Informasi Lagu
628
Nomor
Kode
KK 628
Buku
Kidung Keesaan
Metronom
0
Pencipta Lagu
John Hart Stockton
Pencipta Syair
William Hunter (1859)
Cross Ref.
KC 74, KJ 149, NP 309
Dengarkan di YouTube
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — KK 628 1
Slide 2 — KK 628 2
Slide 3 — KK 628 3
Slide 4 — KK 628 4
Partitur / Not
Partitur Chord KK 628
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"The Great Physician"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai **"Sang Maha Tabib T’lah Dekat"**) adalah perpaduan antara pengalaman rohani yang mendalam dari penulis liriknya, **William Hunter**, dan kepiawaian musik dari **John Hart Stockton**.

Berikut adalah detail kisah di balik lagu ini:

### 1. Penulis Lirik: William Hunter (1811–1877)
William Hunter adalah seorang pendeta Metodis yang lahir di Irlandia dan bermigrasi ke Amerika Serikat. Selain sebagai pendeta, ia adalah seorang penyair rohani yang produktif.

Lirik lagu ini ditulis oleh Hunter sekitar tahun **1859**. Inspirasi utamanya diambil dari ayat Alkitab dalam **Yeremia 8:22**, yang berbunyi:
> *"Tidak adakah balsam di Gilead? Tidak adakah tabib di sana? Mengapakah kesembuhan bagi puteri bangsaku belum kunjung datang?"*

Hunter ingin menyampaikan pesan bahwa Yesus Kristus adalah "Tabib Agung" yang mampu menyembuhkan luka jiwa, dosa, dan penderitaan manusia. Fokus lagu ini adalah penghiburan bagi mereka yang merasa lelah, sakit, dan putus asa.

### 2. Komposer Musik: John Hart Stockton (1813–1877)
John Hart Stockton adalah seorang penginjil dan musisi asal Amerika. Ia memberikan melodi yang sekarang kita kenal sebagai lagu "The Great Physician".

Stockton menulis melodi tersebut pada tahun **1874**. Menariknya, Stockton tidak sekadar menulis melodi untuk lirik yang sudah ada, tetapi ia sering kali menggabungkan pesan yang kuat dengan irama yang bersifat mengundang (invitational).

### 3. Kisah di Balik Pertemuan Lirik dan Musik
Meskipun William Hunter menulis liriknya pada 1859, lagu ini menjadi sangat populer setelah diterbitkan dalam buku himne *“Salvation Melodies”* (1874) yang disusun oleh Stockton.

Ada sebuah kisah populer di lingkungan gereja mengenai lagu ini: Dikatakan bahwa Stockton sering menyanyikan lagu ini di akhir kebaktian kebangunan rohani (revival) untuk mengajak orang datang ke depan altar guna berdoa. Melodi yang sederhana namun menyentuh hati membuat pendengar merasa seolah-olah "Sang Tabib" itu sendiri sedang hadir di tengah-tengah mereka.

### 4. Makna dan Kekuatan Lagu
Lagu ini memiliki kekuatan karena menyentuh realitas manusia yang paling mendasar: **kebutuhan akan kesembuhan**.

* **Bait Pertama:** Menggambarkan kehadiran Yesus yang sangat dekat.
* **Refrin (Chorus):** Adalah inti dari lagu ini:
*"Nama Yesus paling manis, penawar hati yang sedih, penyembuh jiwa yang letih."*
* **Tema Utama:** Bahwa Yesus tidak hanya menyembuhkan secara fisik, tetapi memberikan "balsam" bagi jiwa yang hancur.

### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Bertahan?
"The Great Physician" menjadi salah satu lagu yang paling banyak dinyanyikan dalam pertemuan doa dan kebaktian penyembuhan di Amerika pada abad ke-19. Keberhasilannya terletak pada:
1. **Penggunaan Metafora:** Menggambarkan Yesus sebagai Tabib sangat mudah dipahami oleh semua kalangan, baik orang berpendidikan maupun orang awam.
2. **Kualitas "Hymn" Tradisional:** Memiliki alur yang menenangkan, yang memberikan rasa damai bagi mereka yang sedang berduka atau merasa bersalah.

### Kesimpulan
Lagu ini bukan sekadar komposisi musik, melainkan sebuah doa dalam bentuk lagu. William Hunter menulisnya sebagai pengingat bahwa di saat dunia tidak memiliki jawaban atas penderitaan kita, ada "Tabib Agung" yang setia dan dekat. Hingga saat ini, lagu ini tetap menjadi penghiburan bagi jutaan orang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, di mana lagu ini sering dinyanyikan dalam ibadah-ibadah yang menekankan kasih karunia dan pemulihan.
Kembali ke KK