Informasi Lagu
204
Nomor
Kode
NP 204
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
William James Kirkpatrick
Pencipta Syair
Eliza E. Hewitt
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Kuingin hati yang suci murni, Yang memancarkan terang sejati, Bebas dari nafsu dunia jahat, Suci oleh darah Juru Slamat. Hati bersih, suci murni, Itu ya Tuhan yang kuingini; Karna kasih Kau tlah mati; Jadikan hatiku suci murni.
Kuingin hati yang suci murni, Yang slalu ada damai rohani; Jiwa raga kusrahkan padaMu; Aku sedia menurut slalu.
Kuingin hati yang suci murni, Yang dapat trang dari Roh yang suci, Yang bernyala dengan kasih tulus: Sgala ketakutanku dihapus.
Kuingin hati yang suci murni, Brilah pertumbuhan yang rohani Agar ku makin mirip Tuhanku, Sampai di surga kelak bertemu.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 204
Sejarah Lagu
Lagu **"Kuingin Hati yang Suci Murni"** (judul asli: *More Love to Thee* bukan, melainkan ***"O For a Heart That Is Whiter Than Snow"***) adalah salah satu himne klasik yang lahir dari kedalaman pengalaman spiritual penulisnya, **Eliza Edmunds Hewitt (1851–1920)**, dan dikomposisikan oleh **William James Kirkpatrick (1838–1921)**.

Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu yang menyentuh ini:

### 1. Sosok Eliza E. Hewitt: Penulis yang Melawan Penderitaan
Eliza E. Hewitt adalah seorang guru sekolah di Philadelphia, Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai wanita yang sangat religius dan aktif dalam pelayanan sekolah Minggu. Namun, hidupnya tidaklah mudah.

Pada masa mudanya, Eliza mengalami kecelakaan fatal saat sedang mengawasi murid-muridnya di sekolah. Seorang siswa yang nakal memukul punggungnya dengan keras, yang menyebabkan cedera tulang belakang yang sangat parah. Akibatnya, Eliza harus menghabiskan waktu bertahun-tahun berbaring di tempat tidur dan menggunakan penyangga punggung seumur hidupnya.

Dalam masa-masa isolasi dan rasa sakit fisik yang hebat itulah, Eliza menemukan penghiburan luar biasa melalui Alkitab dan doa. Ia tidak menjadi pahit hati; sebaliknya, ia mendedikasikan hidupnya untuk menulis puisi dan lirik lagu rohani. Baginya, rasa sakit fisik adalah cara Tuhan untuk menariknya lebih dekat kepada-Nya.

### 2. Latar Belakang Penulisan Lagu
Lagu *"O For a Heart That Is Whiter Than Snow"* ditulis bukan sebagai ungkapan kesempurnaan diri, melainkan sebagai **pengakuan akan ketidaklayakan manusia di hadapan kekudusan Tuhan**.

Eliza terinspirasi oleh ayat-ayat Alkitab, terutama **Mazmur 51:7**, yang berbunyi: *"Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju."*

Dalam tulisannya, Eliza mengekspresikan kerinduan mendalam agar hidupnya yang penuh dengan keterbatasan dan "noda" (dosa) dapat disucikan sepenuhnya oleh darah Kristus. Judulnya yang asli, *"O For a Heart That Is Whiter Than Snow"*, adalah sebuah doa permohonan agar hati yang penuh keraguan dan kecenderungan berbuat dosa dapat diubah menjadi murni melalui kasih karunia.

### 3. Peran William J. Kirkpatrick
Lirik yang ditulis Eliza kemudian bertemu dengan melodi yang digubah oleh **William J. Kirkpatrick**. Kirkpatrick adalah seorang komposer himne yang sangat produktif pada masanya. Ia bekerja sama dengan Eliza dalam banyak proyek lagu.

Kirkpatrick dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang sederhana, namun memiliki alunan emosi yang dalam. Ia berhasil menangkap esensi lirik Eliza yang bersifat kontemplatif dan introspektif. Musik yang ia ciptakan memberikan ruang bagi penyanyi untuk benar-benar meresapkan setiap kata permohonan yang ada di dalam lirik tersebut.

### 4. Makna dan Warisan Lagu
Lagu ini menjadi sangat populer karena kejujurannya. Di gereja-gereja, lagu ini sering dinyanyikan sebagai lagu saat perjamuan kudus atau saat masa pertobatan.

Pesan utama dari lagu ini adalah:
* **Kesadaran Dosa:** Manusia menyadari bahwa hatinya tidak murni dan membutuhkan pembersihan dari Tuhan.
* **Kedaulatan Tuhan:** Hanya Tuhan yang mampu mengubah hati yang kelam menjadi putih bersih (seperti salju).
* **Penyerahan Diri:** Ini adalah doa pengabdian di mana seseorang ingin hidupnya sepenuhnya menjadi milik Tuhan, "suci murni" agar bisa dipakai untuk kemuliaan-Nya.

### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **transformasi penderitaan menjadi berkat**. Eliza E. Hewitt, yang tubuhnya mungkin terbatas oleh rasa sakit, membiarkan imajinasi dan imannya terbang bebas melalui pena. Melalui lagu ini, ia meninggalkan warisan rohani bagi jutaan orang di seluruh dunia, mengingatkan bahwa tidak peduli seberapa berat beban atau dosa seseorang, ada pengharapan untuk mendapatkan hati yang "lebih putih dari salju" melalui kasih setia Kristus.