KP
Elingang Parab Hyang Yesus
Informasi Lagu
59
Nomor
Kode
KP 59
Buku
Kidung Pamuji
Metronom
0
Cross Ref.
KJ 344, KK 740, NKI 207
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
1 bait
1.
Elingang parab Hyang Yesus
Payuban sane kukuh
Parab punika panyayub
Buat jadmane kewuh
Parab Hyang, Yesus lwih
Payuban sane kukuh
Parab Hyang, Yesus lwih
Payuban sane kukuh
2.
Antuk parab Putran Ida
Sang Aji Maha Kuasa
Ngwentenang perjanjian langgeng
Genah jiwan iraga
Parab Hyang, Yesus lwih
Payuban sane kukuh
Parab Hyang, Yesus lwih
Payuban sane kukuh
3.
Hyang Yesus juru rahayu
Ngaryanin manah purun
Tur ngicen titiang pikukuh
Kagirangan satuwuh
Parab Hyang, Yesus lwih
Payuban sane kukuh
Parab Hyang, Yesus lwih
Payuban sane kukuh
4.
Lumbrahang orti rahayu
Maring jagate sami
Mangda anak muji Widi
Srana Putrane luwih
Parab Hyang, Yesus lwih
Payuban sane kukuh
Parab Hyang, Yesus lwih
Payuban sane kukuh
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Cross Reference
KJ 344, KK 740, NKI 207
Ingat Akan Nama Yesus
KJ
Ingat Akan Nama Yesus
KK
Jangan Lupa Nama Tuhan
NKI
Sama Tema
Kebaktian
Haleluya Puji Miwah Panyuksema
KP
Baktinin Ida Sang Aji
KP
Sih Swecaning Sang Hyang Yesus Kristus
KP
Astiti Ring Sang Aji
KP
Dumadak Sih Sang Hyang Yesus
KP
Mugi Sih Swecaning Yesus
KP
Pangacep Titiang
KP
Manusa Jagi Kapaicain
KP
Pada Aturang Puji
KP
Ih Pra Kawulan Hyang Widi
KP
Ih Jadma Saduuring Gumi
KP
Ring Gunung Mwah Ring Pangkung
KP
Sang Hyang Widi Maha Luwih
KP
Ratun Titiang Sane Wenten Ring Swargan
KP
Sang Hyang Widi Suci
KP
Panglipuran Kayun Sungsut
KP
Ih Nak Ne Kateteh Dosa
KP
Maring Dija Ratun Titiang
KP
Oduh Ratu Sampunang Ja
KP
Tiang Ngrenga Sih Ida Turun
KP
Mrikija Nangkil Ring Hyang Yesus
KP
Sira Ne Leteh Tan Kalugra
KP
Yadiastu Dosan Titiang Ageng
KP
Mulih Ja Cening
KP
Duh Hyang Yesus Titiang Sukserah
KP
Nangkil Mangkin Ring Hyang Yesus
KP
Dosa Sida Kicalang
KP
Jagat Swecanin Hyang Widi
KP
Hyang Yesus Mesabda
KP
Titiang Uning Wenten Kuri
KP
Ambate Ramennya
KP
Duh Jiwan Titiang Bingarja
KP
Sang Hyang Widi Ngempu Titiang
KP
Ih Jiwan Titiang Bingar Ja
KP
Titiang Muji-Muji Ratu
KP
Yan Ngiring Sang Hyang Yesus
KP
Titiang Ngandel Ring Yesus
KP
Sang Hyang Yesus Nuntun Titiang
KP
Sang Hyang Yesus Ratun Titiang
KP
Titiang Ngiring Sang Hyang Yesus
KP
Krahayuan Jroning Yesus
KP
Sang Hyang Yesus Switran Titiang
KP
Duh Ratu Dumadak Nantan Margin Titiang
KP
Dumadak Sih Swecan Aji
KP
Jadma Sane Leleh
KP
Titiang Meled Ring Umah Tiang
KP
Tiang Uning Wenten Jagat Langgeng
KP
Oduh Ratu Sang Hyang Yesus
KP
Wenten Prahu Malayar Ka Suwarga
KP
Rare Rare Puniki
KP
Sang Hyang Yesus Titiang Sami
KP
Duh Ratu Sang Maha Darma
KP
Titiang Niki Jadma Dosa
KP
Pasamuan Liang Nampi
KP
Duh Ratu Titiang Ngastawayang
KP
Sang Hyang Yesus Titiang Pacang
KP
Titiang Nyadia Ngiring Hyang Yesus
KP
Margi Iring Sang Hyang Yesus
KP
Duh Hyang Yesus Wit Kapitresnan
KP
Ambate Rahayu Sang Mapikuren
KP
Titiang Nangkil Sareng Sami
KP
Duh Ratu Titiang Sami Mriki
KP
Pangandikan Sang Hyang Widi
KP
Pasawur Pasamuan Ne Ring Pangubakti Ring Rahina Re
KP
Oduh Ratu Titiang Sami
KP
Oduh Ratu Sang Hyang Widi
KP
Suryane Sampun Surup
KP
Rahina Niki Wantah Kicen
KP
Nawegang Ratu Titiang Nunas
KP
Gentosing Sasih Tur Tahun
KP
Ceritan Sang Hyang Yesus
KP
Yening Ngiring Widi
KP
Sampunang Ajrih Kakewuhan
KP
Ida Sang Hyang Roh Suci
KP
Sang Hyang Widi Tuntun Titiang
KP
Yen Sampun Dawuhnya Rawuh
KP
Ring Purin Ida Sang Aji
KP
Duk Sang Hyang Yesus Kategenin Salib
KP
Titiang Tan Uning Napike Krana
KP
Sejarah Lagu
Kisah mendalam di balik lagu rohani yang sangat dicintai, "Ingat Akan Nama Yesus" atau "Take the Name of Jesus With You". Lagu ini adalah buah kolaborasi antara seorang penulis lirik yang menderita dan seorang komponis berbakat, yang bersama-sama menciptakan sebuah himne yang telah menghibur dan menguatkan jutaan orang selama lebih dari satu abad.
**Lydia Baxter: Jiwa yang Menderita Menemukan Kekuatan dalam Nama Yesus**
Kisah di balik lagu ini dimulai dengan **Lydia Baxter** (1809-1874), seorang wanita Amerika yang dikenal karena puisi-puisi dan himne-himnenya. Lydia Baxter adalah seorang wanita yang menghadapi penderitaan fisik yang sangat berat sepanjang hidupnya. Ia menderita penyakit kronis yang parah, yang membuatnya terbaring di tempat tidur sebagai seorang invalid selama delapan tahun terakhir hidupnya. Bayangkan penderitaan, kesendirian, dan keputusasaan yang mungkin ia rasakan dalam kondisi seperti itu, di mana geraknya sangat terbatas dan rasa sakit mungkin menjadi teman setianya.
Namun, di tengah-tengah perjalanan panjang penuh penderitaan ini, Lydia menemukan sebuah mercusuar harapan dan kekuatan yang tak tergoyahkan: **Nama Yesus**. Baginya, Nama Yesus bukan hanya sekadar kata atau konsep teologis, tetapi sebuah realitas yang hidup, sumber penghiburan yang tak terbatas, dan pelindung dari setiap keputusasaan.
Dari pengalaman pribadinya yang mendalam inilah, di mana ia secara harfiah "mengambil Nama Yesus bersamanya" dalam setiap momen penderitaan dan kesakitannya, Lydia Baxter terinspirasi untuk menulis lirik lagu ini sekitar tahun 1870. Liriknya bukan sekadar rangkaian kata-kata indah; itu adalah kesaksian hidupnya, curahan hatinya tentang bagaimana Nama Yesus menjadi penopang, penghiburan, dan sumber sukacita baginya bahkan di tengah lembah bayang-bayang maut.
Setiap bait mencerminkan pergulatannya dan bagaimana iman mengatasinya:
* "Ingat akan Nama Yesus, Kamu yang berduka" (Take the Name of Jesus with you, Child of sorrow and of woe) – Langsung berbicara kepada mereka yang menderita, karena ia tahu betul arti penderitaan.
* "Itu akan menjadi perisaimu, Ke mana pun kamu pergi" (It will joy and comfort give you, Take it then where'er you go) – Menawarkan apa yang ia sendiri alami: perlindungan dan kenyamanan.
* "Nama Yesus, betapa manisnya! Harapan surga!" (Oh, the precious Name of Jesus! How it thrills our souls with joy!) – Ungkapan kegembiraan dan kedamaian yang ia rasakan.
* "Nama itu membawa kedamaian dan hiburan; Tidak ada nama lain yang bisa menghancurkan kuasa dosa" (That dear Name, the Name of Jesus, How it calms our fears and woes!) – Kesaksian tentang kekuatan penebusan dan pengampunan.
Lydia Baxter tahu bahwa penderitaan itu universal, dan ia berharap agar orang lain juga dapat menemukan penghiburan dan kekuatan yang sama dalam Nama Yesus seperti yang ia temukan.
**William Howard Doane: Komponis yang Memberi Melodi Hidup**
Setelah menulis lirik yang penuh makna ini, Lydia Baxter mengirimkannya kepada seorang komponis musik rohani yang sangat terkenal dan produktif pada masanya, **William Howard Doane** (1832-1915). Doane adalah seorang pengusaha sukses di bidang industri dan juga seorang musisi gereja yang sangat aktif. Ia telah menulis ratusan melodi untuk himne, sering kali berkolaborasi dengan penulis lirik terkenal lainnya seperti Fanny Crosby dan Robert Lowry.
Ketika Doane menerima lirik dari Lydia Baxter, ia segera terkesan oleh kedalaman emosi, kesaksian pribadi yang kuat, dan pesan penghiburan yang universal. Ia melihat potensi besar dalam puisi tersebut untuk menjadi himne yang menyentuh hati banyak orang. Doane kemudian dengan cepat menciptakan melodi untuk lirik tersebut.
Melodi yang diciptakan Doane dikenal karena kesederhanaan, keindahan, dan kemudahannya untuk diingat. Ia berhasil menangkap esensi lirik Baxter dan memberikannya nada yang mengalir, yang terasa damai namun juga membangkitkan semangat. Melodi tersebut seolah-olah memperkuat setiap kata, membuatnya lebih mudah diresapi dan dihafalkan oleh jemaat.
Lagu "Take the Name of Jesus With You" pertama kali diterbitkan pada tahun **1871** dalam koleksi himne berjudul *Pure Gold for the Sunday School*, yang diedit oleh Doane sendiri.
**Dampak dan Warisan Abadi**
Sejak pertama kali diterbitkan, lagu "Ingat Akan Nama Yesus" dengan cepat menyebar dan menjadi salah satu himne rohani yang paling dicintai di seluruh dunia. Popularitasnya tidak terbatas pada gereja-gereja saja; lagu ini sering dinyanyikan dalam pertemuan-pertemuan kebangunan rohani, perkumpulan doa, dan sebagai lagu penghiburan pribadi.
Kisah di balik lagu ini adalah bukti nyata bahwa dari penderitaan yang paling dalam pun dapat lahir karya yang paling indah dan paling menginspirasi. Lydia Baxter, dalam kepedihannya, menemukan sumber kekuatan yang tak pernah habis, dan ia membagikan penemuannya melalui kata-kata. William Howard Doane, dengan talenta musiknya, memberikan sayap pada kata-kata itu sehingga dapat terbang melintasi generasi dan budaya.
Hingga hari ini, "Ingat Akan Nama Yesus" terus menjadi pengingat yang kuat bagi umat percaya di seluruh dunia akan kuasa, penghiburan, dan perlindungan yang ditemukan dalam Nama Tuhan Yesus Kristus. Ini adalah warisan dari dua jiwa yang, melalui kolaborasi yang diilhami, telah meninggalkan jejak iman yang abadi.
**Lydia Baxter: Jiwa yang Menderita Menemukan Kekuatan dalam Nama Yesus**
Kisah di balik lagu ini dimulai dengan **Lydia Baxter** (1809-1874), seorang wanita Amerika yang dikenal karena puisi-puisi dan himne-himnenya. Lydia Baxter adalah seorang wanita yang menghadapi penderitaan fisik yang sangat berat sepanjang hidupnya. Ia menderita penyakit kronis yang parah, yang membuatnya terbaring di tempat tidur sebagai seorang invalid selama delapan tahun terakhir hidupnya. Bayangkan penderitaan, kesendirian, dan keputusasaan yang mungkin ia rasakan dalam kondisi seperti itu, di mana geraknya sangat terbatas dan rasa sakit mungkin menjadi teman setianya.
Namun, di tengah-tengah perjalanan panjang penuh penderitaan ini, Lydia menemukan sebuah mercusuar harapan dan kekuatan yang tak tergoyahkan: **Nama Yesus**. Baginya, Nama Yesus bukan hanya sekadar kata atau konsep teologis, tetapi sebuah realitas yang hidup, sumber penghiburan yang tak terbatas, dan pelindung dari setiap keputusasaan.
Dari pengalaman pribadinya yang mendalam inilah, di mana ia secara harfiah "mengambil Nama Yesus bersamanya" dalam setiap momen penderitaan dan kesakitannya, Lydia Baxter terinspirasi untuk menulis lirik lagu ini sekitar tahun 1870. Liriknya bukan sekadar rangkaian kata-kata indah; itu adalah kesaksian hidupnya, curahan hatinya tentang bagaimana Nama Yesus menjadi penopang, penghiburan, dan sumber sukacita baginya bahkan di tengah lembah bayang-bayang maut.
Setiap bait mencerminkan pergulatannya dan bagaimana iman mengatasinya:
* "Ingat akan Nama Yesus, Kamu yang berduka" (Take the Name of Jesus with you, Child of sorrow and of woe) – Langsung berbicara kepada mereka yang menderita, karena ia tahu betul arti penderitaan.
* "Itu akan menjadi perisaimu, Ke mana pun kamu pergi" (It will joy and comfort give you, Take it then where'er you go) – Menawarkan apa yang ia sendiri alami: perlindungan dan kenyamanan.
* "Nama Yesus, betapa manisnya! Harapan surga!" (Oh, the precious Name of Jesus! How it thrills our souls with joy!) – Ungkapan kegembiraan dan kedamaian yang ia rasakan.
* "Nama itu membawa kedamaian dan hiburan; Tidak ada nama lain yang bisa menghancurkan kuasa dosa" (That dear Name, the Name of Jesus, How it calms our fears and woes!) – Kesaksian tentang kekuatan penebusan dan pengampunan.
Lydia Baxter tahu bahwa penderitaan itu universal, dan ia berharap agar orang lain juga dapat menemukan penghiburan dan kekuatan yang sama dalam Nama Yesus seperti yang ia temukan.
**William Howard Doane: Komponis yang Memberi Melodi Hidup**
Setelah menulis lirik yang penuh makna ini, Lydia Baxter mengirimkannya kepada seorang komponis musik rohani yang sangat terkenal dan produktif pada masanya, **William Howard Doane** (1832-1915). Doane adalah seorang pengusaha sukses di bidang industri dan juga seorang musisi gereja yang sangat aktif. Ia telah menulis ratusan melodi untuk himne, sering kali berkolaborasi dengan penulis lirik terkenal lainnya seperti Fanny Crosby dan Robert Lowry.
Ketika Doane menerima lirik dari Lydia Baxter, ia segera terkesan oleh kedalaman emosi, kesaksian pribadi yang kuat, dan pesan penghiburan yang universal. Ia melihat potensi besar dalam puisi tersebut untuk menjadi himne yang menyentuh hati banyak orang. Doane kemudian dengan cepat menciptakan melodi untuk lirik tersebut.
Melodi yang diciptakan Doane dikenal karena kesederhanaan, keindahan, dan kemudahannya untuk diingat. Ia berhasil menangkap esensi lirik Baxter dan memberikannya nada yang mengalir, yang terasa damai namun juga membangkitkan semangat. Melodi tersebut seolah-olah memperkuat setiap kata, membuatnya lebih mudah diresapi dan dihafalkan oleh jemaat.
Lagu "Take the Name of Jesus With You" pertama kali diterbitkan pada tahun **1871** dalam koleksi himne berjudul *Pure Gold for the Sunday School*, yang diedit oleh Doane sendiri.
**Dampak dan Warisan Abadi**
Sejak pertama kali diterbitkan, lagu "Ingat Akan Nama Yesus" dengan cepat menyebar dan menjadi salah satu himne rohani yang paling dicintai di seluruh dunia. Popularitasnya tidak terbatas pada gereja-gereja saja; lagu ini sering dinyanyikan dalam pertemuan-pertemuan kebangunan rohani, perkumpulan doa, dan sebagai lagu penghiburan pribadi.
Kisah di balik lagu ini adalah bukti nyata bahwa dari penderitaan yang paling dalam pun dapat lahir karya yang paling indah dan paling menginspirasi. Lydia Baxter, dalam kepedihannya, menemukan sumber kekuatan yang tak pernah habis, dan ia membagikan penemuannya melalui kata-kata. William Howard Doane, dengan talenta musiknya, memberikan sayap pada kata-kata itu sehingga dapat terbang melintasi generasi dan budaya.
Hingga hari ini, "Ingat Akan Nama Yesus" terus menjadi pengingat yang kuat bagi umat percaya di seluruh dunia akan kuasa, penghiburan, dan perlindungan yang ditemukan dalam Nama Tuhan Yesus Kristus. Ini adalah warisan dari dua jiwa yang, melalui kolaborasi yang diilhami, telah meninggalkan jejak iman yang abadi.