Informasi Lagu
182
Nomor
Kode
NKB 182
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Pencipta Lagu
Robert Schumann
Pencipta Syair
Washington Gladden
Penerjemah
Tim Nyanyian GKI
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
‘Ku rindu mengiringiMu, ya Tuhan, dalam hidupku; Nyatakan maksud hikmatMu, agar ‘ku taat padaMu.
Segarkan hati yang lesu dengan kasihMu yang teguh. Arahkan tiap langkahku dan pimpinlah ke rumahMu.
Tabahkan hatiku tetap, berpaut padaMu erat. Setiap saat dan kerja, kiranya iman alasnya.
Dengan harapan yang cerah, bagaikan fajar merekah, di dalam damai yang penuh, ‘ku rindu hidup sertaMu.
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — NKB 182 1
Slide 2 — NKB 182 2
Slide 3 — NKB 182 3
Slide 4 — NKB 182 4
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 182
Sejarah Lagu
Lagu **"O Master, Let Me Walk with Thee"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan menjadi **"Ku Rindu Mengiring-Mu"**) sebenarnya adalah hasil kolaborasi antara **Washington Gladden** (penulis lirik) dan **H. Percy Smith** (komposer musiknya, bukan Robert Schumann).

Berikut adalah kisah detail di balik lagu rohani yang sangat menyentuh ini:

### 1. Penulis Lirik: Washington Gladden (1836–1918)
Washington Gladden adalah seorang pendeta Kongregasional di Amerika Serikat yang dikenal sebagai pelopor "Social Gospel" (Injil Sosial). Ia bukan sekadar pemikir teologis, tetapi juga seorang aktivis yang percaya bahwa ajaran Kristen harus diterapkan dalam perbaikan kondisi sosial, hak buruh, dan keadilan ekonomi.

**Konteks Penulisan:**
Lirik lagu ini ditulis pada tahun **1879**. Menariknya, Gladden tidak menulis puisi ini untuk diterbitkan dalam buku pujian gereja. Ia menulisnya untuk dirinya sendiri sebagai ekspresi kerohanian pribadi yang mendalam.

Pada masa itu, Gladden sedang bergumul dengan beban berat pelayanannya. Sebagai seorang pendeta yang vokal terhadap isu sosial, ia sering menghadapi tantangan, kritik, dan kelelahan mental. Ia merasa perlu untuk kembali ke inti hubungannya dengan Tuhan—bukan sebagai seorang aktivis yang sibuk, melainkan sebagai murid yang berjalan bersama Sang Guru.

### 2. Makna Lirik: Mencari Keteduhan dalam Kesibukan
Lirik lagu ini mencerminkan kerinduan akan keintiman dengan Yesus di tengah hiruk-pikuk kehidupan. Baris-baris dalam lagu ini sangat personal:

* *"O Master, let me walk with Thee, in lowly paths of service free"* (O Tuhanku, biarlah aku berjalan bersama-Mu, di jalan pelayanan yang rendah hati).
* Ia mengakui kelemahannya: *"In vain is holiest word or prayer, unless Thy grace be hidden there"* (Sia-sialah doa dan kata-kata suci, jika anugerah-Mu tidak tersembunyi di dalamnya).

Ini adalah pengakuan jujur bahwa pelayanan tanpa hubungan pribadi dengan Kristus hanyalah kepenatan belaka. Gladden ingin menemukan "irama" Tuhan di tengah kebisingan dunia.

### 3. Komposisi Musik: H. Percy Smith
Musik yang paling populer untuk lirik ini dinamakan **"Maryton"**, yang dikomposisi oleh **H. Percy Smith** pada tahun 1874.

Mengapa sering tertukar dengan Robert Schumann?
Ada kemungkinan terjadi kerancuan karena gaya komposisi musik gerejawi abad ke-19 sering kali memiliki nuansa harmoni yang mirip dengan gaya romantis Jerman yang dipopulerkan oleh komposer seperti Robert Schumann atau Felix Mendelssohn. Namun, secara historis, nada "Maryton" dibuat khusus oleh Smith untuk lirik ini, dan bukan karya dari Schumann.

### 4. Mengapa Lagu Ini Menjadi Legendaris?
Lagu ini bertahan melintasi zaman karena kejujurannya yang universal. Banyak orang Kristen di seluruh dunia merasa lelah dengan beban pekerjaan, tekanan hidup, dan kesibukan.

* **Pesan Inti:** Lagu ini mengajarkan bahwa menjadi "pengikut" (murid) bukan berarti melakukan hal-hal besar saja, melainkan cara kita berjalan: dengan kasih, kesabaran, dan ketenangan yang bersumber dari persekutuan dengan Sang Guru.
* **Penerapan:** Lagu ini sering dinyanyikan saat kebaktian komuni atau saat orang-orang sedang mencari penguatan di tengah masa-masa sulit (seperti masa pandemi atau krisis kehidupan).

### Kesimpulan
Ketika Anda menyanyikan "Ku Rindu Mengiring-Mu", ingatlah bahwa Anda sedang menyanyikan doa seorang pendeta yang sibuk dan lelah, yang menyadari bahwa **kunci dari pelayanan yang tahan lama bukanlah seberapa keras kita bekerja, melainkan seberapa erat kita berjalan bersama Sang Guru.**

Ia tidak meminta kesuksesan; ia hanya meminta agar Tuhan membimbing langkahnya agar ia tidak tersesat di tengah jalannya sendiri.