Informasi Lagu
15
Nomor
Kode
NKB 15
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Pencipta Lagu
John M. Moore
Pencipta Syair
John M. Moore
Penerjemah
YAMUGER 1988
Cross Ref.
15
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Hidup yang penuh berbeban dan terasa berat, ringan semua di Kalvari, kar’na Yesus dekat. Ringan semua di Kalvari, Kalvari, Kalvari; Ringan semua di Kalvari, kar’na Yesus dekat.
Segenap kekuatiranmu s’rahkan kepadaNya, ringan semua di Kalvari, kar’na Yesus dekat.
Air mata pahit pedih, Yesus tahu benar, ringan semua di Kalvari, karn’a Yesus dekat.
Slide Lirik 3 slide
Slide 1 — NKB 15 1
Slide 2 — NKB 15 2
Slide 3 — NKB 15 3
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 15
Sejarah Lagu
Kisah mendalam di balik lagu rohani yang sangat mengharukan, "Hidup Yang Penuh Berbeban" atau dalam judul aslinya, "Days Are Filled With Sorrow And Care". Lagu ini ditulis oleh **John Marks Moore (1866-1948)**, seorang pendeta dan uskup Gereja Metodis di Amerika Serikat.

### Latar Belakang Penulis: John Marks Moore

John Marks Moore lahir pada tahun 1866 di Bardwell, Kentucky. Ia adalah sosok yang sangat dihormati dalam lingkungan Gereja Metodis Selatan. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Southwestern University dan Yale University, Moore memulai kariernya sebagai pendeta pada tahun 1895. Ia melayani di berbagai gereja penting, termasuk Centenary Methodist Church di St. Louis, Missouri, yang menjadi lokasi penting dalam penciptaan lagu ini.

Moore dikenal bukan hanya sebagai pengkhotbah ulung, tetapi juga sebagai administrator gereja yang cakap, yang kemudian menjabat sebagai uskup pada tahun 1918. Namun, di balik semua pencapaian itu, ia adalah seorang gembala yang memiliki hati yang peka terhadap penderitaan jemaatnya dan manusia pada umumnya.

### Kisah di Balik Lirik "Days Are Filled With Sorrow And Care" (1904)

Lirik untuk lagu "Days Are Filled With Sorrow And Care" ditulis oleh John M. Moore pada tahun **1904**, saat ia menjabat sebagai pendeta di **Centenary Methodist Church, St. Louis, Missouri**.

Pada masa itu, St. Louis, seperti banyak kota-kota besar lainnya di Amerika, sedang mengalami pertumbuhan pesat dan juga gejolak sosial. Kehidupan bagi banyak orang tidaklah mudah. Ada kemiskinan, penyakit, kehilangan, kesepian, dan berbagai macam beban hidup yang menekan. Sebagai seorang pendeta, Moore setiap hari berinteraksi dengan jemaatnya yang membawa serta segala macam kepedihan dan pergumulan.

* **Hati Seorang Gembala:** Moore bukanlah menulis lagu ini karena satu tragedi besar yang menimpanya secara pribadi pada saat itu. Sebaliknya, lirik-lirik ini mengalir dari **hati nurani seorang gembala** yang secara rutin menyaksikan dan merasakan penderitaan orang-orang di sekelilingnya. Ia melihat ibu yang berjuang sendirian, ayah yang kehilangan pekerjaan, anak-anak yang sakit, orang tua yang kesepian, dan jiwa-jiwa yang hancur karena beban hidup yang tak tertahankan.

* **Empati yang Mendalam:** Moore mengamati bagaimana orang-orang berjuang di bawah "beban berat kehidupan" (burdens of life), bagaimana "hari-hari dipenuhi kesedihan dan kekhawatiran" (days are filled with sorrow and care), dan bagaimana "hati yang lelah merindukan istirahat" (weary hearts yearn for rest). Ia merasakan kerinduan universal manusia akan penghiburan dan kelegaan dari tekanan duniawi.

* **Pencarian Jawaban Ilahi:** Sebagai seorang teolog dan pendeta, Moore tahu bahwa jawaban sejati tidak terletak pada kekuatan manusia, tetapi pada kuasa ilahi. Ia ingin menyampaikan pesan pengharapan yang kokoh kepada jemaatnya, mengingatkan mereka bahwa ada pribadi yang jauh lebih besar dan kuat yang sanggup menanggung segala beban mereka.

Maka, dari pengamatan yang mendalam dan refleksi spiritual ini, Moore menuliskan lirik yang sangat jujur tentang kondisi manusia dan kemudian mengarahkan pada sumber penghiburan satu-satunya: Yesus Kristus.

### Kunci Pesan Liriknya

Lirik lagu ini secara brilian menangkap dua realitas fundamental:
1. **Kondisi Manusia:** Hidup seringkali sulit, penuh dengan kesedihan, kekhawatiran, dan beban yang terasa tak tertanggulangi. Ada "air mata yang mengalir", "hati yang putus asa", dan "jiwa yang lelah".
2. **Solusi Ilahi:** Namun, ada harapan. Ada "Satu Pribadi" (Yesus Kristus) yang "sanggup menanggung setiap beban kehidupan". Dialah "Teman yang sejati" yang "takkan meninggalkan" kita. Dia mengundang kita untuk datang kepada-Nya dan menemukan istirahat.

### Musik oleh J.H. Fillmore, Jr. (1908)

Meskipun liriknya ditulis pada tahun 1904, melodi yang kita kenal sekarang baru diciptakan pada tahun **1908** oleh **J.H. Fillmore, Jr.** (James Henry Fillmore, Jr., 1870-1939).

J.H. Fillmore, Jr. adalah seorang komposer musik rohani dan penerbit hymnal terkemuka dari Cincinnati, Ohio. Ia berasal dari keluarga yang sangat terlibat dalam musik gereja; ayahnya, James H. Fillmore Sr., adalah pendiri Fillmore Music House. Ketika J.H. Fillmore, Jr. melihat lirik Moore, ia segera menyadari kekuatan dan kedalaman pesannya. Ia kemudian menggubah melodi yang sederhana namun sangat mengharukan dan mudah diingat, yang secara sempurna menangkap esensi dari kata-kata Moore. Melodi tersebut terasa menenangkan sekaligus menguatkan, cocok dengan tema lagu ini.

### Dampak dan Warisan

Setelah lirik dan musiknya disatukan, lagu "Days Are Filled With Sorrow And Care" segera menjadi salah satu himne favorit di gereja-gereja. Keuniversalitas pesannya – bahwa manusia berbeban dan Kristus adalah jawaban – membuatnya relevan bagi siapa pun, di mana pun, dan kapan pun.

Lagu ini telah menjadi **oase penghiburan** bagi jutaan orang di seluruh dunia yang sedang melewati masa-masa sulit. Di Indonesia, lagu ini dikenal luas dengan judul "Hidup Yang Penuh Berbeban" dan seringkali dinyanyikan dalam kebaktian duka, saat menghadapi musibah, atau ketika seseorang membutuhkan peneguhan bahwa mereka tidak sendirian dalam pergumulan mereka.

Kisah di balik lagu ini adalah bukti dari kekuatan empati seorang pendeta dan kebenaran abadi bahwa di tengah segala kesusahan hidup, ada Pribadi yang setia yang sanggup menanggung setiap beban kita. John Marks Moore, melalui liriknya, dan J.H. Fillmore, Jr., melalui melodinya, telah memberikan sebuah hadiah rohani yang tak ternilai harganya bagi dunia.