Informasi Lagu
85
Nomor
Kode
NKI 85
Buku
Nyanyian Kemenangan Iman
Metronom
0
Cross Ref.
NKB 194, PKJ 232, GB 263, NP 221, PPK 138
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Kendati hidupku tent’ram dan senang Dan walau derita penuh Engkau mengajarku bersaksi tegas S’lamatlah, s’lamatlah jiwaku. Slamatlah jiwaku S’lamatlah, s’lamatlah jiwaku.
Kendati pun susah terus menekan Dan iblis geram menyerbu Tuhanku menilik anak-Nya tetap S’lamatlah, s’lamatlah jiwaku.
Yesusku mengangkat di salib kejam Dosaku dan aib Sepenuh hutangku dibayar dan aku lepas Puji Tuhan wahai jiwaku.
Ya Tuhan singkapkan embun yang gelap Dapatkan seg’ra umat-Mu ‘Pabila serunai berbunyi gegap Kuseru s’lamatlah jiwaku.
Slide Lirik 5 slide
Slide 1 — NKI 85 1
Slide 2 — NKI 85 2
Slide 3 — NKI 85 3
Slide 4 — NKI 85 4
Slide 5 — NKI 85 5
Partitur / Not
Partitur Chord NKI 85
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu himne **"It Is Well with My Soul"** (di Indonesia dikenal dengan judul **"Di Kala Hidupku Tent’ram"**) adalah salah satu kisah yang paling mengharukan dan menginspirasi dalam sejarah musik rohani. Lagu ini lahir dari tragedi yang bertubi-tubi yang dialami oleh **Horatio Spafford**.

Berikut adalah detail kisahnya:

### 1. Sosok Horatio Spafford
Horatio Spafford adalah seorang pengacara sukses dan pengusaha properti di Chicago, Amerika Serikat pada pertengahan abad ke-19. Ia juga seorang pria yang sangat religius dan sahabat dekat dari penginjil terkenal, Dwight L. Moody.

### 2. Tragedi yang Bertubi-tubi
Kehidupan Spafford mulai diuji oleh serangkaian peristiwa memilukan:

* **Kebakaran Besar Chicago (1871):** Spafford kehilangan banyak aset propertinya dalam peristiwa kebakaran hebat ini. Namun, ia masih mampu bangkit secara finansial.
* **Kematian Putranya:** Sebelum kebakaran, ia sudah mengalami duka mendalam karena kehilangan satu-satunya putra laki-lakinya yang masih kecil karena penyakit demam berdarah.
* **Tragedi Kapal SS Ville du Havre (1873):** Untuk memulihkan kondisi keluarganya, Spafford merencanakan liburan ke Eropa. Karena urusan bisnis mendadak, ia mengirim istri dan keempat putrinya (Annie, Maggie, Bessie, dan Tanetta) berangkat lebih dulu dengan kapal uap *SS Ville du Havre*.

Di tengah perjalanan melintasi Samudra Atlantik, kapal tersebut bertabrakan dengan kapal lain dan tenggelam hanya dalam waktu 12 menit. **Keempat putri Spafford tewas tenggelam.** Istrinya, Anna, selamat secara ajaib. Anna kemudian mengirimkan telegram kepada suaminya yang berisi pesan singkat yang melegenda: *"Saved alone"* (Hanya saya yang selamat).

### 3. Kelahiran Lagu di Tengah Samudra
Mendengar berita itu, Spafford segera berlayar ke Eropa untuk menjemput istrinya. Saat kapal yang ditumpangi Spafford melewati titik di mana kapal keluarga istrinya tenggelam, kapten kapal memberitahunya.

Di tengah kesedihan yang mendalam di dek kapal tersebut, Spafford merenung. Bukannya menyalahkan Tuhan atas kehilangan empat orang anak sekaligus, ia justru merasakan kedamaian yang melampaui logika. Ia kemudian menuliskan lirik lagu tersebut sebagai bentuk penyerahan diri total kepada kehendak Tuhan.

Lirik awalnya berbunyi:
> *"When peace, like a river, attendeth my way,*
> *When sorrows like sea billows roll;*
> *Whatever my lot, Thou hast taught me to say,*
> *It is well, it is well with my soul."*

### 4. Peran Philip P. Bliss
Setelah Spafford kembali ke Amerika, ia menunjukkan lirik tersebut kepada sahabatnya, **Philip P. Bliss**, seorang komposer musik gerejawi yang terkenal. Bliss sangat tersentuh oleh lirik tersebut dan kemudian menciptakan melodi yang sangat indah untuk lagu itu. Bliss menamai lagu tersebut **"Ville du Havre"**, sesuai dengan nama kapal yang karam tersebut.

### 5. Akhir Hayat yang Penuh Pengabdian
Horatio Spafford tidak membiarkan kesedihan menghancurkannya. Beberapa tahun kemudian, ia dan istrinya pindah ke Yerusalem. Di sana, mereka mendedikasikan hidup mereka untuk melayani orang miskin, yatim piatu, dan orang sakit. Mereka mendirikan komunitas yang dikenal sebagai "The American Colony". Spafford meninggal di Yerusalem pada tahun 1888.

### Makna Mendalam
Lagu ini bukan sekadar melodi, melainkan sebuah pengakuan iman. Pesan utamanya adalah bahwa kedamaian sejati bukanlah tentang ketiadaan masalah atau tragedi, melainkan tentang **keyakinan bahwa Tuhan memegang kendali atas hidup seseorang**, apapun kondisinya ("It is well").

Hingga hari ini, "It Is Well with My Soul" tetap menjadi salah satu lagu himne paling populer di seluruh dunia sebagai pengingat akan kekuatan iman di tengah penderitaan yang paling hebat sekalipun.