Informasi Lagu
455
Nomor
Do=G
Nada Dasar
Kode
KK 455
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
Do=G
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
72
Jumlah Bait
3 bait
Style
Country2-4, CountryStrummin
Pencipta Lagu
Robert Lowry (1826)
Pencipta Syair
William Orcutt Cushing (1823)
Penerjemah
Yamuger (1984)
Cross Ref.
KJ 370
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Ku mau berjalan dengan Juruslamatku di lembah berbunga dan berair sejuk. Ya, ke mana juga aku mau mengikutNya. Sampai aku tiba di negri baka. Reff Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ku tetap mendengar dan mengikutNya. Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ya, ke mana juga ku mengikutNya!
Ku mau berjalan dengan Juruslamatku di lembah gelap, di badai yang menderu. Aku takkan takut di bahaya apa pun, bila ku dibimbing tangan Tuhanku. Reff
Bersama Juruslamat hatiku teguh dilembah dan bukit yang perlu kutempuh. Tuhanku membimbing aku pada jalanNya yang menuju rumah Allah yang baka. Reff
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — KK 455 1
Slide 2 — KK 455 2
Slide 3 — KK 455 3
Slide 4 — KK 455 4
Partitur / Not
Partitur Chord KK 455
Sejarah Lagu
Kisah mendalam di balik lagu rohani yang begitu menyentuh hati, "Down In The Valley With My Saviour I Would Go," yang di Indonesia dikenal dengan judul "Ku Mau Berjalan Dengan Jurus'lamatku." Lagu ini adalah kolaborasi indah antara seorang penulis lirik yang penuh penderitaan dan seorang komposer yang jenius dalam melodi.

**Latar Belakang Para Pencipta:**

1. **Penulis Lirik: William Orcutt Cushing (1823-1902)**
* Cushing adalah seorang pendeta Gereja Kristen (Disciples of Christ) yang lahir di Hingham, Massachusetts. Ia adalah seorang pria yang bersemangat, melayani jemaatnya dengan setia selama bertahun-tahun sebagai seorang pengkhotbah.
* Namun, pada tahun 1870, sebuah peristiwa tragis mengubah hidupnya secara drastis: Ia kehilangan suaranya karena masalah tenggorokan yang serius. Bagi seorang pendeta, kehilangan suara berarti kehilangan alat utamanya untuk melayani. Ini adalah "lembah" pribadi yang sangat dalam baginya.
* Dalam penderitaan dan ketidakmampuannya untuk berkhotbah lagi, Cushing tidak menyerah pada keputusasaan. Sebaliknya, ia menemukan bentuk pelayanan baru yang tak kalah kuat: menulis himne. Ia mulai menulis lirik-lirik yang mendalam, terinspirasi dari pengalamannya sendiri tentang perjuangan, iman, dan kedekatan dengan Tuhan di tengah kesulitan.
* Cushing menjadi sangat produktif, menulis ratusan himne yang kemudian menjadi populer, sering kali bekerja sama dengan komposer terkenal seperti Robert Lowry, Ira D. Sankey, dan George F. Root. Kehilangan suaranya justru membuka jalan baginya untuk menjangkau jutaan hati melalui tulisan.

2. **Komposer Musik: Robert Lowry (1826-1899)**
* Robert Lowry adalah seorang pendeta Baptis, profesor sastra, dan salah satu komposer himne gospel paling berpengaruh di Amerika pada abad ke-19. Ia dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang sederhana, mudah diingat, dan sangat menyentuh hati bagi lirik-lirik rohani.
* Beberapa karyanya yang paling terkenal antara lain "Shall We Gather at the River," "Low in the Grave He Lay," dan "Christ Arose." Lowry memiliki filosofi bahwa musik untuk ibadah haruslah dapat dinyanyikan oleh "orang-orang biasa" dan membangkitkan semangat keagamaan, bukan sekadar sebuah pertunjukan seni. Ia sangat memahami bagaimana mengiringi pesan rohani dengan melodi yang kuat.

**Kisah di Balik Penciptaan Lagu "Down In The Valley":**

Lirik lagu "Down In The Valley With My Saviour I Would Go" lahir dari pengalaman pribadi William Orcutt Cushing saat ia berada di "lembah" kehidupannya sendiri. Kehilangan suaranya adalah metafora nyata bagi lembah kesulitan dan ketidakpastian. Namun, alih-alih meratap di lembah itu sendirian, Cushing mengungkapkan kerinduannya yang tulus untuk berjalan di sana *bersama* Juruselamatnya.

Baginya, lembah bukanlah tempat untuk dihindari, tetapi sebuah kesempatan untuk mengalami kedekatan yang lebih dalam dengan Tuhan. Di lembah, kelemahan manusiawi menjadi jelas, dan bergantung sepenuhnya pada Juruselamat menjadi satu-satunya jalan. Ini bukan tentang memilih penderitaan, melainkan tentang menerima penderitaan sebagai bagian dari perjalanan iman, dengan keyakinan bahwa Tuhan selalu menyertai dan memimpin.

Cushing kemudian mengirimkan lirik-lirik yang penuh makna ini kepada Robert Lowry. Lowry, dengan kepekaan musikalnya yang luar biasa, segera memahami kedalaman pesan Cushing. Ia kemudian menciptakan melodi yang indah dan mengharukan yang dengan sempurna menangkap semangat lirik tersebut. Melodi Lowry tidak hanya melengkapi lirik, tetapi juga memberinya kekuatan emosional yang memungkinkannya bergema di hati para pendengar.

Lagu ini pertama kali diterbitkan pada tahun **1875** dalam koleksi himne Lowry yang berjudul **"Brightest and Best."**

**Makna dan Pesan Lagu:**

Lagu "Down In The Valley With My Saviour I Would Go" / "Ku Mau Berjalan Dengan Jurus'lamatku" menyampaikan beberapa pesan inti yang kuat:

1. **Keinginan untuk Kedekatan dalam Segala Situasi:** Ini adalah pengakuan bahwa hidup tidak selalu di puncak gunung. Ada saat-saat "lembah"—kesulitan, penderitaan, kesedihan, kegagalan, atau kebingungan. Lagu ini menyatakan keinginan untuk tidak menghindarinya, tetapi untuk menghadapinya *bersama* Juruselamat.
2. **Kebergantungan Penuh pada Kristus:** Di lembah, kekuatan manusia terbatas. Lagu ini adalah ekspresi kerendahan hati dan kebergantungan penuh pada pimpinan, penghiburan, dan kekuatan Kristus.
3. **Pertumbuhan Rohani melalui Ujian:** Lembah seringkali adalah tempat di mana iman kita diuji dan diperdalam. Melalui pengalaman lembah, kita belajar pelajaran yang berharga tentang Tuhan dan tentang diri kita sendiri.
4. **Pengharapan dan Kehadiran Tuhan:** Meskipun di lembah, ada pengharapan karena Juruselamat menyertai. Kehadiran-Nya mengubah lembah gelap menjadi tempat persekutuan yang kudus.

**Dampak dan Warisan:**

Lagu ini dengan cepat menjadi populer di kalangan jemaat dan dalam kebaktian kebangunan rohani di seluruh Amerika dan dunia. Melodi Lowry yang mudah dinyanyikan dan lirik Cushing yang menyentuh hati sangat cocok dengan gerakan himne gospel pada saat itu, yang menekankan pengalaman iman pribadi dan kedekatan dengan Kristus.

Hingga hari ini, "Ku Mau Berjalan Dengan Jurus'lamatku" terus dinyanyikan di banyak gereja di berbagai belahan dunia. Lagu ini tetap menjadi sumber penghiburan, kekuatan, dan inspirasi, mengingatkan umat percaya bahwa di setiap "lembah" kehidupan, mereka tidak sendirian, karena Juruselamat mereka bersedia berjalan bersama mereka. Ini adalah testimoni abadi dari iman yang ditemukan dan diteguhkan di tengah-tengah perjuangan.
Kembali ke KK