Informasi Lagu
338
Nomor
Kode
NP 338
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Grant Colfax Tullar
Pencipta Syair
Carrie E. Breck
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Nanti berhadapan muka, Aku dengan Tuhanku; Jiwaku bersukacita, Yesus Juru Slamatku. Nanti berhadapan muka, Aku dengan Tuhanku; Di dalam kemuliaanNya Yesus tampak olehku.
Suram pandanganku kini, Tirai glap mengaburkan, Kan lebih teranglah nanti, Terbakar kemuliaan.
Ku riang dihadapanNya, Duka dan pedih hilang; Yang lekuk menjadi rata, Yang gelap menjadi trang.
Nanti berhadapan muka, Aku dengan Tuhanku; Sungguh aku bahagia, Yesus kasih padaku.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 338
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu rohani klasik **"Face to Face with Christ My Savior"** (Nanti Berhadapan Muka) adalah sebuah narasi tentang iman yang sederhana namun mendalam, yang lahir dari seorang ibu rumah tangga yang luar biasa.

Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu tersebut:

### 1. Penulis: Carrie E. Breck
Lagu ini ditulis oleh **Carrie Ellis Breck (1855–1934)**. Ia adalah seorang ibu rumah tangga yang sangat sibuk di New Jersey, Amerika Serikat. Meskipun ia mengurus rumah tangga dan membesarkan lima orang anak, ia memiliki talenta luar biasa dalam menulis puisi dan lirik lagu rohani.

Carrie dikenal sebagai orang yang sangat mencintai Tuhan. Ia sering menulis bait-bait lagu di tengah kesibukan mengurus rumah, di sela-sela mencuci piring, menjahit, atau menyiapkan makanan. Baginya, menulis adalah bentuk komunikasinya dengan Tuhan di tengah rutinitas harian.

### 2. Inspirasi di Balik Lirik
Inspirasi lagu ini muncul dari keinginan terdalam Carrie untuk suatu saat nanti bertemu langsung dengan Yesus Kristus. Pada tahun **1898**, Carrie sedang merenungkan janji Alkitab tentang perjumpaan umat percaya dengan Tuhan di surga (khususnya merujuk pada 1 Korintus 13:12: *"Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka"*).

Ia menulis lirik tersebut tanpa niat komersial, melainkan sebagai ekspresi kerinduan jiwanya. Ia ingin menggambarkan bukan sekadar "surga" sebagai tempat, melainkan surga sebagai **perjumpaan pribadi dengan Juruselamat**.

### 3. Peran Grant Colfax Tullar
Setelah menulis lirik tersebut, Carrie mengirimkannya kepada seorang komponis musik rohani bernama **Grant Colfax Tullar (1869–1950)**.

Tullar adalah seorang penginjil dan musisi yang memiliki "sentuhan ajaib" dalam mengubah puisi menjadi melodi. Ketika Tullar membaca lirik karya Carrie, ia merasa sangat tersentuh. Ia mengaku bahwa saat ia duduk di depan organ untuk menggubah musiknya, ia merasakan kehadiran Tuhan yang sangat kuat. Musik yang ia ciptakan dirancang untuk membangkitkan rasa syukur dan kerinduan surgawi.

### 4. Makna Lagu
Lirik asli lagu ini ("*Face to face with Christ my Savior*") menangkap esensi dari keyakinan Kristen tentang eskatologi (akhir zaman):
* **Bait 1:** Menggambarkan betapa terbatasnya penglihatan kita tentang Tuhan saat ini (seperti melihat melalui cermin yang buram).
* **Bait-bait selanjutnya:** Menggambarkan sukacita luar biasa saat "kabut" dunia ini tersingkap dan kita akhirnya melihat Dia "muka dengan muka."

Lagu ini menjadi sangat populer karena liriknya sangat jujur, tidak pretensius, namun sangat menguatkan bagi mereka yang sedang melalui masa-masa sulit dalam hidup. Bagi banyak orang, lagu ini menjadi pengingat bahwa semua penderitaan di dunia hanyalah sementara dibandingkan dengan kemuliaan perjumpaan dengan Tuhan kelak.

### 5. Warisan
Lagu ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 1899 dan sejak itu telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia sebagai **"Nanti Berhadapan Muka"**.

Kisah Carrie Breck dan lagu ini menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa **pelayanan tidak harus dilakukan di atas panggung besar**. Carrie membuktikan bahwa seorang ibu yang sederhana di rumahnya bisa menciptakan karya yang menyentuh jutaan jiwa selama lebih dari satu abad, hanya karena ia menulis dari hati yang penuh kerinduan kepada Tuhannya.

***

**Lirik yang ikonik:**
*"Face to face with Christ my Savior,*
*Face to face—what will it be,*
*When with rapture I behold Him,*
*Jesus Christ who died for me."*

*(Nanti berhadapan muka, dengan Kristus Penebus, betapa indahnya nanti, memandang-Nya yang kudus.)*