NP
Waktu Bunyi Sangkakala
When the Roll Is Called Up Yonder
Informasi Lagu
341
Nomor
Kode
NP 341
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
James M. Black
Pencipta Syair
James M. Black
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Waktu dunia berakhir dan kiamat tibalah,
Waktu sangkakala Allah menggema,
Waktu umatNya berkumpul di tempat yang mulia,
Waktu namaku dipanggil, ku ada.
Waktu bunyi sangkakala,
Waktu bunyi sangkakala,
Waktu bunyi sangkakala,
Waktu namaku dipanggil ku ada.
Para saleh akan bangkit pada hari mulia,
Dan berkumpul dalam surga yang baka;
Karna kasih Yesus yang telah dikaruniakanNya,
Waktu namaku dipanggil, ku ada.
Mari kita melayani Tuhan hingga malam glap;
Mari trus bersaksi akan kasihNya;
Bila hidup ini punah dan kerjaku pun genap,
Waktu namaku dipanggil, ku ada.
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"When the Roll Is Called Up Yonder"** (dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi **"Waktu Bunyi Sangkakala"**) adalah sebuah cerita tentang tragedi, rasa iba, dan inspirasi yang muncul dari titik terendah seseorang.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu rohani klasik karya James M. Black ini:
### 1. Latar Belakang James M. Black
James Milton Black (1856–1938) adalah seorang pemimpin musik gereja yang aktif di Williamsport, Pennsylvania, Amerika Serikat. Ia sering mengajar kelas sekolah Minggu bagi anak-anak muda yang kurang beruntung atau berasal dari keluarga miskin di wilayah tersebut.
### 2. Tragedi "Bessie"
Kejadian yang menginspirasi lagu ini terjadi pada suatu hari di tahun 1893. Salah seorang murid kesayangan James Black di kelas sekolah Minggu adalah seorang gadis muda bernama **Bessie**.
Bessie dikenal sebagai anak yang sangat taat, rajin hadir di sekolah Minggu, dan memiliki iman yang teguh meskipun latar belakang keluarganya sangat sulit. Suatu hari, saat James Black memanggil nama-nama muridnya untuk keperluan absensi (daftar hadir), ia memanggil nama Bessie. Namun, tidak ada jawaban.
James Black merasa heran karena Bessie hampir tidak pernah absen. Teman-teman sekelasnya kemudian memberitahu Black bahwa Bessie sakit parah dan tidak bisa datang. Beberapa saat kemudian, Black menerima kabar bahwa Bessie telah meninggal dunia karena pneumonia (radang paru-paru).
### 3. Detik-Detik Penciptaan Lagu
Dengan perasaan sedih dan hati yang hancur, James Black duduk di rumahnya merenungkan kepergian muridnya tersebut. Ia membayangkan bagaimana nama Bessie tidak lagi bisa dipanggil di kelas sekolah Minggu dunia, namun ia memiliki keyakinan iman bahwa nama Bessie pasti akan dipanggil di surga.
Ia mulai berpikir tentang "Daftar Hadir Surgawi" (Roll Call). Ia berkata dalam hatinya:
*"Jika Bessie tidak bisa menjawab panggilan di kelas ini, setidaknya ia akan menjawab panggilan ketika Tuhan membunyikan sangkakala di surga nanti."*
Dalam suasana melankolis tersebut, ia merasa terdorong untuk menulis sesuatu. Ia mencoba mencari melodi di pianonya. Sambil memikirkan tentang hari kiamat dan janji keselamatan, kata-kata itu mengalir begitu saja:
> *"When the trumpet of the Lord shall sound, and time shall be no more,
> And the morning breaks, eternal, bright and fair;
> When the saved of earth shall gather over on the other shore,
> And the roll is called up yonder, I’ll be there."*
(Terjemahan: *Saat sangkakala Tuhan berbunyi, waktu tak ada lagi, dan fajar abadi merekah; saat orang-orang selamat berkumpul di seberang sana, dan daftar nama dibacakan di surga, aku akan ada di sana.*)
Hanya dalam waktu singkat, lirik dan musik lagu tersebut selesai diciptakan.
### 4. Makna di Balik Lagu
Lagu ini bukan sekadar lagu tentang kematian, melainkan tentang **kepastian iman**. Pesan utamanya adalah bahwa meskipun di dunia ini kita mungkin kehilangan orang-orang yang kita kasihi karena "absen" (meninggal), ada hari di mana Tuhan akan mengumpulkan umat-Nya dalam sebuah reuni akbar di surga.
Kata "Roll Is Called Up Yonder" mengacu pada tradisi militer atau sekolah di masa lalu di mana nama-nama dipanggil untuk memastikan kehadiran. Bagi Black, lagu ini adalah pengingat bagi setiap orang Kristen untuk memastikan bahwa nama mereka "tercatat" dalam Kitab Kehidupan.
### Warisan Lagu
Sejak diterbitkan pertama kali pada tahun 1893 dalam buku lagu *Songs of the Soul*, lagu ini dengan cepat menjadi salah satu lagu rohani yang paling populer di seluruh dunia. Lagu ini telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa, termasuk bahasa Indonesia, dan terus dinyanyikan di gereja-gereja hingga hari ini sebagai simbol harapan akan kebangkitan dan kehidupan kekal.
Kisah tentang Bessie, sang murid sekolah Minggu yang sederhana, ternyata telah menginspirasi jutaan orang untuk tetap setia menanti "hari pemanggilan" tersebut.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu rohani klasik karya James M. Black ini:
### 1. Latar Belakang James M. Black
James Milton Black (1856–1938) adalah seorang pemimpin musik gereja yang aktif di Williamsport, Pennsylvania, Amerika Serikat. Ia sering mengajar kelas sekolah Minggu bagi anak-anak muda yang kurang beruntung atau berasal dari keluarga miskin di wilayah tersebut.
### 2. Tragedi "Bessie"
Kejadian yang menginspirasi lagu ini terjadi pada suatu hari di tahun 1893. Salah seorang murid kesayangan James Black di kelas sekolah Minggu adalah seorang gadis muda bernama **Bessie**.
Bessie dikenal sebagai anak yang sangat taat, rajin hadir di sekolah Minggu, dan memiliki iman yang teguh meskipun latar belakang keluarganya sangat sulit. Suatu hari, saat James Black memanggil nama-nama muridnya untuk keperluan absensi (daftar hadir), ia memanggil nama Bessie. Namun, tidak ada jawaban.
James Black merasa heran karena Bessie hampir tidak pernah absen. Teman-teman sekelasnya kemudian memberitahu Black bahwa Bessie sakit parah dan tidak bisa datang. Beberapa saat kemudian, Black menerima kabar bahwa Bessie telah meninggal dunia karena pneumonia (radang paru-paru).
### 3. Detik-Detik Penciptaan Lagu
Dengan perasaan sedih dan hati yang hancur, James Black duduk di rumahnya merenungkan kepergian muridnya tersebut. Ia membayangkan bagaimana nama Bessie tidak lagi bisa dipanggil di kelas sekolah Minggu dunia, namun ia memiliki keyakinan iman bahwa nama Bessie pasti akan dipanggil di surga.
Ia mulai berpikir tentang "Daftar Hadir Surgawi" (Roll Call). Ia berkata dalam hatinya:
*"Jika Bessie tidak bisa menjawab panggilan di kelas ini, setidaknya ia akan menjawab panggilan ketika Tuhan membunyikan sangkakala di surga nanti."*
Dalam suasana melankolis tersebut, ia merasa terdorong untuk menulis sesuatu. Ia mencoba mencari melodi di pianonya. Sambil memikirkan tentang hari kiamat dan janji keselamatan, kata-kata itu mengalir begitu saja:
> *"When the trumpet of the Lord shall sound, and time shall be no more,
> And the morning breaks, eternal, bright and fair;
> When the saved of earth shall gather over on the other shore,
> And the roll is called up yonder, I’ll be there."*
(Terjemahan: *Saat sangkakala Tuhan berbunyi, waktu tak ada lagi, dan fajar abadi merekah; saat orang-orang selamat berkumpul di seberang sana, dan daftar nama dibacakan di surga, aku akan ada di sana.*)
Hanya dalam waktu singkat, lirik dan musik lagu tersebut selesai diciptakan.
### 4. Makna di Balik Lagu
Lagu ini bukan sekadar lagu tentang kematian, melainkan tentang **kepastian iman**. Pesan utamanya adalah bahwa meskipun di dunia ini kita mungkin kehilangan orang-orang yang kita kasihi karena "absen" (meninggal), ada hari di mana Tuhan akan mengumpulkan umat-Nya dalam sebuah reuni akbar di surga.
Kata "Roll Is Called Up Yonder" mengacu pada tradisi militer atau sekolah di masa lalu di mana nama-nama dipanggil untuk memastikan kehadiran. Bagi Black, lagu ini adalah pengingat bagi setiap orang Kristen untuk memastikan bahwa nama mereka "tercatat" dalam Kitab Kehidupan.
### Warisan Lagu
Sejak diterbitkan pertama kali pada tahun 1893 dalam buku lagu *Songs of the Soul*, lagu ini dengan cepat menjadi salah satu lagu rohani yang paling populer di seluruh dunia. Lagu ini telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa, termasuk bahasa Indonesia, dan terus dinyanyikan di gereja-gereja hingga hari ini sebagai simbol harapan akan kebangkitan dan kehidupan kekal.
Kisah tentang Bessie, sang murid sekolah Minggu yang sederhana, ternyata telah menginspirasi jutaan orang untuk tetap setia menanti "hari pemanggilan" tersebut.