Informasi Lagu
349
Nomor
Kode
KPPK 349
Buku
Kidung Puji-Pujian Kristen
Metronom
80
Jumlah Bait
4 bait
Style
WestCoastPop
Cross Ref.
KJ 363, KK 448, NP 237
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Kuserahkan bagi Yesus, semua yang kumiliki, pikiran perbuatanku, kuserahkan bagi-Mu. Reff Bagi Yesus bagi Yesus, bagi Yesus Tuhanku, bagi Yesus bagi Yesus, bagi Yesus Tuhanku.
Tangan kusrah bagi Yesus, tiap langkah ikut-Mu, dan mataku pandang Yesus, mulutku memuji-Mu. Reff
Semenjak kupandang Yesus, kusampahkan dunia, bila kuingat salib-Mu, Kau menjadi milikku. Reff
O, betapa mengagumkan, Yesus Sang Raja mulia, dengan kasih Kaupanggilku, dan Kau melindungiku. Reff
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — KPPK 349 1
Slide 2 — KPPK 349 2
Slide 3 — KPPK 349 3
Slide 4 — KPPK 349 4
Partitur / Not
Partitur Chord KPPK 349
Sejarah Lagu
Lagu "Bagi Yesus Kuserahkan" atau yang dikenal luas dalam bahasa Inggris sebagai "All For Jesus, All For Jesus" adalah sebuah himne yang kuat, menyentuh hati, dan abadi yang telah menginspirasi jutaan orang selama lebih dari satu abad. Di balik melodi dan lirik yang sederhana namun mendalam, tersembunyi sebuah kisah inspiratif tentang iman, pengabdian total, dan kekuatan yang ditemukan di tengah keterbatasan.

Mari kita selami lebih dalam kisah di balik lagu ini:

**Penulis Lirik: Mary Dogworthy James (1810-1889)**

Kisah lagu ini tidak bisa dilepaskan dari kehidupan penulis liriknya, Mary Dogworthy James. Ia lahir pada tahun 1810 di Greenwich, New Jersey, Amerika Serikat. Mary menjalani kehidupan yang tidak mudah; ia kehilangan penglihatannya di usia yang sangat muda, bahkan mungkin sejak bayi, sehingga ia tidak pernah mengenal dunia melalui indra penglihatan.

Namun, kebutaan fisik tidak pernah meredupkan "penglihatan" spiritualnya. Mary adalah seorang wanita dengan iman yang teguh dan hati yang sangat dekat dengan Tuhan. Meskipun tidak bisa melihat, ia memiliki kepekaan batin yang luar biasa, seringkali menghabiskan waktunya dalam doa, meditasi, dan refleksi mendalam tentang firman Tuhan. Ia dikenal memiliki memori yang kuat dan kecintaan pada puisi serta tulisan rohani.

**Inspirasi di Balik "All For Jesus":**

Pada tahun 1871, saat Mary berusia 61 tahun, ia menuliskan lirik untuk lagu "All For Jesus". Di usia senjanya, dengan pengalaman hidup yang penuh tantangan namun juga diwarnai iman yang tak tergoyahkan, Mary James merangkum esensi dari perjalanan spiritualnya.

Lagu ini bukan sekadar kumpulan kata-kata yang indah; ini adalah deklarasi pribadi yang mendalam tentang penyerahan total. Bagi Mary, yang tidak memiliki harta benda duniawi untuk diberikan, atau penglihatan untuk melihat keindahan ciptaan, "semuanya untuk Yesus" berarti mengabdikan seluruh keberadaannya: pikirannya, hatinya, keinginannya, waktu, dan setiap napas yang ia miliki. Kebutaan yang ia alami mungkin justru memberinya kejelasan spiritual yang lebih dalam, memungkinkannya untuk melihat nilai-nilai kekal di atas yang fana.

Liriknya mencerminkan keinginan yang tulus dan total untuk hidup sepenuhnya bagi Kristus, dengan setiap aspek kehidupan—pikiran, perkataan, perbuatan, dan bahkan masa depan—ditempatkan di kaki-Nya. Ini adalah pengakuan bahwa hidup sejati dan bermakna hanya ditemukan ketika seseorang sepenuhnya menyerahkan diri kepada kehendak ilahi.

**Penyusun Melodi: Thomas E. Hull (1828-1897)**

Puisi Mary Dogworthy James yang penuh makna ini kemudian sampai ke tangan Thomas E. Hull. Hull adalah seorang komposer dan penerbit musik gereja yang produktif pada masanya. Ia lahir di Shanesville, Ohio, dan dikenal atas kontribusinya yang signifikan dalam musik himne di Amerika Serikat, seringkali menerbitkan kumpulan lagu-lagu rohani dan buku nyanyian untuk sekolah minggu.

Ketika Hull menemukan lirik Mary James, ia segera menyadari kekuatan dan kedalaman pesannya. Ia menciptakan melodi yang sederhana, mengalir, dan mudah diingat, yang dengan sempurna melengkapi keagungan lirik tersebut. Melodi Hull memiliki kualitas yang mudah dinyanyikan oleh jemaat, menjadikannya cepat populer di gereja-gereja dan pertemuan kebangunan rohani.

Kombinasi antara lirik yang tulus dan mendalam dari Mary James dengan melodi yang mudah diakses dari T.E. Hull menciptakan sebuah karya yang langsung menyentuh hati banyak orang. Lagu ini pertama kali diterbitkan dalam sebuah koleksi berjudul "The Revivalist" pada tahun yang sama, 1871.

**Warisan dan Pengaruh Abadi:**

Sejak penerbitannya, "All For Jesus, All For Jesus" dengan cepat menyebar dan menjadi salah satu himne favorit di berbagai denominasi Kristen di seluruh dunia. Lagu ini telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia sebagai "Bagi Yesus Kuserahkan," dan terus dinyanyikan dalam ibadah, konferensi, dan pertemuan doa hingga saat ini.

Keberlanjutan popularitas lagu ini dapat diatribusikan pada beberapa faktor:

1. **Pesan Universal:** Tema penyerahan total, pengabdian, dan komitmen penuh kepada Kristus adalah inti dari iman Kristen dan relevan untuk setiap generasi.
2. **Kesederhanaan dan Kejelasan:** Liriknya lugas, tanpa bahasa yang rumit, membuatnya mudah dipahami dan diresapi. Melodinya juga sederhana namun kuat.
3. **Kekuatan Pengulangan:** Pengulangan frasa "All For Jesus" berfungsi sebagai mantra yang memperkuat pesan inti, mendorong penyanyi untuk merenungkan dan menegaskan kembali komitmen pribadi mereka.
4. **Inspirasi dari Kehidupan Nyata:** Mengetahui bahwa penulis liriknya, Mary James, menjalani hidup dalam kebutaan namun tetap memancarkan iman yang mendalam, menambah dimensi inspiratif pada lagu tersebut. Ini menunjukkan bahwa penyerahan kepada Tuhan adalah mungkin bahkan di tengah keterbatasan fisik dan tantangan hidup.

"Bagi Yesus Kuserahkan" bukan hanya sebuah lagu; ia adalah doa, janji, dan seruan untuk hidup yang sepenuhnya diserahkan kepada Kristus. Ini adalah pengingat abadi bahwa yang terpenting dalam hidup adalah menyerahkan seluruh diri kita, dengan segala kekurangan dan kelebihan kita, kepada Sang Pencipta dan Penebus.
Kembali ke KPPK