KK
Bersyukur Kepada Tuhan
O Come, Let Us Sing To The Lord (B)
Informasi Lagu
461
Nomor
Kode
KK 461b
Buku
Kidung Keesaan
Metronom
0
Pencipta Lagu
Lokakarya Palangkaraya
Pencipta Syair
Ika Saktilla
Penerjemah
Redaksi Pak
Cross Ref.
KJ 299, KC 152
Syair / Lirik
1 bait
Bersyukur kepada Tuhan, bersyukur kepada Tuhan
sebab Ia baik. Bersyukur kepada Tuhan.
Slide Lirik
1 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Cross Reference
Sama Tema
Pengucapan Syukur
Mari Bersyukur Kepada Tuhan
KK
Bersyukur Kepada Tuhan
KK
Mari Bersyukur Semua
KK
Kurangkai Nada Menjadi Lagu
KK
Sekarang B'ri Syukur
KK
Selama Bumi Didiami
KK
Syukur Padamu, Ya Allah
KK
Tabuh Gendang!
KK
T'rima Kasih. Ya Tuhanku
KK
Tuhan, Pencipta Semesta
KK
Ucap Syukur Pada Tuhan
KK
Tuhan Kami Bersyukur
KK
Ya Tuhan, 'Ku Bersyukur
KK
Yesus, Engkau Tuhanku
KK
Sejarah Lagu
Lagu "Bersyukur Kepada Tuhan" yang juga dikenal dengan judul bahasa Inggrisnya "O Come, Let Us Sing To The Lord (B)" adalah salah satu lagu rohani Kristen yang sangat populer dan sering dinyanyikan di gereja-gereja, sekolah minggu, maupun persekutuan di seluruh Indonesia. Kisah di balik lagu ini tidak seperti lagu pop modern yang seringkali berasal dari pengalaman personal yang dramatis, melainkan lebih tentang inspirasi spiritual, tujuan pelayanan, dan kolaborasi kreatif dalam konteks musik rohani.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Sosok di Balik Melodi dan Lirik: Ika Saktilla
Inti dari lagu "Bersyukur Kepada Tuhan" tidak bisa dilepaskan dari nama **Ika Saktilla**. Ia adalah seorang musisi, komposer, arranger, dan guru musik rohani Kristen yang sangat dihormati di Indonesia. Ika Saktilla dikenal luas karena kemampuannya menciptakan lagu-lagu rohani yang sederhana, mudah dinyanyikan, namun memiliki pesan yang dalam dan mengena, terutama untuk anak-anak dan jemaat awam. Banyak karya-karyanya menjadi bagian tak terpisahkan dari repertoar pujian penyembahan di gereja-gereja.
Inspirasi bagi Ika Saktilla dalam menciptakan lagu-lagu rohani umumnya datang dari pembacaan Alkitab, pengalaman pribadinya dalam iman, serta kerinduannya untuk melihat jemaat, khususnya anak-anak, dapat memuji Tuhan dengan sukacita dan pemahaman. Lagu-lagu Ika Saktilla seringkali memiliki melodi yang ceria, ritme yang semangat, dan lirik yang lugas serta positif, menjadikannya sangat efektif dalam memimpin jemaat untuk bersyukur dan memuji Tuhan.
### 2. Konteks "Lokakarya Palangkaraya"
Penulisan "Lokakarya Palangkaraya" di samping nama Ika Saktilla memiliki makna khusus. Ini bukan merujuk pada sebuah band atau grup musik permanen, melainkan lebih kepada sebuah **proyek atau kegiatan kolaboratif yang terfokus pada pengembangan musik rohani**.
* **Lokakarya (Workshop):** Kata "lokakarya" menunjukkan adanya sebuah sesi pelatihan, pertemuan, atau proyek bersama yang melibatkan beberapa individu untuk tujuan tertentu, dalam hal ini, pembuatan atau pengembangan lagu-lagu rohani. Dalam lokakarya semacam ini, seringkali terjadi proses kreasi, aransemen, dan produksi musik yang melibatkan ide-ide dari berbagai peserta atau fasilitator.
* **Palangkaraya:** Menyiratkan bahwa lokakarya atau proyek ini dilaksanakan di atau berpusat di kota **Palangkaraya, Kalimantan Tengah**. Ini menunjukkan adanya upaya untuk melibatkan talenta lokal atau memenuhi kebutuhan musik rohani di daerah tersebut. Ika Saktilla, sebagai seorang fasilitator atau pengarah musik, mungkin memimpin atau berkontribusi signifikan dalam lokakarya tersebut.
Dalam konteks ini, "Lokakarya Palangkaraya" bisa jadi adalah sebuah platform di mana Ika Saktilla bersama dengan peserta lainnya (musisi, penyanyi, pemimpin pujian) bersama-sama mengembangkan dan merekam lagu-lagu rohani, termasuk "Bersyukur Kepada Tuhan." Ini menunjukkan semangat kolaborasi dan pelayanan bersama untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi gereja. Versi "(B)" pada judul mungkin mengindikasikan sebuah aransemen atau versi spesifik yang dihasilkan dari lokakarya tersebut, atau mungkin sekadar penanda untuk bagian (B) dalam sebuah album kompilasi.
### 3. Inspirasi Alkitab dan Pesan Lagu
Judul bahasa Inggris "O Come, Let Us Sing To The Lord" secara langsung mengacu pada ayat Alkitab, khususnya **Mazmur 95:1**: "Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorai bagi Gunung batu keselamatan kita." Mazmur ini adalah sebuah ajakan untuk beribadah, memuji, dan bersyukur kepada Tuhan atas kebesaran-Nya sebagai Pencipta dan Juruselamat.
Lirik "Bersyukur Kepada Tuhan" sendiri sangat sederhana namun penuh makna:
* **Ajakan Bersyukur:** Lagu ini adalah sebuah ajakan yang tulus untuk umat Tuhan agar senantiasa bersyukur dalam segala keadaan.
* **Fokus pada Kebaikan Tuhan:** Lirik-liriknya seringkali menyoroti kebaikan, berkat, dan anugerah Tuhan yang tak pernah berhenti dalam hidup orang percaya.
* **Sukacita dalam Pujian:** Melodi yang ceria dan ritme yang bersemangat mendorong jemaat untuk mengungkapkan syukur mereka dengan sukacita dan semangat.
* **Keseruan untuk Anak-anak:** Kesederhanaan lirik dan melodi membuatnya sangat disukai dan mudah dihafal oleh anak-anak, menjadikannya lagu wajib di sekolah minggu.
Ika Saktilla berhasil mengemas pesan alkitabiah tentang syukur ini dalam sebuah komposisi musik yang sangat mudah dicerna, inspiratif, dan memiliki daya tular yang tinggi. Ia ingin agar setiap orang, dari anak kecil hingga dewasa, dapat dengan tulus meluapkan rasa syukurnya kepada Tuhan melalui nyanyian ini.
### 4. Proses Penciptaan dan Produksi (Perkiraan)
Mengingat gaya Ika Saktilla dan konteks lokakarya:
1. **Ide Awal:** Ika Saktilla kemungkinan mendapatkan inspirasi dari pembacaan Mazmur 95 atau kerinduan untuk menciptakan lagu syukur yang bisa dinyanyikan secara massal.
2. **Komposisi Dasar:** Ia menciptakan melodi dan lirik dasar yang sederhana namun kuat.
3. **Pengembangan dalam Lokakarya:** Dalam "Lokakarya Palangkaraya," lagu ini mungkin diaransemen ulang atau disempurnakan. Ini bisa melibatkan:
* Pengembangan harmoni vokal (paduan suara anak atau dewasa).
* Penambahan instrumen (keyboard, gitar, bass, drum, perkusi) yang sesuai untuk ibadah gereja.
* Uji coba dengan beberapa penyanyi untuk memastikan lagu mudah dinyanyikan.
* Proses rekaman yang menghasilkan versi yang kini dikenal luas.
4. **Tujuan Pelayanan:** Seluruh proses ini dilakukan dengan tujuan untuk melayani gereja dan memberkati jemaat dengan lagu pujian yang memuliakan Tuhan.
### 5. Dampak dan Warisan
"Bersyukur Kepada Tuhan / O Come, Let Us Sing To The Lord" menjadi salah satu lagu yang paling dicintai dan sering dinyanyikan dalam komunitas Kristen di Indonesia. Dampaknya sangat besar:
* **Menginspirasi Syukur:** Lagu ini menjadi sarana bagi banyak orang untuk mengungkapkan rasa syukur mereka kepada Tuhan, baik dalam ibadah pribadi maupun komunal.
* **Menyatukan Jemaat:** Melodinya yang mudah diingat dan liriknya yang positif menyatukan jemaat dalam pujian yang penuh sukacita.
* **Pendidikan Rohani Anak-anak:** Lagu ini menjadi salah satu lagu dasar yang diajarkan kepada anak-anak di sekolah minggu, menanamkan nilai syukur sejak dini.
* **Timeless:** Meskipun sudah bertahun-tahun lamanya, lagu ini tetap relevan dan terus dinyanyikan dari generasi ke generasi.
Singkatnya, "Bersyukur Kepada Tuhan" oleh Lokakarya Palangkaraya / Ika Saktilla adalah sebuah mahakarya pelayanan yang lahir dari inspirasi spiritual, kerja sama, dan kerinduan untuk memimpin umat Tuhan dalam pujian dan syukur yang tulus. Ini adalah bukti bahwa musik rohani yang sederhana namun penuh Roh dapat memiliki dampak yang abadi dalam kehidupan banyak orang.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Sosok di Balik Melodi dan Lirik: Ika Saktilla
Inti dari lagu "Bersyukur Kepada Tuhan" tidak bisa dilepaskan dari nama **Ika Saktilla**. Ia adalah seorang musisi, komposer, arranger, dan guru musik rohani Kristen yang sangat dihormati di Indonesia. Ika Saktilla dikenal luas karena kemampuannya menciptakan lagu-lagu rohani yang sederhana, mudah dinyanyikan, namun memiliki pesan yang dalam dan mengena, terutama untuk anak-anak dan jemaat awam. Banyak karya-karyanya menjadi bagian tak terpisahkan dari repertoar pujian penyembahan di gereja-gereja.
Inspirasi bagi Ika Saktilla dalam menciptakan lagu-lagu rohani umumnya datang dari pembacaan Alkitab, pengalaman pribadinya dalam iman, serta kerinduannya untuk melihat jemaat, khususnya anak-anak, dapat memuji Tuhan dengan sukacita dan pemahaman. Lagu-lagu Ika Saktilla seringkali memiliki melodi yang ceria, ritme yang semangat, dan lirik yang lugas serta positif, menjadikannya sangat efektif dalam memimpin jemaat untuk bersyukur dan memuji Tuhan.
### 2. Konteks "Lokakarya Palangkaraya"
Penulisan "Lokakarya Palangkaraya" di samping nama Ika Saktilla memiliki makna khusus. Ini bukan merujuk pada sebuah band atau grup musik permanen, melainkan lebih kepada sebuah **proyek atau kegiatan kolaboratif yang terfokus pada pengembangan musik rohani**.
* **Lokakarya (Workshop):** Kata "lokakarya" menunjukkan adanya sebuah sesi pelatihan, pertemuan, atau proyek bersama yang melibatkan beberapa individu untuk tujuan tertentu, dalam hal ini, pembuatan atau pengembangan lagu-lagu rohani. Dalam lokakarya semacam ini, seringkali terjadi proses kreasi, aransemen, dan produksi musik yang melibatkan ide-ide dari berbagai peserta atau fasilitator.
* **Palangkaraya:** Menyiratkan bahwa lokakarya atau proyek ini dilaksanakan di atau berpusat di kota **Palangkaraya, Kalimantan Tengah**. Ini menunjukkan adanya upaya untuk melibatkan talenta lokal atau memenuhi kebutuhan musik rohani di daerah tersebut. Ika Saktilla, sebagai seorang fasilitator atau pengarah musik, mungkin memimpin atau berkontribusi signifikan dalam lokakarya tersebut.
Dalam konteks ini, "Lokakarya Palangkaraya" bisa jadi adalah sebuah platform di mana Ika Saktilla bersama dengan peserta lainnya (musisi, penyanyi, pemimpin pujian) bersama-sama mengembangkan dan merekam lagu-lagu rohani, termasuk "Bersyukur Kepada Tuhan." Ini menunjukkan semangat kolaborasi dan pelayanan bersama untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi gereja. Versi "(B)" pada judul mungkin mengindikasikan sebuah aransemen atau versi spesifik yang dihasilkan dari lokakarya tersebut, atau mungkin sekadar penanda untuk bagian (B) dalam sebuah album kompilasi.
### 3. Inspirasi Alkitab dan Pesan Lagu
Judul bahasa Inggris "O Come, Let Us Sing To The Lord" secara langsung mengacu pada ayat Alkitab, khususnya **Mazmur 95:1**: "Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorai bagi Gunung batu keselamatan kita." Mazmur ini adalah sebuah ajakan untuk beribadah, memuji, dan bersyukur kepada Tuhan atas kebesaran-Nya sebagai Pencipta dan Juruselamat.
Lirik "Bersyukur Kepada Tuhan" sendiri sangat sederhana namun penuh makna:
* **Ajakan Bersyukur:** Lagu ini adalah sebuah ajakan yang tulus untuk umat Tuhan agar senantiasa bersyukur dalam segala keadaan.
* **Fokus pada Kebaikan Tuhan:** Lirik-liriknya seringkali menyoroti kebaikan, berkat, dan anugerah Tuhan yang tak pernah berhenti dalam hidup orang percaya.
* **Sukacita dalam Pujian:** Melodi yang ceria dan ritme yang bersemangat mendorong jemaat untuk mengungkapkan syukur mereka dengan sukacita dan semangat.
* **Keseruan untuk Anak-anak:** Kesederhanaan lirik dan melodi membuatnya sangat disukai dan mudah dihafal oleh anak-anak, menjadikannya lagu wajib di sekolah minggu.
Ika Saktilla berhasil mengemas pesan alkitabiah tentang syukur ini dalam sebuah komposisi musik yang sangat mudah dicerna, inspiratif, dan memiliki daya tular yang tinggi. Ia ingin agar setiap orang, dari anak kecil hingga dewasa, dapat dengan tulus meluapkan rasa syukurnya kepada Tuhan melalui nyanyian ini.
### 4. Proses Penciptaan dan Produksi (Perkiraan)
Mengingat gaya Ika Saktilla dan konteks lokakarya:
1. **Ide Awal:** Ika Saktilla kemungkinan mendapatkan inspirasi dari pembacaan Mazmur 95 atau kerinduan untuk menciptakan lagu syukur yang bisa dinyanyikan secara massal.
2. **Komposisi Dasar:** Ia menciptakan melodi dan lirik dasar yang sederhana namun kuat.
3. **Pengembangan dalam Lokakarya:** Dalam "Lokakarya Palangkaraya," lagu ini mungkin diaransemen ulang atau disempurnakan. Ini bisa melibatkan:
* Pengembangan harmoni vokal (paduan suara anak atau dewasa).
* Penambahan instrumen (keyboard, gitar, bass, drum, perkusi) yang sesuai untuk ibadah gereja.
* Uji coba dengan beberapa penyanyi untuk memastikan lagu mudah dinyanyikan.
* Proses rekaman yang menghasilkan versi yang kini dikenal luas.
4. **Tujuan Pelayanan:** Seluruh proses ini dilakukan dengan tujuan untuk melayani gereja dan memberkati jemaat dengan lagu pujian yang memuliakan Tuhan.
### 5. Dampak dan Warisan
"Bersyukur Kepada Tuhan / O Come, Let Us Sing To The Lord" menjadi salah satu lagu yang paling dicintai dan sering dinyanyikan dalam komunitas Kristen di Indonesia. Dampaknya sangat besar:
* **Menginspirasi Syukur:** Lagu ini menjadi sarana bagi banyak orang untuk mengungkapkan rasa syukur mereka kepada Tuhan, baik dalam ibadah pribadi maupun komunal.
* **Menyatukan Jemaat:** Melodinya yang mudah diingat dan liriknya yang positif menyatukan jemaat dalam pujian yang penuh sukacita.
* **Pendidikan Rohani Anak-anak:** Lagu ini menjadi salah satu lagu dasar yang diajarkan kepada anak-anak di sekolah minggu, menanamkan nilai syukur sejak dini.
* **Timeless:** Meskipun sudah bertahun-tahun lamanya, lagu ini tetap relevan dan terus dinyanyikan dari generasi ke generasi.
Singkatnya, "Bersyukur Kepada Tuhan" oleh Lokakarya Palangkaraya / Ika Saktilla adalah sebuah mahakarya pelayanan yang lahir dari inspirasi spiritual, kerja sama, dan kerinduan untuk memimpin umat Tuhan dalam pujian dan syukur yang tulus. Ini adalah bukti bahwa musik rohani yang sederhana namun penuh Roh dapat memiliki dampak yang abadi dalam kehidupan banyak orang.