KK
Nyanyian Malaikat Nyaring Bergema
Golden Harps Are Sounding
Informasi Lagu
277
Nomor
Kode
KK 277
Buku
Kidung Keesaan
Metronom
0
Pencipta Lagu
Frances Ridley Havergal
Pencipta Syair
Frances Ridley Haverga L
Cross Ref.
KJ 223
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Nyanyian malaikat nyaring bergema, surga tlah terbuka
bagi Rajanya. Kristus Raja mulia, jaya dan megah,
Yesus, Raja kasih, naik takhtaNya.
Sudahlah sempurna karya slamatNya;
Yesus naik ke surga. Puji namaNya!
Dia yang tersalib bagi dunia pada sisi Bapa kini mulia
tak sengsara lagi, hidup slamanya.
Yesus, Raja mulia, naik takhtaNya!
Yesus dalam surga, agung kasihNya: Ia mendoakan
kita umatNya; kasih dan anugrah dicurahkanNya;
tempat bagi kita disiapkanNya.
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Cross Reference
Sama Tema
Kenaikan Tuhan Yesus
Sejarah Lagu
Lagu **"Golden Harps Are Sounding"** (diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai **"Nyanyian Malaikat Nyaring Bergema"**) adalah salah satu karya paling ikonik dari penyair dan komponis Kristen asal Inggris, **Frances Ridley Havergal (1836–1879)**.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Sosok Frances Ridley Havergal
Frances Ridley Havergal dikenal sebagai "penyanyi himne yang manis". Ia adalah anak dari seorang pendeta dan musisi gereja, William Henry Havergal. Sejak kecil, Frances sudah menunjukkan bakat luar biasa dalam menulis puisi dan musik. Namun, hidupnya tidak mudah; ia menderita kesehatan yang buruk hampir sepanjang masa dewasanya. Meski demikian, semangat rohaninya sangat tinggi dan ia mendedikasikan seluruh hidupnya untuk menulis lagu-lagu pujian.
### 2. Konteks Penulisan (Tahun 1871)
Lagu ini ditulis pada tahun 1871. Pada saat itu, Frances sedang berada dalam masa di mana ia banyak merenungkan tentang **Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga** (*Ascension Day*).
Ia terinspirasi untuk menggambarkan adegan surgawi ketika Yesus, setelah menyelesaikan karya penebusan-Nya di kayu salib dan bangkit dari kubur, kembali ke takhta kemuliaan-Nya di surga. Frances ingin menciptakan sebuah lagu yang tidak hanya bernada syukur, tetapi juga penuh dengan imajinasi visual tentang bagaimana surga menyambut Sang Raja.
### 3. Makna Lirik: "Harpa Emas"
Judul asli bahasa Inggrisnya, *"Golden Harps Are Sounding"*, merujuk pada gambaran alkitabiah tentang musik surgawi yang megah. Frances mencoba melukiskan suasana di mana para malaikat memetik harpa emas mereka untuk menyambut Yesus yang kembali ke tempat asalnya.
* **Penyambutan Sang Raja:** Lagu ini merayakan kemenangan Yesus. Ia bukan lagi sosok yang menderita, melainkan Raja di atas segala raja yang sedang duduk di sebelah kanan Allah Bapa.
* **Peran Yesus sebagai Pengantara:** Salah satu bait lagu ini menyoroti bahwa meskipun Yesus ada di surga, Dia tetap memikirkan umat-Nya di bumi. Inilah yang membuat lagu ini terasa sangat personal dan menghibur bagi umat Kristen.
### 4. Musik dan Melodi
Lagu ini biasanya dinyanyikan dengan melodi bernama **"HERMAS"**, yang digubah oleh **Frances Ridley Havergal sendiri**. Ini adalah salah satu bukti kejeniusan musikalnya. Melodi ini memiliki ritme yang penuh semangat, megah, namun tetap anggun, mencerminkan sukacita surgawi yang ia coba sampaikan.
### 5. Warisan Lagu Ini
Frances Ridley Havergal meninggal di usia relatif muda (42 tahun) karena peritonitis. Menariknya, sebelum meninggal, ia meminta agar lagu-lagu pujiannya diteruskan sebagai sarana untuk mengabarkan Injil.
Lagu "Nyanyian Malaikat Nyaring Bergema" tetap populer hingga hari ini karena:
* **Fokus pada Kristus:** Lagu ini benar-benar berpusat pada pribadi Yesus, bukan pada emosi manusia semata.
* **Harapan:** Lagu ini memberikan harapan bagi pendengarnya bahwa dunia ini bukanlah akhir; ada tempat yang jauh lebih mulia dan megah yang menanti di surga.
### Ringkasan Pesan Utama
Dibalik lagu ini, Frances Ridley Havergal ingin menyampaikan bahwa **kemenangan Yesus di surga adalah jaminan bagi orang percaya**. Jika malaikat bersorak bagi-Nya, maka kita yang di bumi pun sepatutnya ikut bersukacita karena Yesus adalah Pengantara kita yang hidup dan berkuasa selamanya.
Dalam tradisi gereja, lagu ini sering dinyanyikan pada saat perayaan **Kenaikan Tuhan Yesus (Ascension Day)**, untuk merayakan momen ketika Yesus diangkat ke surga di hadapan murid-murid-Nya.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Sosok Frances Ridley Havergal
Frances Ridley Havergal dikenal sebagai "penyanyi himne yang manis". Ia adalah anak dari seorang pendeta dan musisi gereja, William Henry Havergal. Sejak kecil, Frances sudah menunjukkan bakat luar biasa dalam menulis puisi dan musik. Namun, hidupnya tidak mudah; ia menderita kesehatan yang buruk hampir sepanjang masa dewasanya. Meski demikian, semangat rohaninya sangat tinggi dan ia mendedikasikan seluruh hidupnya untuk menulis lagu-lagu pujian.
### 2. Konteks Penulisan (Tahun 1871)
Lagu ini ditulis pada tahun 1871. Pada saat itu, Frances sedang berada dalam masa di mana ia banyak merenungkan tentang **Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga** (*Ascension Day*).
Ia terinspirasi untuk menggambarkan adegan surgawi ketika Yesus, setelah menyelesaikan karya penebusan-Nya di kayu salib dan bangkit dari kubur, kembali ke takhta kemuliaan-Nya di surga. Frances ingin menciptakan sebuah lagu yang tidak hanya bernada syukur, tetapi juga penuh dengan imajinasi visual tentang bagaimana surga menyambut Sang Raja.
### 3. Makna Lirik: "Harpa Emas"
Judul asli bahasa Inggrisnya, *"Golden Harps Are Sounding"*, merujuk pada gambaran alkitabiah tentang musik surgawi yang megah. Frances mencoba melukiskan suasana di mana para malaikat memetik harpa emas mereka untuk menyambut Yesus yang kembali ke tempat asalnya.
* **Penyambutan Sang Raja:** Lagu ini merayakan kemenangan Yesus. Ia bukan lagi sosok yang menderita, melainkan Raja di atas segala raja yang sedang duduk di sebelah kanan Allah Bapa.
* **Peran Yesus sebagai Pengantara:** Salah satu bait lagu ini menyoroti bahwa meskipun Yesus ada di surga, Dia tetap memikirkan umat-Nya di bumi. Inilah yang membuat lagu ini terasa sangat personal dan menghibur bagi umat Kristen.
### 4. Musik dan Melodi
Lagu ini biasanya dinyanyikan dengan melodi bernama **"HERMAS"**, yang digubah oleh **Frances Ridley Havergal sendiri**. Ini adalah salah satu bukti kejeniusan musikalnya. Melodi ini memiliki ritme yang penuh semangat, megah, namun tetap anggun, mencerminkan sukacita surgawi yang ia coba sampaikan.
### 5. Warisan Lagu Ini
Frances Ridley Havergal meninggal di usia relatif muda (42 tahun) karena peritonitis. Menariknya, sebelum meninggal, ia meminta agar lagu-lagu pujiannya diteruskan sebagai sarana untuk mengabarkan Injil.
Lagu "Nyanyian Malaikat Nyaring Bergema" tetap populer hingga hari ini karena:
* **Fokus pada Kristus:** Lagu ini benar-benar berpusat pada pribadi Yesus, bukan pada emosi manusia semata.
* **Harapan:** Lagu ini memberikan harapan bagi pendengarnya bahwa dunia ini bukanlah akhir; ada tempat yang jauh lebih mulia dan megah yang menanti di surga.
### Ringkasan Pesan Utama
Dibalik lagu ini, Frances Ridley Havergal ingin menyampaikan bahwa **kemenangan Yesus di surga adalah jaminan bagi orang percaya**. Jika malaikat bersorak bagi-Nya, maka kita yang di bumi pun sepatutnya ikut bersukacita karena Yesus adalah Pengantara kita yang hidup dan berkuasa selamanya.
Dalam tradisi gereja, lagu ini sering dinyanyikan pada saat perayaan **Kenaikan Tuhan Yesus (Ascension Day)**, untuk merayakan momen ketika Yesus diangkat ke surga di hadapan murid-murid-Nya.