PKJ
Pakailah Waktu Anug'rah Tuhanmu
Grijp toch de kansen
Informasi Lagu
274
Nomor
Do=Es
Nada Dasar
Kode
PKJ 274
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Nada Dasar
Do=Es
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
92
Jumlah Bait
3 bait
Style
CountrySingalong
Pencipta Lagu
Ira D. Sankey (1840)
Pencipta Syair
Johannes de Heer (1926)
Penerjemah
Tim Nyanyian GKI (1990)
Cross Ref.
KK 557, NKB 211, KPJ 390
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Pakailah waktu anug’rah Tuhanmu,
hidupmu singkat bagaikan kembang.
Mana benda yang kekal dihidupmu?
Hanyalah kasih tak akan lekang.
Reff
Tiada yang baka didalam dunia,
s’gala yang indah pun akan lenyap.
Namun kasihmu demi Tuhan Yesus
sungguh bernilai dan tinggal tetap.
Jangan menyia-nyiakan waktumu,
hibur dan tolonglah yang berkeluh.
Biarlah lampumu t’rus bercahaya,
muliakanlah Tuhan dihidupmu.
Reff
Karya jerihmu demi Tuhan Yesus
‘kan dihargai benar olehNya.
Kasih yang sudah kau tabur di dunia
nanti kau tuai di sorga mulia.
Reff
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Cross Reference
KK 557, NKB 211, KPJ 390
Pakailah Waktu Anug'rah Tuhanmu
KK
Gunakna Wektumu Paringe Gusti
KPJ
Pakailah Waktu Anug'rah Tuhanmu
NKB
Sama Tema
Tanggung Jawab Pengikut Kristus
Apalah Arti Ibadahmu
PKJ
Bukan Kar'na Upahmu
PKJ
Dalam Nama Yesus Tuhanku
PKJ
Damai di Dunia
PKJ
Hai Dengarlah Anakku
PKJ
Hai Bangun, yang Tidur
PKJ
Isilah Mataku dengan Citra SalibMu
PKJ
Janganlah Kumpulkan Harta
PKJ
Kamu adalah Garam Dunia
PKJ
Ladang Menguning
PKJ
Perintah Baru
PKJ
Rasul Pergi Beribadah
PKJ
Sekalipun Diriku Dapat Berkata-kata
PKJ
Semua Manusia yang Diciptakan
PKJ
Semua Orang Inginkan Kebenaran
PKJ
Takut Akan Tuhan
PKJ
Tiap Orang Harus Tahu
PKJ
Tuhan, Tolonglah, Bangunkan Iman
PKJ
Wahai Anakku, Janganlah Kaulupakan
PKJ
Sejarah Lagu
Kisah mendalam di balik lagu rohani yang sangat dikenal, "Pakailah Waktu Anug'rah Tuhanmu," yang dalam bahasa Belanda dikenal sebagai "Grijp Toch De Kansen." Lagu ini adalah perpaduan unik antara melodi yang kuat dari seorang maestro himne Amerika dan lirik yang menyentuh dari seorang penginjil Belanda yang berpengaruh, yang kemudian diterjemahkan dan menyentuh hati banyak orang di Indonesia.
### Latar Belakang Tokoh Kunci:
1. **Ira David Sankey (1840-1908): Sang Maestro Musik Kebangunan Rohani Amerika**
* Ira D. Sankey adalah seorang musisi dan penyanyi yang sangat terkenal pada akhir abad ke-19. Ia dikenal luas sebagai partner musik dari penginjil legendaris Dwight L. Moody.
* Sankey bukan sekadar penyanyi; ia adalah seorang komposer melodi himne yang sangat produktif. Karyanya ditandai dengan melodi yang sederhana namun kuat, mudah diingat, dan memiliki daya tarik emosional yang mendalam. Musiknya dirancang untuk menyentuh hati para pendengar dan mempersiapkan mereka untuk pesan Injil yang disampaikan oleh Moody.
* Bersama Moody, Sankey memimpin kebangunan rohani besar di Amerika Serikat dan Inggris, menarik ribuan orang dan membentuk wajah musik himne evangelis modern. Ia menerbitkan beberapa buku lagu yang sangat populer, seperti "Sacred Songs and Solos."
2. **Johannes de Heer (1866-1961): Penginjil dan Penulis Himne Belanda**
* Johannes de Heer adalah seorang tokoh yang sangat berpengaruh dalam kekristenan di Belanda pada abad ke-20. Ia adalah seorang penginjil, penulis lagu, penerbit, dan penyiar radio Kristen pertama di Belanda.
* De Heer sangat terinspirasi oleh gerakan kebangunan rohani Anglo-Amerika, termasuk karya Moody dan Sankey. Ia merasa bahwa gereja-gereja di Belanda membutuhkan lagu-lagu yang lebih langsung, personal, dan evangelistis, yang berbeda dari himne-himne gereja tradisional yang mungkin lebih formal.
* Ia kemudian menerbitkan "Johannes de Heer Liedboek" (Buku Lagu Johannes de Heer), yang menjadi kompilasi himne paling populer di Belanda. Buku ini berisi banyak terjemahan lagu-lagu kebangunan rohani dari bahasa Inggris dan Amerika, serta lagu-lagu orisinal yang ditulisnya sendiri.
### Kisah di Balik Lagu "Grijp Toch De Kansen" / "Pakailah Waktu Anug'rah Tuhanmu":
Kisah lagu ini adalah contoh klasik bagaimana musik dan pesan rohani dapat melintasi batas budaya dan bahasa:
1. **Melodi dari Ira D. Sankey:**
* Melodi yang digunakan untuk lagu ini umumnya diyakini berasal dari Ira D. Sankey. Sankey memiliki bakat luar biasa dalam menciptakan melodi yang dapat dengan mudah diadaptasi untuk berbagai pesan rohani.
* Dalam banyak kasus, Sankey akan menggubah melodi untuk lirik yang sudah ada, atau melodi ciptaannya sendiri kemudian diadopsi oleh penulis lirik lain. Melodi yang ia ciptakan seringkali memiliki nuansa yang serius namun penuh harapan, yang sangat cocok untuk tema pertobatan dan anugerah.
2. **Lirik "Grijp Toch De Kansen" oleh Johannes de Heer:**
* Johannes de Heer, dalam semangat penginjilannya, mencari melodi yang kuat dan mudah diucapkan untuk pesan-pesan yang ia ingin sampaikan. Ia kemungkinan besar menemukan melodi Sankey ini—atau salah satu dari banyak melodi yang diatribusikan kepadanya—dan merasa itu adalah wadah yang sempurna untuk lirik yang ia tulis.
* Lirik Belanda "Grijp Toch De Kansen" secara harfiah berarti "Raihlah Kesempatan-Kesempatan Itu." Inti dari lirik ini adalah seruan yang mendesak kepada pendengar untuk tidak menunda-nunda dalam menanggapi panggilan Tuhan, untuk memanfaatkan waktu anugerah dan kesempatan yang diberikan Allah dalam hidup ini. Ini adalah tema sentral dalam penginjilan, yang menekankan urgensi pertobatan dan menerima keselamatan *sekarang*.
* De Heer sangat percaya pada pesan Injil yang langsung dan tidak berbelit-belit, dan liriknya mencerminkan hal ini. Ia ingin orang menyadari bahwa hidup ini singkat dan anugerah Tuhan tidak boleh disia-siakan.
3. **Pengaruh di Belanda:**
* Dengan diterbitkannya dalam "Johannes de Heer Liedboek," "Grijp Toch De Kansen" dengan cepat menjadi salah satu himne paling populer dan berpengaruh di Belanda. Lagu ini dinyanyikan di gereja-gereja, pertemuan kebangunan rohani, bahkan disiarkan melalui radio oleh De Heer sendiri. Pesannya yang lugas dan melodi yang menyentuh membuat lagu ini mudah melekat di hati dan pikiran orang.
4. **Perjalanan ke Indonesia ("Pakailah Waktu Anug'rah Tuhanmu"):**
* Pengaruh kekristenan Belanda di Indonesia pada masa kolonial sangatlah besar. Para misionaris Belanda membawa serta budaya dan tradisi rohani mereka, termasuk lagu-lagu dari "Johannes de Heer Liedboek."
* "Grijp Toch De Kansen" kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai "Pakailah Waktu Anug'rah Tuhanmu." Terjemahan ini dengan setia menangkap inti pesan dari versi Belanda: **"Gunakanlah waktu anugerah Tuhanmu."** Ini adalah panggilan untuk menghargai setiap momen yang diberikan Allah sebagai kesempatan untuk bertumbuh dalam iman, melayani-Nya, dan merespons kasih-Nya sebelum terlambat.
* Lagu ini segera menjadi sangat populer di kalangan gereja-gereja di Indonesia, terutama di gereja-gereja Protestan dan Pentakosta, dan sering dinyanyikan dalam pertemuan-pertemuan kebangunan rohani, ibadah Minggu, bahkan dalam momen-momen refleksi pribadi.
### Pesan dan Warisan yang Abadi:
"Pakailah Waktu Anug'rah Tuhanmu" tetap relevan hingga hari ini karena pesannya yang universal:
* **Urgensi Spiritual:** Lagu ini mengingatkan kita akan singkatnya hidup dan pentingnya menanggapi panggilan Tuhan *sekarang*, bukan menundanya.
* **Nilai Waktu:** Mengajarkan kita untuk menghargai setiap detik sebagai anugerah dan kesempatan yang diberikan oleh Allah.
* **Kesempatan Pertobatan dan Pertumbuhan:** Menekankan bahwa setiap hari adalah kesempatan baru untuk bertobat, mendekat kepada Tuhan, dan melayani-Nya.
* **Melodi yang Berkesan:** Melodi Sankey yang kuat dan lirik De Heer yang mendalam menciptakan kombinasi yang tak terlupakan, yang terus menginspirasi generasi demi generasi.
Dengan demikian, lagu ini adalah sebuah mahakarya kolaborasi lintas benua dan lintas waktu, membawa pesan kebenaran Alkitabiah dengan cara yang sederhana namun sangat mendalam.
### Latar Belakang Tokoh Kunci:
1. **Ira David Sankey (1840-1908): Sang Maestro Musik Kebangunan Rohani Amerika**
* Ira D. Sankey adalah seorang musisi dan penyanyi yang sangat terkenal pada akhir abad ke-19. Ia dikenal luas sebagai partner musik dari penginjil legendaris Dwight L. Moody.
* Sankey bukan sekadar penyanyi; ia adalah seorang komposer melodi himne yang sangat produktif. Karyanya ditandai dengan melodi yang sederhana namun kuat, mudah diingat, dan memiliki daya tarik emosional yang mendalam. Musiknya dirancang untuk menyentuh hati para pendengar dan mempersiapkan mereka untuk pesan Injil yang disampaikan oleh Moody.
* Bersama Moody, Sankey memimpin kebangunan rohani besar di Amerika Serikat dan Inggris, menarik ribuan orang dan membentuk wajah musik himne evangelis modern. Ia menerbitkan beberapa buku lagu yang sangat populer, seperti "Sacred Songs and Solos."
2. **Johannes de Heer (1866-1961): Penginjil dan Penulis Himne Belanda**
* Johannes de Heer adalah seorang tokoh yang sangat berpengaruh dalam kekristenan di Belanda pada abad ke-20. Ia adalah seorang penginjil, penulis lagu, penerbit, dan penyiar radio Kristen pertama di Belanda.
* De Heer sangat terinspirasi oleh gerakan kebangunan rohani Anglo-Amerika, termasuk karya Moody dan Sankey. Ia merasa bahwa gereja-gereja di Belanda membutuhkan lagu-lagu yang lebih langsung, personal, dan evangelistis, yang berbeda dari himne-himne gereja tradisional yang mungkin lebih formal.
* Ia kemudian menerbitkan "Johannes de Heer Liedboek" (Buku Lagu Johannes de Heer), yang menjadi kompilasi himne paling populer di Belanda. Buku ini berisi banyak terjemahan lagu-lagu kebangunan rohani dari bahasa Inggris dan Amerika, serta lagu-lagu orisinal yang ditulisnya sendiri.
### Kisah di Balik Lagu "Grijp Toch De Kansen" / "Pakailah Waktu Anug'rah Tuhanmu":
Kisah lagu ini adalah contoh klasik bagaimana musik dan pesan rohani dapat melintasi batas budaya dan bahasa:
1. **Melodi dari Ira D. Sankey:**
* Melodi yang digunakan untuk lagu ini umumnya diyakini berasal dari Ira D. Sankey. Sankey memiliki bakat luar biasa dalam menciptakan melodi yang dapat dengan mudah diadaptasi untuk berbagai pesan rohani.
* Dalam banyak kasus, Sankey akan menggubah melodi untuk lirik yang sudah ada, atau melodi ciptaannya sendiri kemudian diadopsi oleh penulis lirik lain. Melodi yang ia ciptakan seringkali memiliki nuansa yang serius namun penuh harapan, yang sangat cocok untuk tema pertobatan dan anugerah.
2. **Lirik "Grijp Toch De Kansen" oleh Johannes de Heer:**
* Johannes de Heer, dalam semangat penginjilannya, mencari melodi yang kuat dan mudah diucapkan untuk pesan-pesan yang ia ingin sampaikan. Ia kemungkinan besar menemukan melodi Sankey ini—atau salah satu dari banyak melodi yang diatribusikan kepadanya—dan merasa itu adalah wadah yang sempurna untuk lirik yang ia tulis.
* Lirik Belanda "Grijp Toch De Kansen" secara harfiah berarti "Raihlah Kesempatan-Kesempatan Itu." Inti dari lirik ini adalah seruan yang mendesak kepada pendengar untuk tidak menunda-nunda dalam menanggapi panggilan Tuhan, untuk memanfaatkan waktu anugerah dan kesempatan yang diberikan Allah dalam hidup ini. Ini adalah tema sentral dalam penginjilan, yang menekankan urgensi pertobatan dan menerima keselamatan *sekarang*.
* De Heer sangat percaya pada pesan Injil yang langsung dan tidak berbelit-belit, dan liriknya mencerminkan hal ini. Ia ingin orang menyadari bahwa hidup ini singkat dan anugerah Tuhan tidak boleh disia-siakan.
3. **Pengaruh di Belanda:**
* Dengan diterbitkannya dalam "Johannes de Heer Liedboek," "Grijp Toch De Kansen" dengan cepat menjadi salah satu himne paling populer dan berpengaruh di Belanda. Lagu ini dinyanyikan di gereja-gereja, pertemuan kebangunan rohani, bahkan disiarkan melalui radio oleh De Heer sendiri. Pesannya yang lugas dan melodi yang menyentuh membuat lagu ini mudah melekat di hati dan pikiran orang.
4. **Perjalanan ke Indonesia ("Pakailah Waktu Anug'rah Tuhanmu"):**
* Pengaruh kekristenan Belanda di Indonesia pada masa kolonial sangatlah besar. Para misionaris Belanda membawa serta budaya dan tradisi rohani mereka, termasuk lagu-lagu dari "Johannes de Heer Liedboek."
* "Grijp Toch De Kansen" kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai "Pakailah Waktu Anug'rah Tuhanmu." Terjemahan ini dengan setia menangkap inti pesan dari versi Belanda: **"Gunakanlah waktu anugerah Tuhanmu."** Ini adalah panggilan untuk menghargai setiap momen yang diberikan Allah sebagai kesempatan untuk bertumbuh dalam iman, melayani-Nya, dan merespons kasih-Nya sebelum terlambat.
* Lagu ini segera menjadi sangat populer di kalangan gereja-gereja di Indonesia, terutama di gereja-gereja Protestan dan Pentakosta, dan sering dinyanyikan dalam pertemuan-pertemuan kebangunan rohani, ibadah Minggu, bahkan dalam momen-momen refleksi pribadi.
### Pesan dan Warisan yang Abadi:
"Pakailah Waktu Anug'rah Tuhanmu" tetap relevan hingga hari ini karena pesannya yang universal:
* **Urgensi Spiritual:** Lagu ini mengingatkan kita akan singkatnya hidup dan pentingnya menanggapi panggilan Tuhan *sekarang*, bukan menundanya.
* **Nilai Waktu:** Mengajarkan kita untuk menghargai setiap detik sebagai anugerah dan kesempatan yang diberikan oleh Allah.
* **Kesempatan Pertobatan dan Pertumbuhan:** Menekankan bahwa setiap hari adalah kesempatan baru untuk bertobat, mendekat kepada Tuhan, dan melayani-Nya.
* **Melodi yang Berkesan:** Melodi Sankey yang kuat dan lirik De Heer yang mendalam menciptakan kombinasi yang tak terlupakan, yang terus menginspirasi generasi demi generasi.
Dengan demikian, lagu ini adalah sebuah mahakarya kolaborasi lintas benua dan lintas waktu, membawa pesan kebenaran Alkitabiah dengan cara yang sederhana namun sangat mendalam.