NP
Berdekat PadaMu
Thou, My Everlasting Portion
Informasi Lagu
205
Nomor
Kode
NP 205
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Silas J. Vail
Pencipta Syair
Fanny J. Crosby
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Hanya Yesus kumiliki, Air hayat bagiku;
Hanya Yesus kuikuti, Spanjang jalan sertaMu.
Berdekat padaMu, Berdekat padaMu;
Hanya Yesus kuikuti, Spanjang jalan sertaMu.
Kesenangan duniawi, Itu bukan pintaku;
Sungguh rela ku bekerja, Asal slalu sertaMu.
Berdekat padaMu, Berdekat padaMu;
Sungguh rela ku bekerja, Asal slalu sertaMu.
Kuatkan ku dalam sengsara, Pada lautan hidupku;
Lalu masuk pintu surga, Bahagia sertaMu.
Berdekat padaMu, Berdekat padaMu;
Lalu masuk pintu surga, Bahagia sertaMu. Amin.
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Thou, My Everlasting Portion"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan menjadi **"Berdekat Pada-Mu"** atau **"Engkaulah Bagianku"**) adalah salah satu karya klasik yang lahir dari kedalaman iman seorang tokoh legendaris musik gerejawi, **Fanny J. Crosby**.
Berikut adalah kisah mendalam di balik lagu ini:
### 1. Sosok di Balik Lirik: Fanny J. Crosby
Fanny J. Crosby (1820–1915) bukanlah penulis lagu biasa. Ia mengalami kebutaan sejak bayi karena kesalahan medis. Meskipun hidup dalam kegelapan fisik selama 94 tahun, ia memiliki "penglihatan rohani" yang luar biasa. Ia menulis lebih dari 8.000 lirik lagu pujian yang menjadi fondasi iman banyak orang Kristen di seluruh dunia.
### 2. Konteks Penulisan
Lagu ini ditulis sekitar tahun **1874**. Berbeda dengan beberapa lagu Fanny Crosby lainnya yang sering lahir dari pengalaman traumatis atau peristiwa spesifik, lagu ini lahir dari **meditasi mendalam tentang hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan.**
Fanny sering menulis lagu di saat-saat ia sedang merasa sangat dekat dengan Tuhan. Bagi Fanny, Tuhan bukan sekadar sosok jauh di surga, melainkan "Bagian" (Portion) atau segalanya bagi hidupnya. Judul aslinya, *"Thou, My Everlasting Portion"*, merujuk pada konsep Alkitabiah (seperti dalam Mazmur 73:26), di mana pemazmur berkata, *"Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku ialah Allah selama-lamanya."*
### 3. Komposer: Silas J. Vail
Lirik yang ditulis Fanny kemudian diberikan kepada **Silas J. Vail** (1818–1884), seorang pembuat topi (hobi utamanya adalah musik) yang berbakat dalam menciptakan melodi-melodi yang sederhana namun menyentuh hati. Vail dikenal sebagai rekan kolaborasi yang sangat menghormati lirik-lirik Fanny. Ia menciptakan melodi yang tenang dan kontemplatif, yang sangat mendukung pesan kerinduan akan keintiman dengan Tuhan.
### 4. Makna dan Pesan Lagu
Lagu ini mencerminkan perjalanan iman seseorang yang telah melepaskan segala keterikatan duniawi untuk memilih Tuhan sebagai satu-satunya sandaran.
* **"Berdekat pada-Mu":** Ini adalah inti dari doa Fanny. Ia merasa bahwa di tengah dunia yang tidak bisa ia lihat, kehadiran Tuhan adalah satu-satunya kenyataan yang paling nyata.
* **"Tiada yang kucari":** Lirik ini menggambarkan kepuasan yang mendalam. Ketika seseorang menjadikan Tuhan sebagai "bagian" atau warisannya, ia tidak lagi merasa kekurangan atau cemas terhadap dunia.
* **Tema Kesetiaan:** Lagu ini menekankan bahwa hubungan dengan Tuhan harus dijalani setiap hari, langkah demi langkah.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Kekuatan dari lagu ini terletak pada **kerendahan hati**. Fanny Crosby tidak menulis lagu ini untuk panggung besar, melainkan sebagai sebuah doa pribadi.
* **Pengalaman Hidup:** Bagi Fanny yang buta, dunia adalah tempat yang sunyi dan terkadang membingungkan. Namun, melalui lagu ini, ia menyatakan bahwa "kehadiran Tuhan lebih berharga daripada pandangan mata."
* **Ketulusan:** Melodi Silas J. Vail yang mengalir lembut membuat setiap baitnya terasa seperti bisikan doa. Lagu ini sering dinyanyikan dalam saat teduh atau momen perenungan karena membawa pendengarnya masuk ke dalam keheningan bersama Tuhan.
### Kesimpulan
Lagu "Berdekat Pada-Mu" adalah bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk memiliki kedekatan spiritual yang melampaui siapapun. Fanny J. Crosby mengajarkan kita melalui lagu ini bahwa **Tuhan adalah satu-satunya harta yang tidak akan pernah hilang**, tidak peduli apa yang terjadi dalam hidup kita.
Ketika kita menyanyikan lagu ini, kita sebenarnya sedang diajak untuk melepaskan beban duniawi dan menempatkan Tuhan di posisi tertinggi dalam hati kita, seperti yang dilakukan oleh Fanny Crosby setiap harinya.
Berikut adalah kisah mendalam di balik lagu ini:
### 1. Sosok di Balik Lirik: Fanny J. Crosby
Fanny J. Crosby (1820–1915) bukanlah penulis lagu biasa. Ia mengalami kebutaan sejak bayi karena kesalahan medis. Meskipun hidup dalam kegelapan fisik selama 94 tahun, ia memiliki "penglihatan rohani" yang luar biasa. Ia menulis lebih dari 8.000 lirik lagu pujian yang menjadi fondasi iman banyak orang Kristen di seluruh dunia.
### 2. Konteks Penulisan
Lagu ini ditulis sekitar tahun **1874**. Berbeda dengan beberapa lagu Fanny Crosby lainnya yang sering lahir dari pengalaman traumatis atau peristiwa spesifik, lagu ini lahir dari **meditasi mendalam tentang hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan.**
Fanny sering menulis lagu di saat-saat ia sedang merasa sangat dekat dengan Tuhan. Bagi Fanny, Tuhan bukan sekadar sosok jauh di surga, melainkan "Bagian" (Portion) atau segalanya bagi hidupnya. Judul aslinya, *"Thou, My Everlasting Portion"*, merujuk pada konsep Alkitabiah (seperti dalam Mazmur 73:26), di mana pemazmur berkata, *"Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku ialah Allah selama-lamanya."*
### 3. Komposer: Silas J. Vail
Lirik yang ditulis Fanny kemudian diberikan kepada **Silas J. Vail** (1818–1884), seorang pembuat topi (hobi utamanya adalah musik) yang berbakat dalam menciptakan melodi-melodi yang sederhana namun menyentuh hati. Vail dikenal sebagai rekan kolaborasi yang sangat menghormati lirik-lirik Fanny. Ia menciptakan melodi yang tenang dan kontemplatif, yang sangat mendukung pesan kerinduan akan keintiman dengan Tuhan.
### 4. Makna dan Pesan Lagu
Lagu ini mencerminkan perjalanan iman seseorang yang telah melepaskan segala keterikatan duniawi untuk memilih Tuhan sebagai satu-satunya sandaran.
* **"Berdekat pada-Mu":** Ini adalah inti dari doa Fanny. Ia merasa bahwa di tengah dunia yang tidak bisa ia lihat, kehadiran Tuhan adalah satu-satunya kenyataan yang paling nyata.
* **"Tiada yang kucari":** Lirik ini menggambarkan kepuasan yang mendalam. Ketika seseorang menjadikan Tuhan sebagai "bagian" atau warisannya, ia tidak lagi merasa kekurangan atau cemas terhadap dunia.
* **Tema Kesetiaan:** Lagu ini menekankan bahwa hubungan dengan Tuhan harus dijalani setiap hari, langkah demi langkah.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Kekuatan dari lagu ini terletak pada **kerendahan hati**. Fanny Crosby tidak menulis lagu ini untuk panggung besar, melainkan sebagai sebuah doa pribadi.
* **Pengalaman Hidup:** Bagi Fanny yang buta, dunia adalah tempat yang sunyi dan terkadang membingungkan. Namun, melalui lagu ini, ia menyatakan bahwa "kehadiran Tuhan lebih berharga daripada pandangan mata."
* **Ketulusan:** Melodi Silas J. Vail yang mengalir lembut membuat setiap baitnya terasa seperti bisikan doa. Lagu ini sering dinyanyikan dalam saat teduh atau momen perenungan karena membawa pendengarnya masuk ke dalam keheningan bersama Tuhan.
### Kesimpulan
Lagu "Berdekat Pada-Mu" adalah bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk memiliki kedekatan spiritual yang melampaui siapapun. Fanny J. Crosby mengajarkan kita melalui lagu ini bahwa **Tuhan adalah satu-satunya harta yang tidak akan pernah hilang**, tidak peduli apa yang terjadi dalam hidup kita.
Ketika kita menyanyikan lagu ini, kita sebenarnya sedang diajak untuk melepaskan beban duniawi dan menempatkan Tuhan di posisi tertinggi dalam hati kita, seperti yang dilakukan oleh Fanny Crosby setiap harinya.
Sama Tema
Umat Allah, Kerinduan