Informasi Lagu
50
Nomor
Kode
KP 50
Buku
Kidung Pamuji
Metronom
0
Cross Ref.
KJ 355, KPK 154, KPS 121, KC 214, KK 445
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 1 bait
1. Mriki ja nangkil Ring Hyang Yesus Sampunang kantos kasep rawuh Diastu dosa kalintang ageng Ida ne ngesengin Ambate liang manah iraga Yen Kapanggih ring Sang Hyang Yesus Pasti pacang kumpul ring swargan Ring genahe langgeng 2. Mriki ja nangkil Ring Hyang Yesus Siraja sane nandang kewuh Diastu manahe leteh cemer Ida ne ngesengin Ambate liang manah iraga Yen Kapanggih ring Sang Hyang Yesus Pasti pacang kumpul ring swargan Ring genahe langgeng 3. Mriki ja piragiang sabdan Ida Sampunang ja iraga lenga Rauh ja ring dina pujiki Ida ne ngesengin Ambate liang manah iraga Yen Kapanggih ring Sang Hyang Yesus Pasti pacang kumpul ring swargan Ring genahe langgeng
Partitur / Not
Partitur Chord KP 50
Sama Tema Kebaktian
30
Haleluya Puji Miwah Panyuksema
KP
31
Baktinin Ida Sang Aji
KP
32
Sih Swecaning Sang Hyang Yesus Kristus
KP
33
Astiti Ring Sang Aji
KP
34
Dumadak Sih Sang Hyang Yesus
KP
35
Mugi Sih Swecaning Yesus
KP
36
Pangacep Titiang
KP
37
Manusa Jagi Kapaicain
KP
38
Pada Aturang Puji
KP
39
Ih Pra Kawulan Hyang Widi
KP
40
Ih Jadma Saduuring Gumi
KP
41
Ring Gunung Mwah Ring Pangkung
KP
42
Sang Hyang Widi Maha Luwih
KP
43
Ratun Titiang Sane Wenten Ring Swargan
KP
44
Sang Hyang Widi Suci
KP
45
Panglipuran Kayun Sungsut
KP
46
Ih Nak Ne Kateteh Dosa
KP
47
Maring Dija Ratun Titiang
KP
48
Oduh Ratu Sampunang Ja
KP
49
Tiang Ngrenga Sih Ida Turun
KP
51
Sira Ne Leteh Tan Kalugra
KP
52
Yadiastu Dosan Titiang Ageng
KP
53
Mulih Ja Cening
KP
54
Duh Hyang Yesus Titiang Sukserah
KP
55
Nangkil Mangkin Ring Hyang Yesus
KP
56
Dosa Sida Kicalang
KP
57
Jagat Swecanin Hyang Widi
KP
58
Hyang Yesus Mesabda
KP
59
Elingang Parab Hyang Yesus
KP
60
Titiang Uning Wenten Kuri
KP
61
Ambate Ramennya
KP
62
Duh Jiwan Titiang Bingarja
KP
63
Sang Hyang Widi Ngempu Titiang
KP
64
Ih Jiwan Titiang Bingar Ja
KP
65
Titiang Muji-Muji Ratu
KP
66
Yan Ngiring Sang Hyang Yesus
KP
67
Titiang Ngandel Ring Yesus
KP
68
Sang Hyang Yesus Nuntun Titiang
KP
69
Sang Hyang Yesus Ratun Titiang
KP
70
Titiang Ngiring Sang Hyang Yesus
KP
71
Krahayuan Jroning Yesus
KP
72
Sang Hyang Yesus Switran Titiang
KP
73
Duh Ratu Dumadak Nantan Margin Titiang
KP
74
Dumadak Sih Swecan Aji
KP
75
Jadma Sane Leleh
KP
76
Titiang Meled Ring Umah Tiang
KP
77
Tiang Uning Wenten Jagat Langgeng
KP
78
Oduh Ratu Sang Hyang Yesus
KP
79
Wenten Prahu Malayar Ka Suwarga
KP
80
Rare Rare Puniki
KP
81
Sang Hyang Yesus Titiang Sami
KP
82
Duh Ratu Sang Maha Darma
KP
83
Titiang Niki Jadma Dosa
KP
84
Pasamuan Liang Nampi
KP
85
Duh Ratu Titiang Ngastawayang
KP
86
Sang Hyang Yesus Titiang Pacang
KP
87
Titiang Nyadia Ngiring Hyang Yesus
KP
88
Margi Iring Sang Hyang Yesus
KP
89
Duh Hyang Yesus Wit Kapitresnan
KP
90
Ambate Rahayu Sang Mapikuren
KP
91
Titiang Nangkil Sareng Sami
KP
92
Duh Ratu Titiang Sami Mriki
KP
93
Pangandikan Sang Hyang Widi
KP
94
Pasawur Pasamuan Ne Ring Pangubakti Ring Rahina Re
KP
95
Oduh Ratu Titiang Sami
KP
96
Oduh Ratu Sang Hyang Widi
KP
97
Suryane Sampun Surup
KP
98
Rahina Niki Wantah Kicen
KP
99
Nawegang Ratu Titiang Nunas
KP
100
Gentosing Sasih Tur Tahun
KP
101
Ceritan Sang Hyang Yesus
KP
102
Yening Ngiring Widi
KP
103
Sampunang Ajrih Kakewuhan
KP
104
Ida Sang Hyang Roh Suci
KP
105
Sang Hyang Widi Tuntun Titiang
KP
106
Yen Sampun Dawuhnya Rawuh
KP
107
Ring Purin Ida Sang Aji
KP
108
Duk Sang Hyang Yesus Kategenin Salib
KP
109
Titiang Tan Uning Napike Krana
KP
Sejarah Lagu
Kisah detail di balik lagu rohani klasik yang sangat dikenal, "Yesus Memanggil" atau dalam judul aslinya, "Come to the Saviour, Make No Delay" karya George Frederick Root.

Lagu ini adalah salah satu himne undangan (invitation hymn) yang paling abadi dan menyentuh hati dalam tradisi Kristen Protestan, terutama di kalangan gereja-gereja Injili. Kekuatannya terletak pada kesederhanaan liriknya yang langsung dan melodinya yang mudah diingat, namun membawa pesan yang sangat mendalam dan mendesak.

**Sang Komposer: George Frederick Root (1820-1895)**

Untuk memahami lagu ini, kita harus mengenal sosok di baliknya: George Frederick Root. Ia adalah salah satu komposer dan penerbit musik Amerika paling berpengaruh di abad ke-19. Root adalah seorang musisi serbabisa: ia mengajar musik, menulis operet, lagu-lagu sekuler yang populer, kantata, dan tentu saja, lagu-lagu rohani.

Root dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang mudah diingat dan lirik yang resonan dengan perasaan publik. Selama Perang Saudara Amerika, ia menjadi sangat terkenal karena lagu-lagu patriotiknya seperti "Battle Cry of Freedom" dan "Tramp! Tramp! Tramp!" yang membangkitkan semangat para prajurit dan keluarga mereka. Namun, di samping karya-karya sekulernya, Root memiliki hati yang mendalam untuk pelayanan rohani dan secara teratur mengabdikan bakatnya untuk menciptakan musik gereja.

**Konteks Era: Kebangunan Rohani dan Pentingnya "Lagu Undangan"**

Lagu "Come to the Saviour" muncul pada era yang sangat subur bagi kebangunan rohani di Amerika Serikat. Paruh kedua abad ke-19 adalah masa ketika gerakan Kebangunan Rohani Ketiga (Third Great Awakening) sedang gencar, ditandai dengan khotbah-khotbah yang kuat dan pertemuan-pertemuan evangelistik massal yang dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Dwight L. Moody, dengan musik yang seringkali digubah oleh Ira D. Sankey.

Dalam pertemuan-pertemuan semacam ini, musik memainkan peran krusial. Bukan hanya untuk memimpin pujian, tetapi juga untuk menyiapkan hati pendengar, dan yang paling penting, sebagai "lagu undangan" atau "altar call song". Lagu undangan diputar atau dinyanyikan di akhir khotbah, ketika pendeta atau penginjil mengundang orang-orang untuk maju ke depan, menyatakan pertobatan, atau membuat keputusan iman kepada Kristus. Lagu-lagu semacam ini haruslah:
1. **Mudah Dipelajari:** Agar bisa dinyanyikan bersama secara spontan.
2. **Berpesan Jelas:** Langsung pada intinya tentang pertobatan, anugerah, dan undangan Yesus.
3. **Membangkitkan Emosi:** Mendorong pendengar untuk merespons dengan hati yang terbuka.

George Frederick Root, dengan kepekaan musikal dan spiritualnya, sangat memahami kebutuhan ini. Ia tidak hanya menulis lagu untuk pertemuan-pertemuan besar, tetapi juga untuk sekolah minggu dan pertemuan pemuda, di mana pesan injil perlu disampaikan dengan cara yang sederhana namun kuat.

**Kelahiran "Come to the Saviour, Make No Delay" (Sekitar 1887)**

Meskipun tanggal pasti dan detail spesifik mengenai inspirasi tunggal di balik "Come to the Saviour" tidak didokumentasikan dalam satu "eureka moment" yang dramatis seperti beberapa lagu lain, kita tahu bahwa Root menulis lagu ini sebagai bagian dari dedikasinya yang berkelanjutan terhadap musik rohani, kemungkinan besar sekitar tahun 1887.

Ia ingin menciptakan sebuah himne yang secara langsung mengajak individu untuk merespons panggilan keselamatan Yesus Kristus tanpa penundaan. Root tidak hanya piawai dalam melodi, tetapi juga dalam crafting lirik yang memikat.

**Analisis Lirik dan Pesan:**

Lirik asli "Come to the Saviour, Make No Delay" adalah contoh sempurna dari pesan undangan Injil yang mendesak:

* **Ayat 1:**
* *"Come to the Saviour, make no delay; Here in His Word He shows us the way; Here in our midst He's waiting today, Waiting to bless you, waiting to bless you."*
* (Datanglah pada Juruselamat, jangan menunda; Di dalam Firman-Nya Ia menunjukkan jalan; Di tengah kita Ia menanti hari ini, Menanti untuk memberkatimu, menanti untuk memberkatimu.)
* Pesan utamanya adalah **urgensi** ("make no delay") dan **kehadiran Kristus** ("He's waiting today"). Ini menekankan bahwa kesempatan tidak boleh disia-siakan.

* **Ayat 2:**
* *"Come to the Saviour, all that are weary, Come, and He'll give you comfort and rest; Burdened with sorrow, lonely and dreary, Come, lay your head on the Saviour's breast."*
* (Datanglah pada Juruselamat, semua yang lelah; Datanglah, dan Ia akan memberimu penghiburan dan ketenangan; Terbebani kesedihan, sepi dan murung, Datanglah, sandarkan kepalamu di dada Juruselamat.)
* Ayat ini berfokus pada **empati dan tawaran penghiburan** bagi mereka yang letih, berbeban, dan kesepian – sebuah gambaran yang sangat relevan di tengah masyarakat mana pun, termasuk mereka yang baru saja melewati trauma perang atau kesulitan hidup.

* **Ayat 3:**
* *"Come to the Saviour, He'll welcome you in; Though your heart's stained and covered with sin; He will forgive you, make you so clean, Come to the Saviour, come to Him now."*
* (Datanglah pada Juruselamat, Ia akan menyambutmu; Meskipun hatimu ternoda dan tertutup dosa; Ia akan mengampunimu, membuatmu sangat bersih, Datanglah pada Juruselamat, datanglah pada-Nya sekarang.)
* Ini adalah inti dari Injil: **pengampunan dan penyucian** dari dosa, tanpa memandang seberapa kotor hati seseorang. Kembali ditekankan ajakan "datanglah sekarang".

**Melodi yang Mengikat:**

Melodi lagu ini adalah salah satu kekuatan terbesarnya. Root menciptakan sebuah melodi yang:
* **Sederhana:** Mudah dinyanyikan oleh jemaat dari segala usia dan kemampuan musikal.
* **Catchy:** Cepat melekat di pikiran dan hati.
* **Optimistis namun Lembut:** Mengandung harapan dan undangan, bukan intimidasi.

Kombinasi lirik yang lugas dan melodi yang indah ini menjadikan "Come to the Saviour" alat yang sangat efektif dalam penginjilan dan pembinaan rohani.

**Dampak dan Warisan:**

"Come to the Saviour" dengan cepat menyebar luas di gereja-gereja Protestan di Amerika Utara dan kemudian ke seluruh dunia melalui misi-misi dan buku-buku lagu rohani. Lagu ini menjadi lagu wajib dalam berbagai pertemuan kebangunan rohani, kebaktian gereja, sekolah minggu, dan kamp rohani.

Di Indonesia, lagu ini dikenal luas dengan judul "Yesus Memanggil" dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari repertoar lagu-lagu rohani Kristen. Kekuatan pesannya yang universal tentang undangan keselamatan, pengampunan, dan kedekatan Tuhan terus relevan lintas generasi dan budaya.

Singkatnya, "Yesus Memanggil" bukan sekadar lagu; ia adalah buah dari bakat musikal George Frederick Root yang luar biasa yang dipadukan dengan gairah rohaninya yang mendalam, lahir dari kebutuhan akan alat musik yang efektif untuk menyampaikan pesan Injil pada era kebangunan rohani. Ini adalah himne yang terus memanggil hati yang lelah dan berbeban untuk menemukan istirahat dan keselamatan dalam kasih Yesus Kristus.
Kembali ke KP