Informasi Lagu
19
Nomor
Kode
NKB 19
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Pencipta Lagu
Howard E. Smith
Pencipta Syair
James Rowe
Penerjemah
B. Maruta (bait 1); YAMUGER 1983 (bait 2 & 3)
Cross Ref.
PPK 112, KMM 124, GB 256, NP 318, KPPK 331, KK 97
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Dalam lautan yang kelam, terancam jiwaku, dalam dosa tenggelam, hilang harapanku. Tapi Tuhan berkenan dengar seruanku, lalu ‘ku dis’lamatkan Mukhalisku. Kasih kudus! Kasih kudus! Yang t’lah mengangkatku: Kasih kudus! Kasih kudus! Kasih kudus! Yang t’lah mengangkatku: Kasih kudus!
KasihNya kudus, besar, patut ‘ku balaslah; kar’na itu ‘ku gemar agungkan namaNya. ‘Ku serahkan hidupku bulat kepadaNya, melayani Tuhanku selamanya!
‘Kau yang hampir tenggelam pandanglah padaNya! Tuhan Yesus t’lah menang: ‘kau ‘kan diangkatNya! Laut yang mengamuk pun dibuatNya reda. Yesus mau menolongmu: percayalah!
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — NKB 19 1
Slide 2 — NKB 19 2
Slide 3 — NKB 19 3
Slide 4 — NKB 19 4
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 19
Sejarah Lagu
Lagu **"Love Lifted Me"** (dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai **"Dalam Lautan yang Kelam"**) adalah salah satu lagu himne Kristen paling ikonik yang berbicara tentang penebusan. Kisah di balik lagu ini merupakan perpaduan antara pengalaman rohani penulis liriknya dan sentuhan musik dari komposer yang jenius.

Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:

### 1. Penulis Lirik: James Rowe (1865–1933)
James Rowe adalah seorang pria kelahiran Inggris yang pindah ke Amerika Serikat pada usia muda. Sebelum mendedikasikan hidupnya untuk menulis himne, ia bekerja di berbagai bidang, termasuk sebagai pekerja di perusahaan kereta api dan inspektur di kantor pos.

Rowe bukanlah seorang pendeta atau teolog formal, melainkan seorang pria yang memiliki bakat luar biasa dalam menulis puisi dan lirik lagu. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat rendah hati. Kisah di balik lirik "Love Lifted Me" (ditulis sekitar tahun 1912) tidak didasarkan pada satu peristiwa tragis spesifik, melainkan pada **pengalaman iman pribadi** yang mendalam.

Rowe merenungkan kondisi manusia yang "tenggelam" dalam dosa, rasa bersalah, dan keputusasaan. Ia membayangkan dosa sebagai lautan yang gelap dan dalam, di mana seseorang tidak mampu menolong dirinya sendiri. Liriknya menangkap momen "keajaiban" saat kasih Tuhan (Love) turun tangan untuk mengangkat seseorang dari kedalaman tersebut.

### 2. Komposer: Howard E. Smith (1863–1918)
Lirik yang ditulis oleh James Rowe kemudian diberikan kepada Howard E. Smith untuk diberi irama. Smith adalah seorang komposer yang sangat produktif pada masanya. Ia terkenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang sederhana namun sangat mengena dan "mudah diingat" (*catchy*), yang sangat penting bagi musik gerejawi pada masa itu agar jemaat bisa menyanyikannya dengan penuh perasaan.

Kerja sama antara Rowe dan Smith menciptakan harmoni yang sempurna: lirik yang puitis dan mendalam, dipadukan dengan melodi yang seolah-olah menggambarkan gerakan ombak yang membawa seseorang naik ke permukaan.

### 3. Makna di Balik Lirik
Lagu ini dibagi menjadi tiga bagian utama yang menceritakan perjalanan keselamatan:

* **Bait 1 & 2 (Keadaan Tenggelam):** Menggambarkan keputusasaan manusia. *"Dalam lautan yang kelam, jauh dari pantai damai,"* adalah metafora bahwa dosa menjauhkan manusia dari ketenangan batin. Fokus utamanya adalah ketidakberdayaan manusia—bahwa tidak ada usaha manusia (tenaga sendiri) yang bisa menyelamatkan dirinya dari "tenggelam".
* **Chorus (Intervensi Kasih):** *“Love lifted me!”* (Kasih mengangkatku). Inilah inti dari lagu ini. Keselamatan bukan karena perbuatan baik, tetapi karena kasih Tuhan yang aktif mencari dan mengangkat.
* **Bait 3 (Respon):** Setelah diangkat, penulis lagu berkomitmen untuk menyerahkan seluruh hidupnya kepada Sang Penyelamat. Ini adalah ungkapan syukur yang tulus.

### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Bertahan?
Lagu ini menjadi sangat populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, karena beberapa alasan:
1. **Universalitas:** Siapa pun yang merasa pernah berada di titik terendah dalam hidupnya, baik karena dosa, kegagalan, atau penderitaan, dapat mengaitkan diri dengan gambaran "tenggelam".
2. **Pesan Harapan:** Lagu ini tidak berhenti pada masalah (tenggelam), tetapi berfokus pada solusi (kasih Tuhan yang mengangkat).
3. **Kesederhanaan:** Struktur lagunya yang lugas menjadikannya mudah dinyanyikan dalam berbagai konteks, baik di gereja besar dengan paduan suara maupun dalam doa pribadi yang intim.

### Kesimpulan
Kisah "Dalam Lautan yang Kelam" bukanlah tentang mukjizat fisik di laut, melainkan tentang **mukjizat transformasi batin**. James Rowe menulis lagu ini sebagai pengingat bahwa tidak ada kedalaman dosa atau keputusasaan yang tidak bisa dijangkau oleh kasih Tuhan. Ketika seseorang merasa "tenggelam" dalam hidupnya, lagu ini menjadi pengingat bahwa pertolongan Ilahi selalu tersedia bagi mereka yang memanggil-Nya.