Informasi Lagu
44
Nomor
Do=G
Nada Dasar
Kode
NKB 44
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Nada Dasar
Do=G
Ketukan
1 ketuk ketuk
Metronom
0
Jumlah Bait
5 bait
Pencipta Lagu
Louis Bourgeois (1549)
Pencipta Syair
John Ellerton (1870)
Penerjemah
YAMUGER (1982)
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 5 bait
Ya Tuhan, hari t’lah berakhir, ‘Kau ganti malam yang teduh; pujian pagi kami ganti pujian malam bagiMu.
Syukur! GerejaMu berjaga menurut jam gilirannya, tetap umatMu beribadah seputar bola dunia.
Berurut pulau dan benua menyambut fajar yang cerah, tak putus umatMu semua bersilih ganti menyembah.
Di sini hari sudah lalu, di sana pagi merekah; selalu oleh suara baru karyaMu dimuliakanlah!
Sedangkan kuasa dunia goncang, kekal, ya Tuhan, tahtaMu; akhirnya bangsa-bangsa datang menyambut kerajaanMu.
Slide Lirik 5 slide
Slide 1 — NKB 44 1
Slide 2 — NKB 44 2
Slide 3 — NKB 44 3
Slide 4 — NKB 44 4
Slide 5 — NKB 44 5
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 44
Sejarah Lagu
Lagu pujian **"Ya Tuhan, Hari T’lah Berakhir"** (judul asli: *The Day Thou Gavest, Lord, Is Ended*) adalah salah satu lagu himne paling ikonik dalam tradisi Kristen, terutama di Inggris.

Kisah di balik lagu ini melibatkan dua tokoh yang berbeda zaman dan sebuah momentum sejarah Kekaisaran Inggris. Berikut adalah detail kisahnya:

### 1. Penulis Lirik: John Ellerton (1826–1893)
John Ellerton adalah seorang pendeta Gereja Inggris yang dikenal sebagai penulis himne dan ahli liturgi. Pada tahun 1870, ia diminta untuk menulis sebuah lagu yang cocok untuk penutup kebaktian malam.

Ellerton menulis lirik ini dengan satu tujuan utama: **mengakui penyertaan Tuhan sepanjang hari yang telah dilewati dan memohon perlindungan-Nya di malam hari.** Liriknya mengandung teologi yang indah tentang "Gereja yang tidak pernah tidur," yang melintasi zona waktu di seluruh dunia.

Bait yang paling terkenal berbunyi:
> *"As o'er each continent and island, the dawn leads on another day, the voice of prayer is never silent, nor dies the strain of praise away."*

(Saat fajar menyingsing di setiap benua dan pulau, suara doa tidak pernah sunyi, dan puji-pujian tidak pernah berhenti.)

### 2. Melodi: St. Clement oleh Clement Cotterill Scholefield
Banyak orang salah mengira bahwa melodinya ditulis oleh Louis Bourgeois (yang memang terkenal sebagai komposer mazmur abad ke-16). Namun, melodi yang kita kenal sekarang untuk lagu ini berjudul **"St. Clement"**, yang disusun oleh **Clement Cotterill Scholefield** pada tahun 1874.

Scholefield adalah seorang pendeta muda yang juga seorang komposer musik gereja. Ia menciptakan melodi ini khusus untuk lirik John Ellerton. Nama melodi "St. Clement" diambil dari nama dirinya sendiri.

### 3. Momen Bersejarah: "Matahari yang Tidak Pernah Terbenam"
Lagu ini meraih ketenaran dunia yang luar biasa ketika dipilih untuk merayakan **Yubileum Berlian Ratu Victoria pada tahun 1897**.

Pada masa itu, Kekaisaran Inggris dijuluki sebagai "Imperium tempat matahari tidak pernah terbenam" (*The Empire on which the sun never sets*) karena wilayah jajahannya tersebar di seluruh dunia, dari Kanada, Afrika, hingga Australia.

Lirik Ellerton—yang berbicara tentang doa dan pujian yang terus-menerus naik kepada Tuhan seiring perputaran bumi—dianggap sebagai representasi sempurna dari luasnya jangkauan kekuasaan Inggris yang mencakup seluruh zona waktu. Sejak saat itu, lagu ini menjadi lagu kebangsaan tak resmi untuk perayaan-perayaan kenegaraan di Inggris dan sering dinyanyikan dalam acara-acara angkatan laut.

### 4. Makna Teologis di Balik Lirik
Daya tarik utama lagu ini adalah **kesadaran akan kemahadiriran Tuhan**. Ellerton menuliskan bahwa ketika umat Kristen di satu tempat menutup doa malamnya, di sisi bumi lain, orang-orang Kristen baru saja bangun untuk memulai pagi mereka dengan doa. Ini menciptakan sebuah gambaran persatuan global umat beriman.

### Hubungan dengan Louis Bourgeois
Nama **Louis Bourgeois** yang Anda sebutkan sering dikaitkan karena gaya musik himne ini memiliki kemiripan dengan gaya *Genevan Psalter* yang dikembangkan oleh Bourgeois di abad ke-16. Namun, secara historis, komposisi "St. Clement" adalah karya orisinal Scholefield di abad ke-19.

### Kesimpulan
Lagu "Ya Tuhan, Hari T'lah Berakhir" bukan sekadar lagu pengantar tidur atau penutup ibadah. Ia adalah sebuah refleksi tentang:
1. **Syukur:** Mengakui hari yang telah lewat sebagai pemberian Tuhan.
2. **Ketergantungan:** Menyerahkan malam dan masa depan ke dalam tangan-Nya.
3. **Persatuan Global:** Menyadari bahwa ibadah kepada Tuhan terus berlangsung tanpa henti di seluruh penjuru bumi.

Lagu ini tetap menjadi lagu yang sangat menyentuh karena melodinya yang tenang dan liriknya yang memberikan ketenangan jiwa di tengah hiruk-pikuk dunia.