Informasi Lagu
174
Nomor
Kode
NP 174
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
George C. Stebbins
Pencipta Syair
James Edmeston
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Ya Tuhan, hembuskan RohMu atas umatMu kini; Siang pun telah berlalu; Dosa kami akui.
Walau malam glap gulita, Namun kasihMu teguh, Dan Engkau senantiasa trus menjaga umatMu.
Walau dalam marabahya, Oleh Iblis diserang, Namun malak Tuhan jaga pagi, siang, dan petang.
Rohulkudus, kami minta: Glap gulita usirlah, Hingga terbit trang sempurna, Hingga fajar yang baka. Amin.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 174
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Ya Tuhan, Hembuskan Roh-Mu"** (*Savior, Breathe an Evening Blessing*) adalah sebuah kisah tentang kerendahan hati, kepasrahan kepada Tuhan di penghujung hari, dan harapan akan perlindungan ilahi di tengah ketidakpastian malam.

Berikut adalah detail kisah di balik lagu ini:

### 1. Penulis Lirik: James Edmeston (1791–1867)
Lirik lagu ini ditulis oleh **James Edmeston**, seorang arsitek dan surveyor asal Inggris. Edmeston bukanlah seorang pendeta atau musisi profesional, melainkan seorang awam yang sangat aktif dalam pelayanan gereja dan menulis puisi rohani sebagai bentuk devosi pribadinya.

**Konteks Penulisan:**
Lirik ini ditulis pada tahun **1820**. Edmeston terinspirasi oleh sebuah peristiwa yang sangat sederhana namun menyentuh hati. Ia pernah membaca sebuah kutipan dari **Salomon Gessner**, seorang penyair Swiss, yang menggambarkan bagaimana seorang pelancong di akhir hari yang lelah merasa sangat membutuhkan perlindungan Tuhan saat malam turun.

Edmeston menulis puisi ini sebagai doa penutup hari. Ia ingin menciptakan kata-kata yang menenangkan bagi setiap orang yang merasa takut, lelah, atau cemas sebelum memejamkan mata. Ia membayangkan malam sebagai simbol "akhir kehidupan" yang singkat, sehingga setiap malam harus dilewati dengan berserah penuh kepada Tuhan.

### 2. Komposer Musik: George C. Stebbins (1846–1945)
Lagu ini menjadi populer di dunia internasional berkat musik yang digubah oleh **George C. Stebbins**. Stebbins adalah salah satu komposer musik gospel paling berpengaruh di abad ke-19 dan awal abad ke-20, yang sering bekerja sama dengan penginjil besar **Dwight L. Moody** dan penyanyi **Ira D. Sankey**.

Stebbins mengarang melodi yang dikenal sekarang (sering disebut sebagai nada *VESPER*) untuk puisi Edmeston tersebut. Melodinya dirancang dengan tempo yang lambat, tenang, dan kontemplatif, sangat pas dengan suasana liriknya yang bersifat *evening blessing* (berkat malam).

### 3. Pesan dan Filosofi Lagu
Lagu ini dikenal karena kedalamannya yang menyentuh dua aspek utama dalam spiritualitas Kristen:

* **Penyucian (Forgiveness):** Bait pertama sering menekankan pentingnya memohon pengampunan atas dosa-dosa yang dilakukan sepanjang hari sebelum tidur.
* **Perlindungan (Protection):** Bait-bait selanjutnya menekankan bahwa meskipun kita tidur (tidak berdaya), Tuhan yang tidak pernah terlelap menjaga kita. Ada baris terkenal dalam bahasa Inggris: *"Though destruction walk around us, though the arrows past us fly, angel guards from thee surround us, we are safe if thou art nigh."* (Walau kehancuran berjalan di sekitar kita, walau panah melesat melewati kita, penjaga malaikat dari-Mu mengelilingi kita, kita aman jika Engkau dekat).

### 4. Makna Historis dan Popularitas
Lagu ini menjadi salah satu "himne malam" (lullaby rohani) yang paling dicintai di Inggris dan Amerika Serikat. Karena kesederhanaannya, lagu ini sering dinyanyikan dalam pertemuan doa, kebaktian penutup hari, atau bahkan di rumah-rumah saat keluarga melakukan ibadah malam.

Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai **"Ya Tuhan, Hembuskan Roh-Mu"**. Terjemahan ini mempertahankan esensi aslinya sebagai doa penyerahan diri yang khusyuk.

### Mengapa lagu ini begitu berarti?
Kisah di balik lagu ini mengajarkan kita bahwa **ketenangan tidak datang dari hilangnya masalah, melainkan dari kehadiran Tuhan**.

James Edmeston menulis lagu ini dengan kesadaran bahwa hidup ini rapuh. Bagi banyak orang, malam adalah waktu di mana kecemasan paling terasa. Lagu ini berfungsi sebagai "jangkar" bagi jiwa yang lelah, mengingatkan bahwa sebelum tidur, seseorang tidak perlu membawa beban hari itu sendirian.

Secara singkat: **Lagu ini adalah surat cinta dari seseorang yang sadar akan keterbatasan manusia, kepada Tuhan yang menjaga mereka bahkan di saat mereka tidak sadar (tertidur).**