang sering dinyanyikan oleh para pekerja misi di seluruh dunia ketika mereka pergi ke daerah-daerah terpencil atau kumuh untuk berbagi kasih Tuhan.

### Kesimpulan
Lagu "Tolonglah yang Sesat" bukan sekadar lagu pujian biasa; ia adalah **manifesto pelayanan sosial.** Fanny J. Crosby menunjukkan bahwa meskipun ia tidak bisa melihat dunia fisik, ia memiliki visi rohani yang sangat jelas tentang kondisi manusia yang membutuhkan pertolongan. Hingga hari ini, lagu ini tetap menjadi pengingat bagi gereja dan orang percaya untuk terus bergerak menjangkau mereka yang tersesat, lemah, dan terbuang.