KPJ
Yen Nunggil Lan Gusti
I Need Thee Every Hour
Informasi Lagu
144
Nomor
Do=F
Nada Dasar
Kode
KPJ 144
Buku
Kidung Pasamuwan Jawi
Nada Dasar
Do=F
Ketukan
3/4 ketuk
Metronom
95
Jumlah Bait
5 bait
Style
ChristmasWaltz
Pencipta Lagu
Robert Lowry (1872)
Pencipta Syair
Annie Sherwood Hawks (1872)
Cross Ref.
KJ 457, KK 684, NP 285, KPPK 321, PPK 157 , NKI 96, KC 299
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
5 bait
Yen nunggil lan Gusti rinten dalu
manah langkung tentrem arahayu.
Reff
Kula angantos Gusti siyang klayan ratri
kanthi pitados Gusti, Gusti mberkahi.
Yen nunggil lan Gusti jro ginodha,
kula saged unggul maring dosa
Yen nunggil lan Gusti siyang-ratri,
birat najis kula temah suci.
Yen nunggil lan Gusti, kasisahan
mantun kagentosan kabingahan.
Yen nunggil lan Gusti saged ngertos,
kang dados karsanya ing sayektos.
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu rohani klasik **"I Need Thee Every Hour"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan menjadi **"Ku Perlu Bapa"** atau **"Yen Nunggil Lan Gusti"** dalam bahasa Jawa) adalah salah satu lagu yang paling dicintai di dunia. Kisah di baliknya sangat menyentuh karena lagu ini lahir bukan dari masa kejayaan, melainkan dari **rutinitas harian yang sibuk dan rasa ketergantungan yang mendalam kepada Tuhan.**
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaannya:
### 1. Penulis Lirik: Annie Sherwood Hawks (1835–1918)
Pada tahun 1872, Annie Sherwood Hawks adalah seorang ibu rumah tangga berusia 37 tahun yang tinggal di Brooklyn, New York. Ia adalah anggota aktif di Gereja Baptis Hanson Place.
Kisah penciptaannya terjadi pada suatu pagi yang cerah di bulan Juni. Saat itu, Annie sedang melakukan tugas-tugas rumah tangganya yang rutin. Di tengah kesibukan mengurus rumah, ia tiba-tiba merasakan kehadiran Tuhan yang begitu nyata dan manis. Ia merenungkan betapa ia membutuhkan Tuhan dalam setiap detiknya—bukan hanya saat dalam masalah besar, tetapi juga saat melakukan hal-hal duniawi yang paling sederhana sekalipun.
Annie kemudian menuliskan perasaan itu di atas kertas. Ia menulis bait-bait yang dimulai dengan *"I need Thee every hour, most gracious Lord"* (Aku perlu Engkau setiap jam, ya Tuhan yang pengasih). Ia menuliskan puisi itu sebagai ekspresi pengabdian pribadinya tanpa niat untuk menerbitkannya.
### 2. Komposer: Robert Lowry (1826–1899)
Annie Hawks memberikan puisi tersebut kepada pendetanya, **Robert Lowry**, yang juga merupakan seorang komposer lagu rohani yang sangat berbakat. Lowry sangat tersentuh dengan kejujuran dan kedalaman lirik tersebut.
Lowry kemudian menambahkan melodi dan sebuah bagian *refrain* (chorus) yang sangat ikonik:
*"I need Thee, O I need Thee; / Every hour I need Thee; / O bless me now, my Savior, / I come to Thee."*
Lagu ini pertama kali diperkenalkan dalam sebuah konvensi sekolah minggu di Cincinnati, Ohio, pada tahun 1872. Lagu ini langsung populer karena liriknya yang sangat relevan bagi banyak orang.
### 3. Makna yang Lebih Dalam
Ada sebuah ironi indah dalam sejarah lagu ini. Saat Annie Hawks menulis lirik tersebut, hidupnya sedang baik-baik saja dan ia tidak dalam keadaan susah atau berduka. Namun, bertahun-tahun kemudian, ia mengungkapkan:
> *"Aku tidak mengerti saat menulisnya mengapa lagu ini menjadi sangat populer. Namun, bertahun-tahun kemudian, ketika kesedihan besar datang menimpa hidupku—ketika suamiku meninggal dunia—barulah aku mengerti arti sebenarnya dari lagu yang kutulis sendiri. Lagu itu bukan untuk saat-saat cerah, tetapi untuk masa-masa kelam di mana kita benar-benar harus bersandar pada kekuatan Tuhan."*
### 4. Mengapa Lagu ini Begitu Berkesan?
* **Kesederhanaan:** Lagu ini menangkap esensi dari iman Kristen, yaitu ketergantungan total kepada Tuhan (*total dependence*).
* **Universalitas:** Liriknya menyentuh setiap orang, mulai dari orang sibuk yang stres dengan pekerjaannya, hingga mereka yang sedang berduka karena kehilangan orang yang dicintai.
* **Pengakuan Diri:** Lagu ini mengakui bahwa manusia tidak mampu berjalan sendiri dan selalu membutuhkan tuntunan Tuhan setiap saat (setiap jam).
### Versi Bahasa Jawa: "Yen Nunggil Lan Gusti"
Dalam tradisi gereja di Indonesia, khususnya di lingkungan gereja-gereja di Jawa, lagu ini diterjemahkan menjadi **"Yen Nunggil Lan Gusti"**. Terjemahan ini tetap mempertahankan esensi dari lirik aslinya yang menekankan pentingnya kehadiran Tuhan dalam setiap langkah hidup, serta kerinduan untuk selalu dekat dengan-Nya ("*saben jam Gusti*").
Lagu ini tetap menjadi pengingat yang kuat hingga hari ini bahwa di tengah dunia yang bergerak sangat cepat, kebutuhan paling mendasar manusia bukanlah materi atau prestasi, melainkan kehadiran Tuhan yang konstan setiap jamnya.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaannya:
### 1. Penulis Lirik: Annie Sherwood Hawks (1835–1918)
Pada tahun 1872, Annie Sherwood Hawks adalah seorang ibu rumah tangga berusia 37 tahun yang tinggal di Brooklyn, New York. Ia adalah anggota aktif di Gereja Baptis Hanson Place.
Kisah penciptaannya terjadi pada suatu pagi yang cerah di bulan Juni. Saat itu, Annie sedang melakukan tugas-tugas rumah tangganya yang rutin. Di tengah kesibukan mengurus rumah, ia tiba-tiba merasakan kehadiran Tuhan yang begitu nyata dan manis. Ia merenungkan betapa ia membutuhkan Tuhan dalam setiap detiknya—bukan hanya saat dalam masalah besar, tetapi juga saat melakukan hal-hal duniawi yang paling sederhana sekalipun.
Annie kemudian menuliskan perasaan itu di atas kertas. Ia menulis bait-bait yang dimulai dengan *"I need Thee every hour, most gracious Lord"* (Aku perlu Engkau setiap jam, ya Tuhan yang pengasih). Ia menuliskan puisi itu sebagai ekspresi pengabdian pribadinya tanpa niat untuk menerbitkannya.
### 2. Komposer: Robert Lowry (1826–1899)
Annie Hawks memberikan puisi tersebut kepada pendetanya, **Robert Lowry**, yang juga merupakan seorang komposer lagu rohani yang sangat berbakat. Lowry sangat tersentuh dengan kejujuran dan kedalaman lirik tersebut.
Lowry kemudian menambahkan melodi dan sebuah bagian *refrain* (chorus) yang sangat ikonik:
*"I need Thee, O I need Thee; / Every hour I need Thee; / O bless me now, my Savior, / I come to Thee."*
Lagu ini pertama kali diperkenalkan dalam sebuah konvensi sekolah minggu di Cincinnati, Ohio, pada tahun 1872. Lagu ini langsung populer karena liriknya yang sangat relevan bagi banyak orang.
### 3. Makna yang Lebih Dalam
Ada sebuah ironi indah dalam sejarah lagu ini. Saat Annie Hawks menulis lirik tersebut, hidupnya sedang baik-baik saja dan ia tidak dalam keadaan susah atau berduka. Namun, bertahun-tahun kemudian, ia mengungkapkan:
> *"Aku tidak mengerti saat menulisnya mengapa lagu ini menjadi sangat populer. Namun, bertahun-tahun kemudian, ketika kesedihan besar datang menimpa hidupku—ketika suamiku meninggal dunia—barulah aku mengerti arti sebenarnya dari lagu yang kutulis sendiri. Lagu itu bukan untuk saat-saat cerah, tetapi untuk masa-masa kelam di mana kita benar-benar harus bersandar pada kekuatan Tuhan."*
### 4. Mengapa Lagu ini Begitu Berkesan?
* **Kesederhanaan:** Lagu ini menangkap esensi dari iman Kristen, yaitu ketergantungan total kepada Tuhan (*total dependence*).
* **Universalitas:** Liriknya menyentuh setiap orang, mulai dari orang sibuk yang stres dengan pekerjaannya, hingga mereka yang sedang berduka karena kehilangan orang yang dicintai.
* **Pengakuan Diri:** Lagu ini mengakui bahwa manusia tidak mampu berjalan sendiri dan selalu membutuhkan tuntunan Tuhan setiap saat (setiap jam).
### Versi Bahasa Jawa: "Yen Nunggil Lan Gusti"
Dalam tradisi gereja di Indonesia, khususnya di lingkungan gereja-gereja di Jawa, lagu ini diterjemahkan menjadi **"Yen Nunggil Lan Gusti"**. Terjemahan ini tetap mempertahankan esensi dari lirik aslinya yang menekankan pentingnya kehadiran Tuhan dalam setiap langkah hidup, serta kerinduan untuk selalu dekat dengan-Nya ("*saben jam Gusti*").
Lagu ini tetap menjadi pengingat yang kuat hingga hari ini bahwa di tengah dunia yang bergerak sangat cepat, kebutuhan paling mendasar manusia bukanlah materi atau prestasi, melainkan kehadiran Tuhan yang konstan setiap jamnya.
Cross Reference
KJ 457, KK 684, NP 285, KPPK 321, PPK 157 , NKI 96, KC 299
Ya Tuhan, Tiap Jam
KC
Ya Tuhan, Tiap Jam
KJ
Ya Tuhan, Tiap Jam
KK
Tuhan Aku Perlu, Setiap Waktu
KPPK
Aku Memerlukan Dikau Ya, Tuhan
NKI
Tuhan Harapanku
NP
Tuhan Harapanku
PPK
Sama Tema
Kidung Pangakening Pitados
Aku Duwe Pamarta
KPJ
Allah Ingkang Masuci
KPJ
Allah Kang Dados Pepadhang
KPJ
Allah Yeku Pangen Kula
KPJ
Allah Yeku Pangen Satuhu
KPJ
Allahe Para Pracaya
KPJ
Amarema
KPJ
Amung Kumandel Iku
KPJ
Amung Wonten Ing Sariraning Gusti Yesus
KPJ
Gesang Kebak Kekeran
KPJ
Gusti Pangayom Kang Setya
KPJ
Gusti Pangungsen Kula
KPJ
Gusti Yesus Pamarta
KPJ
Gusti Yesus Pangen Kula
KPJ
Gusti Yesus Sang Pamarta
KPJ
Gusti, Sestu Kula Tresna
KPJ
Iba Rahjeng Tyang Kang Sami Sumendhe
KPJ
Kabegjan Kang Sejati
KPJ
Kala Kula Dhawah
KPJ
Kasetyaning Allah Datan Gingsir
KPJ
Krana Gusti Kula
KPJ
Kula Mboten Badhe Nilar
KPJ
Kula Nggunggung-Nggunggung Gusti
KPJ
Kula Pitados
KPJ
Kula Pitados Mring Gusti
KPJ
Kula Sestu Ndherek Gusti
KPJ
Lamun Kula Mlampah
KPJ
Nadyan Kula Nandhang Sangsara
KPJ
Nggen Kawula Makarya
KPJ
Nitenana Sihe Gusti
KPJ
Nyebuta "Gusti" Mring Sang Kristus
KPJ
Paduka Pangen Utami
KPJ
Para Bangsa Samya Ngraman
KPJ
Pitulung Kita Kang Rosa
KPJ
Pracaya Lan Pasrah
KPJ
Pundi Margi Ingkang Kwawi Ngingkiraken
KPJ
Rahayu Wong Kang Mursid
KPJ
Rahayu Wong Wedi-Asih
KPJ
Sakehing Was-Sumelangmu Pasrahna
KPJ
Sang Kristus Tameng Santosa
KPJ
Sang Yehuwah, Yen Allah Kula
KPJ
Sihe Allah Gung Sanyata
KPJ
Tiyang Pitados
KPJ
Tyang Duraka Samya Nyatroni Kawula
KPJ
Yen Kula Sumrep, O Gusti
KPJ
Yen Praharaning Urip Anerjang
KPJ
Yen Sira Sangsara
KPJ
Yesus Roti Panguripan
KPJ