NKB
'Ku Berserah Kepada Allahku
My Heav'nly Father Watches Over Me
Informasi Lagu
128
Nomor
Kode
NKB 128
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Jumlah Bait
4 bait
Style
LoveSong
Pencipta Lagu
Charles H. Gabriel
Pencipta Syair
W.C. Martin
Penerjemah
Tim Nyanyian GKI
Cross Ref.
KPPK 423, NP 162
Syair / Lirik
4 bait
‘Ku berserah kepada Allahku
di darat pun di laut menderu.
Tiap detik tak berhenti,
Bapa sorgawi t’rus menjagaku.
‘Ku tahu benar ‘ku dipegang erat,
di gunung tinggi dan samudera;
di taufan g’lap ‘ku didekap.
Bapa sorgawi t’rus menjagaku
Mawar di taman dihiasiNya,
elang di langit pun dipimpinNya.
Dia tentu besertaku,
Bapa sorgawi t’rus menjagaku.
‘Ku tahu benar ‘ku dipegang erat,
di gunung tinggi dan samudera;
di taufan g’lap ‘ku didekap.
Bapa sorgawi t’rus menjagaku
Kepada Tuhan aku berserah,
di gua singa, saat disesah.
Dalam erang atau senang,
Bapa sorgawi t’rus menjagaku.
‘Ku tahu benar ‘ku dipegang erat,
di gunung tinggi dan samudera;
di taufan g’lap ‘ku didekap.
Bapa sorgawi t’rus menjagaku
Meski berjalan di lembah gelap,
Gembala baik membimbingku tetap.
‘Ku dihentar dan tak gentar,
Bapa sorgawi t’rus menjagaku.
‘Ku tahu benar ‘ku dipegang erat,
di gunung tinggi dan samudera;
di taufan g’lap ‘ku didekap.
Bapa sorgawi t’rus menjagaku
Slide Lirik
5 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Ku Berserah Kepada Allahku"** (judul asli bahasa Inggris: *His Eye Is on the Sparrow* atau dalam beberapa literatur merujuk pada *My Heav’nly Father Watches Over Me*) adalah salah satu himne Kristen yang paling dicintai di dunia.
Kisah di balik lagu ini sangat menyentuh karena lahir dari sebuah pengalaman nyata tentang **iman di tengah penderitaan yang hebat.**
Berikut adalah detail kisah di balik lagu yang ditulis oleh **Civilla D. Martin** (lirik) dan **Charles H. Gabriel** (musik) pada tahun 1905:
### 1. Pertemuan yang Mengubah Segalanya
Pada tahun 1905, Civilla D. Martin dan suaminya, seorang pengkhotbah bernama Dr. Walter Stillman Martin, sedang berkunjung ke Elmira, New York. Mereka menjalin persahabatan dengan pasangan suami istri yang lanjut usia, yaitu Bapak dan Ibu Doolittle.
Bapak dan Ibu Doolittle adalah sosok yang sangat inspiratif. Meskipun mereka menderita cacat fisik yang membuat mereka harus terbaring di tempat tidur selama bertahun-tahun, mereka tidak pernah mengeluh. Sebaliknya, mereka memiliki semangat hidup yang luar biasa dan iman yang teguh kepada Tuhan.
### 2. Pertanyaan yang Menjadi Inspirasi
Suatu hari, Civilla Martin bertanya kepada Ibu Doolittle bagaimana dia bisa tetap begitu ceria dan memiliki sukacita di tengah keterbatasan fisiknya yang luar biasa.
Dengan senyum yang tenang, Ibu Doolittle menjawab, **"His eye is on the sparrow, and I know He watches me."** (Mata-Nya tertuju pada burung pipit, dan aku tahu Dia juga memperhatikan aku).
Kalimat tersebut merujuk pada ayat Alkitab dalam **Matius 10:29-31**:
> *"Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun daripadanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu... Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit."*
### 3. Kelahiran Lirik Lagu
Civilla Martin sangat terkesan dengan jawaban sederhana namun mendalam tersebut. Ia merasa tersentuh oleh bagaimana seseorang yang "terkurung" secara fisik bisa memiliki kebebasan dan kedamaian jiwa karena meyakini perlindungan Tuhan yang sangat detail.
Segera setelah kunjungan tersebut, Civilla Martin menuliskan lirik lagu *His Eye Is on the Sparrow*. Lirik ini mencerminkan keyakinan bahwa jika Tuhan memelihara burung-burung kecil yang tidak berharga di mata manusia, maka Tuhan tentu akan menjaga manusia yang jauh lebih berharga bagi-Nya.
### 4. Peran Charles H. Gabriel
Setelah liriknya selesai, Civilla mengirimkan naskah tersebut kepada **Charles H. Gabriel**, seorang komposer musik gerejawi yang sangat produktif dan terkenal pada masa itu. Gabriel kemudian menciptakan melodi yang indah, lembut, dan penuh harapan untuk lirik tersebut.
Lagu ini kemudian diterbitkan dan menjadi salah satu lagu yang paling banyak dinyanyikan dalam berbagai kebaktian di seluruh dunia.
### Pesan Lagu
Lagu ini tidak hanya berbicara tentang perlindungan Tuhan secara umum, tetapi tentang **keintiman Tuhan dengan setiap individu.**
* **Bait pertama:** Mengakui bahwa Tuhan memperhatikan setiap detail kehidupan kita, bahkan saat kita merasa kesepian atau "terkurung" dalam masalah.
* **Refrein:** Menegaskan bahwa karena Tuhan memperhatikan burung pipit, kita bisa merasa tenang, bahagia, dan tidak perlu takut akan masa depan.
### Kesimpulan
Lagu "Ku Berserah Kepada Allahku" adalah pengingat bahwa iman yang sejati tidak diuji saat semuanya berjalan lancar, melainkan saat kita berada dalam keterbatasan. Lagu ini lahir dari bibir seorang wanita yang menderita, namun hatinya dipenuhi oleh keyakinan bahwa ia tidak pernah sendirian.
Di Indonesia, lagu ini menjadi salah satu nyanyian jemaat (NKB 119) yang sangat sering dinyanyikan sebagai penguat iman bagi mereka yang sedang menghadapi pergumulan berat.
Kisah di balik lagu ini sangat menyentuh karena lahir dari sebuah pengalaman nyata tentang **iman di tengah penderitaan yang hebat.**
Berikut adalah detail kisah di balik lagu yang ditulis oleh **Civilla D. Martin** (lirik) dan **Charles H. Gabriel** (musik) pada tahun 1905:
### 1. Pertemuan yang Mengubah Segalanya
Pada tahun 1905, Civilla D. Martin dan suaminya, seorang pengkhotbah bernama Dr. Walter Stillman Martin, sedang berkunjung ke Elmira, New York. Mereka menjalin persahabatan dengan pasangan suami istri yang lanjut usia, yaitu Bapak dan Ibu Doolittle.
Bapak dan Ibu Doolittle adalah sosok yang sangat inspiratif. Meskipun mereka menderita cacat fisik yang membuat mereka harus terbaring di tempat tidur selama bertahun-tahun, mereka tidak pernah mengeluh. Sebaliknya, mereka memiliki semangat hidup yang luar biasa dan iman yang teguh kepada Tuhan.
### 2. Pertanyaan yang Menjadi Inspirasi
Suatu hari, Civilla Martin bertanya kepada Ibu Doolittle bagaimana dia bisa tetap begitu ceria dan memiliki sukacita di tengah keterbatasan fisiknya yang luar biasa.
Dengan senyum yang tenang, Ibu Doolittle menjawab, **"His eye is on the sparrow, and I know He watches me."** (Mata-Nya tertuju pada burung pipit, dan aku tahu Dia juga memperhatikan aku).
Kalimat tersebut merujuk pada ayat Alkitab dalam **Matius 10:29-31**:
> *"Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun daripadanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu... Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit."*
### 3. Kelahiran Lirik Lagu
Civilla Martin sangat terkesan dengan jawaban sederhana namun mendalam tersebut. Ia merasa tersentuh oleh bagaimana seseorang yang "terkurung" secara fisik bisa memiliki kebebasan dan kedamaian jiwa karena meyakini perlindungan Tuhan yang sangat detail.
Segera setelah kunjungan tersebut, Civilla Martin menuliskan lirik lagu *His Eye Is on the Sparrow*. Lirik ini mencerminkan keyakinan bahwa jika Tuhan memelihara burung-burung kecil yang tidak berharga di mata manusia, maka Tuhan tentu akan menjaga manusia yang jauh lebih berharga bagi-Nya.
### 4. Peran Charles H. Gabriel
Setelah liriknya selesai, Civilla mengirimkan naskah tersebut kepada **Charles H. Gabriel**, seorang komposer musik gerejawi yang sangat produktif dan terkenal pada masa itu. Gabriel kemudian menciptakan melodi yang indah, lembut, dan penuh harapan untuk lirik tersebut.
Lagu ini kemudian diterbitkan dan menjadi salah satu lagu yang paling banyak dinyanyikan dalam berbagai kebaktian di seluruh dunia.
### Pesan Lagu
Lagu ini tidak hanya berbicara tentang perlindungan Tuhan secara umum, tetapi tentang **keintiman Tuhan dengan setiap individu.**
* **Bait pertama:** Mengakui bahwa Tuhan memperhatikan setiap detail kehidupan kita, bahkan saat kita merasa kesepian atau "terkurung" dalam masalah.
* **Refrein:** Menegaskan bahwa karena Tuhan memperhatikan burung pipit, kita bisa merasa tenang, bahagia, dan tidak perlu takut akan masa depan.
### Kesimpulan
Lagu "Ku Berserah Kepada Allahku" adalah pengingat bahwa iman yang sejati tidak diuji saat semuanya berjalan lancar, melainkan saat kita berada dalam keterbatasan. Lagu ini lahir dari bibir seorang wanita yang menderita, namun hatinya dipenuhi oleh keyakinan bahwa ia tidak pernah sendirian.
Di Indonesia, lagu ini menjadi salah satu nyanyian jemaat (NKB 119) yang sangat sering dinyanyikan sebagai penguat iman bagi mereka yang sedang menghadapi pergumulan berat.