Informasi Lagu
195
Nomor
Do=F
Nada Dasar
Kode
PKJ 195
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Nada Dasar
Do=F
Ketukan
6 ketuk ketuk
Metronom
0
Jumlah Bait
4 bait
Pencipta Lagu
C. Harold Lowden (1925)
Pencipta Syair
Mary S. Edgar (1925)
Penerjemah
E.L Pohan / Yamuger (1963)
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Bagai bumi yang Kauhias, ubah diriku. Baharui dengan RohMu roh dan hatiku.
Buat aku bagai sinar indah cemerlang, lurus bagai pohon pinang, kokoh dan tenang.
Bagai langit yang membubung, angkat citaku, agar kasihMu mengisi lubuk hatiku.
Dengan RohMu Mahakudus topang diriku, agar kokoh, tulus, lurus di hadapanMu.
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — PKJ 195 1
Slide 2 — PKJ 195 2
Slide 3 — PKJ 195 3
Slide 4 — PKJ 195 4
Partitur / Not
Partitur Chord PKJ 195
Sejarah Lagu
Lagu **"God Who Touches Earth With Beauty"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai *"Bagai Bumi yang Kauhias"* atau *"Tuhan yang Menghiasi Bumi"*) adalah sebuah himne yang sangat dicintai karena keindahan liriknya yang memuja alam semesta sebagai karya seni Tuhan.

Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:

### 1. Latar Belakang Penulis Lirik: Mary S. Edgar
Lirik lagu ini ditulis oleh **Mary Susanne Edgar (1889–1973)**. Ia adalah seorang penulis asal Kanada yang dikenal sebagai aktivis di organisasi *Young Women's Christian Association* (YWCA).

Mary Edgar memiliki kecintaan yang mendalam terhadap alam dan perkemahan. Pada tahun 1920-an, ia mendirikan sebuah perkemahan musim panas untuk anak-anak perempuan di Ontario, Kanada, yang bernama **Camp Ockanickon**. Ia sering menulis puisi, doa, dan lagu untuk digunakan di perkemahan tersebut agar anak-anak dapat lebih menghargai ciptaan Tuhan melalui pengalaman langsung di alam terbuka.

Lirik "God Who Touches Earth With Beauty" ia tulis sebagai sebuah doa syukur. Pesannya sangat sederhana namun mendalam: bahwa setiap keindahan yang kita lihat di dunia—warna langit, dedaunan, hingga keheningan malam—adalah "sentuhan" langsung dari Tuhan.

### 2. Komposisi Musik: C. Harold Lowden
Musik untuk lirik ini digubah oleh **C. Harold Lowden (1883–1963)**. Lowden adalah seorang komposer dan penerbit musik gerejawi asal Amerika yang sangat produktif. Ia dikenal mampu menciptakan melodi yang tenang, kontemplatif, dan mudah dinyanyikan oleh jemaat.

Lowden menyadari bahwa lirik Mary Edgar memiliki nuansa reflektif yang kuat. Ia menciptakan melodi yang mengalir lembut, yang memberikan ruang bagi penyanyi untuk merenungkan keagungan alam setiap kali baitnya dinyanyikan. Kombinasi lirik Edgar dan melodi Lowden kemudian menjadi standar dalam buku-buku nyanyian gereja (hymnal) di Amerika Utara dan banyak diterjemahkan ke bahasa lain.

### 3. Makna di Balik Lagu
Kisah lagu ini bukan tentang peristiwa sejarah besar, melainkan tentang **"Spiritualitas Alam"**. Secara mendetail, liriknya mencakup beberapa elemen penting:
* **Apresiasi terhadap Detail:** Edgar mengajak pendengarnya untuk memperhatikan hal-hal kecil, seperti "warna-warni bunga" dan "keheningan malam".
* **Koneksi Personal:** Judulnya sendiri ("God Who Touches Earth With Beauty") menyiratkan bahwa Tuhan tidak jauh, melainkan terlibat aktif dalam menciptakan keindahan di bumi yang kita injak.
* **Pengabdian Diri:** Di akhir lagu, pesannya berubah menjadi permohonan agar manusia juga bisa menjadi "hiasan" bagi dunia, yaitu dengan hidup yang memancarkan kebaikan dan keindahan serupa dengan yang dilakukan Sang Pencipta.

### 4. Mengapa Lagu Ini Menjadi Legendaris?
Lagu ini tetap populer hingga hari ini, terutama karena:
* **Kesederhanaan:** Tidak menggunakan teologi yang rumit, menjadikannya lagu yang universal dan cocok dinyanyikan dalam berbagai situasi, mulai dari ibadah pagi hingga acara di luar ruangan (seperti perkemahan atau retret).
* **Ketenangan:** Iramanya yang lambat membantu orang untuk berhenti sejenak dari kesibukan dunia dan fokus pada rasa syukur.

### Terjemahan Makna (Indonesia)
Di Indonesia, lagu ini sering muncul dalam buku nyanyian gereja dengan nuansa yang tetap mempertahankan esensi aslinya:
*"Tuhan yang menghias bumi dengan keindahan-Mu, buatlah kami juga mampu membawa damai dan keindahan bagi sesama."*

Secara keseluruhan, kisah lagu ini adalah kisah tentang **seorang pendidik dan pencinta alam (Mary Edgar) yang ingin mengajarkan generasi muda untuk tidak sekadar melihat alam, tetapi merasakan "sentuhan" tangan Tuhan di balik setiap keindahannya.**