PKJ
Dalam Nama Yesus Tuhanku
God Forgave My Sin / Freely, Freely
Informasi Lagu
266
Nomor
Do=E
Nada Dasar
Kode
PKJ 266
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Nada Dasar
Do=E
Ketukan
3 ketuk ketuk
Metronom
0
Jumlah Bait
2 bait
Pencipta Lagu
Carol Owens
Pencipta Syair
Carol Owens
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
2 bait
Dalam nama Yesus, Tuhanku,
sudah diampuni dosaku.
Kusampaikan kini padamu
belas kasihNya bagimu.
Kar’na Tuhan dengan cuma-cuma
beri kuasa serta kasihNya:
meneruskannya kita pun harus pergi
sampai ke ujung dunia.
Pada Yesus kuasa semesta
dalam surga, dalam dunia.
Kusampaikan kini padamu
besar kuasaNya atasmu.
Slide Lirik
2 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sama Tema
Tanggung Jawab Pengikut Kristus
Apalah Arti Ibadahmu
PKJ
Bukan Kar'na Upahmu
PKJ
Damai di Dunia
PKJ
Hai Dengarlah Anakku
PKJ
Hai Bangun, yang Tidur
PKJ
Isilah Mataku dengan Citra SalibMu
PKJ
Janganlah Kumpulkan Harta
PKJ
Kamu adalah Garam Dunia
PKJ
Ladang Menguning
PKJ
Pakailah Waktu Anug'rah Tuhanmu
PKJ
Perintah Baru
PKJ
Rasul Pergi Beribadah
PKJ
Sekalipun Diriku Dapat Berkata-kata
PKJ
Semua Manusia yang Diciptakan
PKJ
Semua Orang Inginkan Kebenaran
PKJ
Takut Akan Tuhan
PKJ
Tiap Orang Harus Tahu
PKJ
Tuhan, Tolonglah, Bangunkan Iman
PKJ
Wahai Anakku, Janganlah Kaulupakan
PKJ
Sejarah Lagu
Lagu "Dalam Nama Yesus Tuhanku" yang dikenal luas di Indonesia, atau di dunia berbahasa Inggris sebagai "God Forgave My Sin" atau "Freely, Freely", adalah sebuah lagu rohani anak-anak yang telah menyentuh jutaan hati di seluruh dunia. Di balik melodi sederhana dan lirik yang mudah diingat ini terdapat kisah inspirasi, tujuan pelayanan, dan dampak global yang luar biasa dari penciptanya, Carol Owens.
Mari kita selami kisah di balik lagu ikonik ini dengan detail:
---
### **1. Sang Pencipta: Carol Owens (Carol Lynn Perkins Owens)**
Carol Owens adalah seorang komposer, guru musik, dan musisi gereja asal Amerika Serikat. Ia dikenal karena kemampuannya menciptakan lagu-lagu rohani yang sederhana namun mendalam, terutama bagi anak-anak. Latar belakangnya sebagai pendidik musik memberinya pemahaman yang kuat tentang bagaimana membuat konsep-konsep spiritual yang kompleks menjadi mudah dipahami dan diingat oleh pikiran muda.
Pada awal tahun 1970-an, tepatnya sekitar tahun **1972**, Owens sedang bekerja untuk sebuah penerbitan materi Kristen yang berfokus pada kurikulum Sekolah Minggu dan Sekolah Alkitab Liburan (Vacation Bible School/VBS). VBS adalah program musim panas yang sangat populer di gereja-gereja Amerika, di mana anak-anak diajarkan tentang Alkitab melalui cerita, kerajinan tangan, permainan, dan tentu saja, lagu-lagu.
### **2. Momen Inspirasi dan Tujuan Lahirnya Lagu**
Kebutuhan akan lagu-lagu baru yang dapat mengkomunikasikan kebenaran Alkitab secara efektif kepada anak-anak selalu ada. Untuk kurikulum VBS tertentu, Carol Owens ditugaskan untuk menciptakan lagu yang dapat meringkas salah satu ajaran inti Kekristenan: **pengampunan dosa dan anugerah Tuhan yang cuma-cuma melalui Yesus Kristus.**
Konsep pengampunan dosa dan penebusan seringkali sulit dijelaskan kepada orang dewasa sekalipun, apalagi kepada anak-anak. Bagaimana menjelaskan bahwa Tuhan mengampuni dosa kita bukan karena perbuatan baik kita, melainkan karena kasih karunia-Nya yang diberikan "secara cuma-cuma" atau "tanpa syarat" melalui pengorbanan Yesus?
Inilah inti dari inspirasi Carol Owens. Ia ingin sebuah lagu yang:
* **Sederhana:** Liriknya harus mudah dimengerti dan dihafal oleh anak-anak usia prasekolah hingga sekolah dasar.
* **Berulang:** Pengulangan membantu penguatan pesan dan memori.
* **Interaktif:** Melodi dan ritmenya harus mengajak anak-anak untuk berpartisipasi, bahkan mungkin dengan gerakan sederhana.
* **Mendalam secara Teologis:** Meskipun sederhana, pesannya harus akurat secara doktrinal, berakar pada ajaran Alkitab tentang kasih karunia, pengampunan, dan kehidupan baru dalam Kristus.
Ia merenungkan ayat-ayat seperti Yohanes 3:16 ("Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.") dan Efesus 2:8-9 ("Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu, supaya jangan ada orang yang memegahkan diri."). Kata kunci "kasih karunia" (grace) dan "pemberian" (gift) sangat penting.
### **3. Lahirnya Lirik dan Melodi Sederhana**
Dari perenungan ini, lahirlah lagu "God Forgave My Sin (Freely, Freely)". Judul resminya seringkali "God Forgave My Sin", tetapi frasa "Freely, Freely" yang diulang-ulang di bagian chorus menjadi begitu ikonik sehingga seringkali lagu ini dikenal dengan nama tersebut.
Lirik aslinya dalam bahasa Inggris secara kasar berbunyi:
*(Verse 1)*
God forgave my sin in Jesus' name,
I've been born again in Jesus' name,
And in Jesus' name I come to you,
To tell you what the Lord can do.
*(Chorus)*
Freely, freely, God forgave me,
Freely, freely, now I can forgive.
Freely, freely, God forgave me,
Freely, freely, now I can forgive.
*(Verse 2)*
I'm forgiven, now I can forgive,
By His power, I can praise Him,
By His power, I can praise Him,
And in Jesus' name I come to you,
To tell you what the Lord can do.
*(Chorus)*
Freely, freely, God forgave me,
Freely, freely, now I can forgive.
Freely, freely, God forgave me,
Freely, freely, now I can forgive.
Melodinya dibuat sangat sederhana, dengan rentang vokal yang tidak luas, sehingga mudah dinyanyikan oleh anak-anak maupun orang dewasa. Ritme yang ceria dan optimis semakin mendukung pesan sukacita dari pengampunan.
### **4. Pesan Teologis yang Mendalam**
Meskipun sederhana, lagu ini membawa beberapa kebenaran teologis yang kuat:
* **Pengampunan Melalui Yesus:** Dosa diampuni "dalam nama Yesus." Ini menegaskan sentralitas Yesus dalam rencana keselamatan Allah.
* **Kelahiran Baru:** "I've been born again" merujuk pada konsep spiritualitas baru dalam Kristus.
* **Pengampunan Cuma-Cuma (Freely, Freely):** Ini adalah jantung lagu. Pengampunan Tuhan tidak harus dibayar dengan uang atau perbuatan baik; itu adalah anugerah murni dari kasih-Nya.
* **Konsekuensi Pengampunan: Mampu Mengampuni Orang Lain:** Ini adalah aspek yang sangat kuat dari lagu ini. Jika kita telah menerima pengampunan yang cuma-cuma, kita juga dipanggil untuk memberikan pengampunan secara cuma-cuma kepada orang lain ("Freely, freely, now I can forgive"). Ini mengajarkan prinsip Kekristenan tentang memaafkan orang lain seperti Kristus memaafkan kita.
* **Berbagi Kabar Baik:** Tujuan dari pengampunan dan kelahiran baru bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk "memberitahu apa yang dapat Tuhan lakukan" kepada orang lain.
### **5. Dampak dan Penyebaran Global**
Lagu ini dengan cepat menjadi populer di program-program VBS dan Sekolah Minggu di seluruh Amerika Serikat. Kesederhanaan dan pesannya yang kuat membuatnya mudah diadopsi oleh para pemimpin gereja dan misi.
* **Penyebaran Melalui Misi:** Para misionaris membawa lagu ini ke seluruh dunia. Melodi yang mudah diingat dan lirik yang dapat diterjemahkan dengan jelas menjadikannya alat pengajaran yang efektif di berbagai budaya.
* **Terjemahan:** "God Forgave My Sin / Freely, Freely" diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Terjemahan bahasa Indonesia, **"Dalam Nama Yesus Tuhanku"**, berhasil menangkap esensi dan ritme aslinya dengan sangat baik. Liriknya beradaptasi dengan budaya Indonesia sambil tetap menjaga pesan intinya.
**"Dalam Nama Yesus Tuhanku"**
Dalam nama Yesus Tuhanku,
Aku diampuni-Nya.
Dalam nama Yesus Tuhanku,
Aku dilahirkan baru.
Dalam nama Yesus Tuhanku,
Datanglah kepada-Nya,
Dia kan lakukan bagimu
Apa yang Dia buat bagiku.
*Reff:*
S’cara cuma-cuma, ku diampuni,
S’cara cuma-cuma, ku kan mengampuni.
S’cara cuma-cuma, ku diampuni,
S’cara cuma-cuma, ku kan mengampuni.
Versi Indonesia ini menjadi sangat populer di gereja-gereja, Sekolah Minggu, dan persekutuan anak-anak di seluruh Indonesia, sama populernya dengan versi aslinya di negara-negara berbahasa Inggris. Lagu ini seringkali dinyanyikan dengan gerakan-gerakan sederhana yang melibatkan anak-anak.
### **6. Warisan Abadi**
"Dalam Nama Yesus Tuhanku / God Forgave My Sin / Freely, Freely" tetap menjadi lagu favorit lintas generasi. Meskipun awalnya ditulis untuk anak-anak, pesannya yang universal tentang pengampunan, kasih karunia, dan pentingnya mengampuni orang lain tetap relevan bagi orang dewasa.
Lagu ini adalah testimoni nyata dari kekuatan musik sederhana untuk menyampaikan kebenaran ilahi yang mendalam, melampaui batas bahasa, budaya, dan waktu. Carol Owens, melalui lagu ini, telah meninggalkan warisan yang tak ternilai dalam dunia musik rohani, membantu jutaan orang, baik muda maupun tua, untuk memahami dan mengalami kasih karunia Tuhan yang cuma-cuma.
Mari kita selami kisah di balik lagu ikonik ini dengan detail:
---
### **1. Sang Pencipta: Carol Owens (Carol Lynn Perkins Owens)**
Carol Owens adalah seorang komposer, guru musik, dan musisi gereja asal Amerika Serikat. Ia dikenal karena kemampuannya menciptakan lagu-lagu rohani yang sederhana namun mendalam, terutama bagi anak-anak. Latar belakangnya sebagai pendidik musik memberinya pemahaman yang kuat tentang bagaimana membuat konsep-konsep spiritual yang kompleks menjadi mudah dipahami dan diingat oleh pikiran muda.
Pada awal tahun 1970-an, tepatnya sekitar tahun **1972**, Owens sedang bekerja untuk sebuah penerbitan materi Kristen yang berfokus pada kurikulum Sekolah Minggu dan Sekolah Alkitab Liburan (Vacation Bible School/VBS). VBS adalah program musim panas yang sangat populer di gereja-gereja Amerika, di mana anak-anak diajarkan tentang Alkitab melalui cerita, kerajinan tangan, permainan, dan tentu saja, lagu-lagu.
### **2. Momen Inspirasi dan Tujuan Lahirnya Lagu**
Kebutuhan akan lagu-lagu baru yang dapat mengkomunikasikan kebenaran Alkitab secara efektif kepada anak-anak selalu ada. Untuk kurikulum VBS tertentu, Carol Owens ditugaskan untuk menciptakan lagu yang dapat meringkas salah satu ajaran inti Kekristenan: **pengampunan dosa dan anugerah Tuhan yang cuma-cuma melalui Yesus Kristus.**
Konsep pengampunan dosa dan penebusan seringkali sulit dijelaskan kepada orang dewasa sekalipun, apalagi kepada anak-anak. Bagaimana menjelaskan bahwa Tuhan mengampuni dosa kita bukan karena perbuatan baik kita, melainkan karena kasih karunia-Nya yang diberikan "secara cuma-cuma" atau "tanpa syarat" melalui pengorbanan Yesus?
Inilah inti dari inspirasi Carol Owens. Ia ingin sebuah lagu yang:
* **Sederhana:** Liriknya harus mudah dimengerti dan dihafal oleh anak-anak usia prasekolah hingga sekolah dasar.
* **Berulang:** Pengulangan membantu penguatan pesan dan memori.
* **Interaktif:** Melodi dan ritmenya harus mengajak anak-anak untuk berpartisipasi, bahkan mungkin dengan gerakan sederhana.
* **Mendalam secara Teologis:** Meskipun sederhana, pesannya harus akurat secara doktrinal, berakar pada ajaran Alkitab tentang kasih karunia, pengampunan, dan kehidupan baru dalam Kristus.
Ia merenungkan ayat-ayat seperti Yohanes 3:16 ("Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.") dan Efesus 2:8-9 ("Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu, supaya jangan ada orang yang memegahkan diri."). Kata kunci "kasih karunia" (grace) dan "pemberian" (gift) sangat penting.
### **3. Lahirnya Lirik dan Melodi Sederhana**
Dari perenungan ini, lahirlah lagu "God Forgave My Sin (Freely, Freely)". Judul resminya seringkali "God Forgave My Sin", tetapi frasa "Freely, Freely" yang diulang-ulang di bagian chorus menjadi begitu ikonik sehingga seringkali lagu ini dikenal dengan nama tersebut.
Lirik aslinya dalam bahasa Inggris secara kasar berbunyi:
*(Verse 1)*
God forgave my sin in Jesus' name,
I've been born again in Jesus' name,
And in Jesus' name I come to you,
To tell you what the Lord can do.
*(Chorus)*
Freely, freely, God forgave me,
Freely, freely, now I can forgive.
Freely, freely, God forgave me,
Freely, freely, now I can forgive.
*(Verse 2)*
I'm forgiven, now I can forgive,
By His power, I can praise Him,
By His power, I can praise Him,
And in Jesus' name I come to you,
To tell you what the Lord can do.
*(Chorus)*
Freely, freely, God forgave me,
Freely, freely, now I can forgive.
Freely, freely, God forgave me,
Freely, freely, now I can forgive.
Melodinya dibuat sangat sederhana, dengan rentang vokal yang tidak luas, sehingga mudah dinyanyikan oleh anak-anak maupun orang dewasa. Ritme yang ceria dan optimis semakin mendukung pesan sukacita dari pengampunan.
### **4. Pesan Teologis yang Mendalam**
Meskipun sederhana, lagu ini membawa beberapa kebenaran teologis yang kuat:
* **Pengampunan Melalui Yesus:** Dosa diampuni "dalam nama Yesus." Ini menegaskan sentralitas Yesus dalam rencana keselamatan Allah.
* **Kelahiran Baru:** "I've been born again" merujuk pada konsep spiritualitas baru dalam Kristus.
* **Pengampunan Cuma-Cuma (Freely, Freely):** Ini adalah jantung lagu. Pengampunan Tuhan tidak harus dibayar dengan uang atau perbuatan baik; itu adalah anugerah murni dari kasih-Nya.
* **Konsekuensi Pengampunan: Mampu Mengampuni Orang Lain:** Ini adalah aspek yang sangat kuat dari lagu ini. Jika kita telah menerima pengampunan yang cuma-cuma, kita juga dipanggil untuk memberikan pengampunan secara cuma-cuma kepada orang lain ("Freely, freely, now I can forgive"). Ini mengajarkan prinsip Kekristenan tentang memaafkan orang lain seperti Kristus memaafkan kita.
* **Berbagi Kabar Baik:** Tujuan dari pengampunan dan kelahiran baru bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk "memberitahu apa yang dapat Tuhan lakukan" kepada orang lain.
### **5. Dampak dan Penyebaran Global**
Lagu ini dengan cepat menjadi populer di program-program VBS dan Sekolah Minggu di seluruh Amerika Serikat. Kesederhanaan dan pesannya yang kuat membuatnya mudah diadopsi oleh para pemimpin gereja dan misi.
* **Penyebaran Melalui Misi:** Para misionaris membawa lagu ini ke seluruh dunia. Melodi yang mudah diingat dan lirik yang dapat diterjemahkan dengan jelas menjadikannya alat pengajaran yang efektif di berbagai budaya.
* **Terjemahan:** "God Forgave My Sin / Freely, Freely" diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Terjemahan bahasa Indonesia, **"Dalam Nama Yesus Tuhanku"**, berhasil menangkap esensi dan ritme aslinya dengan sangat baik. Liriknya beradaptasi dengan budaya Indonesia sambil tetap menjaga pesan intinya.
**"Dalam Nama Yesus Tuhanku"**
Dalam nama Yesus Tuhanku,
Aku diampuni-Nya.
Dalam nama Yesus Tuhanku,
Aku dilahirkan baru.
Dalam nama Yesus Tuhanku,
Datanglah kepada-Nya,
Dia kan lakukan bagimu
Apa yang Dia buat bagiku.
*Reff:*
S’cara cuma-cuma, ku diampuni,
S’cara cuma-cuma, ku kan mengampuni.
S’cara cuma-cuma, ku diampuni,
S’cara cuma-cuma, ku kan mengampuni.
Versi Indonesia ini menjadi sangat populer di gereja-gereja, Sekolah Minggu, dan persekutuan anak-anak di seluruh Indonesia, sama populernya dengan versi aslinya di negara-negara berbahasa Inggris. Lagu ini seringkali dinyanyikan dengan gerakan-gerakan sederhana yang melibatkan anak-anak.
### **6. Warisan Abadi**
"Dalam Nama Yesus Tuhanku / God Forgave My Sin / Freely, Freely" tetap menjadi lagu favorit lintas generasi. Meskipun awalnya ditulis untuk anak-anak, pesannya yang universal tentang pengampunan, kasih karunia, dan pentingnya mengampuni orang lain tetap relevan bagi orang dewasa.
Lagu ini adalah testimoni nyata dari kekuatan musik sederhana untuk menyampaikan kebenaran ilahi yang mendalam, melampaui batas bahasa, budaya, dan waktu. Carol Owens, melalui lagu ini, telah meninggalkan warisan yang tak ternilai dalam dunia musik rohani, membantu jutaan orang, baik muda maupun tua, untuk memahami dan mengalami kasih karunia Tuhan yang cuma-cuma.