NP
Berita Baik
The King's Business
Informasi Lagu
298
Nomor
Kode
NP 298
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Flora H. Cassel
Pencipta Syair
E. Taylor Cassel
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Ku datang dari jauh, diutus Rajaku;
Dunia fana ini bukanlah rumahku;
Sebagai utusan Kerajaan Tuhan,
Aku bawa Berita Baik.
Berita Baik yang kubawa
Dari Rajaku di surga:
"Berilah dirimu didamaikan segra,
Didamaikan dengan Allah."
Amanat Rajaku: agar manusia
Bertobat dan segra membuang dosanya;
Yang taat padaNya kan dibri mahkota;
Aku bawa Berita Baik.
Indahlah rumahku di dalam surga trang;
Di sana slamanya aku hidup senang;
Undangan Rajaku, Itupun bagimu;
Aku bawa Berita Baik.
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Berita Baik"** (judul asli dalam bahasa Inggris: ***"The King’s Business"***) adalah salah satu lagu himne Kristen yang sangat populer di kalangan gereja-gereja injili. Lagu ini diciptakan pada awal abad ke-20 dan memiliki kisah yang berkaitan erat dengan dedikasi misionaris.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Pencipta Lagu: Flora H. Cassel dan E. Taylor Cassel
Lagu ini merupakan hasil kolaborasi suami-istri, **E. Taylor Cassel** (yang menulis liriknya) dan **Flora H. Cassel** (yang mengaransemen musiknya).
* **E. Taylor Cassel (1849–1926):** Beliau adalah seorang penginjil dan penulis lagu asal Amerika Serikat. Lirik lagu ini ditulis berdasarkan keyakinannya yang mendalam bahwa setiap orang Kristen adalah "utusan" atau "duta" dari Kerajaan Surga.
* **Flora H. Cassel (1852–1911):** Istrinya adalah seorang komposer musik gerejawi yang mahir. Bersama suaminya, mereka sering berkeliling untuk melakukan pelayanan penginjilan.
### 2. Konteks Lirik: "Duta Kerajaan Surga"
Lagu ini ditulis sekitar tahun **1902**. Liriknya terinspirasi oleh konsep teologis tentang **Amanat Agung** (Matius 28:19-20) dan pandangan Alkitab bahwa orang percaya adalah "duta untuk Kristus" (2 Korintus 5:20).
Kisah di balik liriknya berfokus pada metafora **"Pekerjaan Sang Raja" (*The King’s Business*)**:
* Dunia ini dianggap sebagai tempat pengembaraan bagi orang percaya.
* Tujuan utama hidup manusia bukan untuk mencari harta duniawi, melainkan untuk membawa pesan keselamatan ("Berita Baik") kepada orang lain.
* Pesan utamanya adalah bahwa "Surga adalah rumah kita yang abadi" (*"Heaven is my home"*).
### 3. Makna di Balik Lagu
Lagu ini lahir di tengah masa kebangkitan penginjilan besar-besaran di Amerika. Saat itu, ada rasa urgensi di antara umat Kristen untuk memberitakan Injil sebelum kedatangan Yesus yang kedua kali.
* **Bait Pertama:** Menegaskan status orang percaya sebagai "orang asing" di dunia ini yang sedang dalam perjalanan menuju rumah yang jauh lebih baik (Surga).
* **Refrein:** Inilah inti dari lagu tersebut: *"I am a stranger here, within a foreign land; My home is far away, upon a golden strand..."* (Aku orang asing di sini, di negeri asing; rumahku jauh di sana, di tepian emas).
* **Pesan Utama:** Bahwa tugas paling penting yang harus dilakukan di bumi adalah melakukan "Bisnis/Pekerjaan Sang Raja" (menyampaikan pesan keselamatan).
### 4. Popularitas dan Warisan
Lagu ini menjadi sangat terkenal karena nadanya yang penuh semangat, optimis, namun juga memberikan penghiburan bagi mereka yang merasa sulit menjalani hidup di dunia.
* **Penerjemahan:** Karena pesannya yang universal tentang penginjilan, lagu ini diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia ("Berita Baik").
* **Pengaruh:** Lagu ini sering dinyanyikan dalam pertemuan-pertemuan misi, kebaktian kebangunan rohani (KKR), dan sekolah-sekolah Alkitab, untuk mengingatkan para pelayan Tuhan bahwa tugas mereka adalah tugas "kerajaan" yang bersifat kekal, bukan sekadar tugas duniawi.
### Intisari Kisah
Kisah di balik lagu ini bukanlah sebuah drama besar atau tragedi, melainkan **sebuah manifesto iman**. E. Taylor Cassel ingin menulis lagu yang mampu membangkitkan semangat orang Kristen agar tidak terikat dengan kenyamanan dunia, tetapi fokus pada "bisnis" utama mereka: menjadi pembawa pesan damai bagi mereka yang belum mengenal Tuhan.
Sampai hari ini, "The King's Business" tetap menjadi lagu yang mendefinisikan panggilan hidup misionaris dan penginjil di seluruh dunia.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Pencipta Lagu: Flora H. Cassel dan E. Taylor Cassel
Lagu ini merupakan hasil kolaborasi suami-istri, **E. Taylor Cassel** (yang menulis liriknya) dan **Flora H. Cassel** (yang mengaransemen musiknya).
* **E. Taylor Cassel (1849–1926):** Beliau adalah seorang penginjil dan penulis lagu asal Amerika Serikat. Lirik lagu ini ditulis berdasarkan keyakinannya yang mendalam bahwa setiap orang Kristen adalah "utusan" atau "duta" dari Kerajaan Surga.
* **Flora H. Cassel (1852–1911):** Istrinya adalah seorang komposer musik gerejawi yang mahir. Bersama suaminya, mereka sering berkeliling untuk melakukan pelayanan penginjilan.
### 2. Konteks Lirik: "Duta Kerajaan Surga"
Lagu ini ditulis sekitar tahun **1902**. Liriknya terinspirasi oleh konsep teologis tentang **Amanat Agung** (Matius 28:19-20) dan pandangan Alkitab bahwa orang percaya adalah "duta untuk Kristus" (2 Korintus 5:20).
Kisah di balik liriknya berfokus pada metafora **"Pekerjaan Sang Raja" (*The King’s Business*)**:
* Dunia ini dianggap sebagai tempat pengembaraan bagi orang percaya.
* Tujuan utama hidup manusia bukan untuk mencari harta duniawi, melainkan untuk membawa pesan keselamatan ("Berita Baik") kepada orang lain.
* Pesan utamanya adalah bahwa "Surga adalah rumah kita yang abadi" (*"Heaven is my home"*).
### 3. Makna di Balik Lagu
Lagu ini lahir di tengah masa kebangkitan penginjilan besar-besaran di Amerika. Saat itu, ada rasa urgensi di antara umat Kristen untuk memberitakan Injil sebelum kedatangan Yesus yang kedua kali.
* **Bait Pertama:** Menegaskan status orang percaya sebagai "orang asing" di dunia ini yang sedang dalam perjalanan menuju rumah yang jauh lebih baik (Surga).
* **Refrein:** Inilah inti dari lagu tersebut: *"I am a stranger here, within a foreign land; My home is far away, upon a golden strand..."* (Aku orang asing di sini, di negeri asing; rumahku jauh di sana, di tepian emas).
* **Pesan Utama:** Bahwa tugas paling penting yang harus dilakukan di bumi adalah melakukan "Bisnis/Pekerjaan Sang Raja" (menyampaikan pesan keselamatan).
### 4. Popularitas dan Warisan
Lagu ini menjadi sangat terkenal karena nadanya yang penuh semangat, optimis, namun juga memberikan penghiburan bagi mereka yang merasa sulit menjalani hidup di dunia.
* **Penerjemahan:** Karena pesannya yang universal tentang penginjilan, lagu ini diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia ("Berita Baik").
* **Pengaruh:** Lagu ini sering dinyanyikan dalam pertemuan-pertemuan misi, kebaktian kebangunan rohani (KKR), dan sekolah-sekolah Alkitab, untuk mengingatkan para pelayan Tuhan bahwa tugas mereka adalah tugas "kerajaan" yang bersifat kekal, bukan sekadar tugas duniawi.
### Intisari Kisah
Kisah di balik lagu ini bukanlah sebuah drama besar atau tragedi, melainkan **sebuah manifesto iman**. E. Taylor Cassel ingin menulis lagu yang mampu membangkitkan semangat orang Kristen agar tidak terikat dengan kenyamanan dunia, tetapi fokus pada "bisnis" utama mereka: menjadi pembawa pesan damai bagi mereka yang belum mengenal Tuhan.
Sampai hari ini, "The King's Business" tetap menjadi lagu yang mendefinisikan panggilan hidup misionaris dan penginjil di seluruh dunia.
Sama Tema
Umat Allah, Pelayanan dan Pengabdian
Hai Dengar Suara Yesus
NP
Mari Bekerja S'karang
NP
Mari Kumpulkan
NP
Antarkan, Masukkan
NP
Ya, Tuhan T'lah Datang
NP
Yang Kami Baktikan
NP
Pimpinlah HambaMu
NP
Jiwa Raga Kubaktikan
NP
Jiwa Raga Kubaktikan
NP
B'ri yang Terbaik
NP
Kau Sanggupkah? Tanya Jesus
NP
Banyakkan Kasihku
NP
Persembahan Hati
NP
HambaMu Mohon Pimpinan
NP
Kus'rahkan HidupKu Karnamu
NP
Tuhan, BagiMu
NP
Pikul Salib
NP