Informasi Lagu
262
Nomor
Kode
NP 262
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Jumlah Bait
4 bait
Pencipta Lagu
Robert Lowry
Pencipta Syair
Isaac Watts
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Mari umat Tuhan yang kasih padaNya, Marilah naikkan pujian, Marilah naikkan pujian Keliling takhtaNya, Keliling takhtaNya Ke Sion, ke Sion, Kita berjalan ke Sion; Marilah kita ke Sion, Berjalan ke kota Allah!
Yang tak kenal Tuhan, Segan memujiNya, Tetapi anak Krajaan, Tetapi anak Krajaan Bersukacitalah, Bersukacitalah.
Seblum kita sampai di Sion yang suci, Banyak hal ihwal yang permai, Banyak hal ihwal yang permai Yang kita alami, Yang kita alami.
Tetapkan hatimu, Hentikan tangisan! Ke Sion kita trus maju, Ke Sion kita trus maju, Penuh kesukaan, Penuh kesukaan.
Slide Lirik 5 slide
Slide 1 — NP 262 1
Slide 2 — NP 262 2
Slide 3 — NP 262 3
Slide 4 — NP 262 4
Slide 5 — NP 262 5
Partitur / Not
Partitur Chord NP 262
Sejarah Lagu
Lagu **"Kita Berjalan ke Sion"** (judul asli bahasa Inggris: *“Come, We That Love the Lord”*) adalah salah satu lagu himne paling ikonik dalam tradisi Kristen. Kisah lagu ini melibatkan dua tokoh besar yang hidup di zaman yang berbeda, yang kemudian disatukan oleh sebuah aransemen musik yang abadi.

Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:

### 1. Lirik: Karya Isaac Watts (1707)
Lirik aslinya ditulis oleh **Isaac Watts**, seorang pendeta dan penulis himne ternama asal Inggris yang sering dijuluki sebagai "Bapak Himne Inggris".

Pada tahun 1707, Watts menerbitkan kumpulan puisi berjudul *Hymns and Spiritual Songs*. Watts merasa prihatin karena musik gereja pada zamannya cenderung kaku dan hanya berfokus pada menyanyikan Mazmur secara literal. Ia ingin menciptakan lagu yang lebih ekspresif, yang mengungkapkan sukacita dan pengalaman pribadi orang Kristen dalam perjalanan hidup mereka menuju "Sion" (simbol Kerajaan Allah atau Surga).

Lirik aslinya terdiri dari sepuluh bait, namun yang paling kita kenal sekarang adalah versi yang telah disingkat. Salah satu kalimat yang paling terkenal adalah:
> *"The sorrows of the mind be banished from the place; Religion never was designed to make our pleasures less."*
> (Kesedihan pikiran harus diusir dari tempat ini; Agama tidak pernah dirancang untuk mengurangi kesenangan kita.)

Melalui lirik ini, Watts ingin menepis pandangan bahwa menjadi orang Kristen berarti harus hidup murung. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa menjadi pengikut Kristus adalah sumber sukacita terbesar.

### 2. Musik: Karya Robert Lowry (1867)
Selama lebih dari 150 tahun, lirik Isaac Watts dinyanyikan dengan berbagai melodi yang berbeda. Namun, pada tahun 1867, seorang pendeta Baptis asal Amerika bernama **Robert Lowry** memberikan nyawa baru pada lirik tersebut.

Lowry bukan sekadar komposer; ia adalah pengkhotbah yang sangat berbakat. Ia menulis lagu ini untuk sebuah acara kebaktian sekolah minggu. Lowry dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang ceria, ritmik, dan mudah diingat.

Ketika Lowry menggabungkan lirik Watts dengan melodi buatannya, ia menambahkan **refrain (chorus)** yang sangat terkenal:
> *"We’re marching to Zion, beautiful, beautiful Zion; We’re marching upward to Zion, the beautiful city of God."*
> (Kita berjalan ke Sion, Sion yang indah, indah; Kita berjalan menuju Sion, kota Allah yang indah.)

Penambahan refrain ini memberikan dimensi baru pada lagu tersebut—sebuah nuansa optimisme, semangat, dan "langkah kaki" yang mantap seolah-olah sedang berbaris (marching) menuju tujuan akhir.

### 3. Makna "Sion" dalam Lagu
Sion, dalam konteks lagu ini, merujuk pada konsep alkitabiah tentang tempat kediaman Allah. Bagi penulisnya, "berjalan ke Sion" adalah metafora untuk **perjalanan hidup orang beriman**.

* **Optimisme:** Lagu ini mengajarkan bahwa meskipun hidup mungkin penuh dengan tantangan, orang beriman berjalan dengan sukacita karena mereka tahu ke mana tujuan akhirnya (Sion/Surga).
* **Komunitas:** Penggunaan kata "Kita" (*Come, We That Love...*) menekankan bahwa perjalanan iman bukan perjalanan soliter, melainkan perjalanan bersama-sama sebagai satu komunitas gereja.

### 4. Warisan Lagu
Lagu ini menjadi sangat populer karena memadukan teologi yang dalam dari Isaac Watts dengan melodi yang memikat dari Robert Lowry. Lagu ini sering dikaitkan dengan gerakan kebangunan rohani di Amerika pada abad ke-19.

Dalam budaya populer modern, lagu ini juga sering muncul dalam film-film berlatar sejarah Amerika, seperti dalam film *Places in the Heart* (1984), yang memperlihatkan betapa lagu ini menjadi simbol kekuatan dan harapan di tengah komunitas yang mengalami masa-masa sulit.

**Kesimpulan:**
"Kita Berjalan ke Sion" adalah hasil kolaborasi lintas zaman: kedalaman puitis dari Isaac Watts (abad ke-18) yang bertemu dengan melodi inspiratif dari Robert Lowry (abad ke-19). Lagu ini tetap bertahan hingga hari ini karena pesannya yang universal: bahwa hidup di jalan Tuhan bukanlah beban, melainkan sebuah perjalanan penuh sukacita menuju tujuan yang agung.