Informasi Lagu
177
Nomor
Kode
NP 177
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
William F. Sherwin
Pencipta Syair
Mary A. Lathbury
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Surya mulai terbenam; Langit, bumi pun tentram; Hari sudahlah petang; Waktu bintang makin trang, Berbaktilah! Suci, suci, suci, Maharaja! Langit, bumi berpadu Dan memuji namaMu, Mahamulia!
Bapa Yang Maharahman, Sumber hidup skalian, O satukan umatMu Yang mencari wajahMu, Dan bri berkah!
Bila bulan dan bintang Takkan lagi ku pandang, Padaku nyatakanlah Fajar indah yang baka, Ya disurga!
Partitur / Not
Partitur Chord NP 177
Sejarah Lagu
Lagu **"Day is Dying in the West"** (atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai "Surya Mulai Terbenam") adalah salah satu himne (lagu pujian) klasik yang memiliki sejarah menarik, berkaitan erat dengan gerakan pendidikan di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19.

Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:

### 1. Konteks Penciptaan: Chautauqua Institution
Lagu ini ditulis pada tahun **1877** di **Chautauqua, New York**. Chautauqua adalah sebuah lokasi yang menjadi pusat gerakan pendidikan dan budaya populer di Amerika Serikat pada masa itu. Gerakan ini bertujuan untuk memberikan edukasi, seni, dan pengembangan spiritual kepada masyarakat umum di luar lingkungan formal sekolah.

Liriknya ditulis oleh **Mary A. Lathbury**, seorang penulis dan seniman yang sering dijuluki sebagai "Penyair Laureate dari Chautauqua".

### 2. Inspirasi Mary A. Lathbury
Mary Lathbury diminta oleh **Dr. John Heyl Vincent**, salah satu pendiri institusi Chautauqua, untuk menulis sebuah lagu yang akan digunakan sebagai "lagu penutup" di setiap akhir hari kegiatan di sana.

Dr. Vincent memberikan tema yang sangat spesifik kepada Lathbury: ia ingin sebuah lagu yang merefleksikan momen transisi dari siang ke malam—waktu di mana orang-orang berkumpul untuk refleksi diri, berdoa, dan beristirahat setelah seharian belajar dan beraktivitas.

Lathbury mengambil inspirasi dari keindahan pemandangan Danau Chautauqua saat matahari terbenam. Ia membayangkan momen ketika cahaya dunia mulai memudar, yang menjadi simbol dari kedamaian ilahi dan kesiapan jiwa untuk bertemu dengan Sang Pencipta dalam ketenangan malam.

### 3. Komposisi Musik: William F. Sherwin
Setelah Mary Lathbury menyelesaikan liriknya, ia menyerahkannya kepada **William F. Sherwin**, seorang komposer musik terkemuka pada masa itu yang juga aktif di Chautauqua sebagai direktur musik.

Sherwin menciptakan melodi yang tenang, agung, dan kontemplatif. Melodi ini dirancang agar mudah dinyanyikan oleh kelompok besar (paduan suara) di ruang terbuka. Harmoni yang diciptakan Sherwin sangat selaras dengan suasana teduh dari lirik Lathbury, memberikan kesan "pengantaran" bagi para pendengarnya menuju waktu istirahat malam.

### 4. Makna dan Filosofi Lirik
Jika kita membedah liriknya, lagu ini bukan sekadar tentang terbenamnya matahari. Ada beberapa lapisan makna di dalamnya:

* **Keindahan Alam sebagai Refleksi Tuhan:** Lathbury menggunakan citra alam ("Surya mulai terbenam", "Emas membasahi awan") untuk menunjukkan bahwa Tuhan hadir dalam setiap perubahan waktu.
* **Waktu untuk Berdoa:** Lagu ini mengajak pendengar untuk berhenti sejenak dari kesibukan duniawi. Di bait-baitnya, terdapat ungkapan penyerahan diri dan permohonan agar Tuhan menjaga jiwa mereka saat malam tiba.
* **Simbol Kehidupan:** Secara filosofis, terbenamnya matahari sering dikaitkan dengan akhir dari kehidupan seseorang. Namun, lagu ini tidak membawa suasana duka, melainkan suasana damai dan pengharapan akan "pagi yang kekal".

### 5. Warisan Lagu Ini
"Day is Dying in the West" menjadi sangat ikonik. Hingga hari ini, lagu ini masih dinyanyikan setiap musim panas di Chautauqua Institution. Tradisi ini telah berlangsung selama lebih dari 140 tahun.

Bagi banyak orang, lagu ini bukan hanya sekadar himne, melainkan sebuah **"lagu pengantar tidur rohani"**. Dalam buku-buku himne gerejawi di seluruh dunia, lagu ini tetap bertahan sebagai salah satu karya yang paling dicintai karena kemampuan lirik dan melodinya dalam menenangkan jiwa yang lelah setelah menghadapi hiruk-pikuk kehidupan.

### Ringkasan Singkat:
* **Penulis Lirik:** Mary A. Lathbury (1877).
* **Komposer:** William F. Sherwin.
* **Tujuan:** Lagu penutup harian untuk komunitas edukasi Chautauqua.
* **Tema Utama:** Kedamaian, refleksi, penyerahan diri kepada Tuhan di akhir hari.

Singkatnya, lagu ini adalah hasil kolaborasi antara penyair dan musisi yang ingin menangkap "keindahan transisi" dari hari yang sibuk menuju malam yang tenang, agar setiap orang bisa mengakhiri harinya dengan damai.