Informasi Lagu
197
Nomor
Kode
PKJ 197
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Metronom
60
Jumlah Bait
1 bait
Style
Orchestral12-8
Pencipta Lagu
Robert Cull
Pencipta Syair
Robert Cull
Cross Ref.
KPPK 290
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 1 bait
Buka mataku melihatMu, Yesus; kuingin dekatMu menyatakan kasih. Buka telingaku untuk mendengarMu. O, buka mataku melihatMu, Yesus.
Slide Lirik 1 slide
Slide 1 — PKJ 197 1
Partitur / Not
Partitur Chord PKJ 197
Sejarah Lagu
Lagu **"Open Our Eyes, Lord"** (Buka Mataku, Tuhan) adalah salah satu lagu penyembahan paling ikonik yang lahir dari era *Jesus People Movement* di Amerika Serikat pada tahun 1970-an. Meskipun lagunya terdengar sederhana, kisah di baliknya sarat dengan makna spiritual yang mendalam.

Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu tersebut:

### 1. Sosok Penulis: Robert Cull
Robert Cull adalah seorang musisi dan penulis lagu Kristen yang aktif pada masa kebangunan rohani *Jesus People Movement* di California. Pada masa itu, banyak musisi muda yang berpindah dari dunia musik sekuler ke musik rohani, membawa gaya folk dan akustik yang sederhana namun sangat mendalam secara teologis.

### 2. Inspirasi di Balik Lagu (Konteks Alkitabiah)
Lagu ini bukan sekadar melodi, melainkan sebuah doa yang diambil langsung dari momen-momen penting dalam Alkitab. Robert Cull menulis lagu ini berdasarkan dua referensi utama:

* **Yohanes 12:21:** Dalam ayat ini, sekelompok orang Yunani datang kepada Filipus dan berkata, *"Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus."* Ini adalah kerinduan mendasar dari setiap orang percaya—keinginan untuk melihat dan mengalami kehadiran Tuhan secara nyata.
* **Efesus 1:18:** *"Dan supaya Ia menjadikan terang mata budimu, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya..."* Ayat ini berbicara tentang perlunya Tuhan "membukakan mata hati" kita agar kita dapat memahami kebenaran rohani yang tidak bisa dilihat oleh mata jasmani.

### 3. Makna di Balik Lirik
Liriknya sangat singkat namun sangat kuat:
> *"Open our eyes, Lord, we want to see Jesus, to reach out and touch Him, and say that we love Him."*
> (Buka mataku, Tuhan, kami ingin melihat Yesus, untuk menjangkau dan menyentuh-Nya, dan mengatakan bahwa kami mengasihi-Nya.)

Robert Cull menciptakan lagu ini sebagai **seruan kerendahan hati**. Ia menyadari bahwa manusia sering kali sibuk dengan urusan duniawi sehingga mereka "buta" terhadap kehadiran Tuhan yang ada di sekitar mereka. Lagu ini menjadi pengingat bahwa iman bukan hanya soal mengetahui tentang Yesus di kepala, tetapi tentang "melihat" (mengalami) kehadiran-Nya dengan mata hati dan membangun hubungan kasih yang intim dengan-Nya.

### 4. Penyebaran dan Pengaruh
Lagu ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 1976 melalui *Maranatha! Music*, sebuah label rekaman yang menjadi pusat dari gerakan *Jesus People*.

Karena struktur musiknya yang repetitif dan menenangkan, lagu ini dengan cepat diadopsi oleh gereja-gereja di seluruh dunia. Lagu ini sering digunakan sebagai lagu pembuka dalam ibadah (invokasi) atau sebagai lagu penyembahan sebelum khotbah, dengan tujuan agar hati jemaat dilembutkan dan "mata" mereka dibukakan oleh Roh Kudus untuk menerima firman Tuhan.

### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Bertahan?
Meskipun sudah berusia hampir 50 tahun, lagu ini tetap relevan karena:
* **Kesederhanaan:** Pesan dasarnya yang universal membuat siapa pun bisa mengerti.
* **Kebutuhan Manusia:** Setiap orang percaya di masa apa pun pasti pernah merasakan "kekeringan" rohani dan membutuhkan Tuhan untuk "membukakan mata" mereka agar kembali melihat keindahan kasih-Nya.
* **Aspek Komunal:** Lagu ini menggunakan kata "Kami" (*We*), yang menjadikannya doa bersama, mempererat persekutuan jemaat yang sedang mencari Tuhan secara kolektif.

Singkatnya, Robert Cull menulis lagu ini sebagai alat bantu bagi orang Kristen untuk **berhenti sejenak dari kebisingan dunia** dan memfokuskan kembali pandangan mereka kepada Yesus Kristus sebagai pusat dari iman mereka.