PKJ
Mulia, Mulia NamaNya
Majesty
Informasi Lagu
2
Nomor
Kode
PKJ 2
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Metronom
0
Style
EpicBallad
Pencipta Lagu
Jack William Hayford
Pencipta Syair
Jack William Hayford
Cross Ref.
KK 42
Syair / Lirik
1 bait
Mulia, mulia namaNya.
Bagi Yesus kemuliaan, puji, sembah!
Mulia, kekuasaanNya
Memb’ri berkat bagi jemaat,
Bersyukurlah!
Pujilah, tinggikanlah Rajamu Yesus.
Dialah selamanya Sang Raja benar!
Mulia, mulia namaNya!
Sang Penebus, Mahakudus, Mahabesar.
Slide Lirik
2 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kkisah di balik salah satu lagu pujian penyembahan paling ikonik sepanjang masa, "Mulia, Mulia Namanya" atau "Majesty, Worship His Majesty" karya Jack Williams Hayford.
**Profil Singkat Jack Williams Hayford:**
Jack Williams Hayford (1934-2023) adalah seorang pendeta, pengkhotbah, penulis, dan komponis lagu pujian yang sangat dihormati. Ia dikenal sebagai pendiri dan pastor senior The Church on the Way (sebelumnya King's Way Chapel) di Van Nuys, California, sebuah gereja Pentakosta yang tumbuh pesat menjadi pusat pengaruh Kristen global. Hayford adalah sosok yang memiliki hati besar untuk ibadah yang tulus, pengajaran Alkitab yang mendalam, dan gerakan Roh Kudus.
**Latar Belakang dan Konteks (Tahun 1978):**
Pada akhir tahun 1970-an, dunia musik gereja sedang mengalami pergeseran. Ada keinginan kuat untuk lagu-lagu pujian yang lebih kontemporer, yang bisa dinyanyikan oleh jemaat dengan semangat dan mudah diingat, namun tetap memiliki kedalaman teologis. Gereja-gereja Pentakosta dan Karismatik, seperti yang dipimpin oleh Hayford, adalah garda terdepan dalam mempopulerkan jenis musik ini.
**Momen Ilahi di Jalan Bebas Hambatan:**
Kisah penciptaan lagu "Majesty" sangat ikonik dan sering diceritakan oleh Hayford sendiri. Pada suatu hari di tahun 1978, Jack Hayford sedang mengemudi sendirian di jalan bebas hambatan San Diego Freeway di Los Angeles, mungkin dalam perjalanan pulang atau menuju suatu tempat. Pikirannya sedang terfokus pada keagungan dan kedaulatan Yesus Kristus.
Saat ia sedang berkendara, tiba-tiba, sebuah melodi yang indah dan megah mulai terngiang di benaknya. Melodi itu datang begitu saja, seperti bisikan ilahi, tanpa ia sengaja mencarinya. Hayford, yang memiliki latar belakang musik dan sering menciptakan lagu, segera mengenali bahwa ini adalah sesuatu yang istimewa.
Ia mulai bersenandung mengikuti melodi tersebut, mengulanginya berulang-ulang agar tidak lupa. Setelah melodi itu terukir di benaknya, kata-kata mulai mengalir. Kata-kata itu bukan sembarang lirik; mereka adalah refleksi mendalam dari hati Hayford tentang siapa Yesus itu:
* **Majesty, worship His Majesty** (Mulia, Mulia Namanya) – Menekankan keagungan dan kedaulatan Allah.
* **Unto Jesus be all glory, honor, and praise** (Bagi Yesus s'gala puji dan hormatnya) – Mengarahkan fokus kepada Yesus sebagai pusat ibadah.
* **Majesty, kingdom authority** (Mulia, Mulia Nama Raja) – Menyoroti otoritas kerajaan Kristus.
* **Flow from His throne unto His own, His anthem raise** (Kuasa-Nya pun ada di kita, nyanyikanlah) – Menggambarkan bagaimana kuasa ilahi mengalir dari takhta-Nya kepada umat-Nya.
* **So exalt, lift up on high the name of Jesus** (Puji, tinggikanlah nama Yesus) – Seruan untuk meninggikan nama Yesus.
* **Magnify, come glorify Christ Jesus the King** (Besarkan, muliakanlah Kristus Raja kita) – Ajakan untuk memuliakan Raja di atas segala raja.
* **Majesty, worship His Majesty** (Mulia, Mulia Namanya) – Pengulangan tema utama.
* **Jesus, who died, now glorified, King of all kings** (Yang t'lah mati bagi kita, hidup kembali, Raja s'gala raja) – Mengakui pengorbanan, kebangkitan, dan kedaulatan-Nya yang abadi.
Dalam waktu singkat, seluruh lagu itu, baik melodi maupun lirik, sudah terbentuk di benaknya saat ia masih mengemudi. Ini adalah pengalaman penciptaan yang sangat spontan dan diyakini sebagai karunia langsung dari Tuhan.
**Pengenalan kepada Gereja dan Dunia:**
Sesampainya di rumah, Hayford segera menuliskan notasi melodi dan liriknya. Ia membagikannya kepada Dr. Otto Gross, direktur musik di gerejanya. Gross sangat terkesan dan membantu mengaransemen lagu tersebut untuk paduan suara gereja.
"Majesty" pertama kali diperkenalkan kepada jemaat King's Way Chapel pada sebuah kebaktian Minggu. Reaksi jemaat sangat luar biasa. Kesederhanaan melodinya, keagungan liriknya, dan fokus yang jelas pada Yesus sebagai Raja dan Tuhan segera menyentuh hati banyak orang. Lagu itu dengan cepat menjadi favorit di gereja Hayford.
Dari gerejanya di Van Nuys, "Majesty" mulai menyebar dengan cepat. Lagu itu diterbitkan oleh Lexicon Music pada tahun 1978 dan kemudian diakuisisi oleh Word Music. Popularitasnya meroket, dan dalam waktu singkat, "Majesty" dinyanyikan di gereja-gereja dari berbagai denominasi di seluruh dunia.
**Dampak dan Warisan:**
"Majesty" menjadi salah satu lagu pujian paling universal dan dicintai. Kekuatan lagu ini terletak pada beberapa hal:
1. **Kesederhanaan Melodi:** Mudah dipelajari dan dinyanyikan oleh siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa.
2. **Kedalaman Teologis:** Liriknya dengan jelas menyatakan keagungan Yesus Kristus, kedaulatan-Nya, pengorbanan-Nya, dan status-Nya sebagai Raja segala raja.
3. **Fokus pada Penyembahan:** Lagu ini secara langsung mengajak jemaat untuk menyembah dan memuliakan nama Yesus.
4. **Kualitas Timeless:** Pesan tentang keagungan Kristus tidak lekang oleh waktu, membuat lagu ini relevan di setiap generasi.
Bagi Jack Hayford sendiri, "Majesty" bukanlah sekadar sebuah lagu yang ia tulis; itu adalah kesaksian hidup akan inspirasi ilahi dan karunia Tuhan. Ia sering menekankan bahwa lagu itu bukan hasil usahanya sendiri, melainkan anugerah yang diberikan Tuhan kepadanya untuk umat-Nya.
Hingga hari ini, "Majesty" atau "Mulia, Mulia Namanya" tetap menjadi lagu pokok dalam ibadah gereja di seluruh dunia, terus menginspirasi jutaan orang untuk meninggikan dan menyembah Yesus Kristus, Raja di atas segala raja.
**Profil Singkat Jack Williams Hayford:**
Jack Williams Hayford (1934-2023) adalah seorang pendeta, pengkhotbah, penulis, dan komponis lagu pujian yang sangat dihormati. Ia dikenal sebagai pendiri dan pastor senior The Church on the Way (sebelumnya King's Way Chapel) di Van Nuys, California, sebuah gereja Pentakosta yang tumbuh pesat menjadi pusat pengaruh Kristen global. Hayford adalah sosok yang memiliki hati besar untuk ibadah yang tulus, pengajaran Alkitab yang mendalam, dan gerakan Roh Kudus.
**Latar Belakang dan Konteks (Tahun 1978):**
Pada akhir tahun 1970-an, dunia musik gereja sedang mengalami pergeseran. Ada keinginan kuat untuk lagu-lagu pujian yang lebih kontemporer, yang bisa dinyanyikan oleh jemaat dengan semangat dan mudah diingat, namun tetap memiliki kedalaman teologis. Gereja-gereja Pentakosta dan Karismatik, seperti yang dipimpin oleh Hayford, adalah garda terdepan dalam mempopulerkan jenis musik ini.
**Momen Ilahi di Jalan Bebas Hambatan:**
Kisah penciptaan lagu "Majesty" sangat ikonik dan sering diceritakan oleh Hayford sendiri. Pada suatu hari di tahun 1978, Jack Hayford sedang mengemudi sendirian di jalan bebas hambatan San Diego Freeway di Los Angeles, mungkin dalam perjalanan pulang atau menuju suatu tempat. Pikirannya sedang terfokus pada keagungan dan kedaulatan Yesus Kristus.
Saat ia sedang berkendara, tiba-tiba, sebuah melodi yang indah dan megah mulai terngiang di benaknya. Melodi itu datang begitu saja, seperti bisikan ilahi, tanpa ia sengaja mencarinya. Hayford, yang memiliki latar belakang musik dan sering menciptakan lagu, segera mengenali bahwa ini adalah sesuatu yang istimewa.
Ia mulai bersenandung mengikuti melodi tersebut, mengulanginya berulang-ulang agar tidak lupa. Setelah melodi itu terukir di benaknya, kata-kata mulai mengalir. Kata-kata itu bukan sembarang lirik; mereka adalah refleksi mendalam dari hati Hayford tentang siapa Yesus itu:
* **Majesty, worship His Majesty** (Mulia, Mulia Namanya) – Menekankan keagungan dan kedaulatan Allah.
* **Unto Jesus be all glory, honor, and praise** (Bagi Yesus s'gala puji dan hormatnya) – Mengarahkan fokus kepada Yesus sebagai pusat ibadah.
* **Majesty, kingdom authority** (Mulia, Mulia Nama Raja) – Menyoroti otoritas kerajaan Kristus.
* **Flow from His throne unto His own, His anthem raise** (Kuasa-Nya pun ada di kita, nyanyikanlah) – Menggambarkan bagaimana kuasa ilahi mengalir dari takhta-Nya kepada umat-Nya.
* **So exalt, lift up on high the name of Jesus** (Puji, tinggikanlah nama Yesus) – Seruan untuk meninggikan nama Yesus.
* **Magnify, come glorify Christ Jesus the King** (Besarkan, muliakanlah Kristus Raja kita) – Ajakan untuk memuliakan Raja di atas segala raja.
* **Majesty, worship His Majesty** (Mulia, Mulia Namanya) – Pengulangan tema utama.
* **Jesus, who died, now glorified, King of all kings** (Yang t'lah mati bagi kita, hidup kembali, Raja s'gala raja) – Mengakui pengorbanan, kebangkitan, dan kedaulatan-Nya yang abadi.
Dalam waktu singkat, seluruh lagu itu, baik melodi maupun lirik, sudah terbentuk di benaknya saat ia masih mengemudi. Ini adalah pengalaman penciptaan yang sangat spontan dan diyakini sebagai karunia langsung dari Tuhan.
**Pengenalan kepada Gereja dan Dunia:**
Sesampainya di rumah, Hayford segera menuliskan notasi melodi dan liriknya. Ia membagikannya kepada Dr. Otto Gross, direktur musik di gerejanya. Gross sangat terkesan dan membantu mengaransemen lagu tersebut untuk paduan suara gereja.
"Majesty" pertama kali diperkenalkan kepada jemaat King's Way Chapel pada sebuah kebaktian Minggu. Reaksi jemaat sangat luar biasa. Kesederhanaan melodinya, keagungan liriknya, dan fokus yang jelas pada Yesus sebagai Raja dan Tuhan segera menyentuh hati banyak orang. Lagu itu dengan cepat menjadi favorit di gereja Hayford.
Dari gerejanya di Van Nuys, "Majesty" mulai menyebar dengan cepat. Lagu itu diterbitkan oleh Lexicon Music pada tahun 1978 dan kemudian diakuisisi oleh Word Music. Popularitasnya meroket, dan dalam waktu singkat, "Majesty" dinyanyikan di gereja-gereja dari berbagai denominasi di seluruh dunia.
**Dampak dan Warisan:**
"Majesty" menjadi salah satu lagu pujian paling universal dan dicintai. Kekuatan lagu ini terletak pada beberapa hal:
1. **Kesederhanaan Melodi:** Mudah dipelajari dan dinyanyikan oleh siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa.
2. **Kedalaman Teologis:** Liriknya dengan jelas menyatakan keagungan Yesus Kristus, kedaulatan-Nya, pengorbanan-Nya, dan status-Nya sebagai Raja segala raja.
3. **Fokus pada Penyembahan:** Lagu ini secara langsung mengajak jemaat untuk menyembah dan memuliakan nama Yesus.
4. **Kualitas Timeless:** Pesan tentang keagungan Kristus tidak lekang oleh waktu, membuat lagu ini relevan di setiap generasi.
Bagi Jack Hayford sendiri, "Majesty" bukanlah sekadar sebuah lagu yang ia tulis; itu adalah kesaksian hidup akan inspirasi ilahi dan karunia Tuhan. Ia sering menekankan bahwa lagu itu bukan hasil usahanya sendiri, melainkan anugerah yang diberikan Tuhan kepadanya untuk umat-Nya.
Hingga hari ini, "Majesty" atau "Mulia, Mulia Namanya" tetap menjadi lagu pokok dalam ibadah gereja di seluruh dunia, terus menginspirasi jutaan orang untuk meninggikan dan menyembah Yesus Kristus, Raja di atas segala raja.
Cross Reference
KK 42
Mulia, Mulia Namanya
KK
Sama Tema
Puji-pujian dan Pembukaan Ibadah
Abadi Tak Nampak
PKJ
Ajaib NamaNya
PKJ
Angkatlah Hatimu Pada Tuhan
PKJ
Bersoraklah dan Puji Tuhan
PKJ
Bersoraklah, Hai Alam Semesta
PKJ
Bersyukurlah Pada Tuhan
PKJ
Bukalah Gapura Indah
PKJ
Dengan Malaikat, Angkatlah
PKJ
Dengan Semarak Majulah
PKJ
Inilah Hari Minggu
PKJ
Kami Muliakan NamaMu
PKJ
Kita Masuk RumahNya
PKJ
Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan
PKJ
Kusiapkan Hatiku, Tuhan
PKJ
Mari, Kawan-Kawan, Nyanyi Gembira
PKJ
Mari Kita Puji
PKJ
Mari Masuk ke RumahNya
PKJ
Mari Sembah
PKJ
Mari Semua, Mari Sembah Tuhan
PKJ
Mari Semua, Kini Bernyanyilah
PKJ
Marilah Kita Siapkan Hati Kita
PKJ
Marilah Memuji
PKJ
Marilah, Pujilah Allah
PKJ
Muliakan Nama Tuhan
PKJ
Nyanyikanlah Haleluya
PKJ
Nyanyikanlah Nyanyian Baru
PKJ
Nyanyikan Tuhanmu Haleluya
PKJ
Patut Segenap yang Ada
PKJ
Puji Tuhan Allah
PKJ
Puji Tuhan, Pujilah NamaNya
PKJ
Puji Tuhan, Pujilah NamaNya
PKJ
Pujilah Allah, Pujilah
PKJ
Soraklah, Hai UmatNya
PKJ
Suci, Suci, Suci
PKJ
Yesus, Raja Damai
PKJ