Informasi Lagu
178
Nomor
Kode
NKB 178
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Pencipta Lagu
John R. Sweney
Pencipta Syair
Fanny J. Crosby
Penerjemah
Tim Nyanyian GKI
Cross Ref.
BLP 191
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Ambil dunia, b’riku Yesus, yang setia janjiNya; dan kasihNya pun abadi, tak berubah s’lamanya. O betapa luhur, mulia, luas, lebar kasihNya! Sungguh purna tebusanNya memberi hidup baka!
Ambil dunia, b’riku Yesus, yang menghibur jiwaku, ‘ku tetap ‘kan memujiNya walau badai menyerbu. O betapa luhur, mulia, luas, lebar kasihNya! Sungguh purna tebusanNya memberi hidup baka!
Ambil dunia, b’riku Yesus, ‘ku dambakan senyumNya. Di sepanjang kembaraku, ‘ku dipimpin terangNya. O betapa luhur, mulia, luas, lebar kasihNya! Sungguh purna tebusanNya memberi hidup baka!
Ambil dunia, b’riku Yesus, ‘ku pegang ‘trus salibNya. Sampai nanti makin nyata ‘ku melihat wajahNya. O betapa luhur, mulia, luas, lebar kasihNya! Sungguh purna tebusanNya memberi hidup baka!
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — NKB 178 1
Slide 2 — NKB 178 2
Slide 3 — NKB 178 3
Slide 4 — NKB 178 4
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 178
Sejarah Lagu
Lagu **"Take the World, but Give Me Jesus"** (Ambil Dunia, B'riku Yesus) adalah salah satu himne yang paling menyentuh dan mendalam secara spiritual dalam tradisi Kristen. Kisah di baliknya bukan sekadar tentang penulisan lirik, melainkan tentang perjalanan iman seorang wanita yang hidup dalam kegelapan fisik namun memiliki penglihatan rohani yang luar biasa.

Berikut adalah detail kisah dibalik lagu tersebut:

### 1. Sosok Penulis: Fanny J. Crosby
Fanny J. Crosby (1820–1915) adalah penulis lirik himne paling produktif dalam sejarah Amerika. Ia menjadi buta saat berusia enam minggu karena kesalahan penanganan medis (infeksi mata yang diobati dengan kompres panas yang salah). Meski hidup dalam kebutaan selama hampir 95 tahun, Fanny tidak pernah merasa pahit hati. Ia justru menyebut kebutaannya sebagai "anugerah Tuhan" yang memungkinkannya untuk lebih fokus pada hal-hal surgawi.

### 2. Latar Belakang Penulisan (Tahun 1879)
Lagu ini ditulis pada tahun 1879. Saat itu, Fanny Crosby sudah menjadi penulis lirik yang sangat terkenal. Melodi lagu ini diciptakan oleh seorang komposer terkenal pada masa itu, **John R. Sweney**.

Konon, inspirasi lirik ini muncul dari kerendahan hati Fanny yang luar biasa. Pada masa hidupnya, Fanny Crosby sebenarnya bisa menjadi wanita yang sangat kaya karena royalti dari ribuan lagu yang ia tulis. Namun, ia memilih untuk hidup sederhana. Ia sering menyumbangkan sebagian besar penghasilannya untuk membantu orang miskin dan misi sosial.

### 3. Makna di Balik Liriknya
Judul dan lirik lagu ini merupakan pernyataan sikap Fanny terhadap dunia.

* **"Take the World, but Give Me Jesus"**: Ini bukan sekadar rangkaian kata puitis, melainkan sebuah pernyataan komitmen radikal. Fanny menyadari bahwa harta, popularitas, dan kesuksesan duniawi hanyalah sementara dan tidak akan memberikan kedamaian yang sejati.
* **"In His Cross My Trust Shall Be"**: Bagian ini merujuk pada keyakinan Fanny bahwa keselamatan dan harga dirinya hanya ditemukan dalam pengorbanan Yesus di kayu salib, bukan pada prestasinya sendiri.
* **"Till the River’s Last Adieu"**: Kalimat ini melambangkan kematian (akhir dari perjalanan hidup). Fanny mengungkapkan bahwa bahkan sampai napas terakhirnya di dunia, satu-satunya harta yang ia inginkan adalah kehadiran Yesus.

### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Keajaiban lagu ini terletak pada **kontrasnya**:
* Ditulis oleh seseorang yang **tidak bisa melihat dunia**, namun ia meminta orang lain untuk "mengambil dunia itu" (seolah ia tahu dunia itu fana).
* Ia tidak memiliki harta duniawi secara fisik, namun ia merasa memiliki "seluruh dunia" karena ia memiliki Kristus.

Fanny Crosby sering mengatakan, *"Jika saya bisa meminta satu hal kepada Tuhan saat saya lahir nanti, saya akan meminta untuk dilahirkan buta, agar orang pertama yang saya lihat di surga adalah wajah Yesus."* Semangat inilah yang tertuang dalam setiap bait lagu *Ambil Dunia, B'riku Yesus*.

### 5. Warisan
Lagu ini menjadi lagu penghiburan bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang sedang berduka atau merasa kehilangan harta benda. Melalui lagu ini, Fanny Crosby mengajarkan bahwa ketika seseorang melepaskan "dunia" (keinginan diri, ambisi, harta), maka ia akan menemukan ruang yang cukup untuk menerima Yesus secara penuh.

Saat ini, lagu tersebut tetap menjadi salah satu *hymn* yang paling sering dinyanyikan di gereja-gereja di seluruh dunia karena kesederhanaan pesannya: **Bahwa di tengah segala gejolak dunia, kehadiran Yesus adalah satu-satunya kebutuhan yang mutlak.**

***

**Lirik Utama (Bahasa Indonesia):**
*Ambil dunia, b'riku Yesus,*
*Tiap langkahku dipimpin-Nya;*
*Dunia ini 'kan berlalu,*
*Yesus harta selamanya.*
*O, betapa mulianya,*
*Yesus harta selamanya.*