Informasi Lagu
196
Nomor
Kode
NKB 196
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Pencipta Lagu
Anne S. Murphy
Pencipta Syair
Anne S. Murphy
Penerjemah
YAMUGER
Cross Ref.
KMM 129, KK 589, KLIK 423
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
‘Ku beroleh berkat yang tak kunjung lenyap, yang tidak dib’ri dunia; Di relung hatiku, walau sarat beban, ada damai sejaht’ra baka. Yesus yang selalu tinggal serta; Ia di dalamku, ‘ku dalamNya. “Aku senantiasa menyertaimu” Itulah janjiNya kepadaku.
Saat damai penuh masuk di hatiku, dunia menjadi cerah. Kesusahan lenyap, g’lap berganti terang: Yesus Tuhan, agung, mulia!
Harta yang terbesar di bejana fana kumiliki di dunia. Pada hari mulia aku dibawa-Nya masuk sorga kekal serta-Nya.
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — NKB 196 1
Slide 2 — NKB 196 2
Slide 3 — NKB 196 3
Slide 4 — NKB 196 4
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 196
Sejarah Lagu
Lagu **"Ku Beroleh Berkat"** (judul asli: *There’s a Peace in My Heart*) adalah salah satu lagu rohani yang sangat dicintai karena liriknya yang mendalam tentang kedamaian yang melampaui segala situasi.

Namun, di balik keindahan nadanya, terdapat kisah tentang keteguhan iman di tengah penderitaan fisik yang berat. Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:

### 1. Penulis: Anne May Sebring Murphy
Lagu ini ditulis oleh **Anne May Sebring Murphy** (1877–1959). Ia adalah seorang wanita yang dikenal sangat taat beribadah. Namun, hidupnya tidaklah mudah; ia menghabiskan sebagian besar masa dewasanya dalam kondisi kesehatan yang sangat buruk.

### 2. Latar Belakang Penderitaan
Anne May menderita penyakit yang membuatnya harus terbaring di tempat tidur atau kursi roda dalam waktu yang sangat lama. Penderitaan fisik yang dialaminya sangat kronis dan menyakitkan. Bagi banyak orang, kondisi seperti itu mungkin akan memicu keputusasaan, kemarahan, atau hilangnya iman.

Namun, Anne mengambil jalan yang berbeda. Di tengah rasa sakit yang hebat, ia memilih untuk fokus pada hubungannya dengan Tuhan. Ia percaya bahwa meskipun tubuhnya hancur, jiwanya tetap berada dalam perlindungan Tuhan yang memberikan ketenangan.

### 3. Momen Inspirasi
Suatu hari, ketika sedang mengalami penderitaan fisik yang sangat hebat, Anne merenungkan ayat-ayat Alkitab tentang damai sejahtera yang diberikan Kristus—kedamaian yang tidak bergantung pada keadaan duniawi.

Ia menyadari bahwa kedamaian tersebut bukan berasal dari hilangnya rasa sakit atau masalah, melainkan dari kehadiran Tuhan di dalam hatinya. Ia menulis lirik lagu ini bukan sebagai ungkapan kegembiraan karena hidup yang mudah, melainkan sebagai **pengakuan iman** bahwa di tengah badai kehidupan (atau rasa sakit fisik), ia tetap memiliki damai yang "melampaui segala akal".

### 4. Makna Liriknya
Lirik lagu ini mencerminkan pengalaman pribadinya:

* **"Ku beroleh berkat yang tak kunjung lenyap..."**: Meskipun tubuhnya mungkin melemah, berkat rohani dan janji Tuhan tetap abadi.
* **"Tiap hari bertambah dalam hatiku"**: Ia merasakan kedamaian itu bukan hanya sesekali, tetapi menjadi bagian dari kesehariannya yang konstan.
* **"Sekalipun badai menyerang..."**: Ini adalah referensi langsung pada rasa sakit fisiknya yang digambarkan seperti badai yang menguji ketahanannya.

### 5. Dampak Lagu Tersebut
Lagu ini menjadi lagu pujian yang sangat kuat di gereja-gereja karena pesannya yang sangat relevan bagi siapa saja yang sedang mengalami penderitaan atau kehilangan. Lagu ini mengajarkan bahwa **kedamaian sejati tidak ditemukan dalam ketiadaan masalah, melainkan dalam kehadiran Allah.**

Di Indonesia, lagu ini sangat populer di kalangan jemaat gereja, sering dinyanyikan untuk menghibur mereka yang sedang sakit atau berduka. Lagu ini menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa apa pun yang terjadi, "ada damai yang melimpah" bagi setiap orang yang percaya.

### Kesimpulan
Kisah Anne May Sebring Murphy adalah kesaksian tentang bagaimana iman mampu mengubah "kamar tidur yang menjadi tempat penderitaan" menjadi "ruang doa yang penuh kemuliaan". Ia membuktikan bahwa melodi yang paling indah sering kali lahir dari jiwa yang sedang menanggung beban berat, namun tetap memandang kepada Tuhan.